Rezeki Rumah Miring

Rezeki Rumah Miring

“Mengapa kamu tidak percaya akan kebesaran Allah?” (QS Nuh [71]: 13)

Seorang ibu yang mengaku bernama Dessy datang menghampiri saya usai sebuah pertemuan. “Boleh berbicara sebentar, Pak?!” tanyanya. “Silakan bu…!” jawab saya.

Saat itu saya baru saja berbicara di hadapan sekelompok kaum ibu mengenai kebesaran Allah Swt dan bagaimana Dia Swt menjawab setiap doa hambaNya. Acara sudah usai dan saya tengah istirahat sejenak sambil menikmati hidangan yang disajikan tuan rumah.

Bu Dessy menyampaikan pengalamannya saat saya masih terus mengunyah. Begitu antusias ia menuturkan hingga saya pun mulai pasang telinga.
Ia mengabarkan bahwa ia bersyukur memiliki seorang suami yang amat shalih.

Keshalihan suami itulah yang membuat Dessy mengambil keputusan menikah dengannya, meskipun awalnya Dessy adalah seorang non-muslimah. Setelah beberapa tahun menikah dan dikaruniai dua orang anak, Dessy mendapati bahwa ia merasa tidak cocok dengan agama Islam, bahkan belakangan ia kembali kepada agama semula.

“Saya terus mencoba untuk membuat anak-anak ikut ke agama saya namun rupanya mereka lebih sayang kepada ayah mereka…” tutur Dessy.

Ia melanjutkan bahkan saking kuatnya pengaruh ketaatan beragama suaminya, anak-anak tumbuh menjadi keturunan yang shalih dan kuat berakidah.

Hingga Dessy menuturkan pengalaman dialognya dengan seorang anaknya yang berumur 4 tahun saat itu dan membuat jalan hidup Dessy kembali berubah.
“Kami saat itu sedang asyik bermain ayunan di taman…. Kami tertawa riang dan bercanda…..
Saat kami kelelahan bermain dan beristirahat sambil duduk di taman aku berkata kepada anakku, ‘Nak…, enak sekali ya bermain di taman seperti ini!’ Sang anak pun menjawab, ‘Ya Ma, asyik sekali… Tapi sayang ya kita cuma bisa bermain bersama di sini, tidak di surga.’jawab sang anak.”

“Memangnya mengapa kita tidak bisa main seperti ini di surga nanti?!” tanya Dessy keheranan. Anaknya yang tersayang itu menjawab, “Kita kan semua muslim, sementara mama bukan hamba Allah yang muslimah. Sedang surga hanya Allah berikan kepada hamba yang taat kepadaNya….”

DEGGG….! Hati Dessy tersentak. Ia tidak menyangka bahwa anaknya mampu berpikir sedemikian jauh. Hati Dessy menjadi galau. Matanya kini berkaca-kaca membayangkan bahwa ia tidak bisa berjumpa lagi dengan anaknya di surga nanti.

Namun sejurus kemudian ia malah berpikiran buruk terhadap suaminya. “Ini pasti ulah suamiku!” batin Dessy. Ia menyangka bahwa suaminya pasti telah mendoktrin anaknya sedemikian rupa.

Sore itu sepulang suaminya dari tempat bekerja Dessy menyerangnya habis-habisan. Anehnya meski Dessy berteriak-teriak dengan suara melengking, sang suami malah terlihat begitu tenang dan selalu tersenyum.

Begitu Dessy mereda sang suami memberinya penjelasan dan menyadarkan Dessy untuk kembali ke jalan Allah Swt. Alhamdulillah hati Dessy meluluh. Hidayah Allah Swt kembali lagi menyapanya.

Dessy berniat untuk kembali menjadi muslimah dengan satu syarat bahwa sang suami harus mencarikan seorang guru yang tepat untuk Dessy agar ia yakin dan mantap memeluk agama Islam.
Suami Dessy menerima syarat itu lalu ia mengajak Dessy untuk melakukan shalat Isya berjamaah. Maka Dessy kembali menyembah Allah Swt setelah sekian lama ia meninggalkanNya.

Shalat Isya di malam itu begitu sejuk terasa dalam batin Dessy dan suaminya. Sang suami bersyukur kepada Allah Swt sambil menitikkan air mata bahagia, sedang Dessy menengadahkan wajah dan kedua tangannya sambil memanjatkan doa dengan suara yang terpendam dalam dada.

Dessy sampaikan kepada Allah, Tuhannya:
“Ya Allah…., hingga kini aku belum merasakan keagungan dan kehebatanMu…
Andai betul Engkau adalah Tuhanku Yang Maha Kuasa…, mohon kiranya Engkau membuat rumah ini laku terjual!”

Demikianlah doa yang dipanjatkan Dessy malam itu kepada Tuhannya. Sebuah doa dari hamba yang lemah yang ingin menguji kekuasaan dan keperkasaan Allah Swt.

Saya terperanjat mendengar tutur doa yang pernah Dessy panjatkan. Saya bertanya kepada Dessy apakah rumah itu kemudian laku terjual? Maka Dessy pun melanjutkan kisahnya………

Sudah 7 bulan yang lalu rumah yang ia diami saat itu pernah diiklankan untuk dijual. Berhari-hari, berminggu-minggu bahkan lebih dari itu Dessy dan suaminya memasarkan rumah mereka di berbagai media.

Namun sayang tidak ada satu pun respon positif dari iklan yang dipasang. “Jangankan melihat lokasi, telefon masuk pun yang menanyakan rumah tidak ada” jelas Dessy singkat.

“Kami pun menyadari bahwa memang rumah kami sulit untuk dijual. Sebab lokasi rumah itu di lingkungan warga keturunan yang masih begitu percaya hoki dan feng shui. Ditambah lagi bentuk tanah rumah kami miring. Apalagi nomor rumah kami adalah 4 (empat) yang berarti mati dan membawa sial. Kami sudah putus asa menjual rumah itu, hingga kami berhenti beriklan” jelas Dessy.

Saat suami Dessy meyakinkannya untuk kembali memeluk Islam dan bercerita akan keagungan Allah. Maka Dessy pun ingin menguji kebenaran dari kuasa Allah Swt itu. Sebab itu Dessy berdoa dengan redaksi di atas. Sebuah doa yang menantang kekuasaan Allah Ta’ala.

