Menanamkan Memory Permanen lewat Dongeng – Kata Usbob

Menanamkan Memory Permanen lewat Dongeng – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi dongeng/pixabay

ASKAR KAUNY – Hal favorit bagi saya dan – juga anda- saat kecil dulu adalah DONGENG.

Setiap malam begitu ditunggu. Di pelukan atau dipangkuan ayah – bunda, kita menangkap setiap kisah, lakon dan kejadian dalam dongeng yang diceritakan.

Emosi dan imajinasi terbawa mimpi. Menjadi karakter dan mengasah kecerdasan.

Baca juga: Hafal Al Quran Sejak dalam Kandungan

Ya, dongeng sungguh mengasah kecerdasan anak! Meletupkan imajinasi. Membongkar segala batas. Melakukan apa saja yang bisa dikhayalkan.

Dongeng mengasah kecerdasan otak kanan. Dan mempertajam kecerdasan emosi. Dahsyatnya lagi, dongeng sebelum tidur akan menjadi memori permanen selamanya. Tak mungkin terlupa, sungguh!

Saya yakin Anda punya dongeng favorit yang pernah diceritakan sebelum tidur oleh orang tua mu dulu!

Apakah kisah dongeng favorit mu? Cinderella kah? Si kancil mencuri ketimun? Joko Tingkir yang perkasa? Atau Gatot kaca? Ayo beritahu aku apa judul nya?!

Jika sungguh Anda mencintai kisah dongeng itu, maka Anda akan hafal sehafal-hafalnya. Bisa kembali menceritakannya.

Terlihat jelas warna-warni nya, terekam emosinya dan segala detail cerita yang ada di dalamnya. Dan khayalan mu tentang dongeng itu sungguh sempurna!

Nah, jika Anda sudah memahami bahwa dongeng itu mengasah kecerdasan emosi, meningkatkan fantasi dan memperkuat memory jangka panjang…

sekarang saya akan ajak Anda melakukan hal yang sama dalam menghafal Al-Qur’an.
Bisa kita mulai sekarang…?!

Sudah pernah dengar kisah Ashabul Ukhdud?!

Kisah ini ada dalam QS. 85 Al Buruj. Hafalkan bersama buah hati mu ayat-ayatnya. Pahami maknanya. Dan kisahkan jelang tidur tentang kisah Ashabul Ukhdud.

Kisah heroik tentang anak muda yang hebat. Beriman kuat. Diizinkan Allah untuk membunuh hewan buas, dan mengobati banyak orang sakit.

Sehingga banyak orang beriman kepada Allah dan mengusik amarah raja lalim.

Pemuda beriman itu diancam untuk dibunuh. Gurunya digergaji hingga mati terbelah. Namun imannya tidak gentar.

Ia pun diancam dibunuh dengan dilempar dari atas gunung. Namun ia masih Allah selamatkan, meski gunung bergetar dan membunuh dan menimbun para prajurit raja lalim.

Ia diancam untuk ditenggelamkan di tengah laut. Para prajurit membawanya dengan kapal. Sebuah makar untuk membunuh pemuda beriman.

Namun pertolongan Allah hadir. Kapal terbalik di laut. Semua mati, kecuali pemuda beriman yang Allah tolong.
Raja lalim kehabisan akal.

Namun pemuda itu berkata bahwa yang mampu mematikan aku hanyalah Allah saja. Jika engkau mau membunuhku, maka saliblah diriku di atas batang pohon dan panahlah aku dengan busur milikku.

Jangan lupa untuk bilang, “Dengan menyebut nama ALLAH, Tuhan si pemuda ini”

Eksekusi itu dilakukan, dan benar saja pemuda itu terbunuh syahid. Namun kematian pemuda membuat banyak orang-orang beriman kepada Allah Ta’ala.

Maka semua orang yang beriman disiksa dengan membuat parit yang besar. Dikumpulkanlah kayu bakar. Dan dinyalakan api besar.

Semua mereka yang beriman diancam untuk dilemparkan kedalam parit api atau keluar dari agama Allah?

Namun semua orang memilih untuk mati dalam iman.

Hingga akhirnya ada seorang ibu beriman yang menggendong bayi. Para prajurit mengancam sang ibu bahwa bayi nya akan dilempar ke dalam api.

Namun atas izin Allah, bayi itu mampu bicara dan berpesan kepada ibunya untuk bersabar dalam keimanan. Maka keduanya dilempar ke dalam parit api. Dan keduanya syahid di jalan Allah.

Allahu Akbar!!!

Kisah hebat ini adalah surat Al Buruj. Bacakanlah kisah keren ini sebagai dongeng sebelum tidur untuk buah hati mu…

Biarkan imajinasi nya tumbuh. Keimanannya kepada Allah mengakar. Ghirahnya kepada Islam dan kaum beriman membara.

Dan keesokan paginya ajaklah buah hatimu untuk menghafalkan ayat demi Ayat surat Al Buruj.
Berapapun dia bisa untuk hafalkan dalam sehari. Sertakan maknanya saat menghafal.

Maka akan Anda dapati ia akan mampu menghafalkan nya dengan rasa….dengan khusyuk… dengan keimanan….

Dan Anda kelak akan dapati ia membacanya dalam sholat atau banyak kesempatan sambil berlinang air mata.

Ia akan bangga mati dalam iman kepada Allah, suatu saat… seperti pemuda hebat itu dan mereka yang membela keimanan.***

Kata Usbob Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.