Senangnya Santri KQS Sultan Thaha Jambi dapat Kiriman Al-Qur’an darimu


Senangnya Santri KQS Sultan Thaha Jambi dapat Kiriman Al-Qur’an darimu

Perjuangan para penghafal Al-Qur’an haruslah kita dukung, baik itu dalam pengadaan fasilitas ataupun yang lainnya. Alhamdulillah, salah satu rumah tahfizh penghafal Al-Qur’an telah terbantu berkat sedekahmu, sahabat quran. Tepatnya para santri penghafal Al-Qur’an di rumah tahfizh Kauny Quranic School (KQS) Sultan Thaha Jambi.

KQS Sultan Thaha Jambi adalah salah satu dari 15 ribu santri penghafal Al-Qur’an di 482 lokasi yang memiliki banyak santri. Mereka terdiri dari santri-santri yang berusia belia yang sangat bersemangat datang untuk mengaji. Dan berkat bantu quran dari sahabat, mereka sangat senang dan bersyukur karena bisa semakin bersemangat belajar Al-Qur’an

“Rasa syukur diucapkan kepada Allah, dan terima kasih para donatur yang telah menyumbangkan Al-Qur’an kepada para santri. Semoga barokah dan anak-anak bisa menghafal dengan lebih giat lagi,” ucap salah satu perwakilan penerima manfaat.

Baca Juga: Aksi Askar Kauny Di Semeru, Dari Rescue Hingga Recovery

Kami mengucapkan jazakumullahu khoir katsiro kepada sahabat quran, donatur dan muhsinin yang telah ikut berpartisipasi dalam Tebar Qur’an. Semoga pahala berlipat ganda selalu mengalir lewat sedekah yang disalurkan.

Sahabat quran, ribuan penghafal Al-Qur’an masih membutuhkan bantuan kita dalam pengadaan Al-Qur’an. Mari, kita bantu dengan ikut Tebar Qur’an dan bersedekah melalui :
💳 BSI 4004002482
💳 MANDIRI 1330013478441
A.n Yayasan Askar Kauny

📱 Konfirmasi Transfer melalui 0877-7758-2001

Donasi mudah melalui :

Donasi diperuntukkan bagi pengadaan Al-Qur’an, Iqro’ serta operasional dakwah Qur’an lainnya bagi santri penghafal Al-Qur’an hingga ke pelosok daerah.

More Information on IG @askarkauny @qurancare.id | FB : Askar Kauny | web : www.askarkauny.com

#wakafquran #sedekahquran #sedekahalquran #sedekahjariyah #tebarquran #qurancare #askarkauny #sedekahiqro #santributuhquran

Berita Lainnya

Macam-Macam Sedekah

Macam-Macam Sedekah

Sedekah adalah hal baik yang sangat disukai Allah. Dengan melakukan sedekah, maka seseorang akan membantu orang lain yang kebutuhan sedang membutuhkan. Itulah kenapa seseorang harus mengetahui macam-macam sedekah agar bisa melakukan hal itu dengan lebih baik.

Melakukan sedekah tidak harus dengan materi ataupun sesuatu yang nilainya fantastis. Terkadang, sedekah non materi pun juga bisa dilakukan untuk membantu orang lain sehingga kehidupan mereka bisa menjadi lebih baik. Informasi lebih lanjut tentang sedekah bisa disimak dalam artikel berikut ini.

Pengertian Sedekah

Sedekah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain dalam bentuk materi ataupun non materi. Sedekah bisa dilakukan kapanpun apabila mengetahui ada seseorang yang membutuhkan. Sedekah diharapkan bisa membantu kehidupan orang lain meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Inti dari melakukan sedekah adalah memberikan sesuatu secara ikhlas kepada orang lain. Hal semacam ini sangat disukai oleh Allah dan menjadi salah satu kunci dari ajaran Islam. Kunci itu adalah membantu sesama khususnya muslim lain yang sedang membutuhkan.

Rasulullah juga menyukai sedekah, beliau juga bersabda:
“Barangsiapa yang mendapatkan harta dari sumber yang haram lantas dia manfaatkan untuk berbuat baik kepada kerabatnya, sedekah kepada orang miskin atau infaq di jalan Allah, maka semua amalnya tersebut dikumpulkan (tidak bernilai) dan karenanya dia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Abu Daud dalam Marasil, Hasan li Ghairihi, Shahih Targhib nomor 1721)

Apabila ingin melakukan sedekah, harus mengetahui macam-macam sedekah di bawah ini:

1.Sedekah Materi

Sedekah materi adalah sedekah dalam bentuk barang maupun uang yang diberikan kepada orang lain secara langsung. Misalnya, di tengah jalan bertemu dengan seorang pengemis yang sedang meminta-minta.

