Terlupa – Kata Usbob

Terlupa – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi seorang kakek yang terlupa/Pixabay

ASKAR KAUNY – Seorang sahabat bernama Davy bertutur kepada saya tentang pengalaman hidupnya.

Beliau yang berprofesi sebagai presenter, artis dan publik figur sering mendapat undangan untuk dihadiri.

Dalam sebuah perjalanan bersamanya, saya mendapatkan kisah ini.

Baca juga: Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang Rangkul Generasi Muda Menjadi Santri Agropreneur

26 Desember 2004 adalah tanggal yang takkan terlupa bagi rakyat Indonesia, khususnya Aceh. Allah Swt telah memberikan sebuah peringatan hebat dengan datangnya musibah Tsunami.

Sebuah hikmah yang diambil oleh kita bersama adalah bahwa Tsunami telah mengingatkan kita semua yang tadinya terlupa serta-merta jadi menyebut dan mengagungkan nama Allah Swt saat menyaksikan kebesaran-Nya lewat musibah Tsunami.

Ya, kita semua terlupa untuk membesarkan nama-Nya. Hingga Dia Swt paksa kita untuk meneriakkan nama-Nya.

Baca juga: Pola Makan Sehat Buat Anak Cerdas – Kata Usbob

Meski dengan pekik tangis, erangan bahkan jeritan dari setiap mulut baik yang terkena musibah tersebut atau yang menyaksikan.

Dia Swt juga tumbuhkan rasa simpati dan empati mendalam pada diri kita terhadap saudara-saudara kita yang menjadi korban di sana.

Hingga entah berapa milyar atau trilyun rupiah dana digalang dari dalam maupun luar negeri untuk membantu saudara-saudara di sana.

Davy bercerita bahwa ia diundang ke sebuah desa di Aceh untuk menghadiri acara syukuran. Alhamdulillah sebuah desa sudah berhasil dibangun kembali dari hasil kerjasama semua pihak.

Dalam acara perayaan syukuran itu tidak hanya orang Aceh saja yang hadir…

Namun beberapa orang dari dalam dan luar negeri terlihat turut hadir dan bergembira atas desa yang berhasil dibangun kembali.

Saat acara formal sudah selesai dihelat, kini giliran acara hiburan yang ditunggu-tunggu. Salah satu performance andalan masyarakat desa tersebut adalah penampilan seorang gadis Aceh asli yg akan menyanyikan sebuah lagu berbahasa Inggris.

Gadis itu tanpa rasa sungkan dan ragu tampil ke muka. Gaya dan mimiknya begitu ceria, seolah menggambarkan bahwa ia dan rakyat Aceh tidak lagi bersedih.

Ia menyanyikan sebuah lagu tahun 80-an berjudul My Bonny, dengan fasih gadis itu melantunkan.

My bonny is over the ocean….My bonny is over the sea…My bonny is over the ocean…O bring back my bonny to me.

Penampilan gadis itu sungguh memukau. Ratusan orang yang hadir memberikan applause, bahkan tidak jarang yang berdiri memberi penghormatan.

Hingga saatnya ada seorang ‘bule’ tampil ke muka dan datang menghampiri gadis tersebut di atas panggung.

Pria bule itu menyalami si gadis kecil sambil bertanya pertanyaan sederhana dalam bahas Inggris, “O my dear, what is your name?”

Mendapati pertanyaan itu sang gadis kecil terdiam membisu. Ia tak mampu menjawabnya, malah ia menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.

Dengan mulut tertutup ia hanya bisa menjawab, “Mmmmmm…….!”

Sang pria bule penasaran, ia melontarkan satu pertanyaan kembali, “O my sweetheart, do you live here?”

Lagi-lagi gadis tersebut tidak menjawab pertanyaan pria bule itu kecuali hanya dengan menggelengkan kepala sambil menjawab, “Mmmmm….”

Melihat kejadian itu kontan seluruh hadirin tertawa. Mereka kini semua tahu bahwa gadis kecil yang baru saja memukau dengan lagu bahasa Inggris yang dibawakannya rupanya hanya sekedar hapal.

Bahkan satu kata dan kalimat sederhana dalam bahasa Inggris pun rupanya ia tidak tahu.

Davy meneruskan kisahnya bahwa acara itu selesai diselenggarakan. Beberapa orang kaum muslimin yang turut hadir kemudian pergi ke masjid terdekat untuk shalat Zhuhur berjamaah.

Davy ikut serta dalam shalat Zhuhur tersebut. Saat shalat usai dan kaum muslimin berdoa kepada Allah Swt…,

Maka Davy mendengar ada seorang pria Aceh berusia tua yang duduk di belakang sambil berdoa dengan suara terisak-isak.

Kakek itu menengadahkan wajahnya ke langit. Tangannya terangkat sedemikian tinggi. Tubuh berguncang, air mata menetes deras dan dengan suara terisak yang menyayat hati setiap orang yang mendengarnya.

Lama sekali kakek itu berdoa dan menangis di hadapan Tuhannya. Hingga muncullah simpati Davy yang membuat ia tergerak untuk menghibur kakek yang terlihat sedih tadi.

Davy pun datang menghampiri.

“Pak…, kita orang beriman harus bersabar ya atas ujian yang Allah berikan. Hidup ini tak selalu bahagia, ada kalanya Dia Swt berikan ujian kepada kita agar kita selalu mawas diri!”

Demikian ujar Davy kepada kakek itu.

Masih dengan tubuh berguncang dan suara terisak kakek itu mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.

Davy pun kini mengusap-usap punggung sang kakek untuk meredam tangis dan gejolak emosi.

Alhamdulillah, usaha Davy sedikit berbuah hasil. Kakek tersebut sudah mulai agak tenang.

Davy lalu bertanya kepada kakek itu, “Memangnya berapa orang anggota keluarga kakek yang menjadi korban Tsunami tempo hari?”

Dengan terbata-bata sang kakek menjawab,”Alhamdulillah, semua keluarga saya selamat. Tidak satupun Allah Swt ambil lewat peristiwa Tsunami.”

Masih ingin tahu lebih jauh, Davy bertanya lagi,”Mungkin harta atau usaha atau kendaraan bapak hanyut dan hilang disapu Tsunami?!” Sang kakek menjawab, “Alhamdulillah tidak satu pun yang Allah Swt ambil dari saya lewat Tsunami!”

Kini Davy menjadi bingung dan bertanya membatin mengapa kakek ini menangis tersedu. Hal itu pun ia utarakan dalam sebuah tanya, “Lalu apa yang membuat kakek menangis seperti ini andai tidak 1 pun Allah Swt ambil lewat Tsunami?!”