“Terus bagaimana kelanjutan kisahnya, bu….?” tanya saya tak sabar. Maka Dessy pun melanjutkan kisahnya:
Seperti rutinitas harian yang Dessy kerjakan maka pagi itu ia berangkat ke toko miliknya.
Sepanjang hari Dessy menanti ijabah dari Allah Swt atas doa yang ia panjatkan. Namun hingga sore hari masih belum ada pertanda akan datangnya ijabah doa itu.

Ba’da Ashar suami Dessy datang menjemput. Saat baru saja tiba Dessy langsung bertanya penuh harap kepadanya, “Apakah ada orang yang datang menanyakan rumah, Pa?!” Sang suami malah balik bertanya, “Memangnya apakah kamu pasang iklan kemarin?!” Dessy menjawab, “Tidak!” “Ngawur kamu, Ma….
Masak tidak pasang iklan terus berharap ada orang yang datang menanyakan rumah!!!” Dessy tidak membalas kalimat terakhir dari mulut suaminya, namun ia membatin, “Ya Allah, rupanya Engkau tidak berkuasa seperti yang aku harapkan!”
Tak lama setelah itu Dessy dan suaminya kembali pulang ke rumah.

Saat itu kira-kira pukul setengah lima sore. Dessy dan suaminya baru tiba di rumah. Mereka tengah berada di kamar dan baru saja berganti pakaian. Mereka saling bertukar cerita dan pengalaman yang mereka lalui hari itu. Dalam perbincangan mereka di kamar saat itu, tiba-tiba mereka berdua mendengar ada suara seorang perempuan asing mengucapkan salam di luar rumah.

Dessy mengintip lewat jendela. Di sana ada seorang wanita berjilbab panjang dengan warna muram. Sekilas Dessy menyangka bahwa perempuan itu pasti datang untuk meminta sumbangan. Dessy keluar dari kamar dan ia berpesan kepada pembantunya untuk memberi infak bila perempuan di luar sana meminta sumbangan. Usai berpesan Dessy pun kembali ke dalam kamar.

Pintu kamar kemudian diketuk oleh sang pembantu dan Dessy pun keluar. “Bu…, perempuan di luar tadi katanya datang mau melihat rumah” jelas sang pembantu. Deggg….! sontak Dessy terperanjat. Tak percaya akan berita yang didengarnya, maka Dessy bergegas untuk membukakan pintu bagi tamunya. “Wajah tamu itu begitu sumringah….” papar Dessy. “Setiap kali ditunjukkan sebuah bagian ruang dari rumah kami, ia selalu bertasbih menyebut nama Allah dan kegirangan” imbuhnya lagi.

Ia menyatakan tertarik dengan rumah Dessy dan menanyakan berapa harga yang diminta. Di luar dugaan Dessy sang tamu tidak hanya setuju dengan harga yang disebutkan, bahkan wanita itu mengajaknya untuk pergi ke notaris keesokan paginya untuk transaksi jual-beli rumah. SUBHANALLAH….!

Dessy kegirangan sore itu dan malam harinya ia bermunajat kepada Allah untuk menyampaikan rasa syukurnya atas ijabah doa yang Allah Swt berikan.
Esok paginya ia datang ke notaris bersama suami dan ibu calon pembeli rumah. Akte jual-beli rumah sudah diselesaikan dan proses akad tersebut begitu mudah dan cepat.
Wajah Dessy begitu sumringah, dan dalam obrolan di kantor notaris itu Dessy sempat bertanya kepada ibu yang membeli rumahnya, “Bu…, apa yang membuat ibu tertarik dengan rumah kami dan darimana ibu mencari infonya?”

Sang ibu pembeli rumah menjawab, “Saya memang sudah lama mencari rumah di daerah Kelapa Gading, Jakarta. Namun belum ketemu jodohnya barangkali. 2 malam yang lalu sehabis shalat Isya saya merasa kegerahan di dalam rumah. Sambil ngobrol dengan suami di teras rumah, maka saya ambil setumpuk koran lama di meja yang ada di teras untuk kipasan.

Lagi asyik ngobrol eh… tiba-tiba saya melihat ada sebuah iklan baris yang menjual rumah di daerah Kelapa Gading. Melihat ukuran rumah dan harganya kok sepertinya cocok betul dengan rumah yang saya cari.

Maka keesokan harinya saya baru datang ke rumah bapak-ibu.”
Mendapati penjelasan sang ibu pembeli, Dessy menjadi terkesima dan melongo. Ia seolah tak percaya akan apa yang didengarnya.

Sekali lagi Dessy menegaskan, “Dua malam yang lalu ibu membaca iklan baris itu?! Koran itu terbitan tanggal berapa dan pukul berapa ibu berada di teras rumah sambil kipas-kipasan?!”
“Gak tahu ya bu tanggal berapa koran tersebut tapi rasanya mungkin 7 bulan lalu itu koran.
Sementara kalau waktu saya ngobrol dengan suami di beranda rumah saat itu mungkin kira-kira pukul 7 malam mungkin ya…” jawab sang ibu pembeli ringan.
“ALLAHU AKBAR….!” Dessy memekik. Ia terdiam sejenak dan tak sanggup berkata apa-apa.

Beberapa bulir air mata kini menitik di pipinya. Sang suami dan ibu pembeli rumah bertanya apa gerangan yang terjadi. Lama Dessy terdiam. Tak sanggup ia mengangkat wajah. Setelah agak tenang Dessy menjelaskan bahwa 2 malam yang lalu ia shalat Isya bersama suami setelah sekian lama ia murtaddah.

Ia ceritakan kepada semua yang hadir di ruangan notaris itu bahwa malam itu ia berdoa dengan redaksi menantang kekuasaan Allah SWT.

Sungguh diluar jangkauan pikiran Dessy bahwa kalimat-kalimat doa itu rupanya naik menghadap Allah Swt, dan pada saat yang sama Allah Swt menjawab doanya dengan memberikan pantulan sinar pada tumpukan koran lama yang ada di beranda rumah ibu pembeli. Ibu pembeli rumah lalu merasa kegerahan dan Allah Swt menggerakkan tangannya untuk mengambil koran lama untuk dibuat kipas. Maka iklan rumah yang berbulan-bulan itu akhirnya menemui calon pembelinya. SUBHANALLAH!

Dalam ruangan notaris itu Dessy berikrar bahwa kini ia tidak ragu lagi terhadap Allah Swt Tuhan Yang Maha Esa. Sungguh, keagungan Allah Swt amat menakjubkan.

Apakah Anda merasakannya?