Apabila ingin melakukan sedekah maka cukup berikan uang sesuai dengan kemampuan. Dengan melakukan itu, maka sedekah sudah bisa dilakukan.

Selain dalam bentuk uang secara langsung, apabila melihat seseorang yang sedang haus atau kelaparan juga bisa diberikan dalam bentuk makanan atau minuman.

Apapun yang diberikan, entah itu dalam bentuk uang atau yang dibeli dengan menggunakan uang sudah termasuk sebagai salah satu sedekah materi. Itulah kenapa biasakan hal ini dengan baik agar apapun yang dimiliki masih bisa melakukan sedekah secara rutin.

2.Sedekah Non Materi

Selanjutnya adalah sedekah dalam bentuk non materi. Artinya untuk melakukan sedekah ini tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali atau mengeluarkan barang dan diberikan kepada orang lain yang sedang membutuhkan.

Sedekah non materi bisa diberikan dalam bentuk pikiran ataupun tenaga. Misalnya sedang ada pembangunan masjid, ikut membantu ketika luang seperti dengan mengangkut beberapa bahan bangunan hingga ikut dalam pembangunannya secara langsung.

Apabila ingin sedekah dengan pikiran, bisa dengan memberikan suatu ide ataupun desain. Intinya sesuatu hal yang sangat bermanfaat kepada orang lain dalam bentuk usaha apapun pikiran sudah dianggap juga sebagai sedekah. Bahkan, memberikan ilmu pun juga bisa dianggap sebagai sedekah.

Sedekah Jariyah

Sedekah jariyah adalah sedekah yang pahalanya akan terus mengalir bahkan setelah seseorang sudah meninggal dunia. Jadi, tidak akan terputus hingga setelah memberikan sedekah.

Macam-macam sedekah jariyah yang bisa dilakukan:

1.Membangun Masjid

Membangun masjid menjadi amal yang sangat baik dan bernilai pahala yang besar. Saat ada masjid yang dibangun, nantinya masjid tersebut akan digunakan untuk beribadah oleh banyak orang.

2.Membuat Buku yang Bermanfaat

Buku yang bermanfaat tentu akan memberikan banyak kegunaan untuk orang-orang. Setiap buku yang bermanfaat untuk banyak orang dibuat, walaupun pembuatnya sudah meninggal maka pahalanya tetap akan mengalir.

3.Mewariskan Alquran

Saat seseorang memberikan Alquran dan ada orang lain yang membacanya, maka selama itu juga pahala akan terus mengalir kepada pemberi Alquran. Selain sedekah jariyah ini, tentu saja masih ada banyak contoh sedekah jariyah lainnya yang dapat dilakukan.

Sedekah Subuh

Sedekah subuh adalah salah satu jenis sedekah yang dilakukan pada pagi hari selesai sholat subuh. Sedekah ini dilakukan untuk membuka pintu rezeki bagi beberapa orang dan juga membuat orang yang membutuhkan bisa menjalankan aktivitasnya dengan lebih.

Biasanya, sedekah subuh ini dilakukan dengan memberikan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Misalnya dengan memberikan makanan kepada tukang becak atau pengemis yang berada di pinggir jalan. Tentu saja, manfaat sedekah harta sangat banyak untuk pemberi dan penerima.

Macam-macam sedekah ternyata cukup banyak mulai dari sedekah dalam bentuk materi dan sedekah dalam bentuk non materi. Salah satu jenis sedekah yang sangat dianjurkan adalah sedekah dalam bentuk sedekah jariyah sehingga pahalanya akan terus mengalir hingga seseorang wafat.

Itulah kenapa seseorang harus melakukan sedekah kapanpun mereka mau, bahkan dengan jumlah yang tidak terlalu besar. Hal paling penting, mereka ikhlas dalam melakukan itu sehingga pahala yang didapatkan akan semakin besar dan keridhaan Allah akan mudah diberikan.

Oase Hati Lainnya

Adab Minum

Adab Minum

Adab minum harus diperhatikan dengan baik oleh semua umat Islam. Dengan mengetahui apa saja yang harus dilakukan ketika minum, maka jenis kesalahan bisa dihindari. Umat Islam juga jadi mengikuti yang dilakukan oleh Rasulullah ketika beliau masih hidup di masa lalu.

