Adakah Hukum Karma dalam Islam?

Adakah Hukum Karma dalam Islam?

Hukum karma kerap menjadi perbincangan di permukaan publik. Bahkan tidak sedikit orang yang masih penasaran tentang adakah hukum karma dalam Islam atau tidak? Mereka tidak sungkan untuk memperdebatkan hal tersebut karena ingin mendapatkan kebenaran.

Ada juga yang beranggapan bahwa hukum karma dalam Islam itu bersangkutan dengan hal ghaib yang tidak patut dipertanyakan lagi. Persis halnya seperti kasus reinkarnasi. Lantas, bagaimana sesungguhnya kebenaran dari hukum karma dalam ajaran agama Islam?

Hukum Karma dalam Islam

Masih banyak umat Muslim di dunia yang merasa bingung dan mempertanyakan tentang hukum karma. Apakah hukum karma tersebut ada atau justru mengada-ada saja. Seperti apa pandangan hukum karma dalam Islam?

Perlu ditegaskan bahwa sebenarnya tidak dibenarkan untuk mempercayai hukum karma atau sebab akibat. Hal tersebut dianggap sebagai menebak hal-hal ghaib yang ada di dunia saja. Misalnya, ketika seseorang tengah sakit parah, banyak yang beranggapan bahwa mungkin ini adalah karma yang ia tuai.

Dulunya bisa saja ia melakukan berbagai macam perbuatan buruk sehingga menuai karma saat ini. Nah, hal-hal seperti inilah yang sering dikira hukum karma atau sebab akibat. Sebagai seorang muslim, tidak dianjurkan untuk mempercayai hal ini.

Sakit yang seseorang alami adalah bagian dari ujian Allah SWT. Sakit adalah penggugur dosa yang jika ia berhasil melaluinya dengan ikhlas, maka akan diberikan ganjaran yang luar biasa gemilang. Sungguh Allah SWT adalah Sang Maha Mengetahui.

Pendapat Ulama Tentang Adakah Hukum Karma dalam Islam

Ada sejumlah ulama atau ahli agama yang ikut menjelaskan tentang hukum karma dalam ajaran agama Islam. Mayoritas memberikan opini bahwa hukum karma dalam Islam tidak benar adanya. Beberapa pendapat tersebut, diantaranya:

1.Buya Yahya

Menurut Buya Yahya karma tidak ada di dalam ajaran agama Islam. Karma hanya ada pada ajaran Hindu dan Budha saja. Jadi, perlu ditegaskan bahwa hukum karma tidak ada dalam Islam. Alih-alih hukum karma, di dalam Islam ada pernyataan yang jauh lebih logis.

Ketika ada seseorang yang dzalim, maka ia akan memperoleh balasan dan hukuman dari Allah SWT. Sebab, saat mempercayai tentang karma maka akan berkaitan dengan reinkarnasi dan hal-hal lain yang dirasa tidak masuk akal.

2. Wasekjen MUI

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan, menegaskan Islam tidak mengenal istilah kualat atau hukum karma. Istilah hukum karma hanya dikenal dalam ajaran Buddha.

Ia menegaskan, perbuatan apa pun yang dilakukan seorang umat kepada orang lain, sebetulnya hal itu pula yang diberlakukan kepada dirinya sendiri. Hal ini berlaku baik untuk hal baik maupun yang buruk.

Dalam Alquran surat Al-Isra ayat 7 disebutkan, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.”

“Islam adalah agama yang jelas, seimbang antara dunia dan akhirat. Bahwa di dunia ini, akan ada balasannya dari perbuatan yang dilakukan, begitu pula di akhirat,” kata dia.

Pun saat mendengar sebuah berita kematian, Amirsyah menyebut Islam mengajarkan berdoa dan berharap agar yang meninggal dalam keadaan yang baik. Perihal kematian, merupakan ketentuan Allah SWT.

Orang yang meninggal, dalam Islam selalu didoakan dalam keadaan yang husnul khotimah. Merujuk pada QS Ali-imran ayat 102, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”

Oase Hati Lainnya

Adab Berpakaian dan Berhias

Adab Berpakaian dan Berhias

Islam adalah agama yang baik. Segala hal dan perbuatan di muka bumi bagi setiap makhluk-Nya diatur dengan baik dalam ajaran Islam. Salah satunya adalah adab berpakaian dan berhias. Semuanya diatur dengan sangat bagus agar tidak ada yang merasa dirugikan.

Hal tersebut membuat semua umat muslim wajib berbangga ketika menjadi salah satu penganut ajaran agama Islam. Islam benar-benar akan memuliakan seluruh hamba-Nya dengan sangat baik. Sebab, Allah SWT sangat menyukai keindahan maupun keserasian.

Adab Berpakaian dan Berhias dalam Islam

Islam mengatur segala hal dengan sangat baik. Salah satunya tentang adab untuk berpakaian maupun berhias. Bahkan adab tersebut diatur dengan bagus bagi lelaki maupun perempuan sehingga membuat setiap makhluk-Nya merasa diistimewakan.

1.Menutup Aurat

Adab berpakaian dalam ajaran agama Islam adalah menutup aurat terlebih dahulu. Aurat laki-laki menurut agama Islam berawal dari pusar ke lutut. Kemudian, untuk aurat perempuan mencakup seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan.

2.Tidak Menampakkan Lekuk Tubuh

Adab untuk berpakaian selanjutnya adalah dengan tidak menampakkan lekuk tubuh baik itu untuk laki-laki maupun perempuan. Jika menunjukkan lekuk tubuh, maka hal tersebut hanya akan mengundang hawa nafsu saja.

3.Pakaian Tidak Ketat

Kemudian, ketika berpakaian sebaiknya jangan terlalu ketat. Hal ini agar menghindari bentuk tubuh yang bisa terlihat dengan jelas oleh orang lain, apalagi lawan jenis. Memakai pakaian yang ketat hanya akan merangsang lawan jenis untu berbuat maksiat semata.

