Puasa adalah Perisai

Puasa adalah Perisai

Bagi umat muslim puasa adalah perisai. Puasa merupakan perisai dan diyakini akan mampu memberikan syafaat kelak di yaumil qiyamah nanti. Maka dari itu, sudah sebaiknya sebagai umat muslim harus menjaga ibadah puasa dengan sebaik-baiknya.

Puasa bisa melindungi seorang mukmin dari panasnya apai neraka. Bahkan ada ganjaran berupa pahala tak terhingga ketika mengerjakan ibadah puasa. Ada jaminan kebahagiaan di dunia dan akhirat bagi mereka yang menjalankan ibadah tersebut dengan ikhlas lillahi ta’ala.

Dalil Puasa adalah Perisai

Puasa adalah ibadah yang sangat istimewa. Ibadah ini memiliki begitu banyak keutamaan. Bahkan banyak umat muslim yang sering menjalankan ibadah ini untuk mendapatkan kebahagiaan baik di dunia maupun akhirat nanti.

Keutamaan puasa sebagai perisai tidak hanya mencakup puasa wajib saja melainkan juga puasa sunnah. Seperti halnya puasa senin-kamis, puasa syawal, puasa tiga hari setiap bulan, puasa arafah, puasa asyura, puasa dzulhijjah dan sebagainya.

Bahkan juga terdapat dalil naqli tentang puasa sebagai perisai terbaik untuk umat-Nya. Dengan demikian, maka diharapkan semakin banyak umat muslim yang bisa menjalankan ibadah tersebut dengan ikhlas demi mendapatkan banyak pahala maupun keutamaan lainnya.

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

Artinya:
Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, ‘Aku sedang berpuasa. (H.R. Bukhari dan Muslim).

Hikmah Puasa sebagai Perisai Terbaik untuk Dunia dan Akhirat

Sebagai umat Muslim, tentunya harus percaya bahwa puasa adalah perisai untuk kehidupan di bumi maupun di akhirat nanti. Wajar saja jika puasa dianggap sebagai salah satu bentuk ibadah yang sangat diutamakan. Berikut merupakan hikmah dari puasa sebagai perisai untuk kehidupan di bumi dan akhirat.

1.Puasa adalah Ibadah Istimewa

Ibadah puasa merupakan salah satu wujud ibadah yang sangat istimewa karena memiliki begitu banyak keutamaan. Ada begitu banyak pahala yang diberikan kepada hamba-Nya saat menjalankan ibadah puasa karena Allah. Saking banyaknya, maka jangan sampai merusak pahala puasa.

Tentu pahala yang dituai akan sia-sia jika kita melakukan hal-hal yang dilarang sepeti berkata dan berbuat dusta, fitnah dan adu domba, ghibah, gosip, membicarakan keburukan orang lain, tidak menjaga mata dan syahwat hingga bersumpah palsu. Jangan sampai merugi dengan melakukan dosa-dosa tersebut.

2.Puasa adalah Perisai Dunia dan Akhirat

Puasa bisa menjadi perisai untuk dunia dan akhirat. Untuk keperluan dunia, maka puasa akan membuat seorang hamba dihindarkan dari godaan syahwat yang terlarang ketika mengerjakan ibadah tersebut. Jadi, bisa dikatakan bahwa puasa adalah cara kontrol diri yang sangat bagus.

Kemudian, untuk kebutuhan akhirat maka puasa bisa melindungi dari dari ganasnya api neraka. Ketika kiamat datang, maka orang-orang yang rajin berpuasa akan diselamatkan dari api neraka. Sungguh orang-orang yang beruntung ketika bisa mendapatkan ganjaran seperti ini.

3.Puasa sebagai Perisai Dosa-Dosa

Puasa dapat digunakan sebagai perisai terbaik untuk dunia dan akhirat selama tidak dirusak oleh perbuatan jelek dan perkataan tercela lainnya. Puasa bak perisai perang yang akan melindungi setiap manusia dari berbagai macam kemaksiatan yang ada di dunia.

Apabila seorang hamba mempunyai perisai, maka ia akan senantiasa terlindungi dari perbuatan dosa yang bisa menggelincirkannya kelak ke neraka di hari akhir nanti. Sungguh orang-orang yang merugi jika merasakan ganasnya api neraka karena kemaksiatan yang diperbuat selama hidup di dunia.

Sebagai seorang Muslim tentu harus meyakini dengan segenap hati bahwa puasa adalah perisai terbaik yang harus senantiasa dikuatkan selama hidup di dunia. Sebab, pahala puasa benar-benar sangat berlimpah dan bisa menjadi penolong kelak dari ganasnya api neraka pada hari kiamat.