Tata cara minum mungkin terlihat sangat sepele, tetapi apabila diperhatikan dengan baik bisa bermanfaat cukup besar. Salah satunya adalah memahami apa saja yang sudah diajarkan oleh Islam sehingga kehidupan bisa berjalan dengan baik.

Pengertian Adab Minum

Adab minum Rasulullah dalam Islam bisa diikuti oleh semua orang. Dengan mengikuti adab atau tata cara tersebut, maka apa yang sudah dilakukan akan sama seperti apa yang sudah dilakukan oleh Rasulullah.

Secara umum, adab ketika minum sesuai sunnah adalah tata cara bagaimana mengkonsumsi atau minum air dengan baik. Minum air tidak perkara hanya memasukkan sesuatu ke dalam mulut saja lalu selesai. Lebih dari itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar sesuai dengan tuntunan.

Misalnya dengan tidak berdiri ketika minum atau mengkonsumsi makanan apapun. Paling tidak harus duduk terlebih dahulu apabila ingin minum agar sesuai dengan apa yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah. Apa yang sudah ditemukan, biasanya sesuai dengan apa keinginan dari Allah.

Adab Minum Rasulullah

Adab ketika minum Rasulullah ada beberapa yang harus diperhatikan oleh semua orang. Di bawah ini ada beberapa tata cara beserta hadits tentang adab minum:

1.Didahului Bismillah

Sebelum minum, harus mengucapkan bismillah terlebih dahulu. Akan lebih baik lagi, apabila disertai dengan doa sebelum makan. Tetapi, dengan hanya mengucap bismillah saja sudah lebih dari cukup.

Dengan membiasakan ini, maka apapun yang masuk ke dalam mulut entah itu hanya berupa air putih akan menjadi berkah yang besar. Hadis yang berhubungan dengan adab ini adalah: “Ketika mulai minum pertama baca Bismillah,” (HR. Tirmidzi).

2.Memakai Tangan Kanan

Mengkonsumsi apapun harus menggunakan tangan kanan, entah itu akan minum atau pun akan makan. Menggunakan tangan kanan sama halnya melakukan sesuatu yang sopan karena tangan kiri biasanya akan digunakan untuk buang air.

Selain itu, tangan kanan juga biasanya lebih bersih. Itulah kenapa saat makan tangan kiri akan digunakan untuk memegang piring, sedangkan tangan kanan akan digunakan untuk memegang sendok.

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ , فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ
Artinya: “Jika salah seorang dari kalian akan makan, hendaknya ia makan dengan tangan kanannya, dan jika akan minum hendaknya juga minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim).

3.Harus Duduk

Mengkonsumsi minuman jenis apapun pastikan untuk duduk terlebih dahulu. Ternyata duduk akan memberikan posisi yang lebih nyaman sehingga apapun yang masuk ke dalam perut bisa berjalan dengan lebih baik.

Hadis yang berhubungan dengan minum harus duduk terlebih dahulu bisa disimak berikut ini: “Duduk dan minumlah.” (HR. Muslim).

4.Minum dalam Tiga Tarikan Nafas

Sekali minum harus habis dalam 3 tarikan nafas. Apabila tidak bisa melakukannya tidak perlu dipaksa yang paling penting semua adab yang ada sudah dilakukan. Hadits yang berhubungan dengan adab ini adalah:

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يتنفَّسُ في الشرابِ ثلاثًا
“Rasulullah SAW bernapas tiga kali ketika sedang minum,” (HR. Bukhari-Muslim).

5.Tidak Meniup Air

Pastikan untuk tidak meniup apa saja yang sedang diminum. Apabila meniup lebih dahulu ada kemungkinan masuk ke berapa virus ataupun penyakit ke dalam air lalu masuk lagi ke dalam tubuh. Hadits yang berhubungan dengan larangan untuk meniup air sebelum diminum adalah:
“Jangan pernah meniupkan dari mulutmu ke dalam makanan dan minuman,” (HR. Thabrani).

Adab Minum Air Zam-zam

Apabila ingin minum air zam-zam ternyata ada tata cara tersendiri yang harus dilakukan. Sebelum minum secara langsung, ikuti beberapa hal di bawah ini
• Baca Bismillah.
• Pakai tangan kanan.
• Diikuti dengan doa lain.
• Minum hingga merasa kenyang.

