Metode Dakwah Rasulullah

Metode Dakwah Rasulullah

Metode dakwah Rasulullah merupakan salah satu cara menyebarkan Islam yang bisa dilakukan. Apalagi metode dakwah yang dilakukan tidak dilakukan dengan sangat keras, tetapi manusiawi dan menjangkau semua kalangan.

Bahkan, orang yang tidak pernah mengenal Islam sebelumnya bisa menerima. Itulah kenapa metode dakwah Rasulullah penting dilakukan. Tetapi tentu harus ada beberapa penyesuaian agar beberapa metode sesuai karena penyampaiannya dilakukan di media yang berbeda-beda.

Pengertian Dakwah

Dakwah adalah kegiatan yang dilakukan dengan menirukan atau mengajak seseorang untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Mereka yang sudah masuk Islam bisa lebih meningkatkan aktivitas keagamaan secara maksimal.

Sementara itu, mereka yang belum masuk Islam bisa memiliki ketertarikan sehingga akhirnya bisa masuk. Intinya dakwah dilakukan untuk menyebarkan nilai-nilai yang sangat baik dari Islam.

Semua nilai ini bisa memberikan manfaat kepada seluruh orang khususnya umat Islam dan seluruh umat di seluruh dunia. Karena nilai dari Islam bersifat universal dan tidak memihak. Menyebarkan nilai Islam secara damai akan memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat.

Bahkan, meski mereka tidak mengenal Islam sebelumnya bisa menerima nilai itu lalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hadits Tentang Dakwah

Hadits yang berhubungan dengan dakwah sebenarnya cukup banyak. Berikut beberapa hadits yang biasanya digunakan untuk dasar dari syiar Islam atau dakwah:

“Segala sesuatu bergantung pada niat dan setiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan. Barang siapa yang hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tersebut untuk Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrah untuk dunia atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk hal tersebut.” (HR. Bukhari 54 dan Muslim 1907)

“Allah tabaraaka wata’ala mengatakan: Barangsiapa yang beramal dan dalam amalnya menyekutukan Aku dengan selain-Ku maka Aku tinggalkan ia bersama kesyirikannya. Sungguh Aku tidak butuh terhadap orang-orang musyrik terhadap kesyirikannya.” (HR. Muslim 2985 dan Ahmad 7999)

Prinsip Dakwah

Metode dakwah Rasulullah harus dilakukan oleh semua orang. Ada 3 metode dakwah yang harus dilakukan, berikut beberapa yang bisa dicoba:

1.Dakwah Punya Tujuan

Dakwah memiliki tujuan khusus karena sasarannya akan berbeda-beda. Dakwah memiliki maksud yang berbeda-beda mulai dari memberikan pengenalan terhadap Islam dan juga memberikan informasi lebih lanjut terkait dengan keislaman.

Apalagi dakwah dilakukan di depan masyarakat yang berbeda-beda. Terkadang dakwah dilakukan di depan masyarakat Islam seutuhnya. Selain itu, dilakukan juga di depan masyarakat umum sehingga nilai-nilai Islam yang harus disampaikan haruslah yang universal.

2.Menggunakan Cara yang Baik

Penyampaian dakwah harus dilakukan dengan cara yang baik. Penyampaian dilakukan dengan tanpa pemaksaan kepada masyarakat dan juga menghina umat lain agar mereka bisa masuk ke dalam Islam.
Dengan memberikan informasi dengan cara yang baik, maka penerimaan bisa berjalan dengan lebih sempurna. Jadi kalaupun ada yang berminat masuk Islam bukan karena dipaksa tetapi karena kesadaran diri.

3.Bertukar Pikiran

Dakwah selanjutnya adalah dengan melakukan diskusi secara terbuka. Diskusi yang dilakukan secara terbuka ini bisa saling bertukar pikiran sehingga informasi terkait keislaman bisa lebih jelas dan saling menguatkan.

Media Dakwah

Media dakwah yang dilakukan saat ini cukup bervariasi karena dunia juga sudah modern. Saat dilakukan menggunakan lisan, dakwah tersebut dikenal sebagai dakwah bil lisan. Berikut beberapa media dakwah yang biasanya digunakan:

1.Ceramah Langsung

Ceramah langsung dilakukan di hadapan banyak orang. Materi yang disampaikan biasanya yang berhubungan dengan Islam atau tema-tema tertentu. Misalnya, ketika Maulid Nabi yang diceritakan adalah topik kisah-kisah tentang Rasulullah.

2.Media TV

Media TV juga digunakan untuk memberikan syiar dakwah dengan metode ceramah tidak langsung. Isi ceramahnya bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki saat itu.

3.Media Tulisan

Selain menyampaikan secara langsung, seseorang bisa melakukan dakwah dengan menggunakan tulisan yang mereka buat. Dengan membuat tulisan, mereka bisa menyampaikan nilai-nilai keislaman agar bisa dibaca oleh banyak orang.

4.Konten Medsos

Selanjutnya, konten dalam bentuk media sosial. Konten ini bisa berupa video pendek atau bisa juga dalam bentuk tulisan. Biasanya, konten yang ada pada media sosial ini dibuat lebih menarik untuk membuat masyarakat lebih antusias.

Metode dakwah Rasulullah bisa dilakukan oleh siapapun dan tidak harus seorang ulama atau orang yang ahli agama. Karena pada dasarnya Islam sudah menjangkau seluruh aktivitas harian sehingga tidak perlu berhubungan dengan sesuatu yang sangat teknikal.

Hal yang paling penting dakwah harus dilakukan dengan cara yang damai agar tidak menimbulkan perpecahan atau kontroversi. Saat ini masyarakat sudah berbeda dengan di masa lalu karena membutuhkan metode dakwah yang sesuai dengan tempat mereka berada agar berjalan lebih baik.

Oase Hati Lainnya

Sejarah Diturunkan Alquran

Sejarah Diturunkan Alquran

Salah satu kitab paling penting dalam Islam adalah Alquran. Kitab ini diturunkan secara langsung kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Sejarah diturunkan Alquran menarik untuk dipelajari semua orang, khususnya muslim agar mengetahui perjalanan Islam di masa lalu.

Ternyata penurunan Alquran tidak dilakukan secara langsung, tetapi berangsur-angsur sesuai dengan kondisi yang terjadi setelah itu. Itulah kenapa Alquran akhirnya ditulis ulang, lalu disusun hingga menjadi sekarang.