Oase Hati Lainnya

Allah Maha Pemberi Rezeki

Allah Maha Pemberi Rezeki

Allah adalah satu-satunya pemberi rezeki yang ada di dunia. Sebagai makhluk-Nya tentu harus percaya bahwa hanya Allah Maha Pemberi Rezeki terbaik. Baik itu makanan, harta maupun kenikmatan lainnya yang bisa didapatkan oleh makhluk-Nya.

Akan tetapi, masih banyak manusia yang belum mensyukuri segala nikmat yang Allah SWT tersebut berikan. Bahkan tidak sedikit yang akhirnya memilih bergantung kepada selain Allah SWT sehingga membuatnya menjadi golongan orang-orang musyrik.

Asmaul Husna Allah Maha Pemberi Rezeki

Asmaul husna yang menyebutkan bahwa Allah SWT adalah Maha Pemberi Rezeki adalah Ar-Razzaq. Di samping itu, asmaul husna ini juga bisa definisikan sebagai Yang Maha Memberi dan Melengkapi. Rezeki yang berasal dari Allah SWT berkembang begitu luas dari masa ke masa.

Luasnya perkembangan rezeki tersebut tentu dapat dimaknai dengan lebih luas juga. Rezeki bisa berupa makanan, rumah, pemenuhan kebutuhan hidup, kemampuan untuk melihat, mendengar, berbicara, sehat dan sebagainya.

1.Contoh Perilaku Ar-Razzaq dalam Kehidupan Sehari-Hari

Ar-Razzaq meliputi segala sesuatu yang ada di dunia ini. Jadi, bukan hanya terbatas kepada sandang, pangan, uang dan lainnya. Seringkali sesuatu yang dekat dengan kehidupan ternyata adalah bagian dari rezeki. Padahal hal-hal tersebut kadangkala terabaikan.

Misalnya, fenomena hujan. Hujan adalah salah satu bentuk rezeki yang Allah berikan kepada umat-Nya. Hujan dapat membawa berkah bagi semua makhluk-Nya yang ada di muka bumi. Hewan-hewan yang merasa kehausan akan merasa tertolong dengan adanya hujan.

Sumur-sumur yang kekeringan akan terisi berkat adanya hujan. Tumbuhan kering juga akan kembali segar karena hujan. Tentang rezeki juga dimuat dalam surat Al-Qur’an yaitu Al-Furqan ayat 48 hingga 49. Allah SWT menciptakan semua makhluk dan melengkapinya dengan rezeki.

2.Allah SWT sebagai Satu-Satunya Pemberi Rezeki

Allah SWT adalah satu-satunya pemberi rezeki. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam hal pemberi rezeki. Jadi, sudah seharusnya semua makhluk Allah meminta rezeki hanya kepada-Nya. Hal tersebut juga sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al-Fathir ayat 3.

Tidak ada satupun yang berserikat dengan Allah SWT dalam urusan memberi rezeki. Maka dari itu, tidak pantas pula Allah SWT disekutukan dalam pengerjaan ibadah. Tidak pantas Allah disembah berbarengan dengan menyembah selain kepada Allah SWT.

Selain Dia, tidak ada yang bisa memberikan rezeki. Ketika Allah menahan rezeki manusia, maka tidak ada satupun yang bisa membuka pintu rezeki tersebut. Jika sudah begini, maka sebagai makhluk-Nya harus percaya bahwa hanya Allah Maha Pemberi Rezeki.

3.Allah Sang Maha Pemberi Rezeki Tanpa Ada Kesulitan Apapun

Allah SWT senantiasa memberikan rezeki tanpa adanya kesulitan dan sama sekali tidak akan merasa terbebani. Seandainya saja semua makhluk-Nya meminta kepada Allah rezeki, maka tidak akan sulit diberikan rezeki tersebut kepada-Nya.

Allah akan memberikan kepada mereka semua rezeki yang diminta tanpa mengurangi kerajaan-Nya sedikit saja. Allah benar-benar Maha Kaya yang mampu memegang seluruh rezeki tak terhingga banyaknya melebihi pengetahuan setiap makhluk-Nya.

Wajar saja jika ada asmaul husna yang menyebutkan bahwa Allah Sang Maha Pemberi Rezeki. Karena memang benar bahwa Allah adalah sebaik-baiknya dan sebesar-besarnya Pemilik Rezeki di bumi dan di langit. Sebagai makhluk-Nya tentu perlu senantiasa tunduk dan patuh kepada-Nya.

Dalam asmaul husna disebutkan bahwa Allah Maha Pemberi Rezeki. Rezeki dari Allah benar-benar sangat berlimpah dan banyak jumlahnya. Oleh karena itu, sebagai makhluk-Nya perlu percaya dan meyakini dengan segenap hati bahwa Allah adalah Yang Terbaik untuk harapan maupun doa-doa bagus.

