Doa Menenangkan Hati dan Pikiran

Manusia tidak lepas dari rasa sedih dan gelisah

By Hafidz Muftisany – Januari 14, 2022 – in Oase Hati

Doa Menenangkan Hati dan Pikiran/pixabay/Konevi

ASKAR KAUNY – Manusia tidak lepas dari rasa sedih dan gelisah ketika ada masalah dalam kehidupannya.

Oleh karena itu diperlukan Doa menenangkan hati untuk mengatasinya.

Doa menenangkan hati bisa memberikan rasa tenang dan tawakal di dalam diri. Doa menenangkan hati ini tentu sangat penting untuk diamalkan.

Pada saat gelisah melanda karena banyaknya masalah yang dihadapi, tidak jarang manusia merasa terpuruk dalam kesedihan.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menghadapi masalah hidup adalah kembali kepada Allah, berdoa dan memohon agar diberikan ketenangan batin dan jalan keluar.

Baca Juga: Kisah Relawan Erupsi Semeru: Dugaanku Terhadap Para Penyintas Keliru

Menyikapi Kesedihan

Perasaan kecewa yang ada pada hati seseorang merupakan hal yang sangat manusiawi.

Meski begitu, rasa kecewa yang teramat dalam tidak boleh dibiarkan begitu saja. Karena kecewa dan sedih hanya akan membuat hidup semakin menderita.

Oleh karena itu sebagai umat muslim, apapun masalah yang tengah dihadapi dan menimbulkan rasa kecewa dan kesedihan harus disikapi dengan bijak.

Dan pastinya harus selalu melibatkan Allah dalam setiap kehidupannya. Bukankah setiap masalah itu merupakan ujian dari Allah?

Allah memberikan ujian semata-mata untuk kebaikan manusia itu sendiri, agar selalu mengingat Allah dan kembali bermunajat di hadapan Allah.

Ujian yang diberikan bisa menjadi penggugur dosa, bisa mendatangkan pahala dan bahkan bisa menambah keimanan dalam diri seorang hamba.

La haula wala quwata illa billah. Tiada daya dan upaya selain Allah.

Dzikir ini tentunya sudah sangat mendarah daging di dalam pikiran dan hati setiap umat muslim. Bahwa tidak ada daya dan upaya selain dari kekuatan Allah yang Maha Kuasa.

Doa Menenangkan Hati dan Pikiran bagi Umat Islam

Agar tidak terjebak dalam keterpurukan, maka sudah seharusnya seorang manusia tunduk dan kembali bersujud memohon ampun serta berdoa untuk mendapatkan ketenangan hati dan pikiran.

Adapun Doa untuk memohon ketenangan hati diantaranya adalah seperti berikut:

1. Allahumma Inni audzubika minal hammi wal huzni wal ajzi wal kasali wal bukhli wal jubni wal dholaid daini wa gholabatir rijali.
Artinya:
“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sedih serta duka cita ataupun kecemasan, dari rasa lemah serta kelemahan, dari kebakhilan serta sifat pengecut, dan beban utang serta tekanan orang-orang jahat.”

2. Allahumma inni as-aluka nafsan bika muthma-innah, tu’minu biliqo-ika wa tardho bi qodho-ika wataqna’u bi ’atho-ika.

Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu jiwa yang merasa tenang kepada-Mu, yang yakin akan bertemu dengan-Mu, yang ridho dengan ketetapan-Mu, dan yang merasa cukup dengan pemberian-Mu.”

Islam mengajarkan untuk menyikapi kesedihan dengan penuh kesabaran dan berserah diri kepada Allah Ta’ala. Dalam menyikapi kesedihan ini umat muslim dilarang untuk berputus asa dan harus tetap bersemangat menjalani kehidupan. Umat muslim harus selalu optimis, karena rahmat Allah begitu luas.

Cara Menyikapi Kesedihan sesuai Ajaran Islam

Selain mengamalkan Doa untuk meminta ketenangan hati dan pikiran di atas, umat muslim juga bisa melakukan beberapa hal untuk menyikapi rasa sedih maupun kecewa yang dialami. Salah satunya adalah membaca Al-Qur’an.