Kini sang kakek menatap wajah Davy dengan dalam. Mimik kesungguhan tergurat di wajahnya. Sang kakek bertanya kepada Davy, “Apakah Anda tidak melihat penampilan seorang gadis kecil Aceh yang menyanyikan lagu berbahasa Inggris?!””Ya, saya lihat!” jawab Davy.

”Apakah Anda melihat seorang pria bule yang bertanya kepada gadis itu dengan bahasa Inggris?!” tanya Kakek lagi. ”Ya, saya lihat!” jawab Davy.

”Apakah Anda menyimak jawaban gadis kecil tersebut?!” tanya kakek.

“Ya, gadis itu tidak bisa menjawab pertanyaan pria tadi, padahal sebelumnya ia bernyanyi lagu berbahasa Inggris dengan amat fasih!”jelas Davy.

“Ya… kejadian itu membuat kita semua tertawa terbahak-bahak saat kita menyadari bahwa gadis kecil itu tidak bisa sama sekali brbahasa Inggris.

Rupanya ia hanya menghapal, dan apa yang ia nyanyikan bisa jadi tidak ia pahami…” sang kakek menambahkan.

“Kejadian itu sungguh adalah sebuah peringatan bagi saya. Sebuah peringatan bagi saya yang sudah Terlupa atas tugas yang Allah Swt titipkan kepada saya…” tambah Kakek.

“Maksud bapak…?!” tanya Davy mengejar.

“Teguran yg Allah berikan kepada saya hari ini jauh lebih hebat daripada tegurannya yang bernama Tsunami.

Dalam tempo hanya beberapa belas menit, Tsunami telah melenyapkan hampir seluruh harta dan jiwa yang dimiliki oleh rakyat Aceh.

Namun teguran Allah Swt yang diberikan kepada saya ini boleh jadi akan melenyapkan semua kebahagiaan saya…, tidak hanya di dunia bahkan mungkin hingga akhirat!” terang sang kakek.

Davy hanya terdiam, ia masih belum mengerti.

Ingin sekali ia menyimak dengan seksama apa yang akan dijelaskan oleh sang kakek.

Sang kakek pun menambahkan, “Peristiwa gadis itu menyadarkan saya bahwa sang gadis tidak memahami apa yang ia nyanyikan.

Kejadian itu membuat semua orang yang hadir tertawa terbahak saat menyadarinya. Kini usia saya sudah lebih dari 60 tahun, dan saya tahu mungkin waktu kematian saya sudah tak lama lagi.

SETIAP HARI SAYA SHALAT, BERDOA & MEMBACA AL QURAN. NAMUN APA YANG SAYA BACA DAN HAPALKAN HANYA SEDIKIT YANG BISA SAYA MENGERTI.

SAYA TAK UBAHNYA SEPERTI GADIS KECIL TADI….

MUNGKIN SAAT SAYA MATI DAN BERADA DI DALAM KUBUR….

MALAIKAT MUNKAR-NAKIR AKAN DATANG KEPADA SAYA DAN BERTANYA…,

MAN RABBUKA…, WA MAN NABIYYUKA…, WA MA QIBLATUKA… WA MAN IKHWANUKA…?

SAAT ITU SAYA AKAN TERDIAM, TERPAKU DAN TIDAK BISA MENJAWAB. MUNGKIN SAYA AKAN

MELAKUKAN HAL YANG SAMA DENGAN GADIS TADI. SAYA AKAN MENGGELENGKAN KEPALA DAN MENJAWAB DENGAN;

MMMMMM……

SAYA TIDAK MENGERTI.

Bila hari ini kita semua tertawa atas gadis yang tidak mengerti tadi…,

boleh jadi nanti di kubur malaikat, setan dan iblis akan menertawakan saya sambil berkata…,

Lihat ini anak manusia, 60 tahun lebih dia hidup di dunia menjadi hamba Allah, namun selama itu ia tidak mengerti apa yang Allah mau dari hidupnya!”

Kalimat terakhir itu membuat sang kakek kembali menangis tersedih. Ia tidak lagi menghiraukan Davy yang berada di sisinya.

Ia menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Berulangkali kata tobat ia ucapkan kepada Tuhannya. Davy hanya tercenung, bergetar relung batinnya.

Perlahan tangannya yang sedari tadi merangkul tubuh sang kakek ia lepaskan.

Kini tatapan Davy nanar. Tak terasa air mata sudah mulai mengembang di sudut matanya. Dalam batin ia berulang membaca istighfar.

Ia bersyukur kepada Allah Swt yang telah memberi peringatan kepadanya…,

Padahal sebelumnya ia termasuk manusia yang ‘terlupa’.

Jazakumullah Davy buat kisah yang sungguh menggetarkan ini!

Kata Usbob Lainnya

2,3 ATAU 3,2 MILYAR? – Kata Usbob

2,3 ATAU 3,2 MILYAR? – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi rumah/Pixabay

ASKAR KAUNY وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ وَكَانَ فَضْلُ اللهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

”Dan Allah telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.” (An-Nisâ’ [4]:113)

Saya mengenal sosok Syafe’i di sebuah masjid perkantoran di sekitar Jendral Sudirman, Jakarta, tempat saya sering bersilaturahmi.

Ia adalah seorang yang rajin beribadah. Saya sering melihat Syafe’i selalu berada pada shaf pertama setiap kali shalat berjamaah.

Ia adalah seorang muslim yang taat, setidaknya itulah sosok yang saya kenal dari diri Syafe’i.

Syafe’i adalah seorang driver yang bekerja lebih dari 20 tahun, ia membawa mobil seorang direktur utama sebuah perusahaan sekuritas di Jakarta.

Hal yang membuat Syafe’i disukai dalam tugasnya, ia memiliki sifat yang jujur, tidak banyak bicara, dan loyal terhadap majikan.

Amat sulit rasanya di zaman sekarang ini mencari seorang pegawai seperti Syafe’i yang setia mengemban tugas yang sama lebih dari 20 tahun.

Hal yang menarik dari diri Syafe’i pun adalah sifat qanaah yang dimilikinya. “Gak ngoyo,” selalu merasa puas dengan anugerah yang Allah berikan untuk dirinya dan keluarga.