4.Tidak Menimbulkan Riya

Dalam berpakaian sebaiknya jangan sampai menimbulkan sikap riya. Hindari memakai pakaian yang berlebihan karena hanya akan mendapatkan laknat Allah di hari akhir nanti. Jika nekat memakai pakaian seperti itu, maka kelak di akhirat akan diberikan pakaian kehinaan yang luar biasa memalukan.

5.Gunakan Pakaian yang Benar

Laki-laki hanya diperbolehkan memakai pakaian laki-laki dan begitu juga dengan perempuan. Jangan memakai pakaian yang seharusnya tidak dipakai. Apalagi ketika laki-laki memakai pakaian wanita seperti daster, kebaya dan sebagainya.

6.Larangan Memakai Pakaian Sutera

Berikutnya, siapapun laki-laki beragama Islam dilarang untuk memakai pakaian yang berasal dari sutera apapun alasannya. Nantinya ketika seorang laki-laki muslim nekat memakai pakaian dari sutera di dunia, maka kelak di akhirat dia tidak akan bisa memakainya lagi.

7.Memanjangkan Pakaian

Berikutnya, sebagai seorang muslim perlu memanjangkan pakaian dengan baik. Misalnya, untuk kaum perempuan sebaiknya memakai jilbab yang dipanjangkan sampai menutupi dada. Ini juga akan menjauhkan kaum wanita dari fitnah duniawi.

8.Memilih Warna Berpakaian yang Sesuai

Adab untuk berpakaian maupun berhias berikutnya adalah memilih warna yang sesuai. Baik itu dari segi berpakaian maupun ketika merias diri. Misalnya, memilih pakaian berwarna putih. Warna putih menjadikan diri terlihat lebih bersih dan kerap menjadi pilihan terbaik bagi Rasulullah SAW.

9.Larangan untuk Memakai Emas

Etika berpakaian dalam agama Islam berikutnya adalah dilarang memakai emas untuk laki-laki. Mulai dari rantai, cincin maupun yang lainnya. Jadi, emas dan sutera adalah dua larangan yang harus diperhatikan ketika berpakaian dan berhias bagi laki-laki muslim.

Dalil Naqli Adab Berpakaian dan Berhias

Tentang adab untuk berpakaian maupun berhiasa sebenarnya sudah diatur dengan baik dalam Al-Qur’an. Bahkan ada sejumlah hadits maupun dalil naqli yang mengatur hal tersebut dengan jelas dan mendetail seperti berikut.

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا
Artinya:
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. (QS: Surat Al-Araf ayat 32)

Adab berpakaian dan berhias dalam ajaran agama Islam sudah diatur dengan baik dan sedemikian rupa.

Tentunya aturan tersebut sangat baik dan bertujuan untuk kebaikan pula bagi setiap umat-Nya. Pastinya harus berbangga dan berbahagia menjadi seorang Muslim.

Oase Hati Lainnya

Puasa adalah Perisai

Puasa adalah Perisai

Bagi umat muslim puasa adalah perisai. Puasa merupakan perisai dan diyakini akan mampu memberikan syafaat kelak di yaumil qiyamah nanti. Maka dari itu, sudah sebaiknya sebagai umat muslim harus menjaga ibadah puasa dengan sebaik-baiknya.

Puasa bisa melindungi seorang mukmin dari panasnya apai neraka. Bahkan ada ganjaran berupa pahala tak terhingga ketika mengerjakan ibadah puasa. Ada jaminan kebahagiaan di dunia dan akhirat bagi mereka yang menjalankan ibadah tersebut dengan ikhlas lillahi ta’ala.

Dalil Puasa adalah Perisai

Puasa adalah ibadah yang sangat istimewa. Ibadah ini memiliki begitu banyak keutamaan. Bahkan banyak umat muslim yang sering menjalankan ibadah ini untuk mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat nanti.

Keutamaan puasa sebagai perisai tidak hanya mencakup puasa wajib saja melainkan juga puasa sunnah. Seperti halnya puasa senin-kamis, puasa syawal, puasa tiga hari setiap bulan, puasa arafah, puasa asyura, puasa dzulhijjah dan sebagainya.

Bahkan juga terdapat dalil naqli tentang puasa sebagai perisai terbaik untuk umat-Nya. Dengan demikian, maka diharapkan semakin banyak umat muslim yang bisa menjalankan ibadah tersebut dengan ikhlas demi mendapatkan banyak pahala maupun keutamaan lainnya.

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Artinya:
Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, ‘Aku sedang berpuasa. (H.R. Bukhari dan Muslim).

Hikmah Puasa sebagai Perisai Terbaik untuk Dunia dan Akhirat

Sebagai umat Muslim, tentunya harus percaya bahwa puasa adalah perisai untuk kehidupan di bumi maupun di akhirat nanti. Wajar saja jika puasa dianggap sebagai salah satu bentuk ibadah yang sangat diutamakan. Berikut merupakan hikmah dari puasa sebagai perisai untuk kehidupan di bumi dan akhirat.

1.Puasa adalah Ibadah Istimewa

Ibadah puasa merupakan salah satu wujud ibadah yang sangat istimewa karena memiliki begitu banyak keutamaan. Ada begitu banyak pahala yang diberikan kepada hamba-Nya saat menjalankan ibadah puasa karena Allah. Saking banyaknya, maka jangan sampai merusak pahala puasa.

Tentu pahala yang dituai akan sia-sia jika kita melakukan hal-hal yang dilarang sepeti berkata dan berbuat dusta, fitnah dan adu domba, ghibah, gosip, membicarakan keburukan orang lain, tidak menjaga mata dan syahwat hingga bersumpah palsu. Jangan sampai merugi dengan melakukan dosa-dosa tersebut.

2.Puasa adalah Perisai Dunia dan Akhirat

Puasa bisa menjadi perisai untuk dunia dan akhirat. Untuk keperluan dunia, maka puasa akan membuat seorang hamba dihindarkan dari godaan syahwat yang terlarang ketika mengerjakan ibadah tersebut. Jadi, bisa dikatakan bahwa puasa adalah cara kontrol diri yang sangat bagus.

