Dampak Lingkungan Buruk dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Dampak Lingkungan Buruk dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022, – in Kata Usbob

Sejarah Singkat Kauny Quranic School/Askar Kauny

ASKAR KAUNY – Seorang artis pernah bertutur kepada saya mengapa ia bisa kecanduan narkotika sebab pergaulan yang buruk.

Saat berkumpul dan tertawa bersama rekan-rekannya, maka dimasukkan ke rongga mulutnya barang terlarang itu.

Disekap mulut dan hidungnya. Hingga barang itu tertelan, dan sejak itu ia mulai kecanduan!

Baca juga: Teladan Orang Tua dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Sungguh itu adalah pergaulan buruk.

Demikian juga saat anak-anak kami kecil dulu. Kami tinggal di kontrakan padat penduduk.

Hal yang membuat kami memutuskan untuk mendidik anak sendiri di rumah adalah pergaulan yang tidak baik di lingkungan.

Baca juga: Waktu Khusus Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Saya dan ummi Maya sering mengelus dada jika mendengar anak-anak kecil di lingkungan kami ngobrol satu sama lain.

Ucapan kasar, kotor dan menjijikan kerap terdengar dari mereka. Padahal usia mereka amat belia.

Sebab itu atas izin Allah, anak-anak di rumah, kami didik dengan Al Quran dan sunnah.

Baca juga: Menanamkan Memory Permanen lewat Dongeng – Kata Usbob

Sering juga anak-anak tetangga bermain ke rumah.

Saat mereka sudah mulai berkata kasar dan kotor, maka ummi Maya sering mengingatkan bahwa ucapan seperti itu tidak boleh ada di rumah ini.

Alhamdulillah, perlahan mereka bisa ikuti aturan. Dan senangnya lagi, mereka betah main di rumah dan mulai menghafal Al Quran bersama Mumtaz, Hamzah dan adik-adiknya.

Itulah cikal bakal Kauny Quranic School yang dibuat oleh ummi Maya tahun 2012.

Bersama anak-anak di lingkungan kontrakan kami dimulai kehidupan menghafal Al Quran dan akhlak Islami.

Mereka mulai ketagihan menghafal Al Quran. Dan akhlak mereka pun berubah drastis.

Anak-anak itu pun -bersama orang tua mereka- kemudian meminta kami untuk memdirikan mahad Askar Kauny.

Dan akhirnya pada 2013 berdirilah mahad pertama di Cijulang, Bogor.

Allah berkahi perubahan akhlak mereka dengan lingkungan yang baik.

Al Quran merubah segalanya, termasuk kondisi keluarga kami.

Kini mahad Askar Kauny sudah tumbuh menjadi 43 cabang. Dan Kauny Quranic School yang bermula dari

ucapan kasar dan lingkungan kotor di atas tadi, kini sudah tumbuh 480-an cabang dengan santri lebih dari 20 ribu orang.

Segala puji bagi-Mu, ya Allah!***

Kata Usbob Lainnya

Teladan Orang Tua dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Teladan Orang Tua dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi Menghafal Al Quran/pixabay

ASKAR KAUNY – Salah satu motivasi saya menghafal Al Quran adalah saat mendengar kisah Almarhum KH. Noer Muhammad Iskandar SQ.

Dalam sebuah ceramahnya, beliau pernah sampaikan bahwa beliau 11 bersaudara. Dan kesemuanya Hafal Al Quran. Tradisi keluarga yang amat luar biasa hebat, batinku.

Banyak di dunia ini, anak mencontoh pola hidup yang dicontohkan orang tua. Gak percaya?

Baca juga: Waktu Khusus Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Misal, orangtuanya dokter maka gak heran anaknya ada yang jadi dokter. Bapak nya presiden, anaknya juga presiden.

Seperti keluarga Bush di Amerika. Orang tua nya kriminal, anak pun pelaku kriminal. Naudzu Billah.

Namun itulah pola yang berulang dalam keluarga. Disadari atau tidak, anak ikut teladan orang tua.

Baca juga: Menanamkan Memory Permanen lewat Dongeng – Kata Usbob

Kembali dalam urusan anak hafal Al Quran. Bagaimana kalau orang tua tidak hafal Al Quran, namun menghendaki anaknya bisa hafal?