Inilah hakikat manusia yang kaya. Ia senantiasa merasa cukup atas karunia Allah Swt., tidak berharap lebih dari apa yang diberikan.
***
Pagi itu, Syafe’i hendak berangkat menuju rumah majikannya. Sebelum meninggalkan rumah, Syafe’i dilepas dengan sebuah keluhan yang meluncur dari mulut istrinya perihal biaya pendaftaran kuliah anak mereka sebesar Rp8 juta.

Sang istri meminta Syafe’i untuk mencari dana sebesar itu, setidaknya dengan cara meminjam terlebih dahulu, kemudian dicicil dari penghasilan bulanan mereka yang pas-pasan.

“Pak, tolong pinjam dulu kepada majikanmu dana untuk anak kita kuliah!” pinta istri Syafe’i. Namun, Syafe’i tidak menanggapi usulan istrinya sepatah kata pun.

Ia sadar bahwa dana sebesar itu hanya akan membuat sulit hidupnya, karena harus mengangsur cicilan pinjaman.

Apalagi bila dana itu dipinjam dari bosnya, pasti akan membuat hubungan menjadi tidak enak.

Syafe’i lebih memilih mengadukan urusannya ini kepada Tuhan manusia, daripada harus diceritakan kepada sesama.
***
Sejak saat itu, Syafe’i senantiasa memanjatkan doa kepada Allah Swt karena hajat anaknya yang ingin kuliah.

Kepasrahan diri kepada Allah Swt. Merupakan jalan dalam menyelesaikan semua masalah.

“Tidak ada masalah yang besar, semuanya kecil di mata Allah!” Gumam Syafe’i membesarkan hati.
***
Adegan pagi itu sama seperti hari-hari sebelumnya dalam karir Syafe’i. Ia sedang memegang kemudi mobil, membawa majikannya ke kantor.

Sang majikan membuka pembicaraan, “Syafe’i, nanti kalau sudah sampai ke kantor, kamu segera pergi ke Divisi General Affair (bagian umum) ya! Tanyakan kepada mereka, vendor dekorasi mana yang terbaik! Saya mau merenovasi rumah yang di Kebayoran.

Bila bagian GA sudah memberi tahu nama vendornya, kamu segera kontak mereka dan ajak mereka untuk melihat rumahnya.

Saya minta vendor itu untuk mengajukan biaya renovasinya. Kalau sudah direnovasi, saya mau menjual rumah itu. Kamu paham gak?” Tanya sang majikan.

“Saya paham, Pak!” Sahut Syafe’i sigap.

Itulah awal terbukanya pintu ijabah dan keberkahan Allah Swt. bagi Syafei.

Syafe’i menuruti perintah atasannya. Ia mengontak vendor tersebut, kemudian mengajaknya untuk melihat rumah majikan yang ada di daerah Kebayoran.

Usai melihat, mereka mengukur dan meninjau rumah, vendor itu pun berjanji akan mengajukan penawaran biaya renovasi dalam beberapa hari.

Sesuai dengan yang dijanjikan, akhirnya pengajuan renovasi rumah itu mereka buat, dan dititipkan ke Syafe’i.
***
“Bos, ini pengajuan renovasi rumah Kebayoran dari vendor kemarin,” kata Syafe’i kepada majikannya sebelum masuk ke dalam mobil.

Majikannya membaca pengajuan anggaran renovasi di dalam mobil.

Baru beberapa menit membaca, sang majikan langsung berkomentar, “Kok mahal sekali ya, masa hanya renovasi rumah begitu saja sampai menghabiskan dana lebih dari Rp. 200 juta!”

Mendengar itu Syafe’i menimpal, “Wah, mahal betul ya Bos! Kalau Bos gak setuju dengan penawaran vendor itu, saya punya teman pemborong yang kerjanya bagus.

“Insya Allah, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari vendor tadi. Kalau masih ragu, Bos yang membeli semua materialnya, nanti hanya bayar jasa pengerjaan,” jelas Syafe’i.

Sang majikan sudah sangat mengenal sifat dan watak Syafe’i. Duapuluh tahun menjadi pekerjanya sebagai bukti kejujuran dan loyalitas yang sudah tidak lagi diragukan.

Tanpa banyak komentar sang majikan meminta Syafe’i mengajak temannya yang pemborong itu untuk merenovasi rumah.

Benar saja, renovasi rumah lewat pemborong teman akrab Syafe’i hanya memakan dana Rp. 60 juta!

Sang majikan senang karena supirnya telah membuat efisiensi pengeluaran tidak kurang dari 140 juta rupiah.

Kesenangan majikan itu terus berlanjut, yang kemudian mempercayakan Syafe’i untuk menjual langsung rumah yang baru direnovasi tadi.

Dalam perjalanan menuju kantor, sang majikan berkata kepada Syafe’i, “Usai mengantar saya, tolong kamu pergi ke biro iklan. Pasang iklan di media cetak mengenai penjualan rumah di Kebayoran.

“Kamu kan sudah tahu semua spesifikasi rumahnya, nanti contact person-nya atas nama kamu saja, Syafe’i! Terus jangan lupa untuk mencantumkan harga penjualan sebesar 2,3 milyar!!!” Jelas sang majikan kepada Syafe’i.

Syafe’i mengiyakan semua tutur majikannya. Seperti yang diminta sang majikan, usai mengantar ke kantor, Syafe’i pun pergi ke biro iklan.
***
Di biro iklan, Syafe’i mengisi formulir. Dalam lembar formulir itu, ia sebutkan semua spesifikasi rumah majikannya berikut seluruh fasilitasnya.

Tak lupa, ia cantumkan nama dan nomor kontaknya sebagai contact person. Usai mengisi formulir iklan, maka lembar itu ia serahkan kepada petugas biro iklan.

Petugas itu membacanya dan sejurus kemudian petugas itu bertanya kepada Syafe’i, “Pak, harga jualnya mau dicantumkan gak?”

“Oh iya, tolong cantumkan Mbak!” Sahut Syafe’i.

“Berapa harga yang diminta?” Kejar sang petugas.

Tiba-tiba saja Syafe’i memegang keningnya dengan telapak tangan, tidak hanya itu dia mengusap-usap rambut kepala bagian belakang seperti orang kepusingan.

“Celaka, aku lupa berapa harga yang diminta majikan! 2,3 M atau 3,2 M ya?” Gumamnya.

Terus terang Syafe’i malu untuk menanyakan hal itu kepada majikannya. Nanti disangka ia teledor dalam bekerja.

Lama Syafe’i mengambil keputusan. Bahkan, ia perlu keluar dari kantor biro iklan itu hanya untuk mondar-mandir memutuskan antara 2,3 atau 3,2 angka yang hendak dicantumkan.

Setelah beberapa lama menimbang dan berdoa, tiba-tiba Allah Swt. memberi ketenangan di hati Syafe’i untuk mengambil sebuah keputusan. “Aha, pasti 3,2 milyar!!! Lebih bagus 3,2 milyar dicantumkan daripada 2,3.

Sebab, kalau betul angka yang diminta majikan adalah 3,2 M, sedangkan yang saya cantumkan 2,3 M., pasti tekor 900 juta. Siapa yang mau nombokin?!” Gumam Syafe’i.

Syafe’i pun masuk kembali ke kantor biro iklan sambil berujar, “Mbak, tolong cantumin harga jualnya sebesar 3,2 milyar!”

Usai membayar dan menerima struk iklan, Syafei pun kembali ke tempat kerja majikannya.
***
Keesokannya, iklan rumah terbit. Tak diduga, ternyata ada empat perusahaan yang mengontak Syafe’i di hari itu, suatu tanda ketertarikan mereka akan iklan rumah tersebut.

Bahkan, PT. Djarum langsung menyatakan minatnya tanpa menawar sedikitpun.

Tentu saja ini adalah kabar gembira dari Syafe’i untuk majikannya.
***
“Hari ini Bos ada waktu gak ke notaris?! Alhamdulillah, rumah di Kebayoran ada yang berminat. PT. Djarum mau membeli rumah itu. Hebatnya, mereka gak pake nawar lagi,” kalimat Syafe’i membuka pembicaraan.

Sang majikan surprise mendengarnya, kemudian beliau bertanya kepada Syafe’i, “Memangnya berapa harga yang kamu tawarkan ke mereka?”

“Saya cuma kasih harga ke mereka seperti yang Bos minta!” Jelas Syafe’i.

“Iya, saya tahu, tapi berapa harga yang kamu lepas, Syafe’i?!” Tanya sang majikan sekali lagi.

“Mereka saya tawarin harga 3,2 milyar!” Imbuh Syafe’i.

Degg! Sang majikan kaget mendengar harga yang ditawarkan Syafe’i kepada pembeli. Padahal kemarin harga yang dia minta hanya 2,3 milyar, bukannya 3,2 milyar.

Seolah tidak percaya, sang majikan langsung menyediakan waktu untuk bertemu calon pembeli di notaris hari itu.
Betul saja, rumah itu laku terjual dengan nilai 3,2 milyar rupiah.
***
Subhanallah, Syafe’i sudah memberi keuntungan kepada majikannya sebanyak Rp. 900 juta!!! Belum lagi efisiensi biaya renovasi rumah yang tidak kurang dari 140 juta rupiah.

Sang majikan mengulum senyum tanda puas atas dedikasi Syafe’i. Usai dari kantor notaris, di dalam mobil sang majikan berkata, “Nanti, sampai di kantor bilang kepada sekretaris saya, bahwa kamu disuruh saya untuk membuat paspor ya! Gak usah pake nanya macam-macam, pokoknya kamu bikin paspor, Syafe’i!” Tegas majikannya.

Syafe’i hanya menuruti perintah majikannya. Belakangan ia tahu bahwa ia mau diajak umrah sama majikannya sebagai syukuran atas penjualan rumah. Syafe’i mensyukuri karunia Allah Swt. yang tak terduga ini.
***
Beberapa hari lagi menjelang umrah, sang majikan berkata kepada Syafe’i dalam perjalanan pulang menuju rumah majikannya. “Syafe’i, kita kan mau pergi ibadah umrah meninggalkan keluarga. Pantang bagi kita sebagai laki-laki, kalau pergi jauh ninggalin rumah tapi tidak menyisakan bekal yang cukup buat keluarga yang ditinggal. Ini kebetulan ada rezeki. Jangan dilihat besar-kecilnya. Salam saya buat istri dan anak-anakmu!”

Syafe’i menerima sebuah amplop putih cukup tebal dari majikannya. Ia berucap hamdalah dan berterima kasih atas pemberian itu. Usai mengantar majikan pulang, Syafe’i pun kembali pulang menuju rumahnya.

Ia sampai di rumah. Amplop putih titipan majikan ia berikan kepada istrinya. Betapa terkejut sang istri begitu menghitung uang yang diberikan.

Jumlah yang cukup banyak untuk sebuah keluarga supir seperti Syafe’i. Uang yang berada di amplop tersebut ternyata berjumlah 8 juta rupiah!!!

Subhanallah, angka tersebut sama seperti kebutuhan keluarga Syafe’i untuk biaya daftar anaknya kuliah.

Namun yang lebih hebatnya lagi, Allah Swt. malah mengundang Syafe’i untuk berangkat umrah menuju rumah-Nya lewat cara yang tidak pernah ia duga.
***
Sungguh Allah maha tahu kebutuhan hamba-Nya, bahkan seringkali anugerah-Nya jauh lebih baik dari apa yang kita harapkan!

يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللهَ لاَ يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

“Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (Ali Imran [3]:171)
***

Kata Usbob Lainnya

Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang Rangkul Generasi Muda Menjadi Santri Agropreneur

Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang Rangkul Generasi Muda Menjadi Santri Agropreneur

By Askar Kauny – Januari 17, 2022 – in Berita Terkini

Dua santri Pesantren Pemuda Al Hikmah melakukan aktivitas di sawah/Lala Komariah

ASKAR KAUNY – Pesantren Agropreneur Pemuda Al Hikmah kolaborasi program antara Yayasan Desa Hijau Sejahtera (SAHIRA), Askar Kauny dan Institut Pertanian Bogor mulai berjalan dengan merangkul 5 santri berusia muda.

Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang diresmikan lewat peletakan batu pertama pada 27 Oktober 2021.

Direktur Pendidikan, Pelatihan, dan Kelanjutusiaan Yayasan Sahira Mimy Santika mengatakan, berdasar sensus kependudukan data pemuda dan pemudi milenial yang terjun di bidang pertanian sangat sedikit.

Baca juga: Penuh Haru! Wisuda Akbar Santriwati Askar Kauny Ma’had Mesir

Sebab itu, Pesantren Pemuda Al Hikmah akan mempromosikan bidang agropreneur kepada pemuda khususnya kepada para santri.

“Mereka lebih banyak berfokus pada bidang Information Technology (IT).

“Mereka lebih senang sekali pada bidang tersebut karena tantangannya lebih besar, tapi kita tidak menutup mata.

“Bahwa ternyata banyak juga, anak-anak, terutama para santri di sini. Mereka menghafal Al-Qur’an, belajar agama.

Baca juga: Pesantren Pemuda Al Hikmah Bercita-cita Lahirkan Santri Berjiwa Agropreneur dan Berwawasan Al-Qur’an

Menurut perempuan yang akrab disapa Bunda Mimy ini, ide awal Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang cukup sederhana.

Ingin melihat para santri tidak hanya pintar dan memiliki wawasan luas tentang agama, tapi juga punya keterampilan di bidang pertanian dan kewirausahaan.

“Makanya, Yayasan Sahira yang memiliki lahan budidaya berkolaborasi dengan Askar Kauny yang memiliki santri, agar anak-anak dapat belajar tentang pertanian dalam arti luas. Pertanian, perikanan, dan perkebunan,” ujar Bunda Mimy di Subang, Senin, 17 Januari 2022.

Baca juga: Pesantren Agropreneur Al Hikmah Subang Tarik Milenial Tekuni Agronomi

Bunda Mimy memiliki cita-cita santri harus memiliki semangat ‘tangan di atas’, tidak hanya memiliki skill agama, namun kemampuan untuk lebih bermanfaat bagi keluarga, bagi dirinya, dan masyarakat luas.

“Alhamdulillah jumlah santri semakin banyak, dan kita juga menuju ketahanan pangan, sebagai rakyat Indonesia kita mempertahankan dan membangun kemandirian itu kepada santri.

“Santri jadi penyumbang, sebagai manusia yang lebih bermanfaat bagi Indonesia, terutama di bidang ketahanan pangan,” terang dia.

Langkah ke depan program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah

Mimy Santika bersama 5 santri Pesantren Pemuda Al Hikmah/Lala Komariah

Pada kesempatan yang sama Bunda Mimy menjelaskan langkah ke depan program tersebut.

Menurutnya, waktu 3 bulan ini masih terhitung masa Demontration Plot, karena infrastruktur asrama belum tersedia.

“Sambil menunggu asrama santri, kita harus ada percobaan, bagaimana nanti santri-santri di sini akan mengintegrasikan kurikulum agama, pertanian dan kewirausahaan.”

“Sebenarnya waktu 3 bulan ini cukup singkat, saya juga sudah mendengar langsung dari para santri, saya bersama Ustad Hilal, akan coba merancang lagi lamanya program.” tutup bunda Mimy.

Terakhir, bunda Mimy mengatakan desain arsitektur pesantren ini nantinya akan menggunakan kearifan lokal dengan menggunakan bambu.

“Karena di Jawa Barat, bambu cukup banyak, dengan desain yang sangat unik untuk Indonesia, bukan hanya untuk Subang.

Bunda Mimy mengatakan nantinya area Pesantren ini juga akan dilengkapi beberapa fasilitas penunjang, di antaranya asrama santri, asrama untuk pengasuh, gedung pendidikan, gedung penunjang.

“Dan ditambah juga di sampingnya nanti ada rumah-rumah kebun, dan rumah lansia, ketika kita akan kedatangan warga senior yang akan berinteraksi dengan para santri.

“Jadi ini akan jadi kawasan yang saling terintegrasi, anak-anak santri akan belajar mengenai empati saat mereka berinteraksi dengan orang yang jauh lebih tua.” ujar bunda Mimy.

Pesantren Pemuda Al Hikmah Mengintegrasi kurikulum agama, pertanian dan kewirausahaan

Sementara itu, Direktur Program Askar Kauny Hilal Achmad menambahkan, santri di Pesantren Pemuda Al Hikmah akan mengintegrasikan kurikulum agama, pertanian dan kewirausahaan.

“InsyaAllah dari Pesantren ini lahir penghafal Alquran dan juga pegusaha besar di bidang pertanian.

“Sebab masa depan negara-negara adalah tentang sumber daya pangan dan itu hal yang sangat strategis,” ungkap Hilal.

Hilal mengatakan, nantinya area Pesantren ini juga akan dilengkapi beberapa fasilitas penunjang, di antaranya asrama santri, asrama untuk pengasuh, gedung pendidikan, gedung penunjang.

“Dan ditambah juga di sampingnya nanti ada rumah-rumah kebun, dan rumah lansia, ketika kita akan kedatangan warga senior yang akan berinteraksi dengan para santri.

“Jadi ini akan jadi kawasan yang saling terintegrasi, anak-anak santri akan belajar mengenai empati saat mereka berinteraksi dengan orang yang jauh lebih tua,” ujar Hilal.***

Berita Lainnya

Penuh Haru! Wisuda Akbar Santriwati Askar Kauny Ma’had Mesir

Penuh Haru! Wisuda Akbar Santriwati Askar Kauny Ma’had Mesir

By Askar Kauny – Januari 17, 2022 – in Berita Terkini

Wisuda Akbar Santriwati Askar Kauny Ma’had Mesir/Tim Askar Kauny

ASKAR KAUNY – Masih ingat dengan rombongan para santriwati yang berangkat untuk mengambil sanad di Mesir beberapa bulan lalu?

Alhamdulillah, kabar gembira dari 11 peserta, 9 mahasanstri Al Azhar Mesir yang mendapatkan beasiswa berasal dari Askar Kauny.

Dengan 2 santriwati Askar Kauny indonesia dikirim untuk mengambil sanad pada Sabtu, 15 Januari 2022 bertempat di Ghiza Mesir.

Baca juga: Pesantren Pemuda Al Hikmah Bercita-cita Lahirkan Santri Berjiwa Agropreneur dan Berwawasan Al-Qur’an

Program kolaborasi Askar Kauny Mesir dan Ma’had Wahatul Furqan Ghiza Mesir

Program intensif tahfizh Al-Qur’an ini adalah kolaborasi antara Ma’had Askar Kauny Mesir yang diasuh oleh Ust. Jamaludin Junaedy dengan Ma’had Wahatul Furqan Ghiza Mesir asuhan Syeikh Ibrahim.

Dan alhamdulillah, acara wisuda ini dihadiri oleh Syeikh Ibrahim serta Ust. Jamaludin.

Acara juga disiarkan langsung dari Mesir melalui sambungan daring.

Baca juga: Pesantren Agropreneur Al Hikmah Subang Ajak Milenial Tekuni Agronomi

Meskipun waktu setempat yang jauh berbeda dari waktu Indonesia, proses wisuda dilaksanakan dengan lancar dan turut disaksikan oleh wali santri, para orang tua asuh, dan asatidz asatidzah Ma’had Askar Kauny di Indonesia.