Kemudian, untuk kebutuhan akhirat maka puasa bisa melindungi dari dari ganasnya api neraka. Ketika kiamat datang, maka orang-orang yang rajin berpuasa akan diselamatkan dari api neraka. Sungguh orang-orang yang beruntung ketika bisa mendapatkan ganjaran seperti ini.

3.Puasa sebagai Perisai Dosa-Dosa

Puasa dapat digunakan sebagai perisai terbaik untuk dunia dan akhirat selama tidak dirusak oleh perbuatan jelek dan perkataan tercela lainnya. Puasa bak perisai perang yang akan melindungi setiap manusia dari berbagai macam kemaksiatan yang ada di dunia.

Apabila seorang hamba mempunyai perisai, maka ia akan senantiasa terlindungi dari perbuatan dosa yang bisa menggelincirkannya kelak ke neraka di hari akhir nanti. Sungguh orang-orang yang merugi jika merasakan ganasnya api neraka karena kemaksiatan yang diperbuat selama hidup di dunia.

Sebagai seorang Muslim tentu harus meyakini dengan segenap hati bahwa puasa adalah perisai terbaik yang harus senantiasa dikuatkan selama hidup di dunia. Sebab, pahala puasa benar-benar sangat berlimpah dan bisa menjadi penolong kelak dari ganasnya api neraka pada hari kiamat.

Oase Hati Lainnya

Allah Maha Pemberi Rezeki

Allah Maha Pemberi Rezeki

Allah adalah satu-satunya pemberi rezeki yang ada di dunia. Sebagai makhluk-Nya tentu harus percaya bahwa hanya Allah Maha Pemberi Rezeki terbaik. Baik itu makanan, harta maupun kenikmatan lainnya yang bisa didapatkan oleh makhluk-Nya.

Akan tetapi, masih banyak manusia yang belum mensyukuri segala nikmat yang Allah SWT tersebut berikan. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya memilih bergantung kepada selain Allah SWT sehingga membuatnya menjadi golongan orang-orang musyrik.

Asmaul Husna Allah Maha Pemberi Rezeki

Asmaul husna yang menyebutkan bahwa Allah SWT adalah Maha Pemberi Rezeki adalah Ar-Razzaq. Di samping itu, asmaul husna ini juga bisa definisikan sebagai Yang Maha Memberi dan Melengkapi. Rezeki yang berasal dari Allah SWT berkembang begitu luas dari masa ke masa.

Luasnya perkembangan rezeki tersebut tentu dapat dimaknai dengan lebih luas juga. Rezeki bisa berupa makanan, rumah, pemenuhan kebutuhan hidup, kemampuan untuk melihat, mendengar, berbicara, sehat dan sebagainya.

1.Contoh Perilaku Ar-Razzaq dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ar-Razzaq meliputi segala sesuatu yang ada di dunia ini. Jadi, bukan hanya terbatas kepada sandang, pangan, uang dan lainnya. Seringkali sesuatu yang dekat dengan kehidupan ternyata adalah bagian dari rezeki. Padahal hal-hal tersebut kadangkala terabaikan.

Misalnya, fenomena hujan. Hujan adalah salah satu bentuk rezeki yang Allah berikan kepada umat-Nya. Hujan dapat membawa berkah bagi semua makhluk-Nya yang ada di muka bumi. Hewan-hewan yang merasa kehausan akan merasa tertolong dengan adanya hujan.

Sumur-sumur yang kekeringan akan terisi berkat adanya hujan. Tumbuhan kering juga akan kembali segar karena hujan. Tentang rezeki juga dimuat dalam surat Al-Qur’an yaitu Al-Furqan ayat 48 hingga 49. Allah SWT menciptakan semua makhluk dan melengkapinya dengan rezeki.

2.Allah SWT sebagai Satu-Satunya Pemberi Rezeki

Allah SWT adalah satu-satunya pemberi rezeki. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal pemberi rezeki. Jadi, sudah seharusnya semua makhluk Allah meminta rezeki hanya kepada-Nya. Hal tersebut juga sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al-Fathir ayat 3.

Tidak ada satupun yang berserikat dengan Allah SWT dalam urusan memberi rezeki. Maka dari itu, tidak pantas pula Allah SWT disekutukan dalam pengerjaan ibadah. Tidak pantas Allah disembah berbarengan dengan menyembah selain kepada Allah SWT.

Selain Dia, tidak ada yang bisa memberikan rezeki. Ketika Allah menahan rezeki manusia, maka tidak ada satupun yang bisa membuka pintu rezeki tersebut. Jika sudah begini, maka sebagai makhluk-Nya harus percaya bahwa hanya Allah Maha Pemberi Rezeki.

3.Allah Sang Maha Pemberi Rezeki Tanpa Ada Kesulitan Apapun

Allah SWT senantiasa memberikan rezeki tanpa adanya kesulitan dan sama sekali tidak akan merasa terbebani. Seandainya saja semua makhluk-Nya meminta kepada Allah rezeki, maka tidak akan sulit diberikan rezeki tersebut kepada-Nya.

Allah akan memberikan kepada mereka semua rezeki yang diminta tanpa mengurangi kerajaan-Nya sedikit saja. Allah benar-benar Maha Kaya yang mampu memegang seluruh rezeki tak terhingga banyaknya melebihi pengetahuan setiap makhluk-Nya.

Wajar saja jika ada asmaul husna yang menyebutkan bahwa Allah Sang Maha Pemberi Rezeki. Karena memang benar bahwa Allah adalah sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya Pemilik Rezeki di bumi dan di langit. Sebagai makhluk-Nya tentu perlu senantiasa tunduk dan patuh kepada-Nya.

Dalam asmaul husna disebutkan bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki. Rezeki dari Allah benar-benar sangat berlimpah dan banyak jumlahnya. Oleh karena itu, sebagai makhluk-Nya perlu percaya dan meyakini dengan segenap hati bahwa Allah adalah Yang Terbaik untuk harapan maupun doa-doa bagus.