Membaca Al-Qur’an sendiri memiliki banyak keutamaan sehingga sangat penting untuk selalu diamalkan, termasuk ketika hati merasa sedih dan terpuruk. Allah menjanjikan pahala bagi hamba-Nya yang membaca Al-Qur’an. Bukan hanya itu saja, Al-Qur’an juga bisa menjadi obat bagi hati.

Beberapa surat dalam Al-Qur’an bahkan dikenal sebagai penenang hati, diantaranya adalah:
1. QS. Al-Fatihah
2. QS. Al-Baqarah ayat 250 dan 255
3. QS. Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas
4. QS.Al-Insyirah

Adapun amalan yang bisa dilakukan ketika menghadapi kesedihan adalah bersabar, mengerjakan shalat tahajud, mendengarkan bacaan ayat suci Al-Qur’an, serta memperbanyak dzikir dan istighfar.

Melakukan amal kebaikan seperti bersedekah atau berbagi rezeki juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban kesedihan dan kecewa yang dialami.

Terpenting adalah selalu membangun pikiran yang positif agar tidak terjebak dalam kesedihan yang berlarut-larut.

Doa menenangkan hati dan pikiran saat ada masalah, kala sedih, gelisah dan kecewa merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan agar hati dan pikiran kembali tenang.

Selalu mengembalikan semua urusan kepada Allah adalah jalan terbaik. Yakinlah bahwa setiap masalah pasti ada hikmahnya.***

Oase Hati Lainnya

Kisah Relawan Erupsi Semeru: Dugaanku Terhadap Para Penyintas Keliru

Kisah Relawan Erupsi Semeru: Dugaanku Terhadap Para Penyintas Keliru

By Lutfi Dananjaya – Januari 11, 2022 – in Oase Hati

Bayu Segara Putra Firdenik, alumni Ma’had Askar Kauny Cijulang relawan erupsi Semeru/Askar Kauny

ASKAR KAUNY – Bayu Segara Putra Firdenik, alumni Ma’had Askar Kauny Cijulang.

Berbagi kisah saat menjadi salah satu relawan psikososial/trauma healing untuk para penyintas erupsi Semeru, Lumajang.

Mengemban tugas sebagai guru ngaji, Bayu menuturkan, “Mengajar ngaji Insya Allah aku siap.

“Tapi, muridku kan para penyintas, yang besar kemungkinan masih berduka atas bencana yang menimpa mereka.”

Baca juga: Mahasantri Askar Kauny Rahma Dona Sarumpaet Raih Ijazah Sanad

Bayu mengisahkan banyak penyintas yang kehilangan rumah, sebagian bahkan kehilangan anggota keluarga.

“Sepertinya ini tak mudah, tapi bismillah akan kucoba.” ujar Bayu.

Dan Bayu menambahkan, anggapan yang ada di benaknya mengenai kondisi penyintas ternyata keliru.

Baca juga: Askar Kauny dan Qur’an Peduli Indonesia Bersinergi Bantu Saudara Terdampak Erupsi Semeru

“Sejak hari pertama aku mengajarkan Al-Qur’an di sana, nyaris tak nampak wajah penuh duka di wajah anak-anak Lumajang.

“Mereka bersemangat menghafal Al-Qur’an dengan Metode Kauny yang kuajarkan.” kata Bayu.

Kemudian Bayu menceritakan, anak-anak penyintas erupsi Semeru di Lumajang, mudah akrab dengannya.

“Ada yang menghampiriku sekadar untuk bertanya mengenai keterlambatan kehadiranku.

“Katanya sudah menungguku cukup lama.

“Ya Allah, rasa haru merayap di hatiku. Betapa berartinya aku bagi mereka, padahal aku bukan siapa-siapa. Maksudku bukan kerabat dekat.” tambah Bayu.

Para penyintas butuh ketersediaan Al-Qur’an

Bayu melanjutkan, beberapa dari mereka menyampaikan keluhan mengenai kurangnya ketersediaan Al-Qur’an.

“Kak Bayu, Al Qur’an yang ada udah pada sobek, nih. Ada yang baru enggak? Supaya kita lebih enak belajarnya?”, ujar salah satu anak seperti dituturkan Bayu.

“Masya Allah, begitu rindunya kalian pada Al-Qur’an, padahal kondisi sedang tak baik-baik saja.”