MasyaAllah, begitu bahagia para santri setelah perjuangan beberapa bulan di negeri nan jauh akhirnya mereka berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an dengan sanad Mesir.

Ayah Bunda, inilah buah manis yang Anda dapatkan dari membantu perjuangan para santri. Tak akan ada kesia-siaan atas dukungan yang telah Anda berikan.

Di balik perjuangan besar santri, kesungguhan mereka untuk menuntut ilmu, serta ilmu yang nantinya akan mereka amalkan dan ajarkan kepada yang lainnya insyaAllah akan dituliskan Allah SWT.

Juga untuk Ayah Bunda para donatur sebagai pahala terbaik yang memberatkan timbangan di yaumil hisab kelak. Aamiin ya rabb.

Mari terus berkomitmen menjadi Orang Tua Asuh santri yatim dhuafa penghafal Al-Qur’an agar semakin banyak santri yang mampu mengikuti program beasiswa santri Mesir berikutnya. Salurkan sedekahmu melalui:

💳 BSI 6006003693
💳 MANDIRI 1330012335774
A.n Yayasan Askar Kauny

📱Konfirmasi Transfer melalui 0877-7758-2001

Donasi disalurkan untuk santri yatim dhuafa penghafal Al-Qur’an di 43 Ma’had Askar Kauny seluruh Indonesia.

Komitmen mudah melalui :

https://bit.ly/sedekahkauny

Askar Kauny,
Wariskan Kebaikan

More Information on IG @askarkauny | FB: Askar Kauny | web: www.askarkauny.org

Kata Usbob Lainnya

Pola Makan Sehat Buat Anak Cerdas – Kata Usbob

Pola Makan Sehat Buat Anak Cerdas – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Kurma makanan sehat buat anak cerdas/Pixabay

ASKAR KAUNY – Dokter Zaidul Akbar menyampaikan bahwa penting membuka hari dengan sarapan yang bergizi.

Tidak hanya untuk orang dewasa, namun juga berlaku untuk anak.

Pola makan sehat akan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan.

Baca juga: Dampak Lingkungan Buruk dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Bila merujuk sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, pagi hari dibuka dengan makan kurma ajwa 7 buah.

Efeknya akan terhindar dari racun dan sihir. Stamina kuat!

Buah dan sayur diperbanyak untuk dikonsumsi!

Sunnah makan Rasulullah yang lain yang membuat kita menjadi cerdas -termasuk juga anak- adalah makan buah sebelum makan besar. Bukan sebaliknya.

Agar mudah dicerna yang pertama. Lalu akan membuat lambung terasa kenyang, sebelum mengkonsumsi makanan utama.

Pola ini juga perlu kita terapkan dalam konsumsi anak.

Lalu sunnah makan Rasulullah yang akan membuat cerdas adalah kebiasaan ini, ‘makan saat lapar, berhenti sebelum kenyang’.

Ini yang membuat tubuh akan seimbang, stamina terjaga, dan otak cerdas.

Belakangan pola ini viral kembali dengan nama Autopaghi. Membiasakan lapar pada tubuh, sehingga makin sehat dan tercipta keseimbangan.

Pernah di Madinah ada seorang tabib (dokter) yang buka praktek.

Namun ia sepi pasien. Dan ia penasaran mengapa penduduk Madinah sehat wal afiat.

Saat ia riset kepada warga Madinah, kebanyakan mereka menjawab,

نحن قومٌ لا نأكل حتّى نجوعَ، و إذا أكلنا لا نشبع

“Kami adalah kaum yang tidak makan hingga terasa lapar. Jika kami makan tak sampai kenyang.”
Pantas saja, tradisi hebat ini yang buat warga Madinah sehat sepeninggal Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Maka inilah pola makan sehat yang membuat otak cerdas yang berlaku juga buat anak:
1. Sarapan dengan 7 buah kurma
2. Makan buah sebelum makan besar
3. Makan saat lapar dan tak sampai kenyang.

Bisa khan? Semoga Anda sekeluarga cerdas dan sehat.***

Kata Usbob Lainnya

Tips Batita Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Tips Batita Menghafal Al Quran – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Aplikasi HATAM/instagram.com/hatamorg

ASKAR KAUNY – Ustadz Abdul Latif, Penemu metode Hatam, pernah menyampaikan bahwa telinga anakmu amat berharga.

Meski saat anakmu usia batita (bayi tiga tahun) -dalam kegiatan apapun yang ia lakukan seperti bermain, menggambar, mewarnai, bercerita atau apapun- telinganya mampu menangkap hafalan apapun!

Seringkali kita terkaget-kaget bila anak kita hafal satu kata yang belum pernah kita ajarkan.

Baca juga: Dampak Lingkungan Buruk dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Rupanya ia dengar dari televisi, atau tayangan YouTube.

Atau parahnya lagi dan ini sering terjadi, batita kesayangan Anda hafal lagu orang dewasa yang tidak sepantasnya ia ketahui.

Itulah kekuatan telinga batita… Sebab itu manfaatkanlah!

Saya sarankan anda mengunduh aplikasi HATAM di-gadget-mu. Dan perdengarkan kepada batitamu bacaan Al Quran dari surat mana pun yang Anda suka.

Aplikasi ini didesain untuk mudah didengar, juga mudah diikuti.

Perdengarkan dalam semua aktivitas batitamu. Saat ia bermain, saat ia tidur, saat ia makan, saat menggambar atau apapun.

Baca juga: Teladan Orang Tua dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Dan lihatlah hasilnya, in sya Allah meski dia lakukan segudang aktivitas, maka ia akan mudah hafalkan Al Quran.***

Kata Usbob Lainnya

Dampak Lingkungan Buruk dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Dampak Lingkungan Buruk dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022, – in Kata Usbob

Sejarah Singkat Kauny Quranic School/Askar Kauny

ASKAR KAUNY – Seorang artis pernah bertutur kepada saya mengapa ia bisa kecanduan narkotika sebab pergaulan yang buruk.

Saat berkumpul dan tertawa bersama rekan-rekannya, maka dimasukkan ke rongga mulutnya barang terlarang itu.

Disekap mulut dan hidungnya. Hingga barang itu tertelan, dan sejak itu ia mulai kecanduan!

Baca juga: Teladan Orang Tua dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Sungguh itu adalah pergaulan buruk.

Demikian juga saat anak-anak kami kecil dulu. Kami tinggal di kontrakan padat penduduk.

Hal yang membuat kami memutuskan untuk mendidik anak sendiri di rumah adalah pergaulan yang tidak baik di lingkungan.