Memahami tata cara minum yang baik sesuai dengan anjuran dari Rasulullah adalah sesuatu yang sangat wajib. Bahkan dengan mengikutinya apapun yang diminum atau masuk ke dalam tubuh, bisa menjadi berkah yang sangat besar.
Ikuti beberapa jenis adab yang sudah dibahas di atas.

Dengan begitu, seseorang bisa memiliki kehidupan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan yang sudah diajarkan oleh Islam dan juga Rasulullah. Ikuti hal-hal penting yang sesuai dengan syariat Islam.

Oase Hati Lainnya

Macam-Macam Dosa Besar

Macam-Macam Dosa Besar

Konsep dosa ada dalam Islam. Dalam Islam sendiri, ada beberapa jenis dosa mulai dari dosa kecil hingga dosa besar. Dosa kecil biasanya yang paling sering terjadi. Sementara itu, dosa besar adalah sesuatu yang sangat parah. Untuk menghindari hal itu, pahami macam-macam dosa besar.

Dengan memahami jenis dari dosa besar maka seseorang bisa lebih menghindari berbagai jenis dosa yang bisa menyebabkan masalah. Bahkan, bisa menyebabkan kesengsaraan saat berada di dunia. Belum lagi jika sudah berada di akhirat, maka siksaan besar yang bisa didapatkan.

Pengertian Dosa Besar

Dosa besar adalah dosa yang terkadang sulit untuk diampuni. Dosa besar biasanya berhubungan dengan sesuatu yang hubungan dengan Islam secara langsung. Selain itu, dosa juga berhubungan dengan pelanggaran sesuatu yang sudah ditetapkan.

Dosa besar memiliki jenis yang berbeda-beda. Biasanya, sebesar ini cukup mudah untuk diketahui sehingga seseorang harus menghindari untuk melakukannya. Meski demikian, terkadang mereka tetap melakukan dosa itu karena sengaja atau tidak tahu.

Untuk menghindari dosa besar yang terlalu banyak dan bisa membuat kehidupan manusia menjadi berantakan, sebaiknya menghindari dengan berusaha sekuat tenaga. Untuk menguranginya, mulai dengan melakukan beberapa amalan yang dianjurkan.

7 Dosa Besar dalam Islam

Macam-macam dosa besar harus dipahami oleh semua orang, khususnya muslim. Berikut beberapa jenis dosa besar yang harus dihindari oleh semua orang:

1.Syirik

Perlu dipahami bahwa syirik dosa besar yang tidak diampuni. Seseorang yang melakukan syirik berarti tidak percaya adanya Allah sebagai zat yang paling besar dan menguasai alam semesta. Tetapi, mereka lebih mempercayai makhluk lain yang memiliki sifat buruk.

Seseorang yang berlaku syirik biasanya lebih percaya pertolongan atau bantuan dari makhluk lain seperti iblis atau jin. Mereka lebih banyak meminta bantuan dari mereka dalam kehidupannya atau berbuat jahat kepada orang lain.

Karena sudah meminta bantuan kepada makhluk yang tidak tepat, maka seseorang bisa dikatakan sebagai syirik. Seorang yang melakukan ini memiliki dosa yang sangat besar dan mereka tidak akan diampuni dosa-dosanya.

2.Tidak Merasa Takut pada Allah

Tidak merasa takut kepada Allah juga bisa dikatakan sebagai salah satu dosa besar. Padahal, salah satu zat yang harus ditakuti adalah Allah yang merupakan memberi hidayah kepada seluruh umat.

3.Putus Asa dari Rahmat Allah

Seseorang tidak boleh putus asa dari apa yang sudah dilakukan di dunia ini. Salah satu contoh putus asa dari rahmat yang dimiliki oleh Allah adalah dengan mengakhiri hidupnya sendiri seperti bunuh diri.

4.Membunuh

Membunuh orang lain pada tidak dalam situasi perang seperti melawan musuh juga merupakan salah satu dosa yang sangat besar. Bahkan, dosanya tidak akan diampuni oleh Allah.

5.Durhaka pada Orang Tua

Seburuk apapun perlakuan orang tua, jangan sampai durhaka kepada mereka. Apabila durhaka kepada orang tua, balasan yang akan diterima adalah neraka.