Oase Hati Lainnya

Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit Hati dalam Islam

Penyakit hati dalam Islam identik dengan sifat buruk maupun tingkah laku tercela yang ada pada diri manusia. Misalnya, arogan, iri dengki, emosional dan sebagainya. Jika dibiarkan maka penyakit seperti ini hanya akan memperburuk kondisi seorang manusia saja.

Bahkan bukan tidak mungkin ia akan dijauhi oleh sesama manusia lainnya. Allah SWT juga sangat melaknat perilaku seperti ini karena dapat memberikan dampak negatif baik pada dirinya sendiri maupun orang lain di sekitarnya.

Pengertian Penyakit Hati dalam Islam

Pada hakikatnya, penyakit hati yang dimaksud dalam Islam berbentuk figuratif saja. Tentu saja tidak menyasar kepada makna sebenarnya. Penyakit hati ini berbeda dari penyakit hati lainnya seperti hepatitis, liver dan sebagainya.

1.Pengertian Penyakit Hati

Penyakit hati dalam ajaran agama Islam merupakan perilaku atau sifat buruk seperti dengki, iri, emosional, arogan dan sebagainya yang termasuk ke dalam al-akhlaq al-mazmumah. Dari sekian banyk penyakit hati, terdapat lima yang berbahaya yaitu mengagumi diri sendiri, riya’, sombong, pelit dan iri dengki.

2.Bahaya Penyakit Hati

Sifat-sifat buruk dari penyakit hati seperti sombong, riya’ dan sebagainya tersebut tentu pernah berseliweran dalam hati. Sebaiknya, jangan sampai menuruti hal tersebut. Sebab, penyakit hati benar-benar sangat berbahaya. Bahkan sifat-sifat buruk tersebut bisa membawa seseorang ke dalam kekafiran.

Macam-Macam Penyakit Hati

Penyakit hati dalam ajaran agama Islam ada begitu banyak macamnya. Namun, terdapat lima macam penakit hati yang dirasa sangat membahayakan bagi diri seorang muslim karena bisa membawa ke akhirat dengan dosa kafir.

1.Sombong

Sombong atau takabur adalah penyakit hati dalam Islam yang harus dihindari. Ciri sifat ini adalah seseorang mempunyai kebanggan berlebih pada diri sendiri dan enggan mengakui kelebihan orang lain. Bahkan sifat ini yang menyebabkan kekafiran dari iblis.

2.Mengagumi Diri Sendiri

Ujub atau mengagumi diri sendiri juga sangat dilarang dalam Islam. Kebiasaan menyombongkan diri seperti ini hanya akan menciptakan akar kesombongan dalam diri sendiri. Jika seseorang memiliki sifat ini, maka ia hanya akan menambah kekafiran pada diri sendiri.

3.Riya’

Hati-hati dengan sifat ini sebab akan menghilangkan semua pahala maupun amat baik yang selama ini sudah dikerjakan. Riya’ bisa menghilangkan rasa tulus ikhlas yang seharusnya dimiliki ketika mengerjakan ibadah.

4.Pelit

Pelit, kikir atau bakhil menjadi sifat tercela lainnya yang harus dihindari. Dasar utama penyakit hati ini adalah adanya perasaan bahwa apa yang telah dimiliki masih saja kurang sehingga enggan membaginya dengan orang lain.

5.Iri Dengki

Hasad atau iri dengki adalah sifat buruk yang juga harus dihindari. Ciri-ciri orang yang memiliki sifat ini adalah selalu saja tidak senanag dengan kebahagiaan, kesuksesan maupun kelebihan rezeki yang diperoleh orang lain. Allah SWT akan mengikis pahala orang-orang yang memiliki sifat iri dengki.

Solusi Penyakit Hati

Untuk menghindari beberapa penyakit hati dalam Islam tersebut, maka sebaiknya segera menemukan solusinya. Dengan mengerjakan beberapa solusi berikut, maka diharapkan setiap manusia bisa merasakan kegembiraan dan kesenangan dalam hidupnya.

1.Membaca Al-Qur’an lengkap dengan pemaknaannya. Al-Qur’an juga bisa menjadi pedoman hidup yang baik bagi setiap makhluk-Nya.
2.Senantiasa mendirikan shalat malam dan memanjatkan doa ikhlas kepada Allah SWT.
3.Senantiasa terus berkumpul dengan orang-orang yang shalih.
4.Berpuasa juga menjadi anjuran untuk mengobati penyakit hati tersebut.
5.Jangan lupa perbanyak dzikir pada malam hari dengan tujuan untuk semakin lebih dekat dengan-Nya.

