Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang Rangkul Generasi Muda Menjadi Santri Agropreneur

Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang Rangkul Generasi Muda Menjadi Santri Agropreneur

By Askar Kauny – Januari 17, 2022 – in Berita Terkini

Dua santri Pesantren Pemuda Al Hikmah melakukan aktivitas di sawah/Lala Komariah

ASKAR KAUNY – Pesantren Agropreneur Pemuda Al Hikmah kolaborasi program antara Yayasan Desa Hijau Sejahtera (SAHIRA), Askar Kauny dan Institut Pertanian Bogor mulai berjalan dengan merangkul 5 santri berusia muda.

Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang diresmikan lewat peletakan batu pertama pada 27 Oktober 2021.

Direktur Pendidikan, Pelatihan, dan Kelanjutusiaan Yayasan Sahira Mimy Santika mengatakan, berdasar sensus kependudukan data pemuda dan pemudi milenial yang terjun di bidang pertanian sangat sedikit.

Baca juga: Penuh Haru! Wisuda Akbar Santriwati Askar Kauny Ma’had Mesir

Sebab itu, Pesantren Pemuda Al Hikmah akan mempromosikan bidang agropreneur kepada pemuda khususnya kepada para santri.

“Mereka lebih banyak berfokus pada bidang Information Technology (IT).

“Mereka lebih senang sekali pada bidang tersebut karena tantangannya lebih besar, tapi kita tidak menutup mata.

“Bahwa ternyata banyak juga, anak-anak, terutama para santri di sini. Mereka menghafal Al-Qur’an, belajar agama.

Baca juga: Pesantren Pemuda Al Hikmah Bercita-cita Lahirkan Santri Berjiwa Agropreneur dan Berwawasan Al-Qur’an

Menurut perempuan yang akrab disapa Bunda Mimy ini, ide awal Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang cukup sederhana.

Ingin melihat para santri tidak hanya pintar dan memiliki wawasan luas tentang agama, tapi juga punya keterampilan di bidang pertanian dan kewirausahaan.

“Makanya, Yayasan Sahira yang memiliki lahan budidaya berkolaborasi dengan Askar Kauny yang memiliki santri, agar anak-anak dapat belajar tentang pertanian dalam arti luas. Pertanian, perikanan, dan perkebunan,” ujar Bunda Mimy di Subang, Senin, 17 Januari 2022.

Baca juga: Pesantren Agropreneur Al Hikmah Subang Tarik Milenial Tekuni Agronomi

Bunda Mimy memiliki cita-cita santri harus memiliki semangat ‘tangan di atas’, tidak hanya memiliki skill agama, namun kemampuan untuk lebih bermanfaat bagi keluarga, bagi dirinya, dan masyarakat luas.

“Alhamdulillah jumlah santri semakin banyak, dan kita juga menuju ketahanan pangan, sebagai rakyat Indonesia kita mempertahankan dan membangun kemandirian itu kepada santri.

“Santri jadi penyumbang, sebagai manusia yang lebih bermanfaat bagi Indonesia, terutama di bidang ketahanan pangan,” terang dia.

Langkah ke depan program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah

Mimy Santika bersama 5 santri Pesantren Pemuda Al Hikmah/Lala Komariah

Pada kesempatan yang sama Bunda Mimy menjelaskan langkah ke depan program tersebut.

Menurutnya, waktu 3 bulan ini masih terhitung masa Demontration Plot, karena infrastruktur asrama belum tersedia.

“Sambil menunggu asrama santri, kita harus ada percobaan, bagaimana nanti santri-santri di sini akan mengintegrasikan kurikulum agama, pertanian dan kewirausahaan.”

“Sebenarnya waktu 3 bulan ini cukup singkat, saya juga sudah mendengar langsung dari para santri, saya bersama Ustad Hilal, akan coba merancang lagi lamanya program.” tutup bunda Mimy.

Terakhir, bunda Mimy mengatakan desain arsitektur pesantren ini nantinya akan menggunakan kearifan lokal dengan menggunakan bambu.

“Karena di Jawa Barat, bambu cukup banyak, dengan desain yang sangat unik untuk Indonesia, bukan hanya untuk Subang.

Bunda Mimy mengatakan nantinya area Pesantren ini juga akan dilengkapi beberapa fasilitas penunjang, di antaranya asrama santri, asrama untuk pengasuh, gedung pendidikan, gedung penunjang.

“Dan ditambah juga di sampingnya nanti ada rumah-rumah kebun, dan rumah lansia, ketika kita akan kedatangan warga senior yang akan berinteraksi dengan para santri.

“Jadi ini akan jadi kawasan yang saling terintegrasi, anak-anak santri akan belajar mengenai empati saat mereka berinteraksi dengan orang yang jauh lebih tua.” ujar bunda Mimy.

Pesantren Pemuda Al Hikmah Mengintegrasi kurikulum agama, pertanian dan kewirausahaan

Sementara itu, Direktur Program Askar Kauny Hilal Achmad menambahkan, santri di Pesantren Pemuda Al Hikmah akan mengintegrasikan kurikulum agama, pertanian dan kewirausahaan.

“InsyaAllah dari Pesantren ini lahir penghafal Alquran dan juga pegusaha besar di bidang pertanian.

“Sebab masa depan negara-negara adalah tentang sumber daya pangan dan itu hal yang sangat strategis,” ungkap Hilal.

Hilal mengatakan, nantinya area Pesantren ini juga akan dilengkapi beberapa fasilitas penunjang, di antaranya asrama santri, asrama untuk pengasuh, gedung pendidikan, gedung penunjang.

“Dan ditambah juga di sampingnya nanti ada rumah-rumah kebun, dan rumah lansia, ketika kita akan kedatangan warga senior yang akan berinteraksi dengan para santri.

“Jadi ini akan jadi kawasan yang saling terintegrasi, anak-anak santri akan belajar mengenai empati saat mereka berinteraksi dengan orang yang jauh lebih tua,” ujar Hilal.***

Berita Lainnya

Pesantren Pemuda Al Hikmah Bercita-cita Lahirkan Santri Berjiwa Agropreneur dan Berwawasan Al-Qur’an

Pesantren Pemuda Al Hikmah Bercita-cita Lahirkan Santri Berjiwa Agropreneur dan Berwawasan Al-Qur’an

By Lutfi Dananjaya – Januari 13, 2022 – in Berita Terkini

Aktivitas santri agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang/Askar Kauny/Muhammad Muslik

ASKAR KAUNY – Mimy Santika (Bunda Mimy) Direktur Pendidikan, Pelatihan, dan Kelanjutusiaan menguraikan mengenai ide awal.

Dan langkah ke depan program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah, Subang, Askar Kauny.

Menurutnya, Ide awal Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang, sederhana, ingin melihat para santri tidak hanya pintar dan memiliki wawasan luas tentang agama.

Baca juga: Pesantren Tahfidzpreneur Askar Kauny Jambi Siap Bangun Asrama Kedua dan Masjid

Tetapi mereka juga mempunyai kecapakan (skill) dan kemampuan lain di bidang pertanian dan kewirausahaan.

“Makanya, Yayasan Sahira yang memiliki lahan budidaya berkolaborasi dengan Askar Kauny yang memiliki santri, agar anak-anak dapat belajar tentang pertanian dalam arti luas.

“Pertanian, perikanan, dan perkebunan.” ujar Bunda Mimy

Bunda Mimy memiliki cita-cita yaitu santri dengan tangan di atas, tidak hanya memiliki skill agama, namun kemampuan untuk lebih bermanfaat bagi keluarga, bagi dirinya, dan masyarakat luas.

Mimy mengungkapkan rasa optimis dengan keberhasilan dan keberlangsungan program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang.

“Pertama, sepertinya semakin lama jumlah santri semakin banyak, dan kita juga menuju ketahanan pangan, sebagai rakyat Indonesia kita mempertahankan dan membangun kemandirian itu kepada santri.

“Santri jadi penyumbang, sebagai manusia yang lebih bermanfaat bagi Indonesia, terutama di bidang ketahanan pangan.

Pergeseran teknologi dan generasi

Dua Santri program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang/Askar Kauny/Muhammad Muslik

Bunda Mimy kemudian memaparkan mengenai pergeseran teknologi dan generasi berkaitan dengan program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang.

“Dari sensus penduduk, data pemuda dan pemudi yang beralih ke bidang pertanian memang masih sedikit.

“Mereka lebih banyak berfokus pada bidang Information Technology (IT).

“Mereka lebih senang sekali pada bidang tersebut karena tantangannya lebih besar, tapi kita tidak menutup mata.

“Bahwa ternyata banyak juga, anak-anak, terutama para santri di sini. Mereka menghafal Al-Qur’an, belajar agama.

Dan Bunda Mimy menjelaskan, Yayasan Sahira memiliki lahan yang sangat luas untuk menarik minat belajar anak-anak di dunia pertanian.

Meningkatkan kemampuannya untuk lebih berkontribusi kepada Negara Indonesia.

“Jadi memang, ada bagiannya, tidak semua anak-anak, meski ada pergeseran, tetapi kita lihat di sini ada kesempatan.

“Santri di dalam pesantren, di dalam satu kawasan, mereka punya kesempatan yang besar.

“Di situlah kita yakin, bahwa anak-anak akan menyenangi pertanian, dan menjadi manusia yang akhlakul karimah.

Diketahui program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang sudah berjalan selama 3 bulan, bersama dengan keikutsertaan 5 santri.

Langkah ke depan program agropreneur Pesantren Pemuda Al Hikmah

Dua santri Pesantren Pemuda Al Hikmah melakukan aktivitas di sawah/Askar Kauny/Lala Komariah

Pada kesempatan yang sama Bunda Mimy menjelaskan langkah ke depan program tersebut.

Menurutnya, waktu 3 bulan ini masih terhitung masa Demontration Plot, karena infrastruktur asrama belum tersedia.

“Sambil menunggu asrama santri, kita harus ada percobaan, bagaimana nanti santri-santri di sini akan mengintegrasikan kurikulum agama, pertanian dan kewirausahaan.”

“Sebenarnya waktu 3 bulan ini cukup singkat, saya juga sudah mendengar langsung dari para santri, saya bersama Ustad Hilal, akan coba merancang lagi lamanya program.” tutup bunda Mimy.

Terakhir, bunda Mimy mengatakan desain arsitektur pesantren ini nantinya akan menggunakan kearifan lokal dengan menggunakan bambu.

“Karena di Jawa Barat, bambu cukup banyak, dengan desain yang sangat unik untuk Indonesia, bukan hanya untuk Subang.

Bunda Mimy mengatakan nantinya area Pesantren ini juga akan dilengkapi beberapa fasilitas penunjang, di antaranya asrama santri, asrama untuk pengasuh, gedung pendidikan, gedung penunjang.

“Dan ditambah juga di sampingnya nanti ada rumah-rumah kebun, dan rumah lansia, ketika kita akan kedatangan warga senior yang akan berinteraksi dengan para santri.

“Jadi ini akan jadi kawasan yang saling terintegrasi, anak-anak santri akan belajar mengenai empati saat mereka berinteraksi dengan orang yang jauh lebih tua.” ujar bunda Mimy.

Diberitakan sebelumnya, Askar Kauny berkolaborasi dengan Yayasan Desa Hijau Sejahtera (SAHIRA) dan Institut Pertanian Bogor untuk pembangunan Pesantren Pemuda Al Hikmah.

Pesantren yang berlokasi di Desa Cisampih – Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat ini memiliki konsep agropreneur serta Masjid Al Hikmah Sahira.

Pembangunan Pesantren Pemuda Al Hikmah ditandai dengan Peletakan batu pertama (Ground Breaking), Rabu, 27 Oktober 2021.***

Berita Terkini