Kemudian Bayu menjelaskan, tidak sedikit yang harus dibenahi, baik secara fisik maupun psikis.

“Tidak mudah bukan kehilangan harta benda?

“Apalagi ditambah dengan wafatnya sanak-saudara.” jelas Bayu.

“Ah sungguh, pengalaman pertama menjadi relawan ini begitu berarti untukku.

“Aku jadi belajar melihat sudut pandang lain di tengah bencana.

“Bahwa kesulitan sebesar apapun, akan bisa diatasi jika kita yakin atas kebesaran Allah dan mau tetap ikhtiar berjalan berdampingan dengan Al Qur’an.” tutup Bayu.***

Askar Kauny,
Wariskan Kebaikan

More Information on IG @askarkauny | FB : Askar Kauny | web : www.askarkauny.org

Oase Hati Lainnya

7 Kriteria Manusia Penghuni Surga Firdaus, Salah Satunya Menunaikan Zakat

7 Kriteria Manusia Penghuni Surga Firdaus, Salah Satunya Menunaikan Zakat

By Lutfi Dananjaya – Januari 11, 2022 – in Oase Hati

Ilustrasi Surga Firdaus/Pixabay/Lars_Nissen

ASKAR KAUNY – Berikut ini rangkuman 7 kriteria manusia penghuni Surga Firdaus, salah satunya yaitu menunaikan zakat.

Masuk surga jadi impian terbesar umat manusia, apalagi jika surga tersebut memiliki tingkatan paling tinggi dan istimewa, yaitu surga Firdaus.

Rasulullah SAW bersabda,
“Di surga ada seratus tingkat, jarak antara masing-masing tingkat seperti antara bumi dan langit, dan Firdaus adalah surga tertinggi, darinya empat sungai surga memancar, di atasnya ‘arsy, bila kalian meminta kepada Allah, mintalah Firdaus.” (HR. Tirmidzi)

Baca juga: Askar Kauny dan Qur’an Peduli Indonesia Bersinergi Bantu Saudara Terdampak Erupsi Semeru

Namun, bukan sembarang orang bisa masuk ke surga ini.

Berikut ini 7 kriteria khusus yang telah dituliskan dalam QS. Al-Mu’minun ayat 1-11.

1. Orang yang Beriman

Mereka yang percaya kepada Allah dan kelima rukun iman lainnya. Mengimaninya dalam hati, lisan dan perbuatan.

2. Orang yang Khusyu’ dalam Sholatnya

Orang seperti ini tidak akan terburu-buru dalam sholat. Perhatiannya hanya terpusat kepada Allah.

3. Orang yang Menjauhkan Diri dari Hal-Hal yang Tidak Berguna

Dalam Al-Qur’an dituliskan, orang yang meninggalkan hal yang tidak berguna termasuk salah satu golongan yang akan mendapat keberuntungan di akhirat (memperoleh surga Firdaus dan kekal di dalamnya).

Allah SWT berfirman, “Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.” (QS al-Mu’minun [23]: 1-3)

4. Orang yang Menunaikan Zakat

Menunaikan zakat memberi banyak manfaat bagi pemberinya, di antaranya membersihkan diri dari sifat kikir dan cinta berlebihan pada dunia.

Serta menyucikan hati sehingga menumbuhkan sifat-sifat kebaikan dalam diri.

Zakat jadi kewajiban bagi setiap muslim yang harus selalu dikeluarkan setiap tahunnya.

Zakat juga mengajarkan kita saling berbagi, karena di dalam harta yang diperoleh terdapat hak orang lain.

5. Orang yang Menjaga Kemaluannya (zina dan sebagainya)

Allah memerintahkan Nabi dan orang-orang yang beriman untuk menjaga pandangan dan kemaluan mereka.

Allah juga memberitahukan bahwa Dia senantiasa mengetahui dan memperhatikan segala yang mereka kerjakan.

“Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Al-Mukmin: 19).

Awalnya perintah tersebut tertuju pada pandangan mata.

Kemudian, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk menjaga pandangan sebelum menjaga kemaluannya karena semua yang terjadi bermula dari pandangan mata.

Pada awalnya bermula dari pandangan kemudian memasuki alam pikiran lalu terjadi dosa dan kekhilafan.

