Wakaf Alquran

Wakaf Alquran

Istilah wakaf dalam agama Islam tentu sudah tidak asing lagi. Salah satu yang paling umum adalah wakaf tanah yang ditujukan untuk kepentingan umum, seperti membangun masjid atau makam. Namun selain tanah, wakaf Alquran juga bisa menjadi media untuk melakukan amal jariyah.

Pengertian Wakaf Alquran

Pada dasarnya wakaf merupakan salah satu praktik sedekah harta secara permanen dengan membatasi pemanfaatannya untuk hal-hal yang baik dan diperbolehkan dalam syariat Islam. Tujuan utamanya adalah memberikan manfaat bagi masyarakat dan umat Islam.

●Pengertian Wakaf dari Segi Bahasa
Dari segi bahasa, al-waqf berasal dari bahasa Arab yang maknanya adalah al-habsu atau al-man’u yang artinya berhenti, menahan, diam atau mengekang. Jika dikaitkan dengan harta seperti tanah, hewan dan lainnya maka bisa berarti pembekuan hak milik untuk manfaat tertentu.

●Pengertian Wakaf dari Segi Istilah Syariat
Dari segi istilah syariat, wakaf bisa diartikan sebagai menahan hak milik atas materi maupun benda dari pewakaf dengan tujuan untuk menyedekahkan manfaatnya bagi kepentingan umat Islam, kepentingan agama maupun penerima wakaf yang telah ditentukan pewakaf.

Selain wakaf tanah, wakaf juga bisa berupa Alquran. Dengan kata lain, seseorang bisa saja mewakafkan Alquran dengan tujuan agar memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya adalah sebagai media untuk membaca dan menghafal Alquran.

Waqaf al qur’an adalah sebuah bentuk sedekah berupa kitab suci. Mewakafkan Alquran bisa mendatangkan pahala yang berlipat, yaitu pada saat berwakaf dan pada saat Alquran yang diwakafkan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penerima wakaf.

Dengan demikian maka pahala bukan hanya terbatas bagi yang membacanya saja tetapi juga orang yang berwakaf. Dengan mewakafkan Alquran maka diharapkan bisa menjadi amal jariyah bagi yang mewakafkannya.

Yaitu amalan yang pahalanya tetap mengalir dan tidak terputus meskipun yang bersangkutan sudah meninggal dunia. Seperti Firman Allah dalam QS. Al Imran 92 yang artinya:

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”

Niat Wakaf Alquran

Mewakafkan harta benda untuk kepentingan masyarakat dilakukan dengan tujuan yang baik sehingga memberikan manfaat bagi orang banyak. Demikian juga ketika seorang muslim mewakafkan Alquran, maka diharapkan bisa memberikan manfaat untuk syiar Agama Islam.

Adapun salah satu syarat untuk memperjelas perkara wakaf, termasuk dalam hal ini Alquran adalah lafaz wakaf atau niat untuk mewakafkan Alquran. Dengan kata lain, seseorang yang hendak mewakafkan harta bendanya termasuk Alquran maka bisa melafazkan ikrar wakaf.

Adapun syarat untuk lafaz ikrar wakaf (shigah) adalah:
●Lafaz ikrar wakaf harus berisi kata-kata terkait kekalnya wakaf atau ta’bid dan tidak akan sah jika lafaz wakaf menunjukkan adanya waktu yang dibatasi.
●Ucapan atau lafaz wakaf bisa segera direalisasikan tanpa ada syarat tertentu.
●Lafaz wakaf bersifat pasti dan jelas serta tidak mengandung makna lain.
●Lafaz wakaf tidak diikuti oleh syarat tertentu yang membatalkan.
Salah satu contoh lafaz wakaf adalah seperti berikut:

“Aku mewakafkan masjid ini untuk kepentingan umat Islam di kampung ini.”
Pernyataan lafaz wakaf sendiri bisa dilakukan secara lisan, tulisan maupun isyarat yang bisa dipahami sesuai keinginan pewakaf.

Selain itu, lafaz wakaf juga bisa dibedakan menjadi dua:
●Lafaz sharih, yaitu lafaz yang menunjukkan wakaf dengan jelas dan tidak mengandung makna lain di dalamnya.
●Lafaz kinayah, yaitu lafaz yang mengandung makna wakaf atau tanda-tanda yang bermakna wakaf meskipun tidak secara langsung.