Saat Diturunkan Alquran

Alquran diturunkan selama berapa tahun? Apabila ada pertanyaan seperti ini maka jawabannya adalah Alquran diturunkan selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari. Artinya, selama dua dekade penuh Alquran diturunkan mulai dari ayat pertama hingga ayat yang paling akhir.

Untuk pertama kali, Alquran diturunkan ketika perintah untuk membaca kepada Rasulullah. Selanjutnya, satu persatu Alquran diturunkan sesuai dengan peristiwa yang terjadi kalau itu.

1.Periode Sebelum Hijrah dan Ayat Makiyah

Melakukan hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad sudah melakukan dakwah di Mekah. Meski mendapatkan banyak sekali tantangan dari masyarakat, tetap menjalankan apa sudah diperintahkan dengan baik dan berusaha mengajak semua orang untuk mengikuti atau melakukan ajaran Islam.

Wahyu pertama yang didapatkan oleh Rasulullah terjadi pada 17 Ramadhan. Itulah kenapa pada malam 17 Ramadhan selalu diperingati malam Nuzulul Quran atau malam diturunkannya Alquran kepada nabi Muhammad ketika bersembunyi di gua Hira.

Selama 12 tahun 5 bulan berada di Mekkah berbagai jenis surat dan ayat diturunkan. Setidaknya ada 86 surat yang diturunkan pada periode itu. Selanjutnya, surat baru akan diturunkan ketika nabi melakukan hijrah.

Surat yang muncul pada periode ini biasanya berisi tentang pokok-pokok ajaran Islam dan yang menguatkan ajaran itu. Selain itu, terdapat juga beberapa ajaran terkait dengan bagaimana memiliki keimanan yang baik dan tidak menjadi seorang kafir yang menyembah berhala.

2.Periode Selepas Hijrah dan Ayat Madaniyah

Selepas hijrah apa ketika berada di Madinah juga terdapat beberapa ayat dan surat yang turun kepada Rasulullah. Setidaknya ada 28 surat yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad ketika beliau melakukan dakwah di Madinah.

Penurunan Alquran ini berjalan selama 9 tahun 9 bulan. Dalam periode ini, berbagai surat atau ayat yang berhubungan dengan peristiwa penyebaran Islam diturunkan untuk lebih menguatkan keimanan masyarakat Islam waktu itu. Sejarah diturunkan Alquran memang menarik untuk disimak.

Diturunkan Berangsur-angsur

Mengapa Alquran diturunkan secara berangsur-angsur? Jawabannya adalah karena ada beberapa hal yang harus diterima atau dilakukan oleh Rasulullah. Diturunkan secara berangsur-angsur karena beberapa alasan berikut:

•Menyesuaikan dengan peristiwa yang terjadi saat itu, khususnya ketika nabi Muhammad melakukan syiar Islam kepada masyarakat yang kafir.
•Memberikan ketetapan hati pada Nabi Muhammad agar bisa mengamalkan apa yang sudah diberikan.
•Bisa digunakan sebagai bantuan ketika harus melawan masyarakat yang kala itu menganggap Islam adalah salah satu musuh terbesarnya.
•Memudahkan masyarakat untuk mengamalkan ajaran yang sudah diberikan dan sudah menghafal semuanya yang sudah diturunkan.

Sejarah diturunkan Alquran ternyata cukup panjang karena memerlukan waktu hingga puluhan tahun. Meski demikian, akhirnya Alquran bisa disusun dengan rapi lalu digunakan oleh semua umat Islam yang ada di seluruh dunia. Alquran adalah pegangan untuk umat Islam.

Sejarah mencatat jika penurunan Alquran disesuaikan dengan peristiwa tertentu. Peristiwa ini tidak akan ada saat ini di dunia modern. Tetapi, nilai-nilai yang penting akan tetap sama dan juga akan termakan oleh waktu ataupun usia.

Oase Hati Lainnya

Bacaan Ruqyah Mandiri

Bacaan Ruqyah Mandiri

Ruqyah bacaan Alquran merupakan salah satu metode untuk mengobati seseorang yang terkena gangguan jin atau sihir maupun sakit. Kitab suci Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah petunjuk, rahmat dan penawar bagi kaum muslim.

Dalam kehidupan sehari-hari, Alquran mampu melenyapkan berbagai macam penyakit hati seperti kemunafikan, keraguan, kemusyrikan, serta penyimpangan dari perkara yang hak dan kecenderungan pada hal-hal yang batil.

Ruqyah Bacaan Alquran

Alquran merupakan rahmat dan petunjuk bagi umat Muslim yang beriman karena bisa meningkatkan keimanan seseorang, mendapatkan hikmah hingga menjumpai kebaikan yang akan membuat kecintaan pada Allah semakin bertambah. Alquran juga sebagai penyembuh bagi umat Muslim.

Hal ini sesuai dengan firman Allah di dalam QS. Al Isra: 82 yang artinya:
“Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang zalim selain kerugian.”

Ruqyah sendiri bisa diartikan sebagai sebuah doa serta bacaan-bacaan yang ditujukan untuk memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai upaya untuk mencegah ataupun mengobati bala dan penyakit.

Nabi beserta orang-orang saleh telah menggunakan metode ruqyah bacaan Alquran untuk mengobati sihir maupun sengatan binatang beracun.

Hal ini seperti yang dikisahkan dalam Tafsir Ibnu Katsir bahwasanya Imam Bukhari mengatakan ketika ada seorang pemimpin kabilah yang terkena sengatan binatang beracun, maka sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam meruqyahnya dengan membaca Ummul Kitab, QS. Al-Fatihah.

Bacaan Ruqyah Mandiri

Pada dasarnya metode penyembuhan dengan ruqyah bisa dilakukan secara mandiri kepada diri sendiri atau dengan bantuan orang lain, yang dalam hal ini bisa kyai, ustadz maupun ahli hikmah. Untuk melakukan ruqyah terhadap diri sendiri, maka harus memenuhi beberapa syarat seperti berikut:

1.Dalam keadaan suci dari hadats kecil maupun besar serta yakin bahwa semua kesembuhan datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
2.Berwudhu, karena salah satu syarat untuk membaca ayat suci Alquran adalah dalam keadaan suci.
3.Melaksanakan shalat taubat serta shalat hajat.
4.Melantunkan bacaan doa ruqyah untuk diri sendiri seperti QS. Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Falaq, serta An-Nas.