Terdapat begitu banyak penyakit hati dalam Islam. Mulai dari sombong, riya’, suka membanggakan diri sendiri, iri dengki dan kikir. Untuk menghindari sifat-sifat buruk tersebut, maka setiap mukmin perlu menemukan obatnya dengan benar.

Oase Hati Lainnya

Peluk Cium Mama

Peluk Cium Mama

Dudi, sahabatku. Ia seorang kakek. Sudah dikaruniai beberapa cucu. Alangkah berkah hidupnya.

Ia berusia 65 tahun, namun ia masih punya keramat hidup, seorang mama. 87 tahun usianya.

Kerennya lagi, Mama bersedia tinggal di rumah. Kerasan, betah!
Setiap mau pergi bekerja, ke kantor atau kemana pun…, Dudi masih bisa bertemu Mama. Memeluknya…, menciumnya.

Sampai titik ini, mungkin ada di antara pembaca yang membatin, “duh… alangkah beruntungnya Dudi”.

Bagi Dudi, Mama adalah prioritas. Segala-galanya.

Mama adalah motivasi, spirit dan sandaran hidup.

=

Gelombang kedua pandemi covid kemarin, qadarullah Mama tertular.

ICU penuh. Rumah sakit sulit didapat. Namun atas izin Allah, akhirnya Mama dirawat.

Lebih dari sepekan Mama di sana. Sendirian. Tak ada yang bisa mengawal.

Usia Mama yang lanjut membuat Dudi tidak bisa berkomunikasi dengan nya. Mama gak bisa telpon, apalagi WA. “Hidup saya uring-uringan” tukasnya.

Tak bisa membayangkan bagaimana Mama di sana.

Setelah agak baikan Mama boleh dibawa pulang. Meskipun masih positif covid, namun boleh karantina di rumah.

Dudi menyambut Mama dari rumah sakit. Dan seketika, ia lemas mendapati Mama.

“Semua makanan yang Kami kirim ke rumah sakit tidak ada yang beliau makan. Pakaian yang beliau pakai saat datang ke rumah sakit, pakaian itu juga yang ia kenakan. Tatapan Mama kosong. Tubuhnya kurus dan bergetar. Beberapa kali beliau bertanya aku dimana sekarang? Beliau linglung…, khawatir…, ketakutan…” Dudi menjelaskan.

Dudi menyesal. Menyesal sejadi-jadinya tidak berada di sana dampingi Mama. Ia berupaya keras merawat Mama semampunya.

Dan Alhamdulillah, Mama kini sehat wal afiat dan mau tinggal di rumah sekarang.

Kini Dudi menikmati hari-harinya. Bercengkerama bersama Mama setiap saat. Memeluk dan menciumnya…!

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَّبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيٰنِيْ صَغِيْرًاۗ

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.””
QS. Al-Isra'[17]:24

Ayo sayangi Mama …. !

#AllahMencintaimu

Kata Usbob Lainnya

Money Politic di Masjid

Money Politic di Masjid

Kala itu musim pilkada. Tercium ada money politic oleh media. Dibagikan usai sholat Jumat di masjid At Tohiriyah, Empang, Bogor.

Namun warga sekitar tersenyum membacanya. Itu bukan money politic. Itu adalah amal rutin sosok mulia bernama Allahyarham, Haji Abdul Kadir Askar.

Usai sholat Jumat, beliau berdiri membagikan sedekah kepada fuqara wa masakin yang jumlahnya ratusan orang.

Dan… itu sudah beliau lakukan sejak lama, hanya Allah Yang Tahu.

Beliau gemar bersedekah. Murah tangan untuk berbagi.

Bahkan mahad pertama tahfizh Askar Kauny adalah wakaf beliau di Cijulang, Bogor. Dan kini sudah berdiri 60-an mahad tahfizh dgn ribuan santri, dan semuanya GRATIS. Di bawah yayasan Askar & Askar Kauny.

Ia ajarkan keluarga & keturunannya untuk gemar berbagi kepada fuqara dan muliakan ahlul Quran.

Kembali ke kegemaran Abi Abdul Kadir Askar dalam sedekah setiap Jumat, beliau siapkan sendiri uangnya. Beliau sisihkan dari rezekinya, dan beliau juga yang membagikan.

Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذَهِ اْلأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا: بِدَعْوَتِهِمْ، وَصَلاَتِهِمْ، وَإِخْلاَصِهِمْ.

“Sesungguhnya Allah menolong ummat ini dengan sebab orang-orang lemah mereka di antara mereka, yaitu dengan doa, shalat, dan keikhlasan mereka” HR. An Nasai

=

Pernah saya coba untuk menyelinap dalam barisan sedekah. Berdiri mengantri bersama para fuqara. Saya simak raut wajah beliau dari kejauhan. Begitu teduh dan bersinar. Tersirat bahagia bisa berbagi rasa dengan mereka.

