Rumus 12 Huruf untuk Sholat Khusyuk – Kata Usbob

Rumus 12 Huruf untuk Sholat Khusyuk – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 18, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi Khusyuk/Pexels/Ahmed Aqtai

ASKAR KAUNY – Guru saya saat madrasah Aliyah dulu berkisah tentang seorang santri yang ingin bisa sholat khusyuk. Ia adukan galaunya kepada pak kyai.

Pak kyai berujar, “Besok jika datang belajar ke majlisku tolong bawakan segelas air. Jangan lupa pakai tutup gelas ya…!”

Esok pagi si santri bawakan pesanan kyai. Segelas air dengan tutupnya.

Baca juga: Ingat Allah Saat Sholat – Kata Usbob

Dia letakkan dekat pak kyai. Lalu kyai membuka tutup gelas. Menyeruput air di dalamnya dan langsung berujar,

“Kalau seperti ini, pantas saja sholatmu tidak khusyuk”.

Si santri kaget. Ia membatin. apa urusannya air di dalam gelas itu dengan sholat yang belum khusyuk.

Sayangnya ia tak berani menanyakan.

Baca juga: Seakan Menatap Allah – Kata Usbob

Esok pagi, ia bawa lagi segelas air. Ia letakkan dekat pak kyai. Dan sama, pak kyai mengatakan sholat mu pantas belum khusyuk jika seperti ini.

Hal itu terus berulang berhari-hari. Sedang si santri semakin bingung

Hingga saatnya si santri tak sanggup meledakkan tanya. “Mohon maaf beribu maaf kyai, apa sebenarnya hubungan sholat saya yang belum khusyuk dengan segelas air ini…?”

Tatapannya nanar menunggu jawab.

Sang kyai berdehem. Suaranya berat membuka jawab penuh wibawa.

“Kamu lihat tutup gelas ini…?” seraya menyorongkannya ke hadapan santri.

“Lihat berapa banyak buih air yang menempel di sana. Pasti sampeyan membawanya sembrono….

Besok jika bawa segelas air ini ke majlisku, upayakan jalan mu tenang… perlahan… dan seksama… fokus, jangan sampai ada air yang bergerak dan mencapai tutup gelas ini!”

“Ahaaaa….!” gumam santri. Ia sudah dapatkan poinnya.

Esok hari, ia bawa segelas air itu dengan amat perlahan. Ia tidak peduli dengan suasana sekitar dan suara-suara di sekeliling nya.

Fokusnya cuma satu, bagaimana bawa air itu ke majlis kyai dengan tenang…

Hingga tidak ada sebutir buih air pun loncat ke atas

Benar…., santri itu sukses.

Ia lama sekali baru tiba di majlis kyai berbeda dengan hari-hari sebelumnya.

Hingga majlis hampir usai.

Kyai tersenyum memandang santri tersebut saat berjalan lambat memasuki majlisnya.

Begitu perlahan ia letakkan air tersebut di hadapan kyai. Belum lagi diminum air tersebut…,

Saat membuka tutup gelas pak kyai mengangguk-anggukkan kepala seraya berkata…,

“Kini engkau sudah mengerti cara sholat yang khusyuk, anakku!”

Kisah itu epic banget untukku.

Saat pak H. Qomarudin, kepala sekolah ku di MA Nurul Hidayah menyampaikannya, saya langsung mengerti poin pentingnya.

Sejak saat itu saya tidak pernah mengerjakan sholat dengan terburu-buru. Saya nikmati setiap gerakan dan bacaannya.

Dan Alhamdulillah saya temukan sebuah cara untuk sholat yang khusyuk.

Dan saya susun cara sholat khusyuk dalam rumus 12 huruf.
M
E
M
P
E
R
L
A
M
B
A
T

Semoga sahabat dapat mengamalkannya.***

Kata Usbob Lainnya

Pesantren Pemuda Al Hikmah Bercita-cita Lahirkan Santri Berjiwa Agropreneur dan Berwawasan Al-Qur’an

Pesantren Pemuda Al Hikmah Bercita-cita Lahirkan Santri Berjiwa Agropreneur dan Berwawasan Al-Qur’an

By Lutfi Dananjaya – Januari 13, 2022 – in Berita Terkini

Aktivitas santri agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang/Askar Kauny/Muhammad Muslik

ASKAR KAUNY – Mimy Santika (Bunda Mimy) Direktur Pendidikan, Pelatihan, dan Kelanjutusiaan menguraikan mengenai ide awal.

Dan langkah ke depan program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah, Subang, Askar Kauny.

Menurutnya, Ide awal Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang, sederhana, ingin melihat para santri tidak hanya pintar dan memiliki wawasan luas tentang agama.

Baca juga: Pesantren Tahfidzpreneur Askar Kauny Jambi Siap Bangun Asrama Kedua dan Masjid

Tetapi mereka juga mempunyai kecapakan (skill) dan kemampuan lain di bidang pertanian dan kewirausahaan.