Ayat-ayat diatas juga bisa dipakai sebagai bacan ruqyah untuk anak ataupun orang sakit.

Fadilah Ayat-ayat Ruqyah

Salah satu ayat ruqyah yang sering dibacakan dalam metode ruqyah adalah Ayat Kursi. Membaca ayat ini sangat dianjurkan untuk dilakukan sehari-hari. Ada banyak keutamaan dari Ayat Kursi karena di dalamnya terdapat petunjuk mengenai keesaan dan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Berikut ini adalah beberapa keutamaan Ayat Kursi sebagai salah satu ruqyah bacaan Alquran:

●Jika seseorang membaca Ayat Kursi pada pagi hari, maka Allah Ta’ala akan menjaga dan melindunginya hingga malam.
●Seseorang yang sering membaca Alquran akan dimudahkan urusan kematiannya saat menghadapi sakaratul maut.
●Jika seseorang membaca Ayat Kursi sebelum tidur, maka Allah Ta’ala akan mengutus malaikat untuk menjaga dan melindunginya.
●Jika seseorang membaca Ayat Kursi saat sendirian di rumah, maka hal itu akan membuatnya merasa tenang dan tidak merasa takut.
●Jika seseorang membaca Ayat Kursi saat meninggalkan rumah, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengirimkan malaikat untuk melindunginya sampai kembali ke rumah.

Selain Ayat Kursi, ayat-ayat ruqyah lainnya yang sering digunakan dalam metode penyembuhan ruqyah adalah QS. Al-Fatihah. Surah pembuka di dalam Alquran ini merupakan induknya Alquran sehingga memiliki banyak fadilah atau keutamaan, termasuk untuk keperluan pengobatan.

Sementara surah lainnya yang juga digunakan sebagai bacaan ruqyah adalah QS. Al-Falaq. Keutamaan dari surah ini adalah meringankan penyakit, mendapatkan perlindungan dari Allah Ta’ala serta terlindung dari pengaruh sihir.

Sedangkan QS. An-Nas memiliki keutamaan yaitu mendapatkan perlindungan dari godaan manusia, jin dan setan.

Alquran adalah petunjuk dan rahmat bagi umat Islam, di dalamnya terdapat firman Allah Yang Maha Kuasa. Ayat yang terdapat di dalam Alquran memiliki sifat mulia dan menjadi obat untuk menawarkan sakit fisik maupun hati. Salah satunya adalah melalui ruqyah bacaan Alquran.

Bacaan Ruqyah Rumah

Sebagai tempat rumah tinggal, rumah juga bisa diruqyah. Sebab bisa jadi ada ga ngguan yang ada di sebuah rumah.

Ruqyah rumah bisa dilakukan jika kita menempati rumah baru atau memang di rumah tersebut terdapat banyak gangguan jin.

Bacaan ruqyah rumah adalah surah Al Baqarah. Hal ini sesuai dengan hadits dari Nabi Muhammad SAW

“Sesungguhnya segala sesuatu punya puncak, dan puncak Al-Quran adalah surah Al-Baqarah, dan sesungguhnya setan itu jika mendengar surat Al-Baqarah dibaca maka ia akan keluar dari rumah yang dibaca di dalamnya surah Al Baqarah.” (HR Hakim).

Oase Hati Lainnya

Sedekah Alquran

Sedekah Alquran

Sedekah memiliki banyak keutamaan. Bukan hanya harta saja, sedekah juga bisa berbentuk amal kebaikan seperti menyumbangkan tenaga membangun masjid, menyingkirkan batu di jalan dan bahkan senyum kepada orang lain. Satu lagi sedekah yang memiliki keutamaan adalah sedekah Alquran.

Terkait dengan sedekah kitab suci Alquran, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Salah satu amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir kepada si mayit sampai ke alam kuburnya adalah sedekah dan mewariskan (mewakafkan) mushaf Alquran”. (HR. Bukhari).

Manfaat Sedekah Alquran

Memang ada banyak cara untuk bersedekah dan semua itu bisa disesuaikan dengan kemampuan dan disertai niat tulus semata-mata karena Allah Ta’ala.

Dalam hal ini seorang muslim juga bisa melakukan donasi Alquran sebagai salah satu bentuk sedekah yang memiliki banyak manfaat serta keutamaan.

Berikut ini adalah manfaat sedekah atau wakaf Alquran yang perlu diketahui:

1.Mendekatkan Diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Salah satu manfaat dari bersedekah Alquran adalah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sedekah jariyah ini akan mendatangkan pahala yang tidak terputus dan bahkan bisa mendatangkan banyak rezeki atas izin Allah Ta’ala.

Dengan mendonasikan Alquran, hal itu juga akan meningkatkan kadar keimanan serta menambah rasa syukur karena telah berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. Dengan bersedekah, Allah akan memberikan kemudahan dan kemuliaan di dunia maupun akhirat.

2.Membantu Generasi Islam agar Pandai Membaca Alquran

Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim, sehingga sudah menjadi tanggungjawab bersama untuk memberikan bekal ilmu agama yang cukup bagi generasi Islam, terutama dalam bidang Alquran.

Kurangnya jumlah Alquran tentu menjadi kendala bagi anak-anak yang ingin belajar membaca ataupun menghafal Alquran. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban bagi umat muslim untuk membantu pengadaan Alquran demi menciptakan generasi yang cinta Alquran.

3.Menumbuhkan Semangat para Penghafal

Suatu rahmat yang tak ternilai, karena sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah penghafal Alquran terbanyak di dunia. Dengan wakaf Alquran maka hal itu akan menumbuhkan semangat para penghafal.

4.Pahala Terus Mengalir

Bersedekah Alquran bisa mendatangkan pahala yang terus mengalir. Amal jariyah ini tidak akan terputus, baik bagi yang bersedekah maupun yang membacanya. Bahkan Allah Ta’ala pun telah berjanji akan memberikan balasan yang baik bagi hamba-Nya yang bertakwa.

Sedekah Alquran untuk Penghafal

Donasi penghafal Alquran bisa berupa mushaf Alquran yang sangat bermanfaat bagi para penghafal untuk belajar dan menghafalkan Alquran. Dari setiap ayat yang dibaca oleh penghafal Alquran, Insya Allah pahalanya juga akan mengalir kepada pemberi donasi penghafal Alquran.

Membaca, menghafal, mengamalkan maupun mengajarkan Alquran merupakan suatu amal ibadah yang tinggi nilai pahalanya. Bahkan di dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia..” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda Rasul menjawab, “yaitu ahli Qur’an (orang yang membaca Alquran atau menghafal Alquran dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad).

Sedekah Alquran atas Nama Orang yang sudah Meninggal

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang apakah sampai pahala amal saleh dari orang yang hidup kepada yang sudah meninggal.

Namun keduanya sepakat jika sebuah amal saleh akan sampai kepada orang tua kandung yang sudah meninggal.

Maka pahala sedekah Alquran yang ditujukan untuk orang tua kandung yang sudah meninggal adalah diperbolehkan.

Hal ini berdasarkan hadits, “Sesungguhnya Ibu dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sampingnya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.” (HR. Bukhari no. 2756).

Sementara masih ada perbedaan pendapat jika untuk orang lain yang sudah meninggal. Ada yang berpendapat tidak boleh sebab amal seseorang akan terputus begitu dia meninggal. Kecuali tiga hal. Amal jariyah, ilmu bermanfaat dan anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya.

Ada yang berpendapat boleh. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sedekah atas nama orang tua yang sudah meninggal hukumnya adalah boleh. Dalam hal ini sedekah bisa berbentuk apa saja seperti infak, zakat, dan lainnya. Dengan sedekah tersebut maka pahalanya akan mengalir kepada orang tua yang dimaksud.

Salah satu sedekah yang memiliki banyak keutamaan dan sangat bermanfaat bagi orang tua yang sudah meninggal adalah bersedekah Alquran. Karena dengan sedekah tersebut, maka setiap ayat yang dibaca pahalanya akan terus mengalir kepada orang tua yang telah meninggal.

Sedekah Alquran untuk Orang Tua

Bersedekah Alquran juga bisa dilakukan ketika orang tua masih hidup dan diatasnamakan kepada kedua orang tua. Hal ini memiliki keutamaan karena pahala akan terus mengalir dan bisa menjadi bekal kelak di akhirat.

Bersedekah Alquran merupakan salah satu jenis sedekah yang sangat baik karena bisa menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus. Sedekah ini juga bisa dilakukan untuk orangtua yang sudah meninggal dengan mengatasnamakan mereka sehingga pahala akan sampai. Wallahu a’lam bishawab.

Oase Hati Lainnya

Alquran Braille

Alquran Braille

Alquran versi braille merupakan sebuah mushaf Alquran yang dirancang khusus bagi penyandang tunanetra. Hanya dengan mengandalkan jari jemari, para penyandang tunanetra akan meraba setiap huruf demi huruf di dalam lembaran Alquran tersebut.

Keberadaan Alquran dalam versi braille ini tentu saja memberikan manfaat yang luar biasa bagi penyandang tunanetra sehingga bisa membaca Alquran sebagai salah satu bentuk ibadah yang memiliki nilai tinggi.

Pengertian Alquran Braille

Melansir dari situs resmi Lajnah Kementerian Agama Republik Indonesia, Alquran braille adalah salah satu variasi mushaf yang ada di Indonesia dengan metode penulisan menggunakan simbol braille yang telah dibakukan.

Alquran versi braille diperuntukkan bagi para penyandang tunanetra maupun orang-orang dengan gangguan penglihatan. Keberadaan jenis Alquran ini tidak terlepas dari beberapa fase perkembangan yang telah dilewati, meliputi duplikasi, adaptasi serta standarisasi.

Berbeda dari mushaf Alquran pada umumnya, mushaf Alquran dengan simbol braille ini lebih tebal karena dalam mencetak huruf braille tidak bisa dilakukan secara bolak balik. Sebagai perbandingan, jika 1 jilid Alquran bisa berisi 30 juz, sementara dalam versi braille 1 jilid Alquran hanya berisi 1 juz.

Harga Alquran Braille

Harga dari Alquran jenis braille terbilang mahal, dari data sebelumnya diketahui bahwa untuk 1 juz Alquran dengan huruf braille ini harganya sekitar Rp 55.000 dengan berat 1 juz bisa mencapai 1 kg. Harga tersebut juga sangat tergantung pada ketersediaan bahan baku yang digunakan.

Semakin bagus bahan yang digunakan untuk membuat Alquran versi braille, maka semakin awet pula untuk digunakan. Pasalnya untuk jenis bahan baku biasa hanya dengan beberapa kali baca saja hurufnya bisa menghilang.

Alquran Braille Digital

Semangat para penyandang tunanetra untuk bisa membaca Alquran sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah memang patut diacungi jempol. Di tengah keterbatasan penglihatan yang dialami, mereka tetap semangat untuk beribadah membaca Alquran walaupun itu tidak mudah.

Untuk mendukung semangat dan sebagai bentuk tanggung jawab kepada saudara sesama muslim, maka seorang ilmuwan Arab Saudi yang bernama Meshal Al Harasani telah berhasil mengembangkan mushaf digital bagi para penyandang tunanetra.

Berbeda dari Alquran versi braille sebelumnya, untuk versi digital ini tentu memberikan banyak kemudahan bagi para penggunanya. Karena semua ayat Alquran telah tersedia di papan elektronik tersebut. Dengan begitu penyandang tunanetra bisa melakukan navigasi secara mudah.

Penggunaan Alquran versi braille dengan konsep digital juga memungkinkan untuk dibawa dengan mudah karena bentuknya ringkas dan tidak memakan tempat. Sangat berbeda dengan jenis Alquran dalam bentuk buku yang tebal dan sangat berat.

Produk digital ini sangat bermanfaat bagi penyandang tunanetra sehingga memudahkan mereka untuk membaca dan menghafal Alquran.

Alquran Braille Gratis

Keterbatasan jumlah Alquran versi braille yang ada saat ini tentu menjadi kendala tersendiri bagi para penyandang tunanetra yang ingin membaca maupun menghafal Alquran. Namun begitu, sebagai sesama umat muslim saat ini banyak masyarakat yang berinisiatif untuk wakaf Alquran versi braille.