Wakaf Alquran untuk Orang yang Sudah Meninggal

Ada perbedaan pendapat diantara ulama tentang sampainya pahala sedekah atau wakaf bagi orang yang sudah meninggal.

Ulama bersepakat jika pahala wakaf atau sedekah termasuk wakaf Alquran kepada orang tua kandung yang sudah meninggal hukumnya boleh.

Hal ini berdasarkan sebuah hadits riwayat Bukhari, “Bahwasanya Sa’ad bin ‘Ubadah ditinggal mati oleh ibunya, sedangkan ia tidak berada bersamanya, maka ia bertanya, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya ibuku meninggal dunia, dan aku sedang tidak bersamanya. Apakah bermanfaat baginya apabila aku menyedekahkan sesuatu atas namanya?” Beliau menjawab, “Ya.” Dia berkata, “Sesungguhnya aku menjadikan engkau saksi bahwa kebun(ku) yang berbuah itu menjadi sedekah atas nama ibuku.”

Lewat hadits ini menghadiahkan pahala kebaikan seperti halnya pahala wakaf bagi orang tua yang sudah meninggal hukumnya adalah boleh.

Sementara menghadiahkan pahala wakaf Alquran kepada orang lain terdapat perbedaan diantara para ulama.

Yang membolehkan mengambil hukum bolehnya mengirim pahala sedekah dan wakaf bagi orang tua yang meninggal. Hal yang sama juga menjadi dasar bagi yang tidak membolehkan. Mereka berpendapat, hadits ini dikhususkan saja kepada orang tua saja bukan orang lain.

Allahua’lam bi showwab

Oase Hati Lainnya

Mukjizat Alquran

Mukjizat Alquran

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan mukjizat kepada para nabi dan rasul terdahulu, dan salah satu mukjizat terbesar yang diberikan Allah adalah Alquran. Berbeda dari mukjizatnya para nabi yang sifatnya indrawi, mukjizat Alquran sifatnya kekal, rasional dan berlaku sepanjang masa.

Mukjizat yang ada di dalam Alquran merupakan kelebihan-kelebihan yang menjadi bukti kebenaran. Alquran adalah kitab suci bagi umat Islam yang menjadi petunjuk dan pedoman bagi manusia di sepanjang zaman.

Pengertian Mukjizat Alquran

Mukjizat Alquran adalah suatu peristiwa yang sangat luar biasa pada Alquran yang terjadi melalui Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagai bukti kenabian yang ditantangkan kepada siapa saja yang ragu untuk mendatangkan hal yang serupa namun tidak mampu melakukannya.

Mukjizat alquran dari segi bahasa berasal dari kata a’jaza yang artinya adalah sesuatu yang melemahkan atau mengalahkan, sementara pelakunya adalah mu’jiz. Dengan kata lain, mukjizat adalah hal luar biasa dan diperlihatkan Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui para nabi dan rasul sebagai bukti kenabiannya.

Di dalam Al-Qur;an sendiri terdapat banyak kisah dan cerita tentang mukjizat dari Allah Ta’ala melalui para nabi dan rasul-Nya. Dengan demikian dapat dipahami jika mukjizat pada Alquran merupakan kelebihan yang ada di dalamnya dan menjadi bukti kebenaran.

Alquran telah memberitakan tentang segala sesuatu yang telah dan akan terjadi, seperti peristiwa-peristiwa besar yang akan terjadi dalam kehidupan. Sementara untuk bukti-bukti kebenaran yang berasal dari luar Alquran, maka hal itu tidak termasuk dalam mukjizat kitab Alquran.

Mukjizat Alquran Menurut Ulama

Para ulama banyak yang telah mempelajari Alquran sebagai mukjizat terbesar sepanjang masa. Adapun ilmu yang secara khusus mempelajari kemukjizatan Alquran disebut dengan ilmu I’jazil Qur’an.

Para ulama sedikit berbeda pendapat mengenai aspek yang dikaji dalam ilmu tersebut, namun jika disimpulkan kajian di dalam ilmu I’jazil meliputi aspek kebahasaan, berita-berita ghaib, aspek syariat atau hukum serta aspek ilmu pengetahuan.

Menurut Quraish Shihab, kemukjizatan Alquran bisa diartikan sebagai keistimewaan-keistimewaan di dalam Al-Quran yang sangat luar biasa. Mukjizat sendiri hanya bisa didapatkan oleh para nabi dan rasul.

Kemukjizatan Alquran juga bisa terlihat dari keindahannya yang merupakan bukti kekuasaan dan keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala atas segala firman-Nya. Dengan segala kemukjizatannya tersebut, maka tidak diragukan lagi jika Alquran merupakan kitab suci yang harus diimani oleh seluruh manusia.

Mukjizat Alquran dari Segi Ilmu Pengetahuan

Salah satu aspek kemukjizatan Alquran adalah ilmu pengetahuan. Alquran merupakan kitab yang di dalamnya mengandung kebenaran dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan khususnya sains. Yang pada masa diturunkannya Alquran ilmu tersebut belum ada dan di luar kemampuan manusia.

Seiring dengan perkembangan zaman, hingga saat ini telah banyak hasil penelitian yang sesuai dan mengungkap kebenaran melalui isyarat-isyarat di dalam Alquran yang telah menunjukkan kemukjizatan Alquran.

Kajian mengenai kemukjizatan Alquran dari segi ilmu pengetahuan bukanlah untuk menjustifikasi hasil penelitian dengan ayat-ayat Alquran atau memaksakan penafsiran Alquran. Karena kajian dilakukan dengan kesadaran bahwa Alquran sifatnya mutlak sementara ilmu pengetahuan bersifat relatif.

Banyak sekali penemuan di bidang ilmu pengetahuan yang memiliki relevansi dengan kemukjizatan Alquran. Bahkan beberapa peneliti mengungkapkan bahwa semakin banyak penemuan ilmiah yang dihasilkan, maka hal itu akan semakin membuktikan dan menguatkan kemukjizatan Alquran.

Alquran merupakan kitab suci Agama Islam yang kemukjizatannya telah terbukti dan berlaku sepanjang masa. Di dalamnya terdapat firman Allah Yang Maha Kuasa sehingga tidak ada satupun makhluk yang mampu menandinginya. Alquran adalah petunjuk dan mukjizat terbesar yang pernah ada.

Oase Hati Lainnya

Keutamaan Dzikir dalam Alquran

Keutamaan Dzikir dalam Alquran

Dzikir Alquran memiliki banyak keutamaan sehingga umat Islam sangat dianjurkan untuk melakukannya. Bukan hanya memberikan ketenangan, dzikir juga bisa menjadi penghapus dosa dan melancarkan rezeki.

Seperti yang telah disebutkan dalam QS. Ar-Rad ayat 28 berikut ini: “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

Dzikir dalam Alquran

Dzikir merupakan salah satu bentuk ibadah untuk mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dzikir bisa dilakukan dengan cara menyebut dan memuji asma Allah. Dzikir sendiri merupakan kewajiban umat Muslim yang tercantum di dalam Alquran.

Adapun ucapan dzikir yang paling utama adalah kalimat “Laa Ilaaha Illallaah” yang artinya adalah Tidak ada Tuhan selain Allah. Sementara untuk doa yang paling utama adalah “Alhamdulillah” yang artinya adalah segala puji bagi Allah.

Beberapa Keutamaan dzikir di dalam Alquran antara lain:

●Memberikan Ketenangan dan Ketenteraman
Umat manusia tidak pernah lepas dari masalah yang dialami selama hidupnya, namun dengan berdzikir hal itu bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan ketenangan. Dengan dzikir seseorang akan lebih sabar dan tenang dalam mengambil keputusan.

●Menjadi Penghapus Dosa
Dzikir dalam Alquran bisa mencegah seseorang dari perbuatan dosa, sebagai penghapus dosa serta menyelamatkan dari siksa api neraka.

●Dijanjikan Surga
Dzikir adalah mengingat Allah, dan ibadah ini sangat disukai Allah. Oleh karena itu jika seseorang senantiasa berdzikir setiap hari maka Allah pun menjanjikan hadiah yang luar biasa yaitu surga.

●Dijauhkan dari Godaan Setan
Semakin tinggi intensitas seorang hamba dalam berdzikir dan mengingat Allah, maka hal itu akan meningkatkan keimanannya kepada Allah Ta’ala. Dengan keimanan yang tinggi, maka setan pun enggan untuk mendekati.

●Lebih Dekat dengan Allah
Dzikir bisa menjadi sarana bagi seorang hamba untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Hal ini seperti yang telah disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Hadits Riwayat At-Tirmidzi no. 3377.

Bahwasanya perbuatan yang terbaik dan paling suci di hadapan Allah dan paling mengangkat derajat manusia yang lebih baik dari infak emas maupun perak adalah dzikir kepada Allah Yang Maha Tinggi.

Selain itu dzikir Alquran juga memiliki keutamaan lainnya seperti melancarkan rezeki, mendapatkan perlindungan Allah, mendapatkan kebahagiaan setelah mati, serta mendapatkan kebaikan. Dzikir juga bisa menyehatkan otak karena ketika berdzikir otak akan terlibat secara aktif.

Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang

Dzikir Alquran merupakan amalan yang disukai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga Beliau SAW tidak pernah sekalipun melewatkan untuk dzikir setiap hari. Inilah mengapa berdzikir sangat dianjurkan bagi umat Muslim. Karena dengan mengamalkan dzikir termasuk menjalankan sunnahnya.

Dzikir pagi sesuai Alquran dan sunnah bisa dilakukan pada saat Subuh hingga matahari terbit. Namun boleh juga dilakukan hingga matahari bergeser atau mendekati waktu Zhuhur. Dzikir di waktu pagi bisa diawali dengan kalimat ta’awudz kemudian membaca Ayat Kursi, Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Naas.

Dzikir petang sesuai Alquran dan sunnah bisa dilakukan ketika matahari tenggelam atau di waktu maghrib hingga di pertengahan malam. Dzikir di waktu petang bisa diawali dengan kalimat ta’awudz, kemudian membaca Ayat Kursi, Al Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas.

Selanjutnya bisa dibaca doa-doa lainnya untuk memohon perlindungan serta pertolongan dan rahmat dari Allah sesuai dengan yang ada di dalam Alquran maupun Hadits.

Keutamaan Dzikir Baca Alquran

Membaca Alquran merupakan dzikir yang utama dan sekaligus sebagai ibadah yang dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dzikir Alquran memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah mendapatkan balasan pahala yang berlipat ganda, menghapus dosa, serta mendapatkan syafa’at.

Salah satu ibadah yang paling agung adalah membaca Alquran. Dengan demikian dzikir Alquran yang dilakukan secara rutin sebagai dzikir pagi dan petang akan mendatangkan banyak manfaat dan keutamaan bagi yang melaksanakannya. Wallahu a’lam bishawab.

Oase Hati Lainnya

Belajar Tahsin Alquran

Belajar Tahsin Alquran

Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang di dalamnya terdapat firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Membaca Alquran akan memberikan hikmah dan pahala sehingga dalam membacanya pun harus dengan tahsin Alquran.

Istilah tahsin sendiri sering dikaitkan dengan tajwid yaitu memperbaiki bacaan. Dengan membaca Alquran secara tahsin maka hal itu akan memelihara Alquran dari kesalahan. Karena tanpa tahsin, bisa merusak lafadz Alquran dan membuat kandungan makna di dalamnya berubah.

Pengertian Tahsin Alquran

Tahsin berasal dari kata hasana, yuhasinu, tahsiun yang bisa diartikan sebagai memperbaiki, menghiasi, membaguskan, mempercantik atau membuat lebih baik dari sebelumnya. Dengan kata lain, tahsin Alquran adalah upaya untuk membaguskan dan memperbaiki bacaan Alquran.

Bacaan Alquran yang baik dan benar memiliki banyak keutamaan, diantaranya adalah memuliakan Alquran. Di dalam Alquran terdapat firman Allah sehingga umat muslim tidak boleh membacanya dengan sembarangan. Tujuannya adalah agar tidak mengubah arti dan makna yang ada di Alquran.

Hal ini sesuai dengan firman Allah di dalam QS. Al Muzammil: 4, yang artinya: “Dan bacalah Alquran itu dengan tartil”.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memerintahkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam untuk membaca Alquran dengan tartil. Yaitu dengan cara memperindah pengucapan setiap hurufnya atau bertajwid.

Jadi inti dari membaca tartil adalah membaca secara pelan dan jelas setiap hurufnya dan memenuhi cara pembacaan huruf yang benar. Adapun tujuan dari mempelajari ilmu tajwid atau tahsin tilawah Alquran adalah menjaga lidah dan kesalahan ketika sedang membaca Alquran.

Materi Tahsin Alquran

Secara garis besar, dalam mempelajari dan membaca Al-Quran, maka materi untuk tahsin atau tajwid Alquran meliputi beberapa hal seperti berikut:
●Makharijul huruf, yaitu tempat keluar masuknya huruf.
●Shifatul huruf, yaitu sifat-sifat dari huruf.
●Ahkamul huruf, yaitu hukum-hukum huruf.
●Ahkamul maddi wal qasr, yaitu panjang dan pendek bacaan.
●Ahkamul waqaf wal ibtida’, yaitu memulai dan menghentikan bacaan.

Metode Tahsin Alquran

Mengajarkan ilmu tajwid dan tahsin pada anak sejak usia dini adalah hal yang sangat baik. Oleh karena itu perlu diterapkan metode tahsin dan tajwid Alquran yang paling efektif agar hasilnya maksimal. Dalam hal ini metode yang digunakan haruslah menyenangkan agar anak tidak malas belajar.

Salah satu metode tahsin yang bagus untuk diterapkan adalah metode talaqqi. Metode ini sering digunakan dalam kegiatan TPA. Dari segi bahasa, talaqqi artinya adalah saling berhadapan atau bertemu.

Berdasarkan arti tersebut maka dalam mengajarkan ilmu tajwid dan tahsin, guru akan berhadapan dengan santri dan membenarkan bacaan secara langsung. Baik dari segi makharijul huruf maupun shifatul huruf. Talaqqi ini juga bisa dilakukan dalam satu kelas atau talaqqi jama’i.

Adapun metode yang bisa dilakukan adalah seperti berikut:
1.Guru dan santri saling berhadapan.
2.Santri membaca Al-Fatihah yang dimulai dari bacaan ta’awudz serta basmalah.
3.Jika ada kesalahan dalam bacaannya maka guru wajib membenarkan.
4.Metode ini berlangsung selama santri menyelesaikan bacaan di depan gurunya.

Metode ini berbeda dari metode setoran hafalan pada umumnya, karena pengucapan makhraj-nya harus benar-benar sempurna. Oleh karena itu, dalam penerapannya guru yang mengajar harus menguasai metode tersebut, dan disarankan mencari guru yang beriwayat dari Syam.

Meskipun bisa juga belajar secara otodidak melalui YouTube, grup Whatsapp tahsin tilawah Al- Qur’an, ataupun video, namun hasil belajar dari metode talaqqi bersama guru secara langsung jelas akan sangat berbeda.

Membaca Alquran secara tartil bisa diartikan dengan membaca perlahan dan jelas sesuai hukum tajwid atau tahsin Alquran. Tujuan utamanya adalah untuk memuliakan Alquran serta tidak mengubah arti dan makna yang ada di dalamnya, mengingat Alquran adalah firman dari Allah SWT.

Oase Hati Lainnya

Muhsaf Alquran

Mushaf Alquran

Istilah mushaf Alquran tentu sudah tidak asing lagi bagi kaum muslim karena sangat identik dengan Alquran itu sendiri yang merupakan kitab suci Agama Islam. Beberapa ulama berpendapat bahwa mushaf tidak harus mencakup seluruh ayat, asal ada ayat Alquran maka sudah termasuk mushaf.

Terkait dengan pembahasan mengenai mushaf, berikut ini adalah ulasan tentang pengertian, sejarah serta susunan mushaf yang perlu diketahui.

Pengertian Mushaf Alquran

Pengertian tentang mushaf yang berhubungan erat dengan Alquran bisa dibedakan menjadi dua, yaitu:

●Pengertian dari Segi Bahasa

Kata mushaf dalam kamus Bahasa Arab bisa diartikan sebagai nama dari kumpulan lembaran yang telah tertulis dan diapit oleh dua sampul.

●Istilah para Ulama

Sementara para ulama memberikan definisi mushaf sebagai nama dari apa saja yang telah dituliskan di atas kalamullah (Alquran) yang ada pada dua sampulnya.

Al-Qalyubi menjelaskan bahwasanya mushaf alquran adalah sebuah kumpulan ayat, namun tidak harus berupa seluruh ayat Alquran. Asalkan di dalamnya ada ayat Alquran walaupun hanya satu hizb saja maka hal itu sudah termasuk mushaf.

Keterangan tersebut bisa ditemukan dalam Kitab Hasyiyatu Al-Qalyubi halaman 35 serta Kitab Hasyiyatu Ad-Dasuqi jilid 1 halaman 125.

Sejarah Mushaf Alquran

Kumpulan lembaran ayat Alquran atau mushaf Alquran dibukukan pada masa Khalifah Utsman bin Affan. Mushaf tersebut dibakukan penulisannya pada tahun 646 Masehi atau 25 Hijriyah. Mushaf yang ada di masa kekuasaan Utsman bin Affan tidak dilengkapi tanda baca atau tidak berharakat.

Seorang ahli bahasa yang bernama Abu Al-Aswad Ad-Du’ali kemudian merumuskan tanda harakat serta titik untuk menghindari kesalahan membaca atas perintah Khalifah Ali bin Abi Thalib.

Terkait bacaan Alquran, Hudzaifah bin Yaman mengkhawatirkan adanya pertikaian di kalangan umat Islam. Kekhawatiran tersebut kemudian disampaikan kepada Khalifah Utsman bin Affan untuk mendapatkan penyelesaian.

● Langkah Awal Khalifah Utsman bin Affan

Sebagai langkah awal, Khalifah Utsman bin Affan meminta semua kumpulan naskah Alquran yang masih berserakan di masa pemerintahan Abu Bakar dan disimpan oleh Hafsah binti Umar.

● Khalifah Utsman bin Affan membentuk Tim Khusus

Selanjutnya Khalifah Utsman bin Affan membentuk tim khusus yang diketuai oleh Zaid bin Tsabit serta beranggotakan Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman bin Haris.

Tugas mereka adalah membukukan setiap lembaran yang lepas dengan cara menyalinnya kembali ke dalam sebuah buku atau mushaf. Dalam penulisan ulang, Khalifah Utsman bin Affan meminta agar berpedoman pada mereka yang telah menghafalkan Alquran.

●Al-Mushaf

Salinan dari kumpulan Alquran tersebut dikenal dengan istilah Al-Mushaf dan diperbanyak menjadi 5 buah. Empat mushaf dibawa ke Makkah, Basra, Suriah serta Kufah. Sementara satu naskah lainnya tetap berada di Madinah.

Adanya perbedaan dalam hal pembacaan Alquran memang telah menimbulkan perpecahan di kalangan umat muslim. Khalifah Utsman bin Affan memerintahkan semua gubernur untuk menghancurkan semua mushaf yang ada di masyarakat dan menggantinya dengan mushaf Utsmani.

Sejak saat itu, mushaf Utsmani dengan nukilan yang mutawatir menjadi pegangan seluruh umat muslim sehingga tidak ada perselisihan di dalamnya. Mushaf ini tetap terpelihara hingga hari kiamat atas pemeliharaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Mushaf Alquran Madinah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ketika penyusunan ulang naskah ayat Alquran selesai dilakukan dan disalin hingga 5 buah, maka salah satu mushaf tetap berada di Madinah. Mushaf al quran yang disimpan di Kota Madinah bernama mushaf Al-Imam.

Susunan Mushaf Alquran

Alquran diawali dengan QS. Al-Fatihah sebagai pembuka yang terdiri dari 7 ayat. Mushaf di dalam Alquran diakhiri surah An-Nas yang terdiri dari 6 ayat.

Alquran merupakan kitab suci umat Islam yang di dalamnya terkandung firman Allah Yang Maha Suci. Allah pun telah menjamin dan menjaga Alquran serta memelihara kemurnian Alquran hingga hari kiamat. Wallahu a’lam bishawab.

Oase Hati Lainnya

Metode Membaca Alquran

Metode Membaca Al-Qur’an

Seorang Muslim harus dekat dengan Alquran. Kita dianjurkan untuk banyak membacanya, menghafal, memahami dan yang tak kalah penting mengamalkan.

Membaca Alquran adalah langkah awal dari kedekatan kita dengan Alquran. Lalu bagaimana jika kita sudah berumur namun belum bisa membaca Alquran? Atau saat kita sudah memiliki anak, metode membaca Alquran apa yang paling cocok?

Semangat umat dalam belajar membaca Alquran disambut dengan lahirnya beberapa metode membaca Alquran. Beragamnya metode ini memberikan umat banyak pilihan.

Sebab, buta huruf Alquran di negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia masih memprihatinkan. Kementerian Agama pada 2020 menyebut masih ada 65 persen Muslim di Indonesia yang buta huruf Alquran.

Lewat beragam metode terbaru, kita harapkan umat Islam di Indonesia bisa mengenal kitab sucinya. Kemudian mau memahami dan mengamalkannya.

Lalu apa saja metode membaca Alquran yang kini ramai digunakan di Indonesia? kita simak paparannya satu per satu.

Metode Qiroati

Metode membaca Alquran qiroati termasuk metode yang sudah ada cukup lama. Penyusun metode ini adalah KH Dachlan Salim Zarkasyi pada 1963.

Ciri khas dari metode qiroati adalah membaca tanpa jeda dan tartil. Kemudian standar yang sangat ketat dari satu pelajaran ke pelajaran lain.

Bagi kalangan umum, membaca Alquran dengan metode qiroati seperti membaca huruf hijaiyah dengan cepat, tanpa jeda.

Metode ini muncul karena Kiai Dachlan melihat masih banyak anak-anak yang belajar membaca Alquran tapi mengabaikan tentang tajwid.

Metode qiroati juga menggunakan sertifikasi pengajar yang resmi. Sehingga guru yang mengajar harus mendapatkan sertifikat/syahadah dari guru lain yang telah memiliki sertifikasi.

Metode ini banyak digunakan bagi pengajaraan membaca Alquran di sekolah maupun usia dini. Bukan hanya itu, metode qiroati juga mulai dipakai di beberapa negara seperti Singapura dan Malaysia.

Metode Ummi

Metode kedua yang paling banyak dipakai adalah metode ummi. Diambil dari semangat seorang ibu dalam memberikan pengajaran kepada anaknya.

Metode yang dipakai klasikal. Yang menarik setiap kelas hanya diisi sedikit murid, sekitar 10 orang. Sehingga pengawasan dan pengembangan kepada murid jauh lebih efektif.

Fungsi guru dalam metode ummi sangat vital. Guru dalam metode klasikal bisa memahami kondisi masing-masing siswa. Metode ummi juga mengajarkan kepada siswa bacaan-bacaan yang sulit atau gharib. Sehingga anak didik bisa diajarkan teknik membaca Alquran yang sulit.

Selain membaca Alquran dalam tiga tahun dengan tata kaidah yang benar, siswa juga bisa menghafal Juz Amma. Sehingga selain membaca Alquran dengan kaidah yang baik, murid juga bisa mulai belajar menghafal Alquran.

Metode Iqra

Metode yang cukup banyak diajarkan di Taman Pendidikan Alquran bisa jadi metode iqra.

Tapi siapa sangka, metode iqra adalah metode yang terinspirasi dari metode qiroati.

Metode Iqra dikenalkan oleh KH As’ad Humam pada 1988. Kiai As’ad termasuk salah satu murid KH Dachlan yang melahirkan metode qiroati.

KH As’ad mulai mengenalkan pengembangan dari metode yang terinspirasi dari Qiroati. Metode iqra dikembangkan bersama Team Tadarrus Angkatan Muda Masjid dan Mushalla (AMM) Yogyakarta.

Akhirnya metode Iqra mulai banyak dipakai oleh masyarakat. Salah satu sebabnya, buku metode iqra bisa dijualbelikan bebas. Sementara buku metode qiroati hanya dijual oleh guru yang tersertifikasi dan tidak diperjualbelikan bebas.

Metode an-Nahdliyah

Metode ini dikenalkan di Tulungagung. Metode ini dikembangkan oleh KH Munawir Kholid untuk belajar metode membaca Alquran cepat yang khas NU.

Pengembangan metode ini dibuat oleh tim ulama yang terdiri dari Kiai Munawir Kholid, Kiai Manaf, Kiai Mu’in Arif, Kiai Hamim, Kiai Masruhan, dan Kiai Syamsu Dluha.

Buku ini dibuat 6 jilid dan salah satu ciri khasnya adalah metode dengan menggunakan tongkat. Fungsi dari tongkat ini untuk menjaga irama bacaan sesuai dengan panjang pendeknya huruf.

Oase Hati Lainnya

Kesabaran  ( harusnya ) Tak Berbatas

Kesabaran ( harusnya ) Tak Berbatas

Kesabaran ( harusnya ) Tak Berbatas

Sabar itu ada batasnya!
Begitu kira-kira alasan sebagian orang kalau sedang marah. Mereka akan mencari pembenaran atas amarahnya. Bahwa sudah bersabar sekian lama, menyimpan amarah namun orang tak juga berubah.

Tapi, benarkah kesabaran itu ada batasnya? Coba simak ayat berikut,
“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),” (QS. Ar-Ra’d: 22)

Dari situ kita belajar bahwa kesabaran sejatinya tak berbatas. Kemampuan kita lah yang terbatas. Mari terus tingkatkan ketaatan pada Allah, terutama perbaiki shalat. Insyaa Allah kesabaran kita akan meningkat pesat.

Askar Kauny,
Wariskan Kebaikan

Oase Hati Lainnya

Sering Mendengar Al-Qur’an Sebagai Syafaat di Hari Kiamat? Begini Alasannya

Sering Mendengar Al-Qur’an Sebagai Syafaat di Hari Kiamat? Begini Alasannya

Sering Mendengar Al-Qur’an Sebagai Syafaat di Hari Kiamat? Begini Alasannya

Al-Qur’an adalah mu’jizat agung Nabi Muhammad yang diperuntukkan untuk seluruh umat manusia. Bukan hanya sebagai pedoman yang menjadi penolong di dunia saja namun juga di akhirat.

Dan salah satu janji Allah berupa pertolongan di akhirat adalah syafaat Al-Qur’an, yaitu diperuntukkan untuk siapapun yang di dalam hatinya ada kecintaan kepada Al-Qur’an. Dan wujud cinta kepada Al-Qur’an adalah dengan senantiasa membacanya, menghafalkannya dan mengamalkannya.

Lalu, bagaimana bentuk syafaat Al-Qur’an bagi siapapun yang berpegang teguh dan mencintainya?

“Al-Qur’an memberi syafaat dan dimintai syafaat, dan menjadi saksi yang diyakini (kebenarannya), barangsiapa yang menjadikannya sebagai imam, panutan, pedoman (dengan mengamalkan isi kandungannya) maka ia akan ditarik ke surga, dan barangsiapa yang menjadikannya di belakang punggungnya (meninggalkan isi kandungannya) maka ia akan ditarik ke neraka” (HR. Ibnu Hibban)

Dari hadis di atas, semakin kita yakin betapa Al-Quran adalah cahaya kebenaran yang abadi sinarnya, menerangi jalan hidup hamba hingga menuju tujuan yang di ridhoi Allah ta’ala. Semoga kita termasuk hamba yang selalu cinta Al-Qur’an dan mendapatkan syafaat darinya kelak.

Askar Kauny,
Wariskan Kebaikan

Oase Hati Lainnya

Doa Memohon Pertolongan

Doa Memohon Pertolongan

Doa Memohon Pertolongan

Adakalanya kesedihan menghampiri diri. Atau, keimanan menurun, yang menjadikan diri seolah tak memiliki daya upaya.

Di saat demikian, tentu kita sangat membutuhkan pertolongan Allah. Kita sangat mengharapkan kasih sayang-Nya untuk menenangkan.

Nah, sudah tahukah doanya?
Dari Anas, bahwa jika ada sesuatu yang membuat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersedih, beliau membaca, Ya hayyu ya qayyum birahmatika astaghiits. “Wahai Yang Maha Hidup, wahai Yang Maha Berdiri Sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Sunni)

Askar Kauny,
Wariskan Kebaikan

Oase Hati Lainnya

Sejauh Mana Sholat Merubahmu, Sejauh Itulah Kualitas Sholatmu

Sejauh Mana Sholat Merubahmu, Sejauh Itulah Kualitas Sholatmu

Sejauh Mana Shalat Merubahmu, Sejauh Itulah Kualitas Sholatmu

Sahabat Kauny, baiknya kualitas sholatmu menentukan kebaikan hidupmu. Maka jika hidupmu penuh kegaduhan segeralah bermuhasabah diri, segala kerusakan yang ada pada dirimu seringkali disebabkan oleh rusaknya kualitas sholat yang tidak menancap dalam hati.

Maka sudah berkualitaskah setiap takbir, rukuk dan sujud kita kepada Allah ta’ala?

“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku”. (Qs. Taha: 14)

Mari mulai perbaiki sholat kita dengan menjaga sholat berjamaah, agar kita merasakan kekhusyukan dan keikhlasan dari setiap gerakan sholat.

Imam Ahmad rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Ta’zhimu Qadri Ash Shalah, “Siapa saja yang meremehkan urusan shalat, ia akan didapati menyepelekan Islamnya. Sungguh kualitas Islam seseorang berbanding lurus dengan kualitas shalatnya. Dan loyalitasnya terhadap Islam sesuai kadar loyalnya terhadap shalat”

Askar Kauny,
Wariskan Kebaikan

Oase Hati Lainnya