#AllahMencintaimu

Kata Usbob Lainnya

Layani Ratusan Porsi, Askar Kauny Dirikan Dapur Umum untuk Penyintas Semeru






Layani Ratusan Porsi, Askar Kauny Dirikan Dapur Umum untuk Penyintas Semeru

LUMAJANG — Tim Relawan Askar Kauny mendirikan dapur umum untuk para penyintas erupsi Gunung Semeru, Selasa (7/12/2021). Pendirian dapur umum ini penting mengingat bencana erupsi Gunung Semeru sudah memasuki hari keempat dan belum menunjukkan penurunan aktivitas.

“Relawan Askar Kauny dibantu warga alhamdulillah bisa mengoperasikan dapur umum guna menyuplai setidaknya 200 porsi makanan untuk 60-an pengungsi di lokasi dapur umum,” ujar Direktur Program Askar Kauny Hilal Ahmad yang langsung terjun ke lokasi.

Hilal menuturkan, lokasi dapur umum Askar Kauny berada di rumah salah satu warga di Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jatim.

Menurut Hilal, keberadaan dapur umum menjadi vital sebab pengungsi masih akan bertahan cukup lama mengingat kondisi yang belum kondusif. Selain itu, adanya dapur umum yang terintegrasi dengan pos pengungsian akan membuat distribusi logistik menjadi lebih terkendali.

“InsyaAllah dapur umum ini akan menyediakan 200 porsi makanan setiap hari untuk setidaknya 60 pengungsi. Dapur umum penting sekaligus untuk mengontrol kebutuhan logistik pengungsi pada fase rescue. Jangan sampai banyak sumbangan nasi bungkus yang akhirnya mubazir karena tidak ada koordinasi penyaluran. Di sini dapur umum memainkan peran penyedia sekaligus kontrol logistik,” papar Hilal.

Hilal mengatakan, Desa Supiturang adalah salah satu wilayah yang terdampak cukup parah akibat erupsi Gunung Semeru. Hampir semua rumah warga termasuk sawah dan landing di lokasi itu hancur. Ditambah lagi air sungai mengering penuh dengan lahar dingin di musibah ini. Menurut penuturan masyarakat masih ada kemungkan warga terjebak di lokasi, mengingat masih banyak warga yang belum ditemukan dari bencana erupsi kemarin.

“Dengan adanya aksi relawan Askar Kauny semoga semakin membuka rasa empati kita bahwa mereka yang kehilangan segalanya sangat nembutuhkan bantuan kita,” pungkas pungkas Hilal.

Selain mendirikan dapur umum, Relawan Askar Kauny juga bergabung dalam tim evakuasi dan mengirimkan obat-obatan untuk kebutuhan medis para pengungsi.

Berita Lainnya

[Darurat Bencana] Bantu Segera Para Penyintas Erupsi Gunung Semeru

[Darurat Bencana] Bantu Segera Para Penyintas Erupsi Gunung Semeru

Sahabat Kauny, korban bencana erupsi Gunung Semeru membutuhkan uluran tangan kita. InsyaAllah sore ini Tim Askar Kauny akan berangkat menuju lokasi bencana.

Berdasar data sementara, 13 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. Saat ini sekitar 300 warga Dusun Curah Kobokan sudah mengungsi di Balai Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. Dusun Curah Kobokan termasuk wilayah paling parah terdampak awan panas guguran Gunung Semeru. (Kompas.com)

Bantuan yang saat ini sangat diperlukan:

1. Masker
2. Terpal
3. Genset
4. Makanan siap saji
5. Alas tidur
6. Air bersih
7. Oxygen
8. Obat-obatan

Mari kita doakan yang terbaik untuk para penyintas bencana Semeru. Semoga Allah memberikan kekuatan dan senantiasa dalam perlindungan-Nya.

Salurkan sedekah terbaikmu melalui rekening berikut:

💳BSI 100 100 4326
a.n. Yayasan Askar Kauny

Tambahkan angka “61”dibelakang nominal transfer
Contoh: 500.061

Konfirmasi transfer 0877-7758-2001 atau http://bit.ly/sedekahsemudahtersenyum

Disclaimer: Jika kebutuhan donasi sudah terpenuhi, maka donasi akan disalurkan untuk bantuan kemanusiaan lainnya.

More Information on IG @askarkauny | FB : Askar Kauny | web : www.askarkauny.com

#askarkauny #semeru #semeruerupsi #bencana #daruratbencana #solidaritycare #lumajang #prayforsemeru

Berita Lainnya

Metode Dakwah Rasulullah

Metode Dakwah Rasulullah

Metode dakwah Rasulullah merupakan salah satu cara menyebarkan Islam yang bisa dilakukan. Apalagi metode dakwah yang dilakukan tidak dilakukan dengan sangat keras, tetapi manusiawi dan menjangkau semua kalangan.

Bahkan, orang yang tidak pernah mengenal Islam sebelumnya bisa menerima. Itulah kenapa metode dakwah Rasulullah penting dilakukan. Tetapi tentu harus ada beberapa penyesuaian agar beberapa metode sesuai karena penyampaiannya dilakukan di media yang berbeda-beda.

Pengertian Dakwah

Dakwah adalah kegiatan yang dilakukan dengan menirukan atau mengajak seseorang untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Mereka yang sudah masuk Islam bisa lebih meningkatkan aktivitas keagamaan secara maksimal.

Sementara itu, mereka yang belum masuk Islam bisa memiliki ketertarikan sehingga akhirnya bisa masuk. Intinya dakwah dilakukan untuk menyebarkan nilai-nilai yang sangat baik dari Islam.

Semua nilai ini bisa memberikan manfaat kepada seluruh orang khususnya umat Islam dan seluruh umat di seluruh dunia. Karena nilai dari Islam bersifat universal dan tidak memihak. Menyebarkan nilai Islam secara damai akan memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat.