Bukan hanya dalam bentuk buku saja, kaum muslim juga bisa mendonasikan Alquran bentuk braille dalam versi digital kepada saudara sesama muslim yang mengalami keterbatasan penglihatan. Dengan cara ini maka penyandang tunanetra akan lebih bersemangat dalam mempelajari Alquran.

Dengan membantu menyediakan dan melakukan wakaf Alquran braille, maka hal itu akan memberikan kemudahan bagi penyandang tunanetra untuk membaca dan menghafal Alquran.

Wakaf Alquran, baik yang berbentuk mushaf biasa maupun berbentuk braille dan digital bisa menjadi sedekah yang memiliki banyak keutamaan. Karena merupakan amal jariyah yang tidak terputus dan pahalanya akan terus mengalir meskipun sudah meninggal dunia. Wallahu a’lam bishawab.

Oase Hati Lainnya

Tahfidz Alquran

Tahfidz Alquran

Mengapa umat Muslim harus akrab dengan Alquran? Karena seseorang yang akrab dengan Alquran bisa disebut sebagai shohibul Qur’an atau sahabatnya Alquran. Selain membaca Alquran, salah satu cara untuk mengakrabkan diri dengan Alquran adalah tahfidz Alquran.

Mengenal Tahfidz Alquran

Lantas apa yang disebut dengan tahfidz Qur’an? Pada dasarnya Tahfidz Qur’an terdiri dari dua kata, yaitu:

●Tahfidz
Dari segi bahasa, tahfidz dalam Bahasa Arab artinya adalah menghafal. Dalam hal ini juga bisa diartikan sebagai sebuah proses pengulangan suatu pelajaran, baik dengan cara membaca maupun mendengarkan.

●Alquran
Secara harfiah, Alquran bisa diartikan sebagai “bacaan yang sempurna”. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ini berisi 77.439 kata dengan jumlah kata yang seimbang, baik berupa kata padanan, maupun lawan kata dan dampaknya.

Mukjizat yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam ini merupakan petunjuk yang diberikan Allah bagi umat manusia. Alquran adalah rahmat yang tidak ternilai harganya. Membaca Alquran pun bernilai ibadah sehingga mendapatkan pahala.

Bahkan setiap umat manusia yang mempercayai Alquran maka akan merasa semakin cinta, baik untuk membacanya, mempelajari dan memahami, serta mengamalkan dan mengajarkannya sehingga rahmatnya bisa dirasakan oleh seluruh alam semesta.
Dari uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tahfidz Qur’an merupakan proses untuk menjaga, mempertahankan, serta melestarikan kemurnian Alquran sebagai mukjizat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Caranya adalah melalui hafalan Alquran 30 juz untuk melindungi sebagian maupun seluruh hafalan dari resiko kesalahan maupun kelupaan. Prosesnya bisa dengan membaca Alquran secara berulang sehingga menjadi hafalan.

Dalam hal ini menjaga hafalan Alquran bukan hanya sekedar menjaga isi kandungan di dalamnya saja tetapi juga menjaga huruf dan cara pembacaan yang benar sesuai dengan kaidah tajwid. Dengan bacaan yang benar sesuai tajwid maka proses penghafal Alquran bisa lebih mudah dilakukan.

Kurikulum Tahfidz Alquran

Proses menghafal Alquran bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan, diperlukan niat yang sungguh-sungguh dan Lillahi ta’ala semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam hal ini, Allah pun menjamin kemudahan bagi hamba-Nya yang ingin menghafal, mempelajari dan mengamalkannya.
Adapun metode dan kurikulum yang disediakan lembaga atau pondok pesantren tahfidz bisa bermacam-macam sesuai ketentuan lembaga pendidikan terkait. Namun secara umum, kurikulum untuk tahfidz Qur’an bisa terdiri dari beberapa tahap seperti berikut:
●Tahap pengenalan
●Tahsin Alquran
●Tahfidz
●Mutqin
Sementara untuk bidang studi yang diberikan kepada para santri bisa berupa:
●Baca tulis Alquran
●Tahsin Al Qur’an
●Tahfidz
●Aqidah
●Ibadah
●Akhlak
●Wawasan Kemasyarakatan

Rumah Tahfidz Alquran

Saat ini banyak rumah tahfidz Qur’an yang menyediakan pendidikan lengkap bagi para santri yang ingin menghafal Alquran. Rumah Tahfidz sendiri merupakan lembaga yang memiliki misi untuk mencetak generasi penghafal Alquran serta menjadikan tahfidzul Qur’an sebagai budaya hidup.

Rumah Tahfidz merupakan tempat untuk menghafal Alquran, mengamalkan dan membudayakan nilai-nilai di dalam Alquran dalam sikap hidup sehari-hari. Rumah tahfidz juga sebagai gerbang dalam membangun masyarakat melalui dakwah Alquran hingga terwujud masyarakat madani bernilai Islami.

Pondok Pesantren Tahfidz Alquran

Rumah Tahfidz Qur’an telah mendorong dan mengembangkan sejumlah pondok pesantren tahfidz Qur’an di seluruh Indonesia dan juga luar negeri. Dalam hal ini Rumah Tahfidz Qur’an juga melakukan pembinaan serta pengawasan untuk memastikan kegiatan tahfidz berjalan sesuai SOP.

Tujuannya adalah agar proses menghafal bisa dilakukan dengan baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Alquran maupun Hadist. Selain itu juga tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

Membaca dan menghafal Alquran memiliki banyak keutamaan, karena bisa menjadi amalan yang mendatangkan pahala. Bukan hanya sekedar menghafal, seorang muslim juga sebaiknya mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Oase Hati Lainnya

Wakaf Alquran

Wakaf Alquran

Istilah wakaf dalam agama Islam tentu sudah tidak asing lagi. Salah satu yang paling umum adalah wakaf tanah yang ditujukan untuk kepentingan umum, seperti membangun masjid atau makam. Namun selain tanah, wakaf Alquran juga bisa menjadi media untuk melakukan amal jariyah.

Pengertian Wakaf Alquran

Pada dasarnya wakaf merupakan salah satu praktik sedekah harta secara permanen dengan membatasi pemanfaatannya untuk hal-hal yang baik dan diperbolehkan dalam syariat Islam. Tujuan utamanya adalah memberikan manfaat bagi masyarakat dan umat Islam.