6.Tidak Sholat

Tidak menjalankan kewajiban sesuai dengan tuntunan Islam seperti melupakan sholat juga merupakan salah satu dosa yang sangat besar. Itulah kenapa sholat wajib dilakukan dan tidak boleh dilupakan.

7.Memakan Riba

Memakan riba atau memberikan bunga kepada orang lain yang berhutang juga bagian dari dosa yang sangat besar.

Macam-macam dosa besar harus diperhatikan dengan baik oleh semua orang. Terkadang seseorang melakukan dosa besar karena mereka tidak mengetahui jika hal itu dilarang. Jadi tetap melakukannya padahal jenis dosa yang artinya didapatkan bisa berkali lipat.

Itulah kenapa dengan mengenal dosa besar, bisa membuat seseorang menghindari apapun yang dilarang. Dengan melakukan ini, kehidupan bisa berjalan dengan lebih baik tanpa mengalami banyak gangguan. Bahkan, meski hidup sederhana pun tetap merasa berkecukupan.

Oase Hati Lainnya

Adakah Hukum Karma dalam Islam?

Adakah Hukum Karma dalam Islam?

Hukum karma kerap menjadi perbincangan di permukaan publik. Bahkan tidak sedikit orang yang masih penasaran tentang adakah hukum karma dalam Islam atau tidak? Mereka tidak sungkan untuk memperdebatkan hal tersebut karena ingin mendapatkan kebenaran.

Ada juga yang beranggapan bahwa hukum karma dalam Islam itu bersangkutan dengan hal ghaib yang tidak patut dipertanyakan lagi. Persis halnya seperti kasus reinkarnasi. Lantas, bagaimana sesungguhnya kebenaran dari hukum karma dalam ajaran agama Islam?

Hukum Karma dalam Islam

Masih banyak umat Muslim di dunia yang merasa bingung dan mempertanyakan tentang hukum karma. Apakah hukum karma tersebut ada atau justru mengada-ada saja. Seperti apa pandangan hukum karma dalam Islam?

Perlu ditegaskan bahwa sebenarnya tidak dibenarkan untuk mempercayai hukum karma atau sebab akibat. Hal tersebut dianggap sebagai menebak hal-hal ghaib yang ada di dunia saja. Misalnya, ketika seseorang tengah sakit parah, banyak yang beranggapan bahwa mungkin ini adalah karma yang ia tuai.

Dulunya bisa saja ia melakukan berbagai macam perbuatan buruk sehingga menuai karma saat ini. Nah, hal-hal seperti inilah yang sering dikira hukum karma atau sebab akibat. Sebagai seorang muslim, tidak dianjurkan untuk mempercayai hal ini.

Sakit yang seseorang alami adalah bagian dari ujian Allah SWT. Sakit adalah penggugur dosa yang jika ia berhasil melaluinya dengan ikhlas, maka akan diberikan ganjaran yang luar biasa gemilang. Sungguh Allah SWT adalah Sang Maha Mengetahui.

Pendapat Ulama Tentang Adakah Hukum Karma dalam Islam

Ada sejumlah ulama atau ahli agama yang ikut menjelaskan tentang hukum karma dalam ajaran agama Islam. Mayoritas memberikan opini bahwa hukum karma dalam Islam tidak benar adanya. Beberapa pendapat tersebut, diantaranya:

1.Buya Yahya

Menurut Buya Yahya karma tidak ada di dalam ajaran agama Islam. Karma hanya ada pada ajaran Hindu dan Budha saja. Jadi, perlu ditegaskan bahwa hukum karma tidak ada dalam Islam. Alih-alih hukum karma, di dalam Islam ada pernyataan yang jauh lebih logis.

Ketika ada seseorang yang dzalim, maka ia akan memperoleh balasan dan hukuman dari Allah SWT. Sebab, saat mempercayai tentang karma maka akan berkaitan dengan reinkarnasi dan hal-hal lain yang dirasa tidak masuk akal.

2. Wasekjen MUI

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan, menegaskan Islam tidak mengenal istilah kualat atau hukum karma. Istilah hukum karma hanya dikenal dalam ajaran Buddha.

Ia menegaskan, perbuatan apa pun yang dilakukan seorang umat kepada orang lain, sebetulnya hal itu pula yang diberlakukan kepada dirinya sendiri. Hal ini berlaku baik untuk hal baik maupun yang buruk.

Dalam Alquran surat Al-Isra ayat 7 disebutkan, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.”