Saat tiba giliran saya ada di hadapannya, beliau menjulurkan uang ke arah saya. Lalu saya tatap wajah beliau, dan beliau pun bertakbir, “ALLAHU AKBAR!”

Beliau urung memberikan uang. Bahkan beliau peluk saya erat.

“Ustadz ngapain di sini…?” tanya beliau.

Saya jawab bahwa saya ingin buktikan amalan mulia Abi Abdul Kadir bukanlah money politic.

Beliau senang dan meminta saya berdiri di sisi nya untuk menyalami para dhuafa.

Hati saya bergetar melihat amal mulia ini. Begitu indah, Allah ilhami beliau untuk melakukannya.

“Tidak semua orang bisa istiqomah mengerjakan amal seperti itu” gumamku.

Saya iri kepada mu, Abi. Semoga Allah menyayangimu.

#AllahMencintaimu

Kata Usbob Lainnya

Sekepal Beras di Awal Pagi

Sekepal Beras di Awal Pagi

Ingin menambah keberkahan pagi, sobat?
Bukalah pintu dan jendela rumah mu. Hiruplah kesegaran udara. Dingin nya…, lembutnya…, membasuh raga.

Di Condet, timur Jakarta ada pria bernama Husin. Setiap pagi rumahnya ramai dengan kicau merdu burung. Bersautan riuh rendah suaranya. Menambah indah dan berkah pagi.

Burung-burung bersuara indah itu bukan miliknya. Juga bukan peliharaan nya. Terus punya siapa?!

Husin mengaku bahwa ia belajar dari abah. Bapak yang mendidiknya untuk selalu berbagi kepada siapapun. Termasuk kepada burung-burung.

Tutur Husin, “Setiap pagi saya keluar teras membawa sekepal beras. Saya tebarkan dan burung-burung datang berhamburan.

Mereka seolah bernyanyi, tertawa, bercanda di rumah menghiasi hari. Tanpa perlu dipelihara di kandang atau aviary.”

Awal pagi selalu indah di rumah Husin sebab berbagi.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِى يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنَ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا

“Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang panasnya begitu terik. Anjing itu menngelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut.” (HR. Muslim no. 2245).

Mari berbagi untuk dapatkan ampunan Ilahi.

#AllahMencintaimu

Kata Usbob Lainnya

Aku Tahu Modal Kau

Aku Tahu Modal Kau

Dulu saya pernah nakal. Malu sendiri kalau mengingatnya. Setelah hijrah dan perbaiki diri, mulai saya belajar dakwah.

Gak ada manusia yang sempurna, memang!

Suatu kali, saya sedang isi kajian. Tetiba datang seseorang berbaju merah. Membuat lidah saya kelu, tak bisa lanjutkan ceramah.

Hendri, kawan saat sekolah menengah yang amat tahu betapa nakalnya saya.

Usai kajian, saya hampiri dia. Awalnya ia tak mengenaliku. Lalu akhirnya ia tertawa. “Aku tahu modal kau!” katanya terbahak.

sabda beliau :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Hal senada juga berlaku dengan Musa & Derry. Kawan serumah saat kuliah di Bogor. Dulu sempat begini-begitu, namun sekarang berubah 180 derajat seiring bertambah umur.

Keduanya saling berlomba dalam kebaikan. Derry banyak menebar amal, Musa pun tak mau tertinggal.

Lama tak jumpa mereka pun dipertemukan Allah dalam sebuah amal. Keduanya jadi sosok inspiratif. Motivasi buat orang sekitar.

Tapi di sela acara saya menikmati keakraban dua saudara seiman ini. Lalu mereka sampaikan kisahnya berdua dulu dan mereka sama berkata, “Aku tahu modal kau!”

Hidayah Mu, ya Allah…!

#AllahMencintaimu

Kata Usbob Lainnya

Gambaran Surga dan Neraka

Gambaran Surga dan Neraka

Surga dan neraka Allah SWT sediakanuntuk membalas semua perbuatan kaum-Nya selama hidup di dunia. Untuk perbuatan baik akan diberikan ganjaran surga sedangkan perbuatan buruk akan diganjar dengan neraka.

Untuk itu, perlu pemahaman lebih mendetail tentang gambaran surga dan neraka dalam Islam.

Gambaran tersebut tentunya bisa memotivasi semua mukmin di dunia ini untuk senantiasa terus berbuat baik selama hidupnya. Kehidupan surga dan neraka kekal di dalamnya. Jika dibandingkan dengan kehidupan di dunia, maka benar-benar tidak ada artinya.

Gambaran Surga dan Neraka Menurut Al-Qur’an

Baik surga maupun neraka, keduanya diciptakan oleh Allah SWT dengan kondisi yang sangat jauh antara satu dengan lainnya. Gambaran surga maupun neraka sudah dijelaskan dalam kitab suci Al-Qur’an yang seharusnya setiap hari dibaca oleh kaum mukmin dimanapun berada.

1.Gambaran Surga

Surga merupakan ganjaran bagi orang-orang yang pada masa hidupnya senantiasa melakukan perbuatan baik dan amal shaleh. Surga benar-benar menjadi cita-cita bagi semua umat mukmin yang berbuat baik semasa hidupnya. Surga terdiri atas beberapa macam, yaitu:

•Surga Firdaus merupakan surga yang ada di tingkatan tertinggi. Ini adalah surga sebagai balasan untuk orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan.
•Surga ‘Adn adalah surga bagi orang-orang yang gemar menyucikan diri. Nama surga ini dimuat dalam Surat Ar-Rad ayat 22 hingga 23.
•Surga Na’im adalah salah satu nama surga untuk mereka yang beriman sekaligus mengerjakan amal shaleh.
•Surga Ma’wa adalah nama surga untuk mereka yang beriman, mengerjakan kebajikan dan berbuat kebaikan lainnya. Surga tingkat keempat ini dimuat dalam Surat As-Sajadah ayat 19.
•Surga Darussalam yaitu surga untuk orang-orang yang selalu mengutamakan sikap sabar.
•Surga Darul Muqamah adalah surga untuk hamba yang gemar berbuat baik serta tidak berbuat maksiat selama hidupnya.
•Surga Muqammal Amin yaitu jenis surga untuk orang-orang dengan keimanan setingkat muttaqin.
•Surga Khuldi adalah surga untuk orang-orang yang senantiasa bertakwa kepada Allah SWT.

2.Gambaran Neraka

Jika surga adalah balasan untuk orang-orang yang senantiasa berbuat kebajikan, maka berbeda halnya dengan neraka. Neraka Allah SWT sediakan bagi orang-orang yang selalu berbuat buruk baik kepada sesama manusia, lingkungan maupun makhluk hidup lainnya semasa hidup. Macam-macam neraka yaitu:

•Neraka Jahanam adalah neraka yang diperuntukkan bagi orang-orang yang selalu melakukan dosa besar semasa hidupnya.
•Neraka Lazha adalah neraka untuk mereka yang enggan dan menolak ajaran Rasulullah SAW. Neraka ini juga khusus dibuat untuk mereka yang tidak mau bersedekah.
•Neraka Huthamah adalah neraka bagi mereka yang gemar mengumpat maupun mencela.
•Neraka Sa’ir yaitu neraka untuk orang-orang yang tidak membayar zakat, memakan harta anak yatim, mendustakan hari kiamat dan sebagainya.
•Neraka Saqar adalah balasan bagi mereka yang tidak pernah shalat maupun memberikan makan kepada orang-orang miskin.
•Neraka Jahim adalah neraka untuk para pendusta ayat-Nya.
•Neraka Wail yaitu neraka untuk mereka yang gemar lalai dalam mengerjakan shalat.
•Neraka Hawiyah yakni neraka bagi orang-orang yang ringan timbangan amal kebaikannya.

Cerita Gambaran Surga dan Neraka

Allah SWT menyediakan surga dan neraka sebagai balasan untuk amal perbuatan yang umat-Nya kerjakan selama hidup di dunia. Surga Allah buat dengan sebaik-baiknya kondisi di dalamnya. Penghuni surga tidak akan pernah mengalami masa tua. Seterusnya penghuni surga akan tetap muda.

Di dalam surga terdapat kenikmatan yang sungguh tiada duanya. Sebaliknya, neraka Allah SWT ciptakan untuk orang-orang yang banyak melakukan perbuatan munkar. Penempatan nerak sesuai dengan amal ibadah yang dilakukan seorang hamba di dunia. Percayalah bahwa keburukan di neraka tiada duanya.

Setelah mengetahui tentang gambaran surga dan neraka kiranya bisa membuat semua umat muslim mau terus berbuat kebaikan. Sebab, balasan surga begitu indah dan menyenangkan. Sementara itu, balasan neraka sungguh sangat merugikan.

Oase Hati Lainnya

Menangis Karena Allah

Menangis Karena Allah

Menangis karena Allah adalah ciri keimanan yang tidak bisa direkayasa. Tangisan tersebut merupakan pertanda bahwa seseorang mempunyai rasa takut yang besar terhadap Allah SWT selaku pemilik dunia dan isinya.

Bergetar hati orang tersebut saat mengingat betapa banyaknya dosa dan maksiat yang pernah dibuat semasa hidup di dunia. Kemudian menangis dan tangisan itu merupakan tanda keimanan atau tangisan hanifnya jiwa.

Melembutkan Hati

Jika tidak bisa menangis karena Allah mungkin benar jika hati seseorang tengah bermasalah. Bisa saja hati orang tersebut keras karena terkena dosa dan maksiat dunia yang begitu besar. Jika sudah begini maka perlu segera melembutkan hati dengan mengikuti beberapa kiat berikut.

1.Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an bisa melembutkan hati sekaligus menjadi jauh lebih dekat dengan Allah SWT. Ketika membaca Al-Qur’an, maka hati seorang hamba menjadi bergetar seakan-akan telah mendapatkan petunjuk dari-Nya.

2.Melafalkan Bacaan Dzikir

Berdzikir juga menjadi upaya mengingat Allah berikutnya yang perlu dilakukan. Semakin banyak seorang hamba berdzikit, tentunya semakin lembut tertuang kelembutan dihatinya. Cobalah melafalkan bacaan dzikir seperti tahmid, tahlil, tasbih maupun takbir. Itu adalah sesederhananya bacaan dzikir.

3.Mengingat Kematian

Ketika seseorang mengingat kematian, niscaya akan meningkat pula rasa keimanannya kepada Allah SWT. Kemudian, seseorang tersebut tentu akan semakin sering berbuat kebaikan dengan tujuan akhirat semata. Selain itu juga ia akan menjadi lebih sering untuk memohon ampunan kepada-Nya.

4.Memohon Ampunan Kepada Allah SWT

Senantiasa memohon ampunan kepada-Nya adalah salah satu cara agar bisa melembutkan kerasnya hati. Di samping meminta ampunan kepada Allah SWT, seseorang tersebut juga harus berjanji untuk tidak akan mengulang lagi perbuatan buruk tersebut di masa yang akan datang.

5.Senantiasa Rajin Mengikuti Kajian

Cara lainnya yang bisa digunakan untuk melembutkan hati yang keras adalah senantiasa rajin untuk mengikuti kajian. Dengan demikian, maka ilmunya akan semakin bertambah serta menjadi dekat dengan Allah SWT. Tidak heran jika seseorang tersebut juga bisa menangis karena Allah.

6.Selalu Banyak Berbuat Amal

Terakhir adalah selalu memperbanyak perbuatan amal shaleh. Misalnya, menyantuni anak yatim. Dengan melakukan kebaikan ini, tentu seorang hamba bisa kian rajin bersyukur dan merasakan kelembutan hati yang hakiki. Dunia pun terasa jauh lebih damai dan menenangkan.

Hadits Menangis Karena Allah

Agar bisa menangis karena Sang Maha Pencipta, maka seorang hamba perlu melakukan beberapa cara berikut. Hal tersebut sama sekali tidak sulit dilakukan. Bahkan juga terdapat hadits yang mendukung pernyataan tersebut.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (QS. Al Anfal [8] : 2)

1.Mengenal Allah SWT dengan Baik

Cara pertama agar bisa menangis karena-Nya adalah dengan mengenal Allah SWT secara baik. Mulai dari keagungan nama-Nya, sifat maupun ciptaan-Nya. Senantisa teruslah berharap bertemu dan takut kepada-Nya. Niscaya akan bisa menangis karena-Nya.

2.Memperbanyak Ketaatan

Teruslah memperbanyak ketaan kepada Allah SWT. Teruslah jujur kepada-Nya sehingga Allah akan selalu menjawab doa-doa yang dipanjatkan dengan baik. Ingat, Allah selalu memberikan segala yang terbaik bagi hamba-Nya.

3.Mengonsumsi Segala Sesuatu yang Halal

Ketika seseorang senantiasa mengonsumsi segala sesuatu yang halal, maka ia akan mendapatkan kenikmatan berupa kelembutan hati. Saat seseorang mempunyai hati yang lembut, maka ia akan lebih mudah menangis karena-Nya.

Untuk bisa menangis karena Allah, maka seseorang harus melembutkan hatinya terlebih dahulu. Ada banyak kiat yang dapat dilakukan untuk bisa menangis karena-Nya. Mulai dari membaca Al-Qur’an, senantiasa berdzikir, berbuat amal shaleh, mengingat kematian dan sebagainya.

Oase Hati Lainnya

Hadits Tentang Persaudaraan

Hadits Tentang Persaudaraan

Persaudaraan mempunyai arti yang begitu luas. Persaudaraan bukan hanya sekedar saudara sekandung dan sedarah saja, melainkan juga persaudaraan sesama muslim meskipun tidak sedarah sekalupun. Terdapat hadits tentang persaudaraan yang mendukung hal ini.