“Makanya, Yayasan Sahira yang memiliki lahan budidaya berkolaborasi dengan Askar Kauny yang memiliki santri, agar anak-anak dapat belajar tentang pertanian dalam arti luas.

“Pertanian, perikanan, dan perkebunan.” ujar Bunda Mimy

Bunda Mimy memiliki cita-cita yaitu santri dengan tangan di atas, tidak hanya memiliki skill agama, namun kemampuan untuk lebih bermanfaat bagi keluarga, bagi dirinya, dan masyarakat luas.

Mimy mengungkapkan rasa optimis dengan keberhasilan dan keberlangsungan program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang.

“Pertama, sepertinya semakin lama jumlah santri semakin banyak, dan kita juga menuju ketahanan pangan, sebagai rakyat Indonesia kita mempertahankan dan membangun kemandirian itu kepada santri.

“Santri jadi penyumbang, sebagai manusia yang lebih bermanfaat bagi Indonesia, terutama di bidang ketahanan pangan.

Pergeseran teknologi dan generasi

Dua Santri program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang/Askar Kauny/Muhammad Muslik

Bunda Mimy kemudian memaparkan mengenai pergeseran teknologi dan generasi berkaitan dengan program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang.

“Dari sensus penduduk, data pemuda dan pemudi yang beralih ke bidang pertanian memang masih sedikit.

“Mereka lebih banyak berfokus pada bidang Information Technology (IT).

“Mereka lebih senang sekali pada bidang tersebut karena tantangannya lebih besar, tapi kita tidak menutup mata.

“Bahwa ternyata banyak juga, anak-anak, terutama para santri di sini. Mereka menghafal Al-Qur’an, belajar agama.

Dan Bunda Mimy menjelaskan, Yayasan Sahira memiliki lahan yang sangat luas untuk menarik minat belajar anak-anak di dunia pertanian.

Meningkatkan kemampuannya untuk lebih berkontribusi kepada Negara Indonesia.

“Jadi memang, ada bagiannya, tidak semua anak-anak, meski ada pergeseran, tetapi kita lihat di sini ada kesempatan.

“Santri di dalam pesantren, di dalam satu kawasan, mereka punya kesempatan yang besar.

“Di situlah kita yakin, bahwa anak-anak akan menyenangi pertanian, dan menjadi manusia yang akhlakul karimah.

Diketahui program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang sudah berjalan selama 3 bulan, bersama dengan keikutsertaan 5 santri.

Langkah ke depan program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah

Dua santri Pesantren Pemuda Al Hikmah melakukan aktivitas di sawah/Askar Kauny/Lala Komariah

Pada kesempatan yang sama Bunda Mimy menjelaskan langkah ke depan program tersebut.

Menurutnya, waktu 3 bulan ini masih terhitung masa Demontration Plot, karena infrastruktur asrama belum tersedia.

“Sambil menunggu asrama santri, kita harus ada percobaan, bagaimana nanti santri-santri di sini akan mengintegrasikan kurikulum agama, pertanian dan kewirausahaan.”

“Sebenarnya waktu 3 bulan ini cukup singkat, saya juga sudah mendengar langsung dari para santri, saya bersama Ustad Hilal, akan coba merancang lagi lamanya program.” tutup bunda Mimy.

Terakhir, bunda Mimy mengatakan desain arsitektur pesantren ini nantinya akan menggunakan kearifan lokal dengan menggunakan bambu.

“Karena di Jawa Barat, bambu cukup banyak, dengan desain yang sangat unik untuk Indonesia, bukan hanya untuk Subang.

Bunda Mimy mengatakan nantinya area Pesantren ini juga akan dilengkapi beberapa fasilitas penunjang, di antaranya asrama santri, asrama untuk pengasuh, gedung pendidikan, gedung penunjang.

“Dan ditambah juga di sampingnya nanti ada rumah-rumah kebun, dan rumah lansia, ketika kita akan kedatangan warga senior yang akan berinteraksi dengan para santri.

“Jadi ini akan jadi kawasan yang saling terintegrasi, anak-anak santri akan belajar mengenai empati saat mereka berinteraksi dengan orang yang jauh lebih tua.” ujar bunda Mimy.

Diberitakan sebelumnya, Askar Kauny berkolaborasi dengan Yayasan Desa Hijau Sejahtera (SAHIRA) dan Institut Pertanian Bogor untuk pembangunan Pesantren Pemuda Al Hikmah.

Pesantren yang berlokasi di Desa Cisampih – Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat ini memiliki konsep agropreneur serta Masjid Al Hikmah Sahira.

Pembangunan Pesantren Pemuda Al Hikmah ditandai dengan Peletakan batu pertama (Ground Breaking), Rabu, 27 Oktober 2021.***

Berita Terkini