“Islam adalah agama yang jelas, seimbang antara dunia dan akhirat. Bahwa di dunia ini, akan ada balasannya dari perbuatan yang dilakukan, begitu pula di akhirat,” kata dia.

Pun saat mendengar sebuah berita kematian, Amirsyah menyebut Islam mengajarkan berdoa dan berharap agar yang meninggal dalam keadaan yang baik. Perihal kematian, merupakan ketentuan Allah SWT.

Orang yang meninggal, dalam Islam selalu didoakan dalam keadaan yang husnul khotimah. Merujuk pada QS Ali-imran ayat 102, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

Oase Hati Lainnya

IBU GAK PUNYA DUIT, NAK!

IBU GAK PUNYA DUIT, NAK!

Kalimat ini begitu sering terdengar oleh telinga kita, saat kita masih kecil dan sering merengek untuk dibelikan sesuatu oleh ibu.
Mungkin juga kita yang kini sudah menjadi orang tua sering menuturkannya, saat anak mengiba dengan wajah memelas dan tiada daya bagi kita untuk meluluskan keinginannya karena memang benar kita gak punya duit.
Sebagai orang tua tentu kita ingin memberi. Memberi apa saja yang anak inginkan, apalagi bila kita tahu bahwa apa yang diinginkan adalah hal bermanfaat untuknya.

Kalimat itulah yang diucapkan oleh Kasinem, seorang ibu berusia lebih dari 40 tahun, kepada anaknya yang memilih kuliah di Universitas Indonesia, Depok.
Dalam keterbatasan penghasilan yang ia dapatkan sebagai seorang cleaning service di sebuah rumah sakit Jakarta, ditambah hidup tanpa suami, itu semua tidak membuat Kasinem menjadi ‘melempem’. Ia begitu yakin bahwa Allah Swt. menjamin kehidupan setiap hamba-Nya.
Buktinya kini ia dikaruniai seorang anak bernama Bagas yang cerdas dan lulus UMPTN pada dua universitas pilihannya. Yang pertama di STAN dan kedua pada fakultas teknik Universitas Indonesia.

Kelanjutan kisahnya ada di link berikut:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=451322159712075&id=100045028846718

#Allah Mencintaimu

Kata Usbob Lainnya

FLU ARAB

FLU ARAB

Kusuma adalah seorang pebisnis sukses yang kini berusaha menjalani hidup dalam keridhaan Allah Swt. Ia begitu khusyuk dalam beribadah, dan membagi hidupnya pada porsi yang seimbang antara dunia dan akhirat.
Pada perjalanan di atas pesawat dari Jakarta menuju Jeddah, Allah Swt. berkehendak mendudukkan kami di dua kursi bersebelahan. Sembilan jam perjalanan, banyak obrolan yang kami bincangkan salah satunya adalah penuturan Kusuma berikut ini:
“Pernah dalam ibadah haji yang sebelumnya saya lakukan,” buka Kusuma memulai kisahnya. Ia kisahkan bahwa ia menggunakan travel yang paling mewah di Indonesia. Layanan travel di Indonesia memang agak unik, seharusnya orang bila bayar lebih mahal tentunya akan lebih lama tinggalnya di Tanah Suci. Tapi kok semakin mahal biaya ONH (Ongkos Naik Haji), malah lebih cepat pulangnya. Datang belakangan, pulang duluan, begitulah travel ONH Plus di Indonesia. Dan masa tinggal di dua kota suci Mekah dan Madinah bisa dihitung dengan jari saja.

Kusuma menyampaikan bahwa pada haji kali itu yang dilakukannya, ia terkena penyakit flu. Namun flu ini bukan flu biasa seperti yang diderita oleh kebanyakan orang. Flu ini adalah FLU ARAB!

Kelanjutannya ada dlm link berikut:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=451886259655665&id=100045028846718

#AllahMencintaimu

Kata Usbob Lainnya

Taman Berbunga Jadi Rumah Santri

Taman Berbunga Jadi Rumah Santri

Di sebuah desa di Cisarua, Bogor. Di atas tanah seluas 1,5 ha Hj. Fatimah bercocok tanam.
Tanah miliknya itu 1200 mdpl. Mirip dengan lokasi perkebunan di Eropa yang dingin. Sebab itu, ia tanami berbagai tanaman hias dan bunga indah warna-warni dan harum semerbak. Kesemua bunga tersebut ia impor bibitnya dari Eropa.

