Adab Berpakaian dan Berhias
Adab Berpakaian dan Berhias
Islam adalah agama yang baik. Segala hal dan perbuatan di muka bumi bagi setiap makhluk-Nya diatur dengan baik dalam ajaran Islam. Salah satunya adalah adab berpakaian dan berhias. Semuanya diatur dengan sangat bagus agar tidak ada yang merasa dirugikan.
Hal tersebut membuat semua umat muslim wajib berbangga ketika menjadi salah satu penganut ajaran agama Islam. Islam benar-benar akan memuliakan seluruh hamba-Nya dengan sangat baik. Sebab, Allah SWT sangat menyukai keindahan maupun keserasian.
Adab Berpakaian dan Berhias dalam Islam
Islam mengatur segala hal dengan sangat baik. Salah satunya tentang adab untuk berpakaian maupun berhias. Bahkan adab tersebut diatur dengan bagus bagi lelaki maupun perempuan sehingga membuat setiap makhluk-Nya merasa diistimewakan.
1.Menutup Aurat
Adab berpakaian dalam ajaran agama Islam adalah menutup aurat terlebih dahulu. Aurat laki-laki menurut agama Islam berawal dari pusar ke lutut. Kemudian, untuk aurat perempuan mencakup seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan.
2.Tidak Menampakkan Lekuk Tubuh
Adab untuk berpakaian selanjutnya adalah dengan tidak menampakkan lekuk tubuh baik itu untuk laki-laki maupun perempuan. Jika menunjukkan lekuk tubuh, maka hal tersebut hanya akan mengundang hawa nafsu saja.
3.Pakaian Tidak Ketat
Kemudian, ketika berpakaian sebaiknya jangan terlalu ketat. Hal ini agar menghindari bentuk tubuh yang bisa terlihat dengan jelas oleh orang lain, apalagi lawan jenis. Memakai pakaian yang ketat hanya akan merangsang lawan jenis untu berbuat maksiat semata.
4.Tidak Menimbulkan Riya
Dalam berpakaian sebaiknya jangan sampai menimbulkan sikap riya. Hindari memakai pakaian yang berlebihan karena hanya akan mendapatkan laknat Allah di hari akhir nanti. Jika nekat memakai pakaian seperti itu, maka kelak di akhirat akan diberikan pakaian kehinaan yang luar biasa memalukan.
5.Gunakan Pakaian yang Benar
Laki-laki hanya diperbolehkan memakai pakaian laki-laki dan begitu juga dengan perempuan. Jangan memakai pakaian yang seharusnya tidak dipakai. Apalagi ketika laki-laki memakai pakaian wanita seperti daster, kebaya dan sebagainya.
6.Larangan Memakai Pakaian Sutera
Berikutnya, siapapun laki-laki beragama Islam dilarang untuk memakai pakaian yang berasal dari sutera apapun alasannya. Nantinya ketika seorang laki-laki muslim nekat memakai pakaian dari sutera di dunia, maka kelak di akhirat dia tidak akan bisa memakainya lagi.
7.Memanjangkan Pakaian
Berikutnya, sebagai seorang muslim perlu memanjangkan pakaian dengan baik. Misalnya, untuk kaum perempuan sebaiknya memakai jilbab yang dipanjangkan sampai menutupi dada. Ini juga akan menjauhkan kaum wanita dari fitnah duniawi.
8.Memilih Warna Berpakaian yang Sesuai
Adab untuk berpakaian maupun berhias berikutnya adalah memilih warna yang sesuai. Baik itu dari segi berpakaian maupun ketika merias diri. Misalnya, memilih pakaian berwarna putih. Warna putih menjadikan diri terlihat lebih bersih dan kerap menjadi pilihan terbaik bagi Rasulullah SAW.
9.Larangan untuk Memakai Emas
Etika berpakaian dalam agama Islam berikutnya adalah dilarang memakai emas untuk laki-laki. Mulai dari rantai, cincin maupun yang lainnya. Jadi, emas dan sutera adalah dua larangan yang harus diperhatikan ketika berpakaian dan berhias bagi laki-laki muslim.
Dalil Naqli Adab Berpakaian dan Berhias
Tentang adab untuk berpakaian maupun berhiasa sebenarnya sudah diatur dengan baik dalam Al-Qur’an. Bahkan ada sejumlah hadits maupun dalil naqli yang mengatur hal tersebut dengan jelas dan mendetail seperti berikut.
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا
Artinya:
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. (QS: Surat Al-Araf ayat 32)
Adab berpakaian dan berhias dalam ajaran agama Islam sudah diatur dengan baik dan sedemikian rupa.
Tentunya aturan tersebut sangat baik dan bertujuan untuk kebaikan pula bagi setiap umat-Nya. Pastinya harus berbangga dan berbahagia menjadi seorang Muslim.