●Pengertian Wakaf dari Segi Bahasa
Dari segi bahasa, al-waqf berasal dari bahasa Arab yang maknanya adalah al-habsu atau al-man’u yang artinya berhenti, menahan, diam atau mengekang. Jika dikaitkan dengan harta seperti tanah, hewan dan lainnya maka bisa berarti pembekuan hak milik untuk manfaat tertentu.

●Pengertian Wakaf dari Segi Istilah Syariat
Dari segi istilah syariat, wakaf bisa diartikan sebagai menahan hak milik atas materi maupun benda dari pewakaf dengan tujuan untuk menyedekahkan manfaatnya bagi kepentingan umat Islam, kepentingan agama maupun penerima wakaf yang telah ditentukan pewakaf.

Selain wakaf tanah, wakaf juga bisa berupa Alquran. Dengan kata lain, seseorang bisa saja mewakafkan Alquran dengan tujuan agar memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah sebagai media untuk membaca dan menghafal Alquran.

Waqaf al qur’an adalah sebuah bentuk sedekah berupa kitab suci. Mewakafkan Alquran bisa mendatangkan pahala yang berlipat, yaitu pada saat berwakaf dan pada saat Alquran yang diwakafkan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima wakaf.

Dengan demikian maka pahala bukan hanya terbatas bagi yang membacanya saja tetapi juga orang yang berwakaf. Dengan mewakafkan Alquran maka diharapkan bisa menjadi amal jariyah bagi yang mewakafkannya.

Yaitu amalan yang pahalanya tetap mengalir dan tidak terputus meskipun yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Seperti Firman Allah dalam QS. Al Imran 92 yang artinya:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Niat Wakaf Alquran

Mewakafkan harta benda untuk kepentingan masyarakat dilakukan dengan tujuan yang baik sehingga memberikan manfaat bagi orang banyak. Demikian juga ketika seorang muslim mewakafkan Alquran, maka diharapkan bisa memberikan manfaat untuk syiar Agama Islam.

Adapun salah satu syarat untuk memperjelas perkara wakaf, termasuk dalam hal ini Alquran adalah lafaz wakaf atau niat untuk mewakafkan Alquran. Dengan kata lain, seseorang yang hendak mewakafkan harta bendanya termasuk Alquran maka bisa melafazkan ikrar wakaf.

Adapun syarat untuk lafaz ikrar wakaf (shigah) adalah:
●Lafaz ikrar wakaf harus berisi kata-kata terkait kekalnya wakaf atau ta’bid dan tidak akan sah jika lafaz wakaf menunjukkan adanya waktu yang dibatasi.
●Ucapan atau lafaz wakaf bisa segera direalisasikan tanpa ada syarat tertentu.
●Lafaz wakaf bersifat pasti dan jelas serta tidak mengandung makna lain.
●Lafaz wakaf tidak diikuti oleh syarat tertentu yang membatalkan.
Salah satu contoh lafaz wakaf adalah seperti berikut:

“Aku mewakafkan masjid ini untuk kepentingan umat Islam di kampung ini.”
Pernyataan lafaz wakaf sendiri bisa dilakukan secara lisan, tulisan maupun isyarat yang bisa dipahami sesuai keinginan pewakaf.

Selain itu, lafaz wakaf juga bisa dibedakan menjadi dua:
●Lafaz sharih, yaitu lafaz yang menunjukkan wakaf dengan jelas dan tidak mengandung makna lain di dalamnya.
●Lafaz kinayah, yaitu lafaz yang mengandung makna wakaf atau tanda-tanda yang bermakna wakaf meskipun tidak secara langsung.

Wakaf Alquran untuk Orang yang Sudah Meninggal

Ada perbedaan pendapat diantara ulama tentang sampainya pahala sedekah atau wakaf bagi orang yang sudah meninggal.

Ulama bersepakat jika pahala wakaf atau sedekah termasuk wakaf Alquran kepada orang tua kandung yang sudah meninggal hukumnya boleh.

Hal ini berdasarkan sebuah hadits riwayat Bukhari, “Bahwasanya Sa’ad bin ‘Ubadah ditinggal mati oleh ibunya, sedangkan ia tidak berada bersamanya, maka ia bertanya, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya ibuku meninggal dunia, dan aku sedang tidak bersamanya. Apakah bermanfaat baginya apabila aku menyedekahkan sesuatu atas namanya?” Beliau menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Sesungguhnya aku menjadikan engkau saksi bahwa kebun(ku) yang berbuah itu menjadi sedekah atas nama ibuku.”

Lewat hadits ini menghadiahkan pahala kebaikan seperti halnya pahala wakaf bagi orang tua yang sudah meninggal hukumnya adalah boleh.

Sementara menghadiahkan pahala wakaf Alquran kepada orang lain terdapat perbedaan diantara para ulama.

Yang membolehkan mengambil hukum bolehnya mengirim pahala sedekah dan wakaf bagi orang tua yang meninggal. Hal yang sama juga menjadi dasar bagi yang tidak membolehkan. Mereka berpendapat, hadits ini dikhususkan saja kepada orang tua saja bukan orang lain.

Allahua’lam bi showwab

Oase Hati Lainnya

Mukjizat Alquran

Mukjizat Alquran

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan mukjizat kepada para nabi dan rasul terdahulu, dan salah satu mukjizat terbesar yang diberikan Allah adalah Alquran. Berbeda dari mukjizatnya para nabi yang sifatnya indrawi, mukjizat Alquran sifatnya kekal, rasional dan berlaku sepanjang masa.

Mukjizat yang ada di dalam Alquran merupakan kelebihan-kelebihan yang menjadi bukti kebenaran. Alquran adalah kitab suci bagi umat Islam yang menjadi petunjuk dan pedoman bagi manusia di sepanjang zaman.

Pengertian Mukjizat Alquran

Mukjizat Alquran adalah suatu peristiwa yang sangat luar biasa pada Alquran yang terjadi melalui Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai bukti kenabian yang ditantangkan kepada siapa saja yang ragu untuk mendatangkan hal yang serupa namun tidak mampu melakukannya.

Mukjizat alquran dari segi bahasa berasal dari kata a’jaza yang artinya adalah sesuatu yang melemahkan atau mengalahkan, sementara pelakunya adalah mu’jiz. Dengan kata lain, mukjizat adalah hal luar biasa dan diperlihatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui para nabi dan rasul sebagai bukti kenabiannya.