Hj. Fatimah berhasil sukses dengan bisnis tanaman hiasnya. Bunga yang ia produksi laris dipesan para pesohor negeri untuk pernikahan, resepsi dan acara resmi kenegaraan. Ia mendulang banyak rupiah saat itu.

Namun apa dikata, krisis moneter tahun 1998 terjadi. Bibit yang ia beli dengan dollar tidak bisa dikejar nilainya dari harga jual yang menggunakan rupiah. Maka usaha bunga hias tersebut tak lagi seindah warnanya.

Produksi menurun, lama-kelamaan kebun tersebut tak berfungsi. Ia kosong tak lagi berpenghuni.

Sekira 20 tahun setelah itu, kebun itu berbunga lagi. Bukan karena tanaman hias yang mekar berbunga… namun karena tanah itu diberikan Hj. Fatimah kepada Allah, Tuhannya.

Tanah tersebut ia wakafkan kepada Yayasan Baitul Maal PLN. Lalu dibuatlah sebuah pesantren tahfizh & entrepreneur bernama Thursina. Di sana ratusan santri dari seluruh provinsi di Indonesia menghafal Al Quran dan belajar menjadi pengusaha.

Kebun tersebut kini lebih berwarna indah. Tidak hanya warnanya, riuh rendah suara santri di sana pun menentramkan jiwa.

Sobat, pergilah ke sana dan dapati suasana jiwa yang begitu damai. Pemandangan yang sejuk dan keramahan santri serta para pengajar di sana akan membuat Anda mengerti bahwa apa yang ditanam Hj. Fatimah kini tidak hanya sebuah taman berbuah bunga warna-warni. Namun kini taman itu sudah menjadi miniatur sebuah taman di surga nanti. Sebab dia sudah abadi, sebagai bekal hidup setelah mati.

#AllahMencintaimu

Kata Usbob Lainnya

Sanering buat Pupus Harapan

Sanering buat Pupus Harapan

“Saat pembacaan teks proklamasi Bung Karno didampingi ibu Fatmawati. Apakah ustadz tahu siapa yang dampingi pak Hatta saat itu?” tanya ibu Meutia Hatta kepada saya saat bercengkerama usai tausiyah di kediaman Bung Hatta.

3 orang putri Bung Hatta dan seorang menantunya berbincang tentang sosok hebat Bung Hatta sang proklamator kepada saya, dari sisi yang belum pernah saya tahu.

Saya menggeleng, tak bisa menjawab pertanyaan ibu Meutia di atas.

“Saat itu ayah kami belum beristri!” tukasnya.

Saya terperanjat. “Koq bisa?!” saya bertanya.

Beliau janji. Nazar. Tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka!

Allahu Akbar…

“Mulia sekali nazarnya kepada Allah untuk negeri ini” batinku.

Sisi teladan lain yang ku dapat dari bincang tersebut adalah…,

Pernah ekonomi Indonesia tidak baik saat itu. Nilai rupiah terpotong secara signifikan. Dulunya 1000 rupiah, jadi seratus. Dulunya 500, jadi lima puluh. Istilah nya Sanering .

“Ibu kami pernah bercita-cita membeli mesin jahit”tutur Meutia.

Beliau menabung dalam waktu yang lama. Namun saat Sanering terjadi, pupuslah cita-cita itu.

Ibu komplain kepada ayah sambil berkata, “Mengapa ayah tidak beritahu kalau sanering akan terjadi? Aku ini khan istrimu?!”

Jawab Bung Hatta dengan santun, “Ini rahasia negara. Kalau aku beritahu kamu, namanya bukan rahasia lagi”.

Ya Allah, hebatnya Bung Hatta menjaga komitmen untuk diri sendiri dan keluarganya.

Beliau adalah teladan. Teladan hebat dalam keadilan bahkan untuk diri sendiri dan orang-orang yang beliau cintai.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاِنْ حَكَمْتَ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِالْقِسْطِۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

“Tetapi jika engkau memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.”
QS. Al-Ma’idah[5]:42

Majulah negeriku, Indonesia!

#AllahMencintaimu

Kata Usbob Lainnya

Adab Berpakaian dan Berhias

Adab Berpakaian dan Berhias

Islam adalah agama yang baik. Segala hal dan perbuatan di muka bumi bagi setiap makhluk-Nya diatur dengan baik dalam ajaran Islam. Salah satunya adalah adab berpakaian dan berhias. Semuanya diatur dengan sangat bagus agar tidak ada yang merasa dirugikan.