Bahkan, meski mereka tidak mengenal Islam sebelumnya bisa menerima nilai itu lalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hadits Tentang Dakwah

Hadits yang berhubungan dengan dakwah sebenarnya cukup banyak. Berikut beberapa hadits yang biasanya digunakan untuk dasar dari syiar Islam atau dakwah:

“Segala sesuatu bergantung pada niat dan setiap orang mendapatkan apa yang ia niatkan. Barang siapa yang hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tersebut untuk Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrah untuk dunia atau wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya untuk hal tersebut.” (HR. Bukhari 54 dan Muslim 1907)

“Allah tabaraaka wata’ala mengatakan: Barangsiapa yang beramal dan dalam amalnya menyekutukan Aku dengan selain-Ku maka Aku tinggalkan ia bersama kesyirikannya. Sungguh Aku tidak butuh terhadap orang-orang musyrik terhadap kesyirikannya.” (HR. Muslim 2985 dan Ahmad 7999)

Prinsip Dakwah

Metode dakwah Rasulullah harus dilakukan oleh semua orang. Ada 3 metode dakwah yang harus dilakukan, berikut beberapa yang bisa dicoba:

1.Dakwah Punya Tujuan

Dakwah memiliki tujuan khusus karena sasarannya akan berbeda-beda. Dakwah memiliki maksud yang berbeda-beda mulai dari memberikan pengenalan terhadap Islam dan juga memberikan informasi lebih lanjut terkait dengan keislaman.

Apalagi dakwah dilakukan di depan masyarakat yang berbeda-beda. Terkadang dakwah dilakukan di depan masyarakat Islam seutuhnya. Selain itu, dilakukan juga di depan masyarakat umum sehingga nilai-nilai Islam yang harus disampaikan haruslah yang universal.

2.Menggunakan Cara yang Baik

Penyampaian dakwah harus dilakukan dengan cara yang baik. Penyampaian dilakukan dengan tanpa pemaksaan kepada masyarakat dan juga menghina umat lain agar mereka bisa masuk ke dalam Islam.
Dengan memberikan informasi dengan cara yang baik, maka penerimaan bisa berjalan dengan lebih sempurna. Jadi kalaupun ada yang berminat masuk Islam bukan karena dipaksa tetapi karena kesadaran diri.

3.Bertukar Pikiran

Dakwah selanjutnya adalah dengan melakukan diskusi secara terbuka. Diskusi yang dilakukan secara terbuka ini bisa saling bertukar pikiran sehingga informasi terkait keislaman bisa lebih jelas dan saling menguatkan.

Media Dakwah

Media dakwah yang dilakukan saat ini cukup bervariasi karena dunia juga sudah modern. Saat dilakukan menggunakan lisan, dakwah tersebut dikenal sebagai dakwah bil lisan. Berikut beberapa media dakwah yang biasanya digunakan:

1.Ceramah Langsung

Ceramah langsung dilakukan di hadapan banyak orang. Materi yang disampaikan biasanya yang berhubungan dengan Islam atau tema-tema tertentu. Misalnya, ketika Maulid Nabi yang diceritakan adalah topik kisah-kisah tentang Rasulullah.

2.Media TV

Media TV juga digunakan untuk memberikan syiar dakwah dengan metode ceramah tidak langsung. Isi ceramahnya bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan yang dimiliki saat itu.

3.Media Tulisan

Selain menyampaikan secara langsung, seseorang bisa melakukan dakwah dengan menggunakan tulisan yang mereka buat. Dengan membuat tulisan, mereka bisa menyampaikan nilai-nilai keislaman agar bisa dibaca oleh banyak orang.

4.Konten Medsos

Selanjutnya, konten dalam bentuk media sosial. Konten ini bisa berupa video pendek atau bisa juga dalam bentuk tulisan. Biasanya, konten yang ada pada media sosial ini dibuat lebih menarik untuk membuat masyarakat lebih antusias.

Metode dakwah Rasulullah bisa dilakukan oleh siapapun dan tidak harus seorang ulama atau orang yang ahli agama. Karena pada dasarnya Islam sudah menjangkau seluruh aktivitas harian sehingga tidak perlu berhubungan dengan sesuatu yang sangat teknikal.

Hal yang paling penting dakwah harus dilakukan dengan cara yang damai agar tidak menimbulkan perpecahan atau kontroversi. Saat ini masyarakat sudah berbeda dengan di masa lalu karena membutuhkan metode dakwah yang sesuai dengan tempat mereka berada agar berjalan lebih baik.

Oase Hati Lainnya

Warga Kesulitan Wudhu, Askar Kauny Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih untuk Penyintas Banjir Garut




Warga Kesulitan Wudhu, Askar Kauny Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih untuk Penyintas Banjir Garut

Garut — Banjir bandang melanda Garut, Jawa Barat belum lama ini. Banjir ini mengakibatkan puluhan rumah dan lima jembatan rusak. Banjir juga membawa lumpur yang membuat akses air bersih terhambat.

Para penyintas banjir akhirnya kekurangan air bersih. Termasuk untuk kebutuhan wudhu. Askar Kauny lantas menyalurkan bantuan air bersih untuk wudhu warga Garut agar bisa tetap menunaikan ibadah.

Manager Solidarity Care Askar Kauny Muhammad Muslik yang turut turun ke lapangan membeberkan, bantuan air bersih ini sebanyak 10 ribu liter yang diberikan ke wilayah Desa Mekarwangi, Garut Senin (30/11/2021).

“Banyak warga yang masih kesulitan air bersih selain untuk kebutuhan sehari-hari juga penting untuk berwudhu agar warga tetap bisa beribadah karena akses dan juga lingkungan yang banyak terkena lumpur,” papar Muslik.

Warga sangat senang dan berterima kasih bahwa sebelumnya mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan air bersih, sebab saluran air yang biasa mereka gunakan rusak tertimbun longsor.

Salah seorang warga yang juga mantan kepala desa Mekarwangi Yaya mengungkapkan warga terpaksa menunda mencuci pakaian dan kebutuhan lain karena akses air bersih terputus.

“Kami sudah beberapa hari tidak cuci baju, harus nunggu beberapa hari kedepan sampai air sungai jernih. Paling penting itu untuk wudhu, bersih-bersih rumah dan lain-lain itu nomor dua,” ungkap Yaya.

Yaya mengaku para warga terpaksa menggunakan air sungai yang keruh untuk mencuci perabotan dan sadang mereka. Namun dengan hadir dua tandon dan air bersih sekarang, lebih dari 100 KK merasakan kemanfaatnnya untuk kebutuhan minum dan ibadah.

“Saat ini tim desa dan semua yang terlibat sedang berdiskusi untuk project pipanisasi dan pengadaan sumur, sebagai sumber air satu desa yang diharapkan bisa menjadi solusi kekurangan air bersih,” terang Muslik.

Berita Lainnya

Sejarah Diturunkan Alquran

Sejarah Diturunkan Alquran

Salah satu kitab paling penting dalam Islam adalah Alquran. Kitab ini diturunkan secara langsung kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Sejarah diturunkan Alquran menarik untuk dipelajari semua orang, khususnya muslim agar mengetahui perjalanan Islam di masa lalu.