Baca juga: Waktu Khusus Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Saya dan ummi Maya sering mengelus dada jika mendengar anak-anak kecil di lingkungan kami ngobrol satu sama lain.

Ucapan kasar, kotor dan menjijikan kerap terdengar dari mereka. Padahal usia mereka amat belia.

Sebab itu atas izin Allah, anak-anak di rumah, kami didik dengan Al Quran dan sunnah.

Baca juga: Menanamkan Memory Permanen lewat Dongeng – Kata Usbob

Sering juga anak-anak tetangga bermain ke rumah.

Saat mereka sudah mulai berkata kasar dan kotor, maka ummi Maya sering mengingatkan bahwa ucapan seperti itu tidak boleh ada di rumah ini.

Alhamdulillah, perlahan mereka bisa ikuti aturan. Dan senangnya lagi, mereka betah main di rumah dan mulai menghafal Al Quran bersama Mumtaz, Hamzah dan adik-adiknya.

Itulah cikal bakal Kauny Quranic School yang dibuat oleh ummi Maya tahun 2012.

Bersama anak-anak di lingkungan kontrakan kami dimulai kehidupan menghafal Al Quran dan akhlak Islami.

Mereka mulai ketagihan menghafal Al Quran. Dan akhlak mereka pun berubah drastis.

Anak-anak itu pun -bersama orang tua mereka- kemudian meminta kami untuk memdirikan mahad Askar Kauny.

Dan akhirnya pada 2013 berdirilah mahad pertama di Cijulang, Bogor.

Allah berkahi perubahan akhlak mereka dengan lingkungan yang baik.

Al Quran merubah segalanya, termasuk kondisi keluarga kami.

Kini mahad Askar Kauny sudah tumbuh menjadi 43 cabang. Dan Kauny Quranic School yang bermula dari

ucapan kasar dan lingkungan kotor di atas tadi, kini sudah tumbuh 480-an cabang dengan santri lebih dari 20 ribu orang.

Segala puji bagi-Mu, ya Allah!***

Kata Usbob Lainnya

Teladan Orang Tua dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Teladan Orang Tua dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi Menghafal Al Quran/pixabay

ASKAR KAUNY – Salah satu motivasi saya menghafal Al Quran adalah saat mendengar kisah Almarhum KH. Noer Muhammad Iskandar SQ.

Dalam sebuah ceramahnya, beliau pernah sampaikan bahwa beliau 11 bersaudara. Dan kesemuanya Hafal Al Quran. Tradisi keluarga yang amat luar biasa hebat, batinku.

Banyak di dunia ini, anak mencontoh pola hidup yang dicontohkan orang tua. Gak percaya?

Baca juga: Waktu Khusus Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Misal, orangtuanya dokter maka gak heran anaknya ada yang jadi dokter. Bapak nya presiden, anaknya juga presiden.

Seperti keluarga Bush di Amerika. Orang tua nya kriminal, anak pun pelaku kriminal. Naudzu Billah.

Namun itulah pola yang berulang dalam keluarga. Disadari atau tidak, anak ikut teladan orang tua.

Baca juga: Menanamkan Memory Permanen lewat Dongeng – Kata Usbob

Kembali dalam urusan anak hafal Al Quran. Bagaimana kalau orang tua tidak hafal Al Quran, namun menghendaki anaknya bisa hafal?

Kunci keberhasilannya adalah KEBIASAAN & KETELADANAN

Jika ingin anak hafal Al Quran, maka tumbuhkanlah kebiasaan menghafal Al Quran di rumah. Semua harus terlibat. Minimal terlibat semangatnya!

Tumbuhkan kebiasaan menghafal Al Quran setiap hari di waktu tertentu. Misal bada Subuh, bada Ashar, Maghrib-Isya.

Jika tidak mampu di ketiga waktu tersebut, pilihlah salah satu.

Jadikan itu sebagai pola kebiasaan keluarga. Meskipun hanya mampu menghafal 1 ayat sehari. Lama kelamaan akan semakin tumbuh dan menjadi KEBIASAAN baik dalam rumah tangga.

Jika dengan pola kebiasaan seperti ini, akan terekam dalam benak anak bahwa Anda adalah orang tua teladan yang tidak hanya menyuruh.

Namun memberikan contoh, dan turut bersamanya dalam perjuangan menghafal Al Quran.

Kuncinya adalah kebiasaan & keteladanan, meskipun orang tua belum bisa wujudkan, anak menyempurnakan hafalannya hingga khatam, in sya Allah.

Yuk jadi teladan buat buah hatimu….!

Kata Usbob Lainnya

Waktu Khusus Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Waktu Khusus Menghafal Al Quran – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi Al Quran/pixabay

ASKAR KAUNY – Al Quran adalah prioritas. Jika ia diperlakukan secara khusus, maka Anda akan menjadi orang luar biasa.

Namun jika ia diabaikan, Anda pun akan ditinggalkannya.

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang dengan kitab ini (Al Qur’an) dan merendahkan yang lain dengan kitab ini.” (HR. Muslim no. 817, dari ‘Umar bin Al Khattab)

Baca juga: Menanamkan Memory Permanen lewat Dongeng – Kata Usbob

Di selatan Jakarta ada sekolah menengah. Semua muridnya menghafal Al Quran. Meski mapel bejibun, namun mereka buktikan bahwa tahfizh 30 juz bukanlah perkara mustahil.

Resep mereka sederhana. Sejak pagi sampai jelang zuhur, mata pelajaran yang diterima oleh siswa adalah TAHFIZH.

Lepas zuhur baru pelajaran lain. Dan benar, sekolah ini berhasil.

Baca juga: Makanan Haram Membuatmu Gila – Kata Usbob

Dengan prioritaskan tahfizh Al Quran, maka siswa nya mampu tuntaskan khatam Al Quran, sekaligus melahap mata pelajaran lain dengan sukses.

Hal senada juga saya dapati di Batam, Kepulauan Riau

Di lingkungan ruko ada sebuah sekolah yang awalnya adalah rumah tahfizh. Namanya Baitul Hikmah.

Saya pernah kunjung ke sana, dan banyak sekali santrinya. Belum lagi guru dan jumlah rukonya. Ajib!

Awalnya santri sedikit. Lalu begitu ketemu formulanya, maka banyak sekali peminat yang berdatangan.
Santrinya kecil². Bahkan ada yang mulai dari usia 3 tahun.

Mereka seperti sekolah pulang-pergi, tidak mondok. Namun yang dipelajari adalah TAHFIZH.

Formula yang mereka temukan terbukti dalam 2 tahun, anak bisa hafal Al Quran 30 juz. Bahkan di usia yang amat belia, belum masuk sekolah dasar.

Dari 2 contoh di atas ingin saya sampaikan bahwa rupanya jika Anda prioritaskan Al Quran dengan pendekatan dan cara apapun akan menjumpai hasil positif.

Prioritaskan waktu khusus untuk Al Quran

Hal sederhana yang bisa Anda lakukan untuk pendidikan buah hati adalah prioritaskan waktu khusus untuk Al Quran. 1-2 jam sehari sudah cukup.

Boleh sekaligus. Atau boleh dibagi dalam waktu singkat semisal 30 menit di kali 2 atau 4 pertemuan dalam sehari. Baik itu di rumah, sekolah, tempat bermain atau di mana pun.

Jika Anda temukan bahwa Al Quran adalah prioritas di awal usia anakmu, maka insya Allah akan Anda dapati ia akan menguasainya sebelum ia menginjak sekolah dasar.

Bagaimana…, siap mencoba?!***

Kata Usbob Lainnya

Menanamkan Memory Permanen lewat Dongeng – Kata Usbob

Menanamkan Memory Permanen lewat Dongeng – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi dongeng/pixabay

ASKAR KAUNY – Hal favorit bagi saya dan – juga anda- saat kecil dulu adalah DONGENG.

Setiap malam begitu ditunggu. Di pelukan atau dipangkuan ayah – bunda, kita menangkap setiap kisah, lakon dan kejadian dalam dongeng yang diceritakan.

Emosi dan imajinasi terbawa mimpi. Menjadi karakter dan mengasah kecerdasan.

Baca juga: Hafal Al Quran Sejak dalam Kandungan

Ya, dongeng sungguh mengasah kecerdasan anak! Meletupkan imajinasi. Membongkar segala batas. Melakukan apa saja yang bisa dikhayalkan.

Dongeng mengasah kecerdasan otak kanan. Dan mempertajam kecerdasan emosi. Dahsyatnya lagi, dongeng sebelum tidur akan menjadi memori permanen selamanya. Tak mungkin terlupa, sungguh!

Saya yakin Anda punya dongeng favorit yang pernah diceritakan sebelum tidur oleh orang tua mu dulu!

Apakah kisah dongeng favorit mu? Cinderella kah? Si kancil mencuri ketimun? Joko Tingkir yang perkasa? Atau Gatot kaca? Ayo beritahu aku apa judul nya?!

Jika sungguh Anda mencintai kisah dongeng itu, maka Anda akan hafal sehafal-hafalnya. Bisa kembali menceritakannya.

Terlihat jelas warna-warni nya, terekam emosinya dan segala detail cerita yang ada di dalamnya. Dan khayalan mu tentang dongeng itu sungguh sempurna!

Nah, jika Anda sudah memahami bahwa dongeng itu mengasah kecerdasan emosi, meningkatkan fantasi dan memperkuat memory jangka panjang…

sekarang saya akan ajak Anda melakukan hal yang sama dalam menghafal Al-Qur’an.
Bisa kita mulai sekarang…?!

Sudah pernah dengar kisah Ashabul Ukhdud?!

Kisah ini ada dalam QS. 85 Al Buruj. Hafalkan bersama buah hati mu ayat-ayatnya. Pahami maknanya. Dan kisahkan jelang tidur tentang kisah Ashabul Ukhdud.

Kisah heroik tentang anak muda yang hebat. Beriman kuat. Diizinkan Allah untuk membunuh hewan buas, dan mengobati banyak orang sakit.

Sehingga banyak orang beriman kepada Allah dan mengusik amarah raja lalim.

Pemuda beriman itu diancam untuk dibunuh. Gurunya digergaji hingga mati terbelah. Namun imannya tidak gentar.

Ia pun diancam dibunuh dengan dilempar dari atas gunung. Namun ia masih Allah selamatkan, meski gunung bergetar dan membunuh dan menimbun para prajurit raja lalim.

Ia diancam untuk ditenggelamkan di tengah laut. Para prajurit membawanya dengan kapal. Sebuah makar untuk membunuh pemuda beriman.

Namun pertolongan Allah hadir. Kapal terbalik di laut. Semua mati, kecuali pemuda beriman yang Allah tolong.
Raja lalim kehabisan akal.

Namun pemuda itu berkata bahwa yang mampu mematikan aku hanyalah Allah saja. Jika engkau mau membunuhku, maka saliblah diriku di atas batang pohon dan panahlah aku dengan busur milikku.

Jangan lupa untuk bilang, “Dengan menyebut nama ALLAH, Tuhan si pemuda ini”

Eksekusi itu dilakukan, dan benar saja pemuda itu terbunuh syahid. Namun kematian pemuda membuat banyak orang-orang beriman kepada Allah Ta’ala.

Maka semua orang yang beriman disiksa dengan membuat parit yang besar. Dikumpulkanlah kayu bakar. Dan dinyalakan api besar.

Semua mereka yang beriman diancam untuk dilemparkan kedalam parit api atau keluar dari agama Allah?

Namun semua orang memilih untuk mati dalam iman.

Hingga akhirnya ada seorang ibu beriman yang menggendong bayi. Para prajurit mengancam sang ibu bahwa bayi nya akan dilempar ke dalam api.

Namun atas izin Allah, bayi itu mampu bicara dan berpesan kepada ibunya untuk bersabar dalam keimanan. Maka keduanya dilempar ke dalam parit api. Dan keduanya syahid di jalan Allah.

Allahu Akbar!!!

Kisah hebat ini adalah surat Al Buruj. Bacakanlah kisah keren ini sebagai dongeng sebelum tidur untuk buah hati mu…

Biarkan imajinasi nya tumbuh. Keimanannya kepada Allah mengakar. Ghirahnya kepada Islam dan kaum beriman membara.

Dan keesokan paginya ajaklah buah hatimu untuk menghafalkan ayat demi Ayat surat Al Buruj.
Berapapun dia bisa untuk hafalkan dalam sehari. Sertakan maknanya saat menghafal.

Maka akan Anda dapati ia akan mampu menghafalkan nya dengan rasa….dengan khusyuk… dengan keimanan….

Dan Anda kelak akan dapati ia membacanya dalam sholat atau banyak kesempatan sambil berlinang air mata.

Ia akan bangga mati dalam iman kepada Allah, suatu saat… seperti pemuda hebat itu dan mereka yang membela keimanan.***

Kata Usbob Lainnya