Di dalam Al-Qur;an sendiri terdapat banyak kisah dan cerita tentang mukjizat dari Allah Ta’ala melalui para nabi dan rasul-Nya. Dengan demikian dapat dipahami jika mukjizat pada Alquran merupakan kelebihan yang ada di dalamnya dan menjadi bukti kebenaran.

Alquran telah memberitakan tentang segala sesuatu yang telah dan akan terjadi, seperti peristiwa-peristiwa besar yang akan terjadi dalam kehidupan. Sementara untuk bukti-bukti kebenaran yang berasal dari luar Alquran, maka hal itu tidak termasuk dalam mukjizat kitab Alquran.

Mukjizat Alquran Menurut Ulama

Para ulama banyak yang telah mempelajari Alquran sebagai mukjizat terbesar sepanjang masa. Adapun ilmu yang secara khusus mempelajari kemukjizatan Alquran disebut dengan ilmu I’jazil Qur’an.

Para ulama sedikit berbeda pendapat mengenai aspek yang dikaji dalam ilmu tersebut, namun jika disimpulkan kajian di dalam ilmu I’jazil meliputi aspek kebahasaan, berita-berita ghaib, aspek syariat atau hukum serta aspek ilmu pengetahuan.

Menurut Quraish Shihab, kemukjizatan Alquran bisa diartikan sebagai keistimewaan-keistimewaan di dalam Al-Quran yang sangat luar biasa. Mukjizat sendiri hanya bisa didapatkan oleh para nabi dan rasul.

Kemukjizatan Alquran juga bisa terlihat dari keindahannya yang merupakan bukti kekuasaan dan keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala firman-Nya. Dengan segala kemukjizatannya tersebut, maka tidak diragukan lagi jika Alquran merupakan kitab suci yang harus diimani oleh seluruh manusia.

Mukjizat Alquran dari Segi Ilmu Pengetahuan

Salah satu aspek kemukjizatan Alquran adalah ilmu pengetahuan. Alquran merupakan kitab yang di dalamnya mengandung kebenaran dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan khususnya sains. Yang pada masa diturunkannya Alquran ilmu tersebut belum ada dan di luar kemampuan manusia.

Seiring dengan perkembangan zaman, hingga saat ini telah banyak hasil penelitian yang sesuai dan mengungkap kebenaran melalui isyarat-isyarat di dalam Alquran yang telah menunjukkan kemukjizatan Alquran.

Kajian mengenai kemukjizatan Alquran dari segi ilmu pengetahuan bukanlah untuk menjustifikasi hasil penelitian dengan ayat-ayat Alquran atau memaksakan penafsiran Alquran. Karena kajian dilakukan dengan kesadaran bahwa Alquran sifatnya mutlak sementara ilmu pengetahuan bersifat relatif.

Banyak sekali penemuan di bidang ilmu pengetahuan yang memiliki relevansi dengan kemukjizatan Alquran. Bahkan beberapa peneliti mengungkapkan bahwa semakin banyak penemuan ilmiah yang dihasilkan, maka hal itu akan semakin membuktikan dan menguatkan kemukjizatan Alquran.

Alquran merupakan kitab suci Agama Islam yang kemukjizatannya telah terbukti dan berlaku sepanjang masa. Di dalamnya terdapat firman Allah Yang Maha Kuasa sehingga tidak ada satupun makhluk yang mampu menandinginya. Alquran adalah petunjuk dan mukjizat terbesar yang pernah ada.

Oase Hati Lainnya

Keutamaan Dzikir dalam Alquran

Keutamaan Dzikir dalam Alquran

Dzikir Alquran memiliki banyak keutamaan sehingga umat Islam sangat dianjurkan untuk melakukannya. Bukan hanya memberikan ketenangan, dzikir juga bisa menjadi penghapus dosa dan melancarkan rezeki.

Seperti yang telah disebutkan dalam QS. Ar-Rad ayat 28 berikut ini: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Dzikir dalam Alquran

Dzikir merupakan salah satu bentuk ibadah untuk mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dzikir bisa dilakukan dengan cara menyebut dan memuji asma Allah. Dzikir sendiri merupakan kewajiban umat Muslim yang tercantum di dalam Alquran.

Adapun ucapan dzikir yang paling utama adalah kalimat “Laa Ilaaha Illallaah” yang artinya adalah Tidak ada Tuhan selain Allah. Sementara untuk doa yang paling utama adalah “Alhamdulillah” yang artinya adalah segala puji bagi Allah.

Beberapa Keutamaan dzikir di dalam Alquran antara lain:

●Memberikan Ketenangan dan Ketenteraman
Umat manusia tidak pernah lepas dari masalah yang dialami selama hidupnya, namun dengan berdzikir hal itu bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan ketenangan. Dengan dzikir seseorang akan lebih sabar dan tenang dalam mengambil keputusan.

●Menjadi Penghapus Dosa
Dzikir dalam Alquran bisa mencegah seseorang dari perbuatan dosa, sebagai penghapus dosa serta menyelamatkan dari siksa api neraka.

●Dijanjikan Surga
Dzikir adalah mengingat Allah, dan ibadah ini sangat disukai Allah. Oleh karena itu jika seseorang senantiasa berdzikir setiap hari maka Allah pun menjanjikan hadiah yang luar biasa yaitu surga.

●Dijauhkan dari Godaan Setan
Semakin tinggi intensitas seorang hamba dalam berdzikir dan mengingat Allah, maka hal itu akan meningkatkan keimanannya kepada Allah Ta’ala. Dengan keimanan yang tinggi, maka setan pun enggan untuk mendekati.

●Lebih Dekat dengan Allah
Dzikir bisa menjadi sarana bagi seorang hamba untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Hadits Riwayat At-Tirmidzi no. 3377.

Bahwasanya perbuatan yang terbaik dan paling suci di hadapan Allah dan paling mengangkat derajat manusia yang lebih baik dari infak emas maupun perak adalah dzikir kepada Allah Yang Maha Tinggi.

Selain itu dzikir Alquran juga memiliki keutamaan lainnya seperti melancarkan rezeki, mendapatkan perlindungan Allah, mendapatkan kebahagiaan setelah mati, serta mendapatkan kebaikan. Dzikir juga bisa menyehatkan otak karena ketika berdzikir otak akan terlibat secara aktif.

Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang

Dzikir Alquran merupakan amalan yang disukai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga Beliau SAW tidak pernah sekalipun melewatkan untuk dzikir setiap hari. Inilah mengapa berdzikir sangat dianjurkan bagi umat Muslim. Karena dengan mengamalkan dzikir termasuk menjalankan sunnahnya.

Dzikir pagi sesuai Alquran dan sunnah bisa dilakukan pada saat Subuh hingga matahari terbit. Namun boleh juga dilakukan hingga matahari bergeser atau mendekati waktu Zhuhur. Dzikir di waktu pagi bisa diawali dengan kalimat ta’awudz kemudian membaca Ayat Kursi, Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Naas.

Dzikir petang sesuai Alquran dan sunnah bisa dilakukan ketika matahari tenggelam atau di waktu maghrib hingga di pertengahan malam. Dzikir di waktu petang bisa diawali dengan kalimat ta’awudz, kemudian membaca Ayat Kursi, Al Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas.

Selanjutnya bisa dibaca doa-doa lainnya untuk memohon perlindungan serta pertolongan dan rahmat dari Allah sesuai dengan yang ada di dalam Alquran maupun Hadits.

Keutamaan Dzikir Baca Alquran

Membaca Alquran merupakan dzikir yang utama dan sekaligus sebagai ibadah yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dzikir Alquran memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah mendapatkan balasan pahala yang berlipat ganda, menghapus dosa, serta mendapatkan syafa’at.

Salah satu ibadah yang paling agung adalah membaca Alquran. Dengan demikian dzikir Alquran yang dilakukan secara rutin sebagai dzikir pagi dan petang akan mendatangkan banyak manfaat dan keutamaan bagi yang melaksanakannya. Wallahu a’lam bishawab.

Oase Hati Lainnya

Belajar Tahsin Alquran

Belajar Tahsin Alquran

Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang di dalamnya terdapat firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Membaca Alquran akan memberikan hikmah dan pahala sehingga dalam membacanya pun harus dengan tahsin Alquran.

Istilah tahsin sendiri sering dikaitkan dengan tajwid yaitu memperbaiki bacaan. Dengan membaca Alquran secara tahsin maka hal itu akan memelihara Alquran dari kesalahan. Karena tanpa tahsin, bisa merusak lafadz Alquran dan membuat kandungan makna di dalamnya berubah.

Pengertian Tahsin Alquran

Tahsin berasal dari kata hasana, yuhasinu, tahsiun yang bisa diartikan sebagai memperbaiki, menghiasi, membaguskan, mempercantik atau membuat lebih baik dari sebelumnya. Dengan kata lain, tahsin Alquran adalah upaya untuk membaguskan dan memperbaiki bacaan Alquran.

Bacaan Alquran yang baik dan benar memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah memuliakan Alquran. Di dalam Alquran terdapat firman Allah sehingga umat muslim tidak boleh membacanya dengan sembarangan. Tujuannya adalah agar tidak mengubah arti dan makna yang ada di Alquran.

Hal ini sesuai dengan firman Allah di dalam QS. Al Muzammil: 4, yang artinya: “Dan bacalah Alquran itu dengan tartil”.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memerintahkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membaca Alquran dengan tartil. Yaitu dengan cara memperindah pengucapan setiap hurufnya atau bertajwid.

Jadi inti dari membaca tartil adalah membaca secara pelan dan jelas setiap hurufnya dan memenuhi cara pembacaan huruf yang benar. Adapun tujuan dari mempelajari ilmu tajwid atau tahsin tilawah Alquran adalah menjaga lidah dan kesalahan ketika sedang membaca Alquran.

Materi Tahsin Alquran

Secara garis besar, dalam mempelajari dan membaca Al-Quran, maka materi untuk tahsin atau tajwid Alquran meliputi beberapa hal seperti berikut:
●Makharijul huruf, yaitu tempat keluar masuknya huruf.
●Shifatul huruf, yaitu sifat-sifat dari huruf.
●Ahkamul huruf, yaitu hukum-hukum huruf.
●Ahkamul maddi wal qasr, yaitu panjang dan pendek bacaan.
●Ahkamul waqaf wal ibtida’, yaitu memulai dan menghentikan bacaan.

Metode Tahsin Alquran

Mengajarkan ilmu tajwid dan tahsin pada anak sejak usia dini adalah hal yang sangat baik. Oleh karena itu perlu diterapkan metode tahsin dan tajwid Alquran yang paling efektif agar hasilnya maksimal. Dalam hal ini metode yang digunakan haruslah menyenangkan agar anak tidak malas belajar.

Salah satu metode tahsin yang bagus untuk diterapkan adalah metode talaqqi. Metode ini sering digunakan dalam kegiatan TPA. Dari segi bahasa, talaqqi artinya adalah saling berhadapan atau bertemu.

Berdasarkan arti tersebut maka dalam mengajarkan ilmu tajwid dan tahsin, guru akan berhadapan dengan santri dan membenarkan bacaan secara langsung. Baik dari segi makharijul huruf maupun shifatul huruf. Talaqqi ini juga bisa dilakukan dalam satu kelas atau talaqqi jama’i.

Adapun metode yang bisa dilakukan adalah seperti berikut:
1.Guru dan santri saling berhadapan.
2.Santri membaca Al-Fatihah yang dimulai dari bacaan ta’awudz serta basmalah.
3.Jika ada kesalahan dalam bacaannya maka guru wajib membenarkan.
4.Metode ini berlangsung selama santri menyelesaikan bacaan di depan gurunya.

Metode ini berbeda dari metode setoran hafalan pada umumnya, karena pengucapan makhraj-nya harus benar-benar sempurna. Oleh karena itu, dalam penerapannya guru yang mengajar harus menguasai metode tersebut, dan disarankan mencari guru yang beriwayat dari Syam.

Meskipun bisa juga belajar secara otodidak melalui YouTube, grup Whatsapp tahsin tilawah Al- Qur’an, ataupun video, namun hasil belajar dari metode talaqqi bersama guru secara langsung jelas akan sangat berbeda.

Membaca Alquran secara tartil bisa diartikan dengan membaca perlahan dan jelas sesuai hukum tajwid atau tahsin Alquran. Tujuan utamanya adalah untuk memuliakan Alquran serta tidak mengubah arti dan makna yang ada di dalamnya, mengingat Alquran adalah firman dari Allah SWT.

Oase Hati Lainnya