Ternyata penurunan Alquran tidak dilakukan secara langsung, tetapi berangsur-angsur sesuai dengan kondisi yang terjadi setelah itu. Itulah kenapa Alquran akhirnya ditulis ulang, lalu disusun hingga menjadi sekarang.

Saat Diturunkan Alquran

Alquran diturunkan selama berapa tahun? Apabila ada pertanyaan seperti ini maka jawabannya adalah Alquran diturunkan selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari. Artinya, selama dua dekade penuh Alquran diturunkan mulai dari ayat pertama hingga ayat yang paling akhir.

Untuk pertama kali, Alquran diturunkan ketika perintah untuk membaca kepada Rasulullah. Selanjutnya, satu persatu Alquran diturunkan sesuai dengan peristiwa yang terjadi kalau itu.

1.Periode Sebelum Hijrah dan Ayat Makiyah

Melakukan hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad sudah melakukan dakwah di Mekah. Meski mendapatkan banyak sekali tantangan dari masyarakat, tetap menjalankan apa sudah diperintahkan dengan baik dan berusaha mengajak semua orang untuk mengikuti atau melakukan ajaran Islam.

Wahyu pertama yang didapatkan oleh Rasulullah terjadi pada 17 Ramadhan. Itulah kenapa pada malam 17 Ramadhan selalu diperingati malam Nuzulul Quran atau malam diturunkannya Alquran kepada nabi Muhammad ketika bersembunyi di gua Hira.

Selama 12 tahun 5 bulan berada di Mekkah berbagai jenis surat dan ayat diturunkan. Setidaknya ada 86 surat yang diturunkan pada periode itu. Selanjutnya, surat baru akan diturunkan ketika nabi melakukan hijrah.

Surat yang muncul pada periode ini biasanya berisi tentang pokok-pokok ajaran Islam dan yang menguatkan ajaran itu. Selain itu, terdapat juga beberapa ajaran terkait dengan bagaimana memiliki keimanan yang baik dan tidak menjadi seorang kafir yang menyembah berhala.

2.Periode Selepas Hijrah dan Ayat Madaniyah

Selepas hijrah apa ketika berada di Madinah juga terdapat beberapa ayat dan surat yang turun kepada Rasulullah. Setidaknya ada 28 surat yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad ketika beliau melakukan dakwah di Madinah.

Penurunan Alquran ini berjalan selama 9 tahun 9 bulan. Dalam periode ini, berbagai surat atau ayat yang berhubungan dengan peristiwa penyebaran Islam diturunkan untuk lebih menguatkan keimanan masyarakat Islam waktu itu. Sejarah diturunkan Alquran memang menarik untuk disimak.

Diturunkan Berangsur-angsur

Mengapa Alquran diturunkan secara berangsur-angsur? Jawabannya adalah karena ada beberapa hal yang harus diterima atau dilakukan oleh Rasulullah. Diturunkan secara berangsur-angsur karena beberapa alasan berikut:

•Menyesuaikan dengan peristiwa yang terjadi saat itu, khususnya ketika nabi Muhammad melakukan syiar Islam kepada masyarakat yang kafir.
•Memberikan ketetapan hati pada Nabi Muhammad agar bisa mengamalkan apa yang sudah diberikan.
•Bisa digunakan sebagai bantuan ketika harus melawan masyarakat yang kala itu menganggap Islam adalah salah satu musuh terbesarnya.
•Memudahkan masyarakat untuk mengamalkan ajaran yang sudah diberikan dan sudah menghafal semuanya yang sudah diturunkan.

Sejarah diturunkan Alquran ternyata cukup panjang karena memerlukan waktu hingga puluhan tahun. Meski demikian, akhirnya Alquran bisa disusun dengan rapi lalu digunakan oleh semua umat Islam yang ada di seluruh dunia. Alquran adalah pegangan untuk umat Islam.

Sejarah mencatat jika penurunan Alquran disesuaikan dengan peristiwa tertentu. Peristiwa ini tidak akan ada saat ini di dunia modern. Tetapi, nilai-nilai yang penting akan tetap sama dan juga akan termakan oleh waktu ataupun usia.

Oase Hati Lainnya

Bacaan Ruqyah Mandiri

Bacaan Ruqyah Mandiri

Ruqyah bacaan Alquran merupakan salah satu metode untuk mengobati seseorang yang terkena gangguan jin atau sihir maupun sakit. Kitab suci Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam adalah petunjuk, rahmat dan penawar bagi kaum muslim.

Dalam kehidupan sehari-hari, Alquran mampu melenyapkan berbagai macam penyakit hati seperti kemunafikan, keraguan, kemusyrikan, serta penyimpangan dari perkara yang hak dan kecenderungan pada hal-hal yang batil.

Ruqyah Bacaan Alquran

Alquran merupakan rahmat dan petunjuk bagi umat Muslim yang beriman karena bisa meningkatkan keimanan seseorang, mendapatkan hikmah hingga menjumpai kebaikan yang akan membuat kecintaan pada Allah semakin bertambah. Alquran juga sebagai penyembuh bagi umat Muslim.

Hal ini sesuai dengan firman Allah di dalam QS. Al Isra: 82 yang artinya:
“Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Alquran itu tidaklah menambah kepada orang-orang zalim selain kerugian.”

Ruqyah sendiri bisa diartikan sebagai sebuah doa serta bacaan-bacaan yang ditujukan untuk memohon pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai upaya untuk mencegah ataupun mengobati bala dan penyakit.

Nabi beserta orang-orang saleh telah menggunakan metode ruqyah bacaan Alquran untuk mengobati sihir maupun sengatan binatang beracun.

Hal ini seperti yang dikisahkan dalam Tafsir Ibnu Katsir bahwasanya Imam Bukhari mengatakan ketika ada seorang pemimpin kabilah yang terkena sengatan binatang beracun, maka sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam meruqyahnya dengan membaca Ummul Kitab, QS. Al-Fatihah.

Bacaan Ruqyah Mandiri

Pada dasarnya metode penyembuhan dengan ruqyah bisa dilakukan secara mandiri kepada diri sendiri atau dengan bantuan orang lain, yang dalam hal ini bisa kyai, ustadz maupun ahli hikmah. Untuk melakukan ruqyah terhadap diri sendiri, maka harus memenuhi beberapa syarat seperti berikut:

1.Dalam keadaan suci dari hadats kecil maupun besar serta yakin bahwa semua kesembuhan datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
2.Berwudhu, karena salah satu syarat untuk membaca ayat suci Alquran adalah dalam keadaan suci.
3.Melaksanakan shalat taubat serta shalat hajat.
4.Melantunkan bacaan doa ruqyah untuk diri sendiri seperti QS. Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Falaq, serta An-Nas.

Ayat-ayat diatas juga bisa dipakai sebagai bacan ruqyah untuk anak ataupun orang sakit.

Fadilah Ayat-ayat Ruqyah

Salah satu ayat ruqyah yang sering dibacakan dalam metode ruqyah adalah Ayat Kursi. Membaca ayat ini sangat dianjurkan untuk dilakukan sehari-hari. Ada banyak keutamaan dari Ayat Kursi karena di dalamnya terdapat petunjuk mengenai keesaan dan kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Berikut ini adalah beberapa keutamaan Ayat Kursi sebagai salah satu ruqyah bacaan Alquran:

●Jika seseorang membaca Ayat Kursi pada pagi hari, maka Allah Ta’ala akan menjaga dan melindunginya hingga malam.
●Seseorang yang sering membaca Alquran akan dimudahkan urusan kematiannya saat menghadapi sakaratul maut.
●Jika seseorang membaca Ayat Kursi sebelum tidur, maka Allah Ta’ala akan mengutus malaikat untuk menjaga dan melindunginya.
●Jika seseorang membaca Ayat Kursi saat sendirian di rumah, maka hal itu akan membuatnya merasa tenang dan tidak merasa takut.
●Jika seseorang membaca Ayat Kursi saat meninggalkan rumah, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengirimkan malaikat untuk melindunginya sampai kembali ke rumah.

Selain Ayat Kursi, ayat-ayat ruqyah lainnya yang sering digunakan dalam metode penyembuhan ruqyah adalah QS. Al-Fatihah. Surah pembuka di dalam Alquran ini merupakan induknya Alquran sehingga memiliki banyak fadilah atau keutamaan, termasuk untuk keperluan pengobatan.

Sementara surah lainnya yang juga digunakan sebagai bacaan ruqyah adalah QS. Al-Falaq. Keutamaan dari surah ini adalah meringankan penyakit, mendapatkan perlindungan dari Allah Ta’ala serta terlindung dari pengaruh sihir.

Sedangkan QS. An-Nas memiliki keutamaan yaitu mendapatkan perlindungan dari godaan manusia, jin dan setan.

Alquran adalah petunjuk dan rahmat bagi umat Islam, di dalamnya terdapat firman Allah Yang Maha Kuasa. Ayat yang terdapat di dalam Alquran memiliki sifat mulia dan menjadi obat untuk menawarkan sakit fisik maupun hati. Salah satunya adalah melalui ruqyah bacaan Alquran.

Bacaan Ruqyah Rumah

Sebagai tempat rumah tinggal, rumah juga bisa diruqyah. Sebab bisa jadi ada ga ngguan yang ada di sebuah rumah.

Ruqyah rumah bisa dilakukan jika kita menempati rumah baru atau memang di rumah tersebut terdapat banyak gangguan jin.

Bacaan ruqyah rumah adalah surah Al Baqarah. Hal ini sesuai dengan hadits dari Nabi Muhammad SAW

“Sesungguhnya segala sesuatu punya puncak, dan puncak Al-Quran adalah surah Al-Baqarah, dan sesungguhnya setan itu jika mendengar surat Al-Baqarah dibaca maka ia akan keluar dari rumah yang dibaca di dalamnya surah Al Baqarah.” (HR Hakim).

Oase Hati Lainnya

Sedekah Alquran

Sedekah Alquran

Sedekah memiliki banyak keutamaan. Bukan hanya harta saja, sedekah juga bisa berbentuk amal kebaikan seperti menyumbangkan tenaga membangun masjid, menyingkirkan batu di jalan dan bahkan senyum kepada orang lain. Satu lagi sedekah yang memiliki keutamaan adalah sedekah Alquran.

Terkait dengan sedekah kitab suci Alquran, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Salah satu amal kebaikan yang pahalanya terus mengalir kepada si mayit sampai ke alam kuburnya adalah sedekah dan mewariskan (mewakafkan) mushaf Alquran”. (HR. Bukhari).

Manfaat Sedekah Alquran

Memang ada banyak cara untuk bersedekah dan semua itu bisa disesuaikan dengan kemampuan dan disertai niat tulus semata-mata karena Allah Ta’ala.

Dalam hal ini seorang muslim juga bisa melakukan donasi Alquran sebagai salah satu bentuk sedekah yang memiliki banyak manfaat serta keutamaan.

Berikut ini adalah manfaat sedekah atau wakaf Alquran yang perlu diketahui:

1.Mendekatkan Diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala
Salah satu manfaat dari bersedekah Alquran adalah sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sedekah jariyah ini akan mendatangkan pahala yang tidak terputus dan bahkan bisa mendatangkan banyak rezeki atas izin Allah Ta’ala.

Dengan mendonasikan Alquran, hal itu juga akan meningkatkan kadar keimanan serta menambah rasa syukur karena telah berbagi dengan orang lain yang membutuhkan. Dengan bersedekah, Allah akan memberikan kemudahan dan kemuliaan di dunia maupun akhirat.

2.Membantu Generasi Islam agar Pandai Membaca Alquran

Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim, sehingga sudah menjadi tanggungjawab bersama untuk memberikan bekal ilmu agama yang cukup bagi generasi Islam, terutama dalam bidang Alquran.

Kurangnya jumlah Alquran tentu menjadi kendala bagi anak-anak yang ingin belajar membaca ataupun menghafal Alquran. Oleh karena itu sudah menjadi kewajiban bagi umat muslim untuk membantu pengadaan Alquran demi menciptakan generasi yang cinta Alquran.

3.Menumbuhkan Semangat para Penghafal

Suatu rahmat yang tak ternilai, karena sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, Indonesia juga merupakan negara dengan jumlah penghafal Alquran terbanyak di dunia. Dengan wakaf Alquran maka hal itu akan menumbuhkan semangat para penghafal.

4.Pahala Terus Mengalir

Bersedekah Alquran bisa mendatangkan pahala yang terus mengalir. Amal jariyah ini tidak akan terputus, baik bagi yang bersedekah maupun yang membacanya. Bahkan Allah Ta’ala pun telah berjanji akan memberikan balasan yang baik bagi hamba-Nya yang bertakwa.

Sedekah Alquran untuk Penghafal

Donasi penghafal Alquran bisa berupa mushaf Alquran yang sangat bermanfaat bagi para penghafal untuk belajar dan menghafalkan Alquran. Dari setiap ayat yang dibaca oleh penghafal Alquran, Insya Allah pahalanya juga akan mengalir kepada pemberi donasi penghafal Alquran.

Membaca, menghafal, mengamalkan maupun mengajarkan Alquran merupakan suatu amal ibadah yang tinggi nilai pahalanya. Bahkan di dalam sebuah riwayat, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

“Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang terdiri daripada manusia..” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu wahai Rasulullah?” Baginda Rasul menjawab, “yaitu ahli Qur’an (orang yang membaca Alquran atau menghafal Alquran dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad).

Sedekah Alquran atas Nama Orang yang sudah Meninggal

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang apakah sampai pahala amal saleh dari orang yang hidup kepada yang sudah meninggal.

Namun keduanya sepakat jika sebuah amal saleh akan sampai kepada orang tua kandung yang sudah meninggal.

Maka pahala sedekah Alquran yang ditujukan untuk orang tua kandung yang sudah meninggal adalah diperbolehkan.

Hal ini berdasarkan hadits, “Sesungguhnya Ibu dari Sa’ad bin Ubadah radhiyallahu ‘anhu meninggal dunia, sedangkan Sa’ad pada saat itu tidak berada di sampingnya. Kemudian Sa’ad mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku telah meninggal, sedangkan aku pada saat itu tidak berada di sampingnya. Apakah bermanfaat jika aku menyedekahkan sesuatu untuknya?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Iya, bermanfaat.’ Kemudian Sa’ad mengatakan pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kalau begitu aku bersaksi padamu bahwa kebun yang siap berbuah ini aku sedekahkan untuknya’.” (HR. Bukhari no. 2756).

Sementara masih ada perbedaan pendapat jika untuk orang lain yang sudah meninggal. Ada yang berpendapat tidak boleh sebab amal seseorang akan terputus begitu dia meninggal. Kecuali tiga hal. Amal jariyah, ilmu bermanfaat dan anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya.

Ada yang berpendapat boleh. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa sedekah atas nama orang tua yang sudah meninggal hukumnya adalah boleh. Dalam hal ini sedekah bisa berbentuk apa saja seperti infak, zakat, dan lainnya. Dengan sedekah tersebut maka pahalanya akan mengalir kepada orang tua yang dimaksud.

Salah satu sedekah yang memiliki banyak keutamaan dan sangat bermanfaat bagi orang tua yang sudah meninggal adalah bersedekah Alquran. Karena dengan sedekah tersebut, maka setiap ayat yang dibaca pahalanya akan terus mengalir kepada orang tua yang telah meninggal.

Sedekah Alquran untuk Orang Tua

Bersedekah Alquran juga bisa dilakukan ketika orang tua masih hidup dan diatasnamakan kepada kedua orang tua. Hal ini memiliki keutamaan karena pahala akan terus mengalir dan bisa menjadi bekal kelak di akhirat.

Bersedekah Alquran merupakan salah satu jenis sedekah yang sangat baik karena bisa menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus. Sedekah ini juga bisa dilakukan untuk orangtua yang sudah meninggal dengan mengatasnamakan mereka sehingga pahala akan sampai. Wallahu a’lam bishawab.

Oase Hati Lainnya

Alquran Braille

Alquran Braille

Alquran versi braille merupakan sebuah mushaf Alquran yang dirancang khusus bagi penyandang tunanetra. Hanya dengan mengandalkan jari jemari, para penyandang tunanetra akan meraba setiap huruf demi huruf di dalam lembaran Alquran tersebut.

Keberadaan Alquran dalam versi braille ini tentu saja memberikan manfaat yang luar biasa bagi penyandang tunanetra sehingga bisa membaca Alquran sebagai salah satu bentuk ibadah yang memiliki nilai tinggi.

Pengertian Alquran Braille

Melansir dari situs resmi Lajnah Kementerian Agama Republik Indonesia, Alquran braille adalah salah satu variasi mushaf yang ada di Indonesia dengan metode penulisan menggunakan simbol braille yang telah dibakukan.

Alquran versi braille diperuntukkan bagi para penyandang tunanetra maupun orang-orang dengan gangguan penglihatan. Keberadaan jenis Alquran ini tidak terlepas dari beberapa fase perkembangan yang telah dilewati, meliputi duplikasi, adaptasi serta standarisasi.

Berbeda dari mushaf Alquran pada umumnya, mushaf Alquran dengan simbol braille ini lebih tebal karena dalam mencetak huruf braille tidak bisa dilakukan secara bolak balik. Sebagai perbandingan, jika 1 jilid Alquran bisa berisi 30 juz, sementara dalam versi braille 1 jilid Alquran hanya berisi 1 juz.

Harga Alquran Braille

Harga dari Alquran jenis braille terbilang mahal, dari data sebelumnya diketahui bahwa untuk 1 juz Alquran dengan huruf braille ini harganya sekitar Rp 55.000 dengan berat 1 juz bisa mencapai 1 kg. Harga tersebut juga sangat tergantung pada ketersediaan bahan baku yang digunakan.

Semakin bagus bahan yang digunakan untuk membuat Alquran versi braille, maka semakin awet pula untuk digunakan. Pasalnya untuk jenis bahan baku biasa hanya dengan beberapa kali baca saja hurufnya bisa menghilang.

Alquran Braille Digital

Semangat para penyandang tunanetra untuk bisa membaca Alquran sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah memang patut diacungi jempol. Di tengah keterbatasan penglihatan yang dialami, mereka tetap semangat untuk beribadah membaca Alquran walaupun itu tidak mudah.

Untuk mendukung semangat dan sebagai bentuk tanggung jawab kepada saudara sesama muslim, maka seorang ilmuwan Arab Saudi yang bernama Meshal Al Harasani telah berhasil mengembangkan mushaf digital bagi para penyandang tunanetra.

Berbeda dari Alquran versi braille sebelumnya, untuk versi digital ini tentu memberikan banyak kemudahan bagi para penggunanya. Karena semua ayat Alquran telah tersedia di papan elektronik tersebut. Dengan begitu penyandang tunanetra bisa melakukan navigasi secara mudah.

Penggunaan Alquran versi braille dengan konsep digital juga memungkinkan untuk dibawa dengan mudah karena bentuknya ringkas dan tidak memakan tempat. Sangat berbeda dengan jenis Alquran dalam bentuk buku yang tebal dan sangat berat.

Produk digital ini sangat bermanfaat bagi penyandang tunanetra sehingga memudahkan mereka untuk membaca dan menghafal Alquran.

Alquran Braille Gratis

Keterbatasan jumlah Alquran versi braille yang ada saat ini tentu menjadi kendala tersendiri bagi para penyandang tunanetra yang ingin membaca maupun menghafal Alquran. Namun begitu, sebagai sesama umat muslim saat ini banyak masyarakat yang berinisiatif untuk wakaf Alquran versi braille.

Bukan hanya dalam bentuk buku saja, kaum muslim juga bisa mendonasikan Alquran bentuk braille dalam versi digital kepada saudara sesama muslim yang mengalami keterbatasan penglihatan. Dengan cara ini maka penyandang tunanetra akan lebih bersemangat dalam mempelajari Alquran.

Dengan membantu menyediakan dan melakukan wakaf Alquran braille, maka hal itu akan memberikan kemudahan bagi penyandang tunanetra untuk membaca dan menghafal Alquran.

Wakaf Alquran, baik yang berbentuk mushaf biasa maupun berbentuk braille dan digital bisa menjadi sedekah yang memiliki banyak keutamaan. Karena merupakan amal jariyah yang tidak terputus dan pahalanya akan terus mengalir meskipun sudah meninggal dunia. Wallahu a’lam bishawab.

Oase Hati Lainnya

Tahfidz Alquran

Tahfidz Alquran

Mengapa umat Muslim harus akrab dengan Alquran? Karena seseorang yang akrab dengan Alquran bisa disebut sebagai shohibul Qur’an atau sahabatnya Alquran. Selain membaca Alquran, salah satu cara untuk mengakrabkan diri dengan Alquran adalah tahfidz Alquran.

Mengenal Tahfidz Alquran

Lantas apa yang disebut dengan tahfidz Qur’an? Pada dasarnya Tahfidz Qur’an terdiri dari dua kata, yaitu:

●Tahfidz
Dari segi bahasa, tahfidz dalam Bahasa Arab artinya adalah menghafal. Dalam hal ini juga bisa diartikan sebagai sebuah proses pengulangan suatu pelajaran, baik dengan cara membaca maupun mendengarkan.

●Alquran
Secara harfiah, Alquran bisa diartikan sebagai “bacaan yang sempurna”. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala ini berisi 77.439 kata dengan jumlah kata yang seimbang, baik berupa kata padanan, maupun lawan kata dan dampaknya.

Mukjizat yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam ini merupakan petunjuk yang diberikan Allah bagi umat manusia. Alquran adalah rahmat yang tidak ternilai harganya. Membaca Alquran pun bernilai ibadah sehingga mendapatkan pahala.

Bahkan setiap umat manusia yang mempercayai Alquran maka akan merasa semakin cinta, baik untuk membacanya, mempelajari dan memahami, serta mengamalkan dan mengajarkannya sehingga rahmatnya bisa dirasakan oleh seluruh alam semesta.
Dari uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tahfidz Qur’an merupakan proses untuk menjaga, mempertahankan, serta melestarikan kemurnian Alquran sebagai mukjizat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Caranya adalah melalui hafalan Alquran 30 juz untuk melindungi sebagian maupun seluruh hafalan dari resiko kesalahan maupun kelupaan. Prosesnya bisa dengan membaca Alquran secara berulang sehingga menjadi hafalan.

Dalam hal ini menjaga hafalan Alquran bukan hanya sekedar menjaga isi kandungan di dalamnya saja tetapi juga menjaga huruf dan cara pembacaan yang benar sesuai dengan kaidah tajwid. Dengan bacaan yang benar sesuai tajwid maka proses penghafal Alquran bisa lebih mudah dilakukan.

Kurikulum Tahfidz Alquran

Proses menghafal Alquran bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan, diperlukan niat yang sungguh-sungguh dan Lillahi ta’ala semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam hal ini, Allah pun menjamin kemudahan bagi hamba-Nya yang ingin menghafal, mempelajari dan mengamalkannya.
Adapun metode dan kurikulum yang disediakan lembaga atau pondok pesantren tahfidz bisa bermacam-macam sesuai ketentuan lembaga pendidikan terkait. Namun secara umum, kurikulum untuk tahfidz Qur’an bisa terdiri dari beberapa tahap seperti berikut:
●Tahap pengenalan
●Tahsin Alquran
●Tahfidz
●Mutqin
Sementara untuk bidang studi yang diberikan kepada para santri bisa berupa:
●Baca tulis Alquran
●Tahsin Al Qur’an
●Tahfidz
●Aqidah
●Ibadah
●Akhlak
●Wawasan Kemasyarakatan

Rumah Tahfidz Alquran

Saat ini banyak rumah tahfidz Qur’an yang menyediakan pendidikan lengkap bagi para santri yang ingin menghafal Alquran. Rumah Tahfidz sendiri merupakan lembaga yang memiliki misi untuk mencetak generasi penghafal Alquran serta menjadikan tahfidzul Qur’an sebagai budaya hidup.

Rumah Tahfidz merupakan tempat untuk menghafal Alquran, mengamalkan dan membudayakan nilai-nilai di dalam Alquran dalam sikap hidup sehari-hari. Rumah tahfidz juga sebagai gerbang dalam membangun masyarakat melalui dakwah Alquran hingga terwujud masyarakat madani bernilai Islami.

Pondok Pesantren Tahfidz Alquran

Rumah Tahfidz Qur’an telah mendorong dan mengembangkan sejumlah pondok pesantren tahfidz Qur’an di seluruh Indonesia dan juga luar negeri. Dalam hal ini Rumah Tahfidz Qur’an juga melakukan pembinaan serta pengawasan untuk memastikan kegiatan tahfidz berjalan sesuai SOP.

Tujuannya adalah agar proses menghafal bisa dilakukan dengan baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Alquran maupun Hadist. Selain itu juga tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

Membaca dan menghafal Alquran memiliki banyak keutamaan, karena bisa menjadi amalan yang mendatangkan pahala. Bukan hanya sekedar menghafal, seorang muslim juga sebaiknya mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Oase Hati Lainnya