Oase Hati Lainnya

Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit hati dalam Islam identik dengan sifat buruk maupun tingkah laku tercela yang ada pada diri manusia. Misalnya, arogan, iri dengki, emosional dan sebagainya. Jika dibiarkan maka penyakit seperti ini hanya akan memperburuk kondisi seorang manusia saja.

Bahkan bukan tidak mungkin ia akan dijauhi oleh sesama manusia lainnya. Allah SWT juga sangat melaknat perilaku seperti ini karena dapat memberikan dampak negatif baik pada dirinya sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

Pengertian Penyakit Hati dalam Islam

Pada hakikatnya, penyakit hati yang dimaksud dalam Islam berbentuk figuratif saja. Tentu saja tidak menyasar kepada makna sebenarnya. Penyakit hati ini berbeda dari penyakit hati lainnya seperti hepatitis, liver dan sebagainya.

1.Pengertian Penyakit Hati

Penyakit hati dalam ajaran agama Islam merupakan perilaku atau sifat buruk seperti dengki, iri, emosional, arogan dan sebagainya yang termasuk ke dalam al-akhlaq al-mazmumah. Dari sekian banyk penyakit hati, terdapat lima yang berbahaya yaitu mengagumi diri sendiri, riya’, sombong, pelit dan iri dengki.

2.Bahaya Penyakit Hati

Sifat-sifat buruk dari penyakit hati seperti sombong, riya’ dan sebagainya tersebut tentu pernah berseliweran dalam hati. Sebaiknya, jangan sampai menuruti hal tersebut. Sebab, penyakit hati benar-benar sangat berbahaya. Bahkan sifat-sifat buruk tersebut bisa membawa seseorang ke dalam kekafiran.

Macam-Macam Penyakit Hati

Penyakit hati dalam ajaran agama Islam ada begitu banyak macamnya. Namun, terdapat lima macam penakit hati yang dirasa sangat membahayakan bagi diri seorang muslim karena bisa membawa ke akhirat dengan dosa kafir.

1.Sombong

Sombong atau takabur adalah penyakit hati dalam Islam yang harus dihindari. Ciri sifat ini adalah seseorang mempunyai kebanggan berlebih pada diri sendiri dan enggan mengakui kelebihan orang lain. Bahkan sifat ini yang menyebabkan kekafiran dari iblis.

2.Mengagumi Diri Sendiri

Ujub atau mengagumi diri sendiri juga sangat dilarang dalam Islam. Kebiasaan menyombongkan diri seperti ini hanya akan menciptakan akar kesombongan dalam diri sendiri. Jika seseorang memiliki sifat ini, maka ia hanya akan menambah kekafiran pada diri sendiri.

3.Riya’

Hati-hati dengan sifat ini sebab akan menghilangkan semua pahala maupun amat baik yang selama ini sudah dikerjakan. Riya’ bisa menghilangkan rasa tulus ikhlas yang seharusnya dimiliki ketika mengerjakan ibadah.

4.Pelit

Pelit, kikir atau bakhil menjadi sifat tercela lainnya yang harus dihindari. Dasar utama penyakit hati ini adalah adanya perasaan bahwa apa yang telah dimiliki masih saja kurang sehingga enggan membaginya dengan orang lain.

5.Iri Dengki

Hasad atau iri dengki adalah sifat buruk yang juga harus dihindari. Ciri-ciri orang yang memiliki sifat ini adalah selalu saja tidak senanag dengan kebahagiaan, kesuksesan maupun kelebihan rezeki yang diperoleh orang lain. Allah SWT akan mengikis pahala orang-orang yang memiliki sifat iri dengki.

Solusi Penyakit Hati

Untuk menghindari beberapa penyakit hati dalam Islam tersebut, maka sebaiknya segera menemukan solusinya. Dengan mengerjakan beberapa solusi berikut, maka diharapkan setiap manusia bisa merasakan kegembiraan dan kesenangan dalam hidupnya.

1.Membaca Al-Qur’an lengkap dengan pemaknaannya. Al-Qur’an juga bisa menjadi pedoman hidup yang baik bagi setiap makhluk-Nya.
2.Senantiasa mendirikan shalat malam dan memanjatkan doa ikhlas kepada Allah SWT.
3.Senantiasa terus berkumpul dengan orang-orang yang shalih.
4.Berpuasa juga menjadi anjuran untuk mengobati penyakit hati tersebut.
5.Jangan lupa perbanyak dzikir pada malam hari dengan tujuan untuk semakin lebih dekat dengan-Nya.

Terdapat begitu banyak penyakit hati dalam Islam. Mulai dari sombong, riya’, suka membanggakan diri sendiri, iri dengki dan kikir. Untuk menghindari sifat-sifat buruk tersebut, maka setiap mukmin perlu menemukan obatnya dengan benar.

Oase Hati Lainnya

Gambaran Surga dan Neraka

Gambaran Surga dan Neraka

Surga dan neraka Allah SWT sediakanuntuk membalas semua perbuatan kaum-Nya selama hidup di dunia. Untuk perbuatan baik akan diberikan ganjaran surga sedangkan perbuatan buruk akan diganjar dengan neraka.

Untuk itu, perlu pemahaman lebih mendetail tentang gambaran surga dan neraka dalam Islam.

Gambaran tersebut tentunya bisa memotivasi semua mukmin di dunia ini untuk senantiasa terus berbuat baik selama hidupnya. Kehidupan surga dan neraka kekal di dalamnya. Jika dibandingkan dengan kehidupan di dunia, maka benar-benar tidak ada artinya.

Gambaran Surga dan Neraka Menurut Al-Qur’an

Baik surga maupun neraka, keduanya diciptakan oleh Allah SWT dengan kondisi yang sangat jauh antara satu dengan lainnya. Gambaran surga maupun neraka sudah dijelaskan dalam kitab suci Al-Qur’an yang seharusnya setiap hari dibaca oleh kaum mukmin dimanapun berada.

1.Gambaran Surga

Surga merupakan ganjaran bagi orang-orang yang pada masa hidupnya senantiasa melakukan perbuatan baik dan amal shaleh. Surga benar-benar menjadi cita-cita bagi semua umat mukmin yang berbuat baik semasa hidupnya. Surga terdiri atas beberapa macam, yaitu:

•Surga Firdaus merupakan surga yang ada di tingkatan tertinggi. Ini adalah surga sebagai balasan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan.
•Surga ‘Adn adalah surga bagi orang-orang yang gemar menyucikan diri. Nama surga ini dimuat dalam Surat Ar-Rad ayat 22 hingga 23.
•Surga Na’im adalah salah satu nama surga untuk mereka yang beriman sekaligus mengerjakan amal shaleh.
•Surga Ma’wa adalah nama surga untuk mereka yang beriman, mengerjakan kebajikan dan berbuat kebaikan lainnya. Surga tingkat keempat ini dimuat dalam Surat As-Sajadah ayat 19.
•Surga Darussalam yaitu surga untuk orang-orang yang selalu mengutamakan sikap sabar.
•Surga Darul Muqamah adalah surga untuk hamba yang gemar berbuat baik serta tidak berbuat maksiat selama hidupnya.
•Surga Muqammal Amin yaitu jenis surga untuk orang-orang dengan keimanan setingkat muttaqin.
•Surga Khuldi adalah surga untuk orang-orang yang senantiasa bertakwa kepada Allah SWT.

2.Gambaran Neraka

Jika surga adalah balasan untuk orang-orang yang senantiasa berbuat kebajikan, maka berbeda halnya dengan neraka. Neraka Allah SWT sediakan bagi orang-orang yang selalu berbuat buruk baik kepada sesama manusia, lingkungan maupun makhluk hidup lainnya semasa hidup. Macam-macam neraka yaitu:

•Neraka Jahanam adalah neraka yang diperuntukkan bagi orang-orang yang selalu melakukan dosa besar semasa hidupnya.
•Neraka Lazha adalah neraka untuk mereka yang enggan dan menolak ajaran Rasulullah SAW. Neraka ini juga khusus dibuat untuk mereka yang tidak mau bersedekah.
•Neraka Huthamah adalah neraka bagi mereka yang gemar mengumpat maupun mencela.
•Neraka Sa’ir yaitu neraka untuk orang-orang yang tidak membayar zakat, memakan harta anak yatim, mendustakan hari kiamat dan sebagainya.
•Neraka Saqar adalah balasan bagi mereka yang tidak pernah shalat maupun memberikan makan kepada orang-orang miskin.
•Neraka Jahim adalah neraka untuk para pendusta ayat-Nya.
•Neraka Wail yaitu neraka untuk mereka yang gemar lalai dalam mengerjakan shalat.
•Neraka Hawiyah yakni neraka bagi orang-orang yang ringan timbangan amal kebaikannya.

Cerita Gambaran Surga dan Neraka

Allah SWT menyediakan surga dan neraka sebagai balasan untuk amal perbuatan yang umat-Nya kerjakan selama hidup di dunia. Surga Allah buat dengan sebaik-baiknya kondisi di dalamnya. Penghuni surga tidak akan pernah mengalami masa tua. Seterusnya penghuni surga akan tetap muda.

Di dalam surga terdapat kenikmatan yang sungguh tiada duanya. Sebaliknya, neraka Allah SWT ciptakan untuk orang-orang yang banyak melakukan perbuatan munkar. Penempatan nerak sesuai dengan amal ibadah yang dilakukan seorang hamba di dunia. Percayalah bahwa keburukan di neraka tiada duanya.

Setelah mengetahui tentang gambaran surga dan neraka kiranya bisa membuat semua umat muslim mau terus berbuat kebaikan. Sebab, balasan surga begitu indah dan menyenangkan. Sementara itu, balasan neraka sungguh sangat merugikan.

Oase Hati Lainnya

Menangis Karena Allah

Menangis Karena Allah

Menangis karena Allah adalah ciri keimanan yang tidak bisa direkayasa. Tangisan tersebut merupakan pertanda bahwa seseorang mempunyai rasa takut yang besar terhadap Allah SWT selaku pemilik dunia dan isinya.

Bergetar hati orang tersebut saat mengingat betapa banyaknya dosa dan maksiat yang pernah dibuat semasa hidup di dunia. Kemudian menangis dan tangisan itu merupakan tanda keimanan atau tangisan hanifnya jiwa.

Melembutkan Hati

Jika tidak bisa menangis karena Allah mungkin benar jika hati seseorang tengah bermasalah. Bisa saja hati orang tersebut keras karena terkena dosa dan maksiat dunia yang begitu besar. Jika sudah begini maka perlu segera melembutkan hati dengan mengikuti beberapa kiat berikut.

1.Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an bisa melembutkan hati sekaligus menjadi jauh lebih dekat dengan Allah SWT. Ketika membaca Al-Qur’an, maka hati seorang hamba menjadi bergetar seakan-akan telah mendapatkan petunjuk dari-Nya.

2.Melafalkan Bacaan Dzikir

Berdzikir juga menjadi upaya mengingat Allah berikutnya yang perlu dilakukan. Semakin banyak seorang hamba berdzikit, tentunya semakin lembut tertuang kelembutan dihatinya. Cobalah melafalkan bacaan dzikir seperti tahmid, tahlil, tasbih maupun takbir. Itu adalah sesederhananya bacaan dzikir.

3.Mengingat Kematian

Ketika seseorang mengingat kematian, niscaya akan meningkat pula rasa keimanannya kepada Allah SWT. Kemudian, seseorang tersebut tentu akan semakin sering berbuat kebaikan dengan tujuan akhirat semata. Selain itu juga ia akan menjadi lebih sering untuk memohon ampunan kepada-Nya.

4.Memohon Ampunan Kepada Allah SWT

Senantiasa memohon ampunan kepada-Nya adalah salah satu cara agar bisa melembutkan kerasnya hati. Di samping meminta ampunan kepada Allah SWT, seseorang tersebut juga harus berjanji untuk tidak akan mengulang lagi perbuatan buruk tersebut di masa yang akan datang.

5.Senantiasa Rajin Mengikuti Kajian

Cara lainnya yang bisa digunakan untuk melembutkan hati yang keras adalah senantiasa rajin untuk mengikuti kajian. Dengan demikian, maka ilmunya akan semakin bertambah serta menjadi dekat dengan Allah SWT. Tidak heran jika seseorang tersebut juga bisa menangis karena Allah.

6.Selalu Banyak Berbuat Amal

Terakhir adalah selalu memperbanyak perbuatan amal shaleh. Misalnya, menyantuni anak yatim. Dengan melakukan kebaikan ini, tentu seorang hamba bisa kian rajin bersyukur dan merasakan kelembutan hati yang hakiki. Dunia pun terasa jauh lebih damai dan menenangkan.

Hadits Menangis Karena Allah

Agar bisa menangis karena Sang Maha Pencipta, maka seorang hamba perlu melakukan beberapa cara berikut. Hal tersebut sama sekali tidak sulit dilakukan. Bahkan juga terdapat hadits yang mendukung pernyataan tersebut.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (QS. Al Anfal [8] : 2)

1.Mengenal Allah SWT dengan Baik

Cara pertama agar bisa menangis karena-Nya adalah dengan mengenal Allah SWT secara baik. Mulai dari keagungan nama-Nya, sifat maupun ciptaan-Nya. Senantisa teruslah berharap bertemu dan takut kepada-Nya. Niscaya akan bisa menangis karena-Nya.

2.Memperbanyak Ketaatan

Teruslah memperbanyak ketaan kepada Allah SWT. Teruslah jujur kepada-Nya sehingga Allah akan selalu menjawab doa-doa yang dipanjatkan dengan baik. Ingat, Allah selalu memberikan segala yang terbaik bagi hamba-Nya.

3.Mengonsumsi Segala Sesuatu yang Halal

Ketika seseorang senantiasa mengonsumsi segala sesuatu yang halal, maka ia akan mendapatkan kenikmatan berupa kelembutan hati. Saat seseorang mempunyai hati yang lembut, maka ia akan lebih mudah menangis karena-Nya.

Untuk bisa menangis karena Allah, maka seseorang harus melembutkan hatinya terlebih dahulu. Ada banyak kiat yang dapat dilakukan untuk bisa menangis karena-Nya. Mulai dari membaca Al-Qur’an, senantiasa berdzikir, berbuat amal shaleh, mengingat kematian dan sebagainya.

Oase Hati Lainnya

Hadits Tentang Persaudaraan

Hadits Tentang Persaudaraan

Persaudaraan mempunyai arti yang begitu luas. Persaudaraan bukan hanya sekedar saudara sekandung dan sedarah saja, melainkan juga persaudaraan sesama muslim meskipun tidak sedarah sekalupun. Terdapat hadits tentang persaudaraan yang mendukung hal ini.

Sebagai kaum muslim tentu penting sekali mengetahui hadits ini dengan baik dan benar. Dengan demikian, maka bisa jauh lebih memaknai tentang apa itu persaudaraan yang sebenarnya. Hal ini juga diharapkan akan mampu menghilangkan perselisihan maupun perdebatan lainnya.

Persaudaraan adalah Ukhuwah

Saat menjalin sebuah hubungan persaudaraan, maka perlu memelihara dengan baik tentang segala hal yang berkaitan tentangnya. Kunci agar bisa melakukannya tentu saja adalah dengan senantiasa beriman kepada Allah SWT.

Dalam Mufradat Alfazhil Qur’an menurut Ar-Raghib, ukhuwah merupakan kata yang diambil dari istilah akhun. Maksudnya adalah berserikat dengan orang lain karena kelahiran dari kedua belah pihak maupun persusuan. Namun, ukhuwah juga didefinisikan sebagai persaudaraan seluruh mukmin di dunia.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ الحجرات
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat (QS. Al-Hujurat: 10).

Agar ukhuwah senantiasa dapat berdiri tegak dengan kokoh, maka dibutuhkan tiang penyangga persis seperti shalat sebagai tiang agama Islam. Ukhuwah bisa terus berdiri tegak karena memiliki 4 asas, diantaranya:

1.Ta’aruf

Ta’aruf mengandung makna sebagai saling kenal mengenal. Akan tetapi, perkenalan tersebut tidak hanya terbatas dengan satu hal saja, apalagi fisik semata. Ta’aruf menekankan kepada perkenalan lebih dalam tentang pendidikan, keagamaan, budaya, ide, cita-cita, pemikiran sampai masalah kehidupan.

2.Tafahum

Asas ukhuwah berikutnya adalah tafahum. Tafahum merupakan kegiatan saling memahami kelebihan maupun kekurangan, kekuatan maupun kelemahan dan sebagainya dari masing-masing orang. Ketika hal ini bisa tercapai, maka segala bentuk kesalahpahaman bisa lekas dihindari.

3.Ta’awun

Dalam hadits tentang persaudaraan juga memuat istilah ta’awun. Ta’awun adalah sikap saling tolong-menolong yang lemah maupun yang merasa terus kekurangan. Lewat asas ini, maka kerjasama akan bisa tercipta dengan baik serta saling menguntungkan satu sama lainnya.

4.Takaful

Kemudian, asas ukhuwah terakhir adalah tafakul. Asas ini dapat didefinisikan sebagai asas saling memberikan jaminan satu sama lainnya. Jadi, tiap-tiap umat muslim di dunia ini harus saling membantu yang sedang mengalami kesusahan sehingga timbul rasa aman dan tenteram.

Muslim Ibarat Satu Tubuh

Semenjak abad ke 14, Rasulullah SAW senantiasa menegaskan bahwa sesama muslim adalah bersaudara. Beliau mengumumkan hal tersebut tatkala mempersaudarakan Muhajirin dengan Anshar. Meskipun tidak saling kenal satu sama lainnya, namun mereka senantiasa senang bisa bersaudara.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya:
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam. (HR. Muslim).