Hal tersebut membuat semua umat muslim wajib berbangga ketika menjadi salah satu penganut ajaran agama Islam. Islam benar-benar akan memuliakan seluruh hamba-Nya dengan sangat baik. Sebab, Allah SWT sangat menyukai keindahan maupun keserasian.

Adab Berpakaian dan Berhias dalam Islam

Islam mengatur segala hal dengan sangat baik. Salah satunya tentang adab untuk berpakaian maupun berhias. Bahkan adab tersebut diatur dengan bagus bagi lelaki maupun perempuan sehingga membuat setiap makhluk-Nya merasa diistimewakan.

1.Menutup Aurat

Adab berpakaian dalam ajaran agama Islam adalah menutup aurat terlebih dahulu. Aurat laki-laki menurut agama Islam berawal dari pusar ke lutut. Kemudian, untuk aurat perempuan mencakup seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan.

2.Tidak Menampakkan Lekuk Tubuh

Adab untuk berpakaian selanjutnya adalah dengan tidak menampakkan lekuk tubuh baik itu untuk laki-laki maupun perempuan. Jika menunjukkan lekuk tubuh, maka hal tersebut hanya akan mengundang hawa nafsu saja.

3.Pakaian Tidak Ketat

Kemudian, ketika berpakaian sebaiknya jangan terlalu ketat. Hal ini agar menghindari bentuk tubuh yang bisa terlihat dengan jelas oleh orang lain, apalagi lawan jenis. Memakai pakaian yang ketat hanya akan merangsang lawan jenis untu berbuat maksiat semata.

4.Tidak Menimbulkan Riya

Dalam berpakaian sebaiknya jangan sampai menimbulkan sikap riya. Hindari memakai pakaian yang berlebihan karena hanya akan mendapatkan laknat Allah di hari akhir nanti. Jika nekat memakai pakaian seperti itu, maka kelak di akhirat akan diberikan pakaian kehinaan yang luar biasa memalukan.

5.Gunakan Pakaian yang Benar

Laki-laki hanya diperbolehkan memakai pakaian laki-laki dan begitu juga dengan perempuan. Jangan memakai pakaian yang seharusnya tidak dipakai. Apalagi ketika laki-laki memakai pakaian wanita seperti daster, kebaya dan sebagainya.

6.Larangan Memakai Pakaian Sutera

Berikutnya, siapapun laki-laki beragama Islam dilarang untuk memakai pakaian yang berasal dari sutera apapun alasannya. Nantinya ketika seorang laki-laki muslim nekat memakai pakaian dari sutera di dunia, maka kelak di akhirat dia tidak akan bisa memakainya lagi.

7.Memanjangkan Pakaian

Berikutnya, sebagai seorang muslim perlu memanjangkan pakaian dengan baik. Misalnya, untuk kaum perempuan sebaiknya memakai jilbab yang dipanjangkan sampai menutupi dada. Ini juga akan menjauhkan kaum wanita dari fitnah duniawi.

8.Memilih Warna Berpakaian yang Sesuai

Adab untuk berpakaian maupun berhias berikutnya adalah memilih warna yang sesuai. Baik itu dari segi berpakaian maupun ketika merias diri. Misalnya, memilih pakaian berwarna putih. Warna putih menjadikan diri terlihat lebih bersih dan kerap menjadi pilihan terbaik bagi Rasulullah SAW.

9.Larangan untuk Memakai Emas

Etika berpakaian dalam agama Islam berikutnya adalah dilarang memakai emas untuk laki-laki. Mulai dari rantai, cincin maupun yang lainnya. Jadi, emas dan sutera adalah dua larangan yang harus diperhatikan ketika berpakaian dan berhias bagi laki-laki muslim.

Dalil Naqli Adab Berpakaian dan Berhias

Tentang adab untuk berpakaian maupun berhiasa sebenarnya sudah diatur dengan baik dalam Al-Qur’an. Bahkan ada sejumlah hadits maupun dalil naqli yang mengatur hal tersebut dengan jelas dan mendetail seperti berikut.

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا
Artinya:
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. (QS: Surat Al-Araf ayat 32)

Adab berpakaian dan berhias dalam ajaran agama Islam sudah diatur dengan baik dan sedemikian rupa.

Tentunya aturan tersebut sangat baik dan bertujuan untuk kebaikan pula bagi setiap umat-Nya. Pastinya harus berbangga dan berbahagia menjadi seorang Muslim.

Oase Hati Lainnya