Sebagai kaum muslim tentu penting sekali mengetahui hadits ini dengan baik dan benar. Dengan demikian, maka bisa jauh lebih memaknai tentang apa itu persaudaraan yang sebenarnya. Hal ini juga diharapkan akan mampu menghilangkan perselisihan maupun perdebatan lainnya.

Persaudaraan adalah Ukhuwah

Saat menjalin sebuah hubungan persaudaraan, maka perlu memelihara dengan baik tentang segala hal yang berkaitan tentangnya. Kunci agar bisa melakukannya tentu saja adalah dengan senantiasa beriman kepada Allah SWT.

Dalam Mufradat Alfazhil Qur’an menurut Ar-Raghib, ukhuwah merupakan kata yang diambil dari istilah akhun. Maksudnya adalah berserikat dengan orang lain karena kelahiran dari kedua belah pihak maupun persusuan. Namun, ukhuwah juga didefinisikan sebagai persaudaraan seluruh mukmin di dunia.

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ الحجرات
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat (QS. Al-Hujurat: 10).

Agar ukhuwah senantiasa dapat berdiri tegak dengan kokoh, maka dibutuhkan tiang penyangga persis seperti shalat sebagai tiang agama Islam. Ukhuwah bisa terus berdiri tegak karena memiliki 4 asas, diantaranya:

1.Ta’aruf

Ta’aruf mengandung makna sebagai saling kenal mengenal. Akan tetapi, perkenalan tersebut tidak hanya terbatas dengan satu hal saja, apalagi fisik semata. Ta’aruf menekankan kepada perkenalan lebih dalam tentang pendidikan, keagamaan, budaya, ide, cita-cita, pemikiran sampai masalah kehidupan.

2.Tafahum

Asas ukhuwah berikutnya adalah tafahum. Tafahum merupakan kegiatan saling memahami kelebihan maupun kekurangan, kekuatan maupun kelemahan dan sebagainya dari masing-masing orang. Ketika hal ini bisa tercapai, maka segala bentuk kesalahpahaman bisa lekas dihindari.

3.Ta’awun

Dalam hadits tentang persaudaraan juga memuat istilah ta’awun. Ta’awun adalah sikap saling tolong-menolong yang lemah maupun yang merasa terus kekurangan. Lewat asas ini, maka kerjasama akan bisa tercipta dengan baik serta saling menguntungkan satu sama lainnya.

4.Takaful

Kemudian, asas ukhuwah terakhir adalah tafakul. Asas ini dapat didefinisikan sebagai asas saling memberikan jaminan satu sama lainnya. Jadi, tiap-tiap umat muslim di dunia ini harus saling membantu yang sedang mengalami kesusahan sehingga timbul rasa aman dan tenteram.

Muslim Ibarat Satu Tubuh

Semenjak abad ke 14, Rasulullah SAW senantiasa menegaskan bahwa sesama muslim adalah bersaudara. Beliau mengumumkan hal tersebut tatkala mempersaudarakan Muhajirin dengan Anshar. Meskipun tidak saling kenal satu sama lainnya, namun mereka senantiasa senang bisa bersaudara.

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Artinya:
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam. (HR. Muslim).

Karena beranggapan bahwa sesama muslim adalah saudara, maka diantara mereka saling tidak rela jika salah satu pihak terluka. Baik kesadaran, perasaan maupun jiwanya senantiasa terasa tersayat apabila melihat sesamanya merasa kesulitan. Itulah mengapa muslim ibarat satu tubuh.

Saat bagian tubuh lainnya terluka, maka semua bagian tubuh akan merasa sakit. Terlalu getir untuk bisa bersenang-senang ketika diantara mereka ada yang terluka maupun tengah tertimpa musibah. Terlalu menyedihkan untuk bisa berbahagia di atas penderitaan yang lain.

Kaum mukmin seharusnya secara otomatis bisa merasakan penderitaan maupun kesulitan yang dirasakan oleh saudaranya. Kemudian, terus berusaha sebaik mungkin agar kesulitan yang dialami saudaranya hilang dan lenyap seketika. Hal tersebut bisa berupa bantuan fisik maupun psikis yang diberikan ikhlas.

Ada banyak hadits tentang persaudaraan yang bisa dibaca agar lebih memahami tentang faedah ikatan tersebut dalam Islam. Tentunya hal tersebut bisa semakin membuat bangga menjadi Islam yang baik, murni dan bersaudara satu sama lainnya. Kiranya bisa dikumpulkan kembali ke surga-Nya bersama-sama.

Oase Hati Lainnya