Karena beranggapan bahwa sesama muslim adalah saudara, maka diantara mereka saling tidak rela jika salah satu pihak terluka. Baik kesadaran, perasaan maupun jiwanya senantiasa terasa tersayat apabila melihat sesamanya merasa kesulitan. Itulah mengapa muslim ibarat satu tubuh.

Saat bagian tubuh lainnya terluka, maka semua bagian tubuh akan merasa sakit. Terlalu getir untuk bisa bersenang-senang ketika diantara mereka ada yang terluka maupun tengah tertimpa musibah. Terlalu menyedihkan untuk bisa berbahagia di atas penderitaan yang lain.

Kaum mukmin seharusnya secara otomatis bisa merasakan penderitaan maupun kesulitan yang dirasakan oleh saudaranya. Kemudian, terus berusaha sebaik mungkin agar kesulitan yang dialami saudaranya hilang dan lenyap seketika. Hal tersebut bisa berupa bantuan fisik maupun psikis yang diberikan ikhlas.

Ada banyak hadits tentang persaudaraan yang bisa dibaca agar lebih memahami tentang faedah ikatan tersebut dalam Islam. Tentunya hal tersebut bisa semakin membuat bangga menjadi Islam yang baik, murni dan bersaudara satu sama lainnya. Kiranya bisa dikumpulkan kembali ke surga-Nya bersama-sama.

Oase Hati Lainnya

Panduan Umroh Lengkap

Panduan Umroh Lengkap

Bagi umat muslim yang ingin melakukan ibadah haji kecil atau umroh ke Tanah Suci tentu membutuhkan panduan lengkap. Untuk itu, disarankan agar mengunduh panduan umroh lengkap melalui laman internet. Sebaiknya lakukan panduan tata cara umroh tersebut dengan runtut dan baik.

Secara singkat tata cara umroh dapat dilakukan dengan beberapa tahapan. Mulai dari mandi junub, memakai pakaian ihram dan berniat, membaca talbiyah, masuk Masjidil Haram, tawaf, shalat 2 rakaat di hadapan makan Nabi Ibrahim as, beristirahat, sa’i dan bertahalul.

Panduan Umroh Sesuai Sunnah

Ketika seseorang hendak melakukan ibadah umroh ke Tanah Suci Makkah, maka perlu memperhatikan panduan umroh sesuai sunnah dengan baik dan benar. Beberapa panduan tentang tata cara umroh tersebut, diantaranya:

1.Mandi Junub

Sebelum berangkat sampai ke Miqat, sebaiknya membersihkan diri terlebih dahulu maupun mandi junub untuk menghilangkan hadas. Jangan lupa memakai wewangian terbaik dan melakukan wudhu.

2.Memakai Pakaian Ihram

Selanjutnya, perlu memakai pakaian ihram dan berniat dari Miqat. Pakaian yang dimaksud tentunya tidak mempunyai jahitan. Jadi, hanya berwujud kain menjuntai panjang saja.

3.Membaca Talbiyah

Selama melakukan perjalanan menuju Makkah, maka disarankan untuk membaca talbiyah. Talbiyah adalah bacaan yang sangat familiar untuk melakukan kegiatam haji kecil maupun haji besar.

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Bacaan latin:
Labbaykallahumma labbayk, labbayka la syarika laka labbayk. Innal hamda wan ni‘mata laka wal mulk. La syarika lak.

Artinya:
Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sungguh, segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.

4.Masuk ke Masjidil Haram

Berikutnya adalah memasuki Masjidil Haram. Sangat dianjurkan untuk membaca doa masuk masjid serta mendahulukan penggunaan kaki kanan terlebih dahulu. Jika sudah, berikutnya bisa mencium Hajar Aswad.

5.Tawaf

Panduan umroh lengkap berikutnya adalah tawaf. Tawaf akan dilakukan sebanyak 7 kali yang dapat dimulai dari Hajar Aswad dan kembali berakhir di Hajar Aswad. Disunahkan juga untuk berlari kecil.

6.Shalat di Depan Makam Ibrahim

Cara umroh berikutnya adalah melakukan shalat sebanyak 2 rakaat di depan makam Nabi Ibrahim as. Dianjurkan agar membaca Surat Al-Kaafirun pada rakaat yang pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua.

7.Beristirahat dan Minum Air Zam-Zam

Setelah melakukan shalat sebanyak dua rakaat, maka berikutnya tinggal beristirahat dan meminum air zam-zam. Saat meminum, sebaiknya membaca doa untuk minum air zam-zam tersebut, seperti:

اللهم إني أسألك علماً نافعاً، ورزقاً واسعاً، وشفاءً من كل داء

Bacaan latin:
Allahumma inni as-aluka ‘ilman naafi’a wa rizqon waasi’an wa syifa’an min kulli daa-in.

Artinya:
Ya Allah aku memohon pada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizqi yang luas, dan kesembuhan dari segala macam penyakit.

8.Sa’i

Kemudian melakukan sa’i sebanyak kali putaran. Dimulai dari titik Bukit Shafa dan berakhir di titik Bukit Marwah. Terdapat bacaan yang mesti dibaca ketika berada di Bukit Shafa sambil menghadap Ka’bah.

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Bacaan latin:
Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa’dah, wa nashoro ‘abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah.

Artinya:
Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, Tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, yang melaksanakan janji-Nya, membela hamba-Nya (Muhammad) dan mengalahkan golongan musuh sendirian.

9.Tahallul

Terakhir adalah melakukan tahallul. Tahallul merupakan acara pemotongan rambut di Bukit Marwah. Bagi laki-laki disarankan mencukur rambut hingga habis sedangkan perempuan minimal sebanyak tiga helai.

Download Panduan Umroh Pdf

Sebetulnya memahami tata cara umroh sesuai dengan anjuran sunnah sangat mudah dilakukan. Bahkan bisa segera dihafalkan karena memang tidak sulit dilaksanakan. Akan tetapi, agar lebih mempermudah proses umroh tersebut, maka disarankan untuk mendownload panduan umroh lengkap dalam bentuk pdf.
Kini sama sekali tidak sulit rasanya untuk menemukan panduan umroh tersebut dalam bentuk file pdf. Bahkan terdapat sejumlah link yang memang menyediakan informasi tersebut secara lengkap dan mendetail. Sebagai referensi, barangkali bisa coba membuka file berikut.

Panduan umroh secara lengkap pdf

(https://haji.kemenag.go.id/v4/sites/default/files/2020-04/Buku%20Tuntunan%20Manasik%20Haji.pdf)

Panduan umroh lengkap dalam bentuk pdf

(https://haji.kemenag.go.id/v4/sites/default/files/2020-04/Buku%20Tuntunan%20Manasik%20Haji.pdf)

Sebagai umat muslim tentu ingin sekali melakukan ibadah umroh dengan baik dan benar. Untuk itu, sebaiknya coba mencermati bagaimana panduan umroh lengkap dalam bentuk pdf. Kiranya bisa membantu dalam proses umroh lebih baik lagi dan tentunya semakin praktis.

Oase Hati Lainnya

Nama-Nama Pintu Surga

Nama-Nama Pintu Surga

Surga adalah janji Allah SWT sebagai balasan bagi orang-orang yang senantiasa berbuat amal shaleh. Perlu diketahui bahwa ada beberapa macam pintu surga yang bisa dimasuki oleh kaum muslim dengan nama yang berbeda. Sebagai kaum muslim, tentu harus mengetahui nama-nama pintu surga tersebut.

Bahkan ada beberapa pintu surga yang memang bisa dimasuki dengan mudah oleh umat muslim perempuan. Kemudahan tersebut Allah SWT berikan agar kiranya semua umatnya bisa terus berbuat baik di dunia.

8 Pintu Surga

Nama-nama pintu surga memang ada begitu banyak macamnya. Hal tersebut sesuai dengan amal perbuatan seperti apa yang umat muslim lakukan semasa hidupnya. Beberapa macam pintu surga yang perlu diketahui, diantaranya:

1.Bab As-Shalat / Pintu Sholat

Bab as-shalat merupakan pintu surga yang secara khusus Allah SWT berikan kepada orang-orang yang mengerjakan shalat dengan baik. Mulai dari menyempurnakan wudhunya, tepat waktu mengerjakan shalat, thuma’ninah hingga menjadikan shalat sebagai acuan dalam setiap waktu maupun kegiatannya.

2.Bab Al-Jihad / Pintu Jihad

Sesuai namanya pintu ini ditujukan untuk orang-orang yang senantiasa ikhlas dalam berdakwah maupun berjuan untuk menegakkan agama Allah SWT. Termasuk salah satunya bagi para wanita muslim yang mengandung, melahirkan sampai menyusui. Allah SWT janjikan surga untuk mereka lewat pintu ini.

3.Bab Ar-Rayyan / Pintu Puasa

Pintu surga ini Allah SWT khususkan untuk mereka yang mayoritas melakukan ibadah puasa. Termasuk di dalamnya adalah orang-orang yang maupun menyempurnakan puasa fardhu maupun puasa sunnah. Sehingga amalan baik paling dominan sepanjang hidup mereka adalah berpuasa.

4.Bab As-Shadaqah / Pintu Sedekah

Bab as-shadaqah adalah salah satu dari nama-nama pintu surga yang dikhususkan untuk orang-orang muslim dengan ibadah sedekah yang banyak. Mereka melakukan kontribusi yang baik untuk membantu dakwah secara ikhlas untuk perjuangan Islam, membantu fakir miskin hingga sebagai penolong kesusahan.

5.Bab At-Taubat / Pintu Taubat

Pintu surga ini ditujukan untuk orang-orang muslim yang ketika salah jalan selama hidupnya kemudian bertaubat kepada Allah SWT. Mereka mewakafkan dirinya untuk melalui jalan yang senantiasa diridhai Allah SWT dan meninggalkan semua keburukan yang pernah dilalui maupun kegelapan lainnya.

6.Bab Al-Kadziminal Ghaidz Wal Afina Aninnas / Pintu Mereka yang Menahan Amarah

Bagi orang-orang muslim yang mampu menahan amarah, maka Allah SWT juga janjikan surga untuk mereka melalui pintu ini. Selain itu juga pintu ini juga diperuntukkan bagi mereka yang mau memaafkan orang-orang yang sudah pernah menyakiti maupun mendzhaliminya.

7.Bab Ad-Dzikir / Pintu Dzikir

Allah SWT menyediakan pintu ad-zikir ini untuk mereka yang senantiasa terus berdzikir kepada-Nya semasa hidup di dunia. Tidak ada satu detik pun berlalu tanpa berdzikir dan terus beribadah hanya kepada Allah SWT saja.

8.Bab Al-Aiman / Pintu Mereka yang Masuk Surga Tanpa Dihisab

Terakhir adalah bab al-aiman yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya yang mampu mencapai derajat kecintannya kepada Allah SWT di atas cinta apapun semasa di dunia. Sungguh orang-orang yang sangat beruntung jika bisa masuk surga lewat pintu ini.

Pintu Surga dan Neraka

Surga bisa dimasuki oleh siapa saja yang memenuhi syarat yaitu terus berbuat amal shaleh di dunia. Tentunya pintu surga bisa dimasuki oleh mereka yang senantiasa berbuat baik selama di dunia. Mereka semua akan kekal di dalamnya.
Begitu juga dengan pintu neraka.

Pintu neraka akan terbuka dengan lebar sebagai balasan bagi mereka yang semasa hidupnya berbuat buruk. Sungguh Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Adil atas segala perbuatan setiap makhuk-Nya.

Nama-nama pintu surga memang begitu beragam. Masing-masing pintu ditujukan bagi orang-orang yang mengerjakan amal saleh tertentu semasa hidupnya di dunia. Tentu sebagai umat muslim perlu terus berbuat kebaikan untuk bisa mudah masuk surga-Nya.

Oase Hati Lainnya