Dikatakan kemudian, bahwa siapapun yang sanggup menjaga pandangan, pikiran, ucapan, dan tindakan, berarti ia telah menjaga agamanya.

Karena itu, Islam menekankan kepada umatnya untuk selalu menjaga kemaluannya agar terhindar dari perbuatan zina.

“Dan, orang-orang yang memelihara kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang mereka miliki. Maka sesungguhnya, mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang sebaliknya, mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (Al-Ma’arij [70] : 29-31)”

6. Orang yang Memelihara Amanah dan Janji

Keimanan dan tidak khianat salah satunya ditunjukkan dari sifat amanah seseorang kepada sesama manusia ataupun terhadap Allah SWT.

”Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan kepada yang berhak menerimanya.” (QS An-Nisaa’ [4]: 58).

Diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW mengatakan empat hal yang harus dihindari umat muslim.

Empat ini jika terdapat pada diri seseorang, menandakan ia seorang yang munafik.

”Jika diberi amanah ia berkhianat, jika bicara berdusta, jika berjanji ia ingkar, dan jika bermusuhan ia keji.”

Menjaga amanah dan memenuhi janji merupakan syarat asasi bagi keberadaan iman dalam hati seorang hamba.

”Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya.” (QS Almu’minun [23]: 8).

7. Orang yang Memelihara Sholat

Terakhir, adalah orang yang memelihari sholat, tidak menunda-nunda atau lalai.

Senantiasa menjaga perkara sholat yang wajib maupun sunnah.

Ayah Bunda Sahabat Kauny, orang-orang inilah yang nantinya akan menempati surga Firdaus, surga yang di atasnya adalah Arsy’ Allah Sang Maha Pencipta.

Masya Allah, begitu beruntung orang-orang ini.

Inginkah kita masuk surga firdaus? Memantaskan diri kita untuk menjadi salah satu penghuni surga firdaus.

Allah telah menjelaskan kriterianya dalam QS. Al-Mu’minun ayat 1-11, mari berlomba-lomba memenuhi kriteria tersebut.

Semoga bermanfaat!

Ingin ikut berinfak di jalan Allah? Mari bantu perjuangan guru ngaji pelosok dengan salurkan donasi terbaikmu melalui :
💳 BSI 1001006549
💳 BCA 0953911121

Atau zakat melalui :
💳 BSI 200 200 4544
A.n Yayasan Askar Kauny

📱 Konfirmasi transfer melalui : 0877-7758-2001 atau http://bit.ly/sedekahsemudahtersenyum

Askar Kauny,
Wariskan Kebaikan

More Information on IG @askarkauny | FB : Askar Kauny***

Oase Hati Lainnya

Hak Orang Tua terhadap Anak Menurut Al-Qur’an

Hak Orang Tuan terhadap Anak Menurut Al-Qur’an

By Lutfi Dananjaya– Januari 10, 2022 – in Oase Hati

Ilustrasi hak orang tua terhadap anak menurut Al Quran/Pixabay/Syam Irfandi

ASKAR KAUNY –  Orang tua memiliki hak terhadap anak yang telah dituliskan di dalam Al-Qur’an.

Anak perempuan yang sudah menikah biasanya akan mengikuti suaminya, namun hal ini tidak menghilangkan hak orang tua terhadap anak.

Tidak jarang anak-anak yang telah menikah lepas diri sehingga hak orang tua terhadap anak terabaikan.

Kemudian, apa saja hak orang tua terhadap anak yang sudah dituliskan di dalam Al-Qur’an?

Sebenarnya, baik anak perempuan maupun laki-laki yang sudah menikah tetap memiliki kewajiban untuk kedua orang tua yang harus ditunaikan.

Sementara, khusus anak perempuan yang sudah menikah, akan dijelaskan sejauh apa hak dari orang tuanya melalui ulasan di bawah ini.

Hak Orang Tua di Rumah

Perintah untuk berbuat baik kepada orang tua telah dijelaskan dalam ayat Al-Qur’an, yaitu di dalam QS. Al Isra 23.

Berbuat baik kepada orang tua yang telah diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sekaligus menjadi bentuk ketaatan kita kepada Allah.