Kunci keberhasilannya adalah KEBIASAAN & KETELADANAN

Jika ingin anak hafal Al Quran, maka tumbuhkanlah kebiasaan menghafal Al Quran di rumah. Semua harus terlibat. Minimal terlibat semangatnya!

Tumbuhkan kebiasaan menghafal Al Quran setiap hari di waktu tertentu. Misal bada Subuh, bada Ashar, Maghrib-Isya.

Jika tidak mampu di ketiga waktu tersebut, pilihlah salah satu.

Jadikan itu sebagai pola kebiasaan keluarga. Meskipun hanya mampu menghafal 1 ayat sehari. Lama kelamaan akan semakin tumbuh dan menjadi KEBIASAAN baik dalam rumah tangga.

Jika dengan pola kebiasaan seperti ini, akan terekam dalam benak anak bahwa Anda adalah orang tua teladan yang tidak hanya menyuruh.

Namun memberikan contoh, dan turut bersamanya dalam perjuangan menghafal Al Quran.

Kuncinya adalah kebiasaan & keteladanan, meskipun orang tua belum bisa wujudkan, anak menyempurnakan hafalannya hingga khatam, in sya Allah.

Yuk jadi teladan buat buah hatimu….!

Kata Usbob Lainnya

Waktu Khusus Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Waktu Khusus Menghafal Al Quran – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi Al Quran/pixabay

ASKAR KAUNY – Al Quran adalah prioritas. Jika ia diperlakukan secara khusus, maka Anda akan menjadi orang luar biasa.

Namun jika ia diabaikan, Anda pun akan ditinggalkannya.

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang dengan kitab ini (Al Qur’an) dan merendahkan yang lain dengan kitab ini.” (HR. Muslim no. 817, dari ‘Umar bin Al Khattab)

Baca juga: Menanamkan Memory Permanen lewat Dongeng – Kata Usbob

Di selatan Jakarta ada sekolah menengah. Semua muridnya menghafal Al Quran. Meski mapel bejibun, namun mereka buktikan bahwa tahfizh 30 juz bukanlah perkara mustahil.

Resep mereka sederhana. Sejak pagi sampai jelang zuhur, mata pelajaran yang diterima oleh siswa adalah TAHFIZH.

Lepas zuhur baru pelajaran lain. Dan benar, sekolah ini berhasil.

Baca juga: Makanan Haram Membuatmu Gila – Kata Usbob

Dengan prioritaskan tahfizh Al Quran, maka siswa nya mampu tuntaskan khatam Al Quran, sekaligus melahap mata pelajaran lain dengan sukses.

Hal senada juga saya dapati di Batam, Kepulauan Riau

Di lingkungan ruko ada sebuah sekolah yang awalnya adalah rumah tahfizh. Namanya Baitul Hikmah.

Saya pernah kunjung ke sana, dan banyak sekali santrinya. Belum lagi guru dan jumlah rukonya. Ajib!

Awalnya santri sedikit. Lalu begitu ketemu formulanya, maka banyak sekali peminat yang berdatangan.
Santrinya kecil². Bahkan ada yang mulai dari usia 3 tahun.

Mereka seperti sekolah pulang-pergi, tidak mondok. Namun yang dipelajari adalah TAHFIZH.

Formula yang mereka temukan terbukti dalam 2 tahun, anak bisa hafal Al Quran 30 juz. Bahkan di usia yang amat belia, belum masuk sekolah dasar.

Dari 2 contoh di atas ingin saya sampaikan bahwa rupanya jika Anda prioritaskan Al Quran dengan pendekatan dan cara apapun akan menjumpai hasil positif.

Prioritaskan waktu khusus untuk Al Quran

Hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk pendidikan buah hati adalah prioritaskan waktu khusus untuk Al Quran. 1-2 jam sehari sudah cukup.

Boleh sekaligus. Atau boleh dibagi dalam waktu singkat semisal 30 menit di kali 2 atau 4 pertemuan dalam sehari. Baik itu di rumah, sekolah, tempat bermain atau di mana pun.

Jika Anda temukan bahwa Al Quran adalah prioritas di awal usia anakmu, maka insya Allah akan Anda dapati ia akan menguasainya sebelum ia menginjak sekolah dasar.

Bagaimana…, siap mencoba?!***

Kata Usbob Lainnya

Menanamkan Memory Permanen lewat Dongeng – Kata Usbob

Menanamkan Memory Permanen lewat Dongeng – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi dongeng/pixabay

ASKAR KAUNY – Hal favorit bagi saya dan – juga anda- saat kecil dulu adalah DONGENG.

Setiap malam begitu ditunggu. Di pelukan atau dipangkuan ayah – bunda, kita menangkap setiap kisah, lakon dan kejadian dalam dongeng yang diceritakan.

Emosi dan imajinasi terbawa mimpi. Menjadi karakter dan mengasah kecerdasan.

Baca juga: Hafal Al Quran Sejak dalam Kandungan

Ya, dongeng sungguh mengasah kecerdasan anak! Meletupkan imajinasi. Membongkar segala batas. Melakukan apa saja yang bisa dikhayalkan.

Dongeng mengasah kecerdasan otak kanan. Dan mempertajam kecerdasan emosi. Dahsyatnya lagi, dongeng sebelum tidur akan menjadi memori permanen selamanya. Tak mungkin terlupa, sungguh!

Saya yakin Anda punya dongeng favorit yang pernah diceritakan sebelum tidur oleh orang tua mu dulu!

Apakah kisah dongeng favorit mu? Cinderella kah? Si kancil mencuri ketimun? Joko Tingkir yang perkasa? Atau Gatot kaca? Ayo beritahu aku apa judul nya?!

Jika sungguh Anda mencintai kisah dongeng itu, maka Anda akan hafal sehafal-hafalnya. Bisa kembali menceritakannya.

Terlihat jelas warna-warni nya, terekam emosinya dan segala detail cerita yang ada di dalamnya. Dan khayalan mu tentang dongeng itu sungguh sempurna!

Nah, jika Anda sudah memahami bahwa dongeng itu mengasah kecerdasan emosi, meningkatkan fantasi dan memperkuat memory jangka panjang…

sekarang saya akan ajak Anda melakukan hal yang sama dalam menghafal Al-Qur’an.
Bisa kita mulai sekarang…?!

Sudah pernah dengar kisah Ashabul Ukhdud?!

Kisah ini ada dalam QS. 85 Al Buruj. Hafalkan bersama buah hati mu ayat-ayatnya. Pahami maknanya. Dan kisahkan jelang tidur tentang kisah Ashabul Ukhdud.

Kisah heroik tentang anak muda yang hebat. Beriman kuat. Diizinkan Allah untuk membunuh hewan buas, dan mengobati banyak orang sakit.

Sehingga banyak orang beriman kepada Allah dan mengusik amarah raja lalim.

Pemuda beriman itu diancam untuk dibunuh. Gurunya digergaji hingga mati terbelah. Namun imannya tidak gentar.

Ia pun diancam dibunuh dengan dilempar dari atas gunung. Namun ia masih Allah selamatkan, meski gunung bergetar dan membunuh dan menimbun para prajurit raja lalim.

Ia diancam untuk ditenggelamkan di tengah laut. Para prajurit membawanya dengan kapal. Sebuah makar untuk membunuh pemuda beriman.

Namun pertolongan Allah hadir. Kapal terbalik di laut. Semua mati, kecuali pemuda beriman yang Allah tolong.
Raja lalim kehabisan akal.

Namun pemuda itu berkata bahwa yang mampu mematikan aku hanyalah Allah saja. Jika engkau mau membunuhku, maka saliblah diriku di atas batang pohon dan panahlah aku dengan busur milikku.

Jangan lupa untuk bilang, “Dengan menyebut nama ALLAH, Tuhan si pemuda ini”

Eksekusi itu dilakukan, dan benar saja pemuda itu terbunuh syahid. Namun kematian pemuda membuat banyak orang-orang beriman kepada Allah Ta’ala.

Maka semua orang yang beriman disiksa dengan membuat parit yang besar. Dikumpulkanlah kayu bakar. Dan dinyalakan api besar.

Semua mereka yang beriman diancam untuk dilemparkan kedalam parit api atau keluar dari agama Allah?

Namun semua orang memilih untuk mati dalam iman.

Hingga akhirnya ada seorang ibu beriman yang menggendong bayi. Para prajurit mengancam sang ibu bahwa bayi nya akan dilempar ke dalam api.

Namun atas izin Allah, bayi itu mampu bicara dan berpesan kepada ibunya untuk bersabar dalam keimanan. Maka keduanya dilempar ke dalam parit api. Dan keduanya syahid di jalan Allah.

Allahu Akbar!!!

Kisah hebat ini adalah surat Al Buruj. Bacakanlah kisah keren ini sebagai dongeng sebelum tidur untuk buah hati mu…

Biarkan imajinasi nya tumbuh. Keimanannya kepada Allah mengakar. Ghirahnya kepada Islam dan kaum beriman membara.

Dan keesokan paginya ajaklah buah hatimu untuk menghafalkan ayat demi Ayat surat Al Buruj.
Berapapun dia bisa untuk hafalkan dalam sehari. Sertakan maknanya saat menghafal.

Maka akan Anda dapati ia akan mampu menghafalkan nya dengan rasa….dengan khusyuk… dengan keimanan….

Dan Anda kelak akan dapati ia membacanya dalam sholat atau banyak kesempatan sambil berlinang air mata.

Ia akan bangga mati dalam iman kepada Allah, suatu saat… seperti pemuda hebat itu dan mereka yang membela keimanan.***

Kata Usbob Lainnya

Makanan Haram Membuatmu Gila – Kata Usbob

Makanan Haram Membuatmu Gila – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in  Kata Usbob

Makanan Haram Membuatmu Gila/pixabay/RitaE

ASKAR KAUNY – Seorang ibu muda berkonsultasi saat sarapan pagi di restoran saat kami sedang safar umrah.

Ia utarakan sejak kecil sering kesurupan.

Dijelaskan olehnya panjang-lebar gejala dan proses keserupannya.

Baca juga: SOP KAMBING ATAU GULAI? – Kata Usbob

Usai mendengar tuturnya, saya bertanya simple kepadanya, “Apakah ayahnya dulu atau suaminya kini bekerja di bank ribawi?”

Ibu muda itu kaget dan bertanya, “Koq ustadz tahu?!”

Saya menjawabnya dengan kalem bahwa hal itu sudah diberitahukan Allah Ta’ala dalam Al Quran surat Al Baqarah 275.

Baca juga: One Day Training Metode Kauny: Menghafal Al-Qur’an Semudah Tersenyum

Hal yang sama juga disampaikan oleh seorang sahabat yang pernah bekerja di bank ribawi.

Setiap kali berangkat ke kantor saya bawa baju dan celana paling kurang 3 stel. Rasanya kalau pakai baju selalu salah.

Sering linglung

Kerap terjadi, jika saya naik mobil menuju kantor saya turun tengah jalan. Sopir awalnya bingung dengan ulah saya. Saya jalan kaki meskipun itu di tol.

Sering mimpi aneh-aneh

Gak kuat, sahabat ini hijrah tinggalkan pekerjaan di bank ribawi dan berkhidmat dalam melayani kaum miskin.

Pokoknya makanan haram membuat gila.

Saya kapok tuturnya jika mengingat ubahnya dulu.

Demikian sahabat.***

Kata Usbob Lainnya

Hafal Al Quran Sejak dalam Kandungan

Hafal Al Quran Sejak dalam Kandungan

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 14, 2022 – in Kata Usbob 

Hafal Al Quran Sejak dalam Kandungan/pixabay/Pexels

ASKAR KAUNY – بَلْ هُوَ آَيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ

Bahkan, Al Qur’an itu adalah ayat-ayat yang nyata, yang ada di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. (QS. al-Ankabut: 49).

Saat itu saya sedang share Menghafal Al-Qur’an Semudah Tersenyum, Metode Kauny dalam training selama 3 hari.

Ada seorang dokter neurolog (ahli saraf) bernama Sri berkebangsaan Malaysia.

Baca juga: Doa Menenangkan Hati dan Pikiran

Setelah ikuti beberapa sesi beliau bedah metode kauny dengan disiplin ilmu yang beliau miliki.

“4 tahun pertama bayi dilahirkan adalah Golden Age. 2 tahun pertama indera yang diaktifkan Allah dari tubuh manusia adalah pendengaran. 2 tahun kedua indera yang diaktifkan adalah lisan atau bicara.

Maka apapun yang terdengar oleh bayi pada 4 tahun awal akan menjadi bahasa ‘ibu’ untuknya.

Meski kedua orang tuanya adalah Indonesia. Namun jika ia lahir dan besar di Prancis.

Niscaya ia akan fasih bahasa Indonesia sekaligus Prancis. Meskipun keduanya tidak perlu lagi ia pelajari.

Dan dahsyatnya lagi….

Kalau di 4 tahun pertama ini ia mendengar belasan bahasa dunia, niscaya bayi tersebut dapat menguasainya.

Karena itu, amat penting bayi diajarkan Al Quran di 4 tahun pertama usianya.

Hanya dengan memperdengarkan dan mengucapkan semampunya, maka kelak Al Quran 30 juz akan menjadi bahasa IBU baginya.

Apalagi jika diperdengarkan sejak ia asa dalam kandungan” demikian tutur dokter Sri.

Ibnu Kholdun rahimahullah berkata, “Ketahuilah bahwa mengajarkan Al Qur’an kepada anak-anak merupakan bagian dari syi’ar agama Islam dan yang dipraktekkan umat ini.

“Praktek ini pun tersebar di setiap negeri. Pengaruhnya, hafalan quran bisa lebih mengokohkan iman. Setelah itu barulah kuasai akidah dari ayat-ayat Qur’an, lalu kuasai sebagian matan hadits.”

#AnakHafalQuran

Kata Usbob Lainnya

SOP KAMBING ATAU GULAI? – Kata Usbob

ASKAR KAUNY – Saya mengenal Bambang dalam sebuah kesempatan umrah.

Meski berprofesi sebagai seorang dosen yang berpenghasilan pas-pasan, namun rezeki dari Allah Swt.

Menurutnya bukan dari berapa besar penghasilan yang diterima seseorang.

Bambang selalu berkeyakinan, “Berapa pun besaran rezeki yang Allah berikan asal pintar mensyukurinya, pasti Allah akan memberi tambahan keberkahan seperti yang selalu dijanjikan.”

Hidup penuh rasa kesyukuran kepada Allah membuatnya bisa berangkat umrah bersama istri, meskipun tanpa harus mengeluarkan duit sedikitpun dari koceknya.

“Jadi, bukankah ini pun adalah rezeki dari Allah yang tak terduga?!” Tukas Bambang bersemangat.

Saya mengiyakan sepenuh hati prinsip hidup penuh kesyukuran yang Bambang jalani.

Prinsip syukur kepada Allah Swt. terus kami perbincangkan, hingga pada akhirnya kami berkesimpulan bahwa hidup itu serasa di surga asalkan kita pandai bersyukur kepada-Nya.

إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ. هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلاَلٍ عَلَى الأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ. لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُمْ مَا يَدَّعُونَ. سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ رَّبٍّ رَّحِيمٍ.
“Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.

“Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (Kepada mereka dikatakan), ‘Salam,’ sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (Yâsîn [36]:55-58)

Bambang berkisah bahwa hari itu saat musim hujan, ia menikmati tidur siang.

Usai shalat Ashar, Bambang duduk di kursi sofa di ruang keluarga.

Pesawat televisi baru saja ia matikan karena menurutnya tidak ada acara yang menarik untuk ditonton.

Bingung hendak melakukan apa, Bambang lalu memanggil istrinya untuk berbincang-bincang.

Wieke, sang istri kini sudah duduk di sebelah Bambang.

Teh manis dan sedikit camilan menemani obrolan mereka sore itu saat rintik hujan mengguyur deras teras rumah mereka.

Sore hari sehabis bangun tidur apalagi kondisi dingin hujan di luar rumah rupanya membangkitkan gairah selera makan Bambang.

Tiba-tiba Bambang menyela pembicaraan, “Bu, dingin-dingin seperti sekarang ini enaknya makan sop kambing atau gulai ya?”
Istrinya menukas, “Wah, jangan pingin macam-macam Pak! Daging kambing mahal, sedang uang gaji yang kau berikan tidak cukup untuk beli daging kambing.”

“Memangnya siapa yang menyuruhmu untuk masak daging kambing, Bu?” Tanya Bambang menyangkal.
“Barusan bapak bilang mau sop kambing atau gulai, itu artinya apa?!” Tanya Wieke minta ketegasan.

“Ah, aku hanya mengajakmu berandai-andai saja. Dingin-dingin seperti ini, enaknya makan sop kambing atau gulai?” Jelas Bambang.

Wieke baru mengerti maksud suaminya dan segera ia menukas, “Oh, jadi cuma berkhayal toh?! Kalau gitu enakan mana ya, emmmmmm…” ia bergumam.

“Aku rasa dingin-dingin begini sepertinya lebih enak makan gulai kambing ya Pak?!” Usul Wieke.

Bambang lalu membayangkan kenikmatan gulai kambing yang mengepul, dengan santan yang kental dan daging kambing dengan aroma khas berwarna kuning.

“Duh nikmat sekali…!!!” gumam Bambang. “Iya deh Bu, aku setuju. Enakan makan gulai kambing dingin-dingin seperti ini!!!” Seru Bambang.

Sepasang suami-istri itu sepakat menginginkan gulai kambing dalam suasana dingin di bawah guyuran hujan.

Keinginan itu laksana doa dari mereka. Dalam ketiadaan materi mereka hanya bisa berharap dan berkhayal. Namun apa yang terjadi kemudian???

Bambang lalu mengisahkan bahwa kemudian hujan terdengar berhenti mengguyur. Lalu terdengar suara pintu diketuk oleh seseorang dari luar.

Bambang memberi isyarat kepada Wieke untuk segera membukakan pintu.

Wieke bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu.

Terdengar pembicaraan Wieke dengan seseorang. Bambang yakin bahwa Wieke sudah menutup pintu itu kembali.

Namun aneh, Wieke tidak datang lagi menemui suaminya. Bambang menunggu beberapa lama. Ia menunggu dan menunggu, “Aneh, kenapa istriku tak muncul-muncul?” gumamnya.

Bambang pun memanggil-manggil istrinya, “Bu, ada apa Bu, ada apa?!” Sementara yang dipanggil tidak memberi jawaban.

Bambang penasaran dan ia bangkit untuk menyusul istrinya di depan pintu.

Ternyata ia dapati istrinya sedang terpaku berdiam diri. Ada pemandangan yang aneh di sana!!!

Ia dapati kini istrinya berdiri menunduk sambil memegang sebuah nampan.

Di atas nampan itu terdapat sebuah mangkuk, lalu mangkuk itu ditutupi dengan sebuah kertas cokelat pembungkus nasi.

“Lalu mengapa istriku berdiam diri seperti itu?” Batin Bambang.

“Bu, ada apa Bu, ada apa?!” Sekali lagi Bambang bertanya.

Namun tetap saja Wieke tidak memberi jawaban.

Lalu batin Bambang semakin kacau, bahkan ia menduga jangan-jangan ada seorang tetangganya yang baru saja meninggal sehingga membuat istrinya menjadi sedih dan terdiam.

“Ada apa, Bu?” Bambang kini memegang kedua bahu istrinya.

Maka Wieke pun terlihat meneteskan air mata di pipinya. Wieke tak sanggup berkata apa pun membalas pertanyaan suaminya.

Kini Wieke membuka kertas pembungkus yang menutupi mangkuk di atas nampan. Saat kertas itu disingkap, maka Wieke hanya bisa berkata, “INI GULAI KAMBING, PAK!”

Subhanalllah, begitu cepat Allah Swt. menghadirkan keinginan para hamba-hamba-Nya.

Hidup laksana di surga. Apa pun yang diinginkan, selalu Allah hadirkan. Lalu, nikmat Tuhan yang mana lagi hendak engkau dustakan?!

#AllahMencintaimu

Elegi Tanggal Tua Menurut Hadist

Elegi Tanggal Tua Menurut Hadist

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 12, 2022 – in Kata Usbob

Elegi Tanggal Tua Menurut Hadist/pixabay/MaeM

ASKAR KAUNY – Tanggal tua bukan cuma masalah bagi para karyawan kebanyakan, namun juga dirasakan oleh pengusaha.

Saat itu Kasim puyeng tujuh keliling. Besok tanggal gajian, namun staf keuangan bilang bahwa saldo gak cukup buat bayar gajian.

“Berapa lagi kurangnya?” Kasim bertanya via sms.

“350 juta, pak” balas anak buah.

Baca juga: SOP KAMBING ATAU GULAI? – Kata Usbob

Perjalanan menuju kantor menjadi suram. Seperti mendung besar nan gelap menggayut di langit hidup Kasim pagi itu.

Ia masuk kantor, namun kali itu ia tidak langsung duduk di belakang meja. Ia pergi ke toilet untuk berwudhu dan ia dirikan shalat dhuha untuk meminta kepada Rabb nya.

2 rakaat ia jalani. Tak puas, ia tambah 2 rakaat lagi. Usai itu, ia sholat lagi. 6 rokaat dhuha baru saja ia selesaikan dengan salam, tiba-tiba ia dengar hape berbunyi tanda sms masuk.

Ia buka dan seketika ia bertakbir, “Allahu Akbar!”

Matanya berkaca membaca pesan di layar…

“Alhamdulillah ada dana masuk pak sebesar 360 juta dari salah satu rekanan kita. In sya Allah besok bisa gajian”

Ya Allah, begitu cepat Engkau memberi hamba yang meminta

عَنْ نُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ الْغَطَفَانِىِّ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ ».

Dari Nu’aim bin Hammar Al Ghothofaniy, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.”

HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451

#AllahMencintaimu

Kata Usbob Lainnya

PANTAT LOW BED

PANTAT LOW BED

“Pak, seperti orang lagi kelebihan duit aja. Ngapain bagi-bagi duit sampai segitu banyak?!” Tanya Ima kepada Zainal, suaminya.
“Sudahlah Ma, pokoknya aku mau berbagi rezeki kepada keluarga di kampung kita ini, insya Allah pasti dibalas berlipat-lipat oleh-Nya,” jelas Zainal kepada Ima.
*
Tahun itu Zainal sedang pulang mudik Idul Fitri ke kampungnya di Maninjau, Bukit Tinggi. Sebagaimana orang awak di perantauan, kembali ke kampung setiap lebaran Idul Fitri adalah sebuah tradisi yang jangan sampai terlewatkan. Mereka yang mencoba peruntungan nasib di perantauan dan sudah sukses, akan kembali dengan membawa sedikit rezeki mereka setiap lebaran demi berbagi untuk handai taulan di kampung yang kurang bernasib baik.
Itu juga yang dilakukan Zainal setiap tahun. Namun, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2004, Zainal membawa uang untuk disedekahkan dengan nilai hampir Rp. 40 juta. Padahal di tahun sebelumnya, kisaran sedekah yang ia berikan antara 5-10 juta saja.
*
Silakan lanjutannya ada di link berikut:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=453071862870438&id=100045028846718

#AllahMencintaimu

Kata Usbob Lainnya

TOLONG BELI HANDUK INI!

TOLONG BELI HANDUK INI!

Dari Abdullah bin Mas’ud Ra bahwa Rasulullah Saw. bersabda,
“Sedekah akan jatuh di tangan Allah, sebelum sedekah itu diterima oleh tangan peminta.” (Al Hadits)

Pagi itu Yudi, -bukan nama asli- sedang menyantap sarapan pagi bersama istri dan dua orang anaknya. Saat itu waktu menunjukkan pukul 05.20 WIB. Mereka bergegas menyantap sarapan. Itulah kebiasaan Yudi sekeluarga setiap hari. Mereka harus meninggalkan rumah setengah enam pagi kalau tidak ingin terlambat dalam aktivitas keseharian.
Namun dalam ketergesaan di pagi buta itu, terdengar suara pintu diketuk oleh seseorang. Istri Yudi segera berjalan ke arah pintu depan. Di sana rupanya ada seorang ibu tetangga rumah beserta anaknya yang datang dengan sebuah bungkusan.
“Ada apa, ibu?” tanya istri Yudi.
“Boleh saya bertemu dengan pak Yudi?” tanya sang tamu.
Perempuan itu dipersilakan masuk. Ia menunggu di ruang tamu, sementara Yudi menyelesaikan sarapan.
Usai itu, Yudi datang menyapa. Ia menanyakan ada apa gerangan. Di sisinya sang istri turut mendengarkan.
Ibu sang tamu kemudian berkata lirih, “Pak Yudi, tolong beli handuk ini!”
*
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=450710243106600&id=100045028846718

#AllahMencintaimu

Kata Usbob Lainnya