Walaupun seorang anak perempuan sudah menikah dan menjadi tanggung jawab suaminya, namun tetap harus berbuat baik dan memenuhi apa yang menjadi hak kedua orang tuanya.

Adapun hak dari orang tua yang harus dipenuhi oleh anaknya yang sudah menikah di antaranya.

1. Mendapatkan Kasih Sayang

Orang tua senantiasa mencurahkan kasih sayangnya yang tulus kepada anak-anaknya.

Bahkan tidak jarang mereka rela untuk menahan penderitaan demi bisa memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.

Meskipun seorang anak perempuan sudah menikah, namun kasih sayang kepada orang tua kandung tidak boleh diabaikan.

Pernikahan dan memiliki keluarga baru tidak seharusnya mengurangi kasih sayang anak kepada orang tuanya.

2. Mendapatkan Perhatian

Orang tua yang anaknya sudah menikah akan cenderung merasa kesepian karena tinggal jauh dari anak-anaknya.

Agar hak orang tua terpenuhi, maka sudah seharusnya seorang anak memberikan perhatian dengan mengunjungi kedua orang tuanya.

Orang tua manapun akan sangat bahagia jika anak-anaknya datang berkunjung.

Perhatian dari anak-anak merupakan hal yang sangat berarti bagi orang tua.

Kalaupun tidak memungkinkan berkunjung karena jarak yang terlalu jauh, maka sempatkanlah untuk video call atau telepon.

3. Dukungan Finansial

Orang tua sudah memasuki masa yang tidak produktif sehingga kemampuan bekerja menurun dan bahkan tidak mampu bekerja lagi.

Sebagai anak perempuan yang sudah menikah, maka tidak ada salahnya memberikan dukungan finansial demi meringankan beban mereka.

Memberikan materi kepada orang tua tentu tidak dapat diukur dari besar dan kecilnya, namun yang terpenting adalah bentuk perhatian dan kasih sayang di dalamnya.

Karena sebesar apapun materi yang diberikan, tidak akan sanggup untuk membalas kebaikan orang tua.

4. Diperlakukan dengan Baik

Berbuat baik kepada orang tua juga bisa ditunjukkan melalui sikap dan perlakuan anak kepada orang tuanya.

Sebagai seorang anak, sudah seharusnya untuk bersikap sopan, menghormati, serta memperlakukan orang tua sebaik mungkin, ketika di rumah maupun di tempat umum.

5. Tidak Memberatkan Orang Tua

Pada saat anak perempuan menikah, maka tanggung jawab terbesar berada di tangan suaminya.

Oleh karena itu sudah seharusnya anak yang telah menikah tidak bergantung kepada orang tua dan memberatkannya.

Orang tua memiliki hak untuk menikmati masa tuanya.

Jadi biarkan orang tua hidup bahagia tanpa membebani mereka dengan permasalahan yang ada, baik dari segi materi maupun psikologis.

Sudah seharusnya anak memberikan kebahagiaan kepada orang tua dan bukan justru memberatkan mereka.

Ketika anak perempuan sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri, maka hal itu tidak akan menghilangkan hak orang tua terhadap anak.

Oleh karena itu, sebisa mungkin seorang anak memenuhi apa yang menjadi hak orang tuanya sebagai bentuk bakti dan sekaligus ketaatan kepada Allah SWT.***

Oase Hati Lainnya

Pengertian dan Perhitungan Zakat Mal

Hikmah Zakat

Zakat adalah salah satu bagian dari rukun Islam. Setiap tahunnya, salah satu jenis zakat yang harus dibayarkan oleh muslim yang mampu adalah zakat mal. Mengetahui pengertian dan perhitungan zakat mal sangat penting agar kewajiban ini selalu terpenuhi.

Apabila tidak dilakukan, maka salah satu rukun Islam tidak akan terpenuhi. Apalagi, sudah sangat mampu untuk mengeluarkan zakat penghasilan atau zakat harta. Informasi lebih lanjut tentang zakat zal bisa disimak di bawah ini.

Pengertian Zakat Mal

Pengertian zakat mal menurut bahasa dan istilah adalah sesuatu yang bisa mensucikan harta yang dimiliki oleh seseorang. Menurut bahasa zakat berasal dari kata zakah yang berarti sesuatu yang bisa mensucikan.

Artinya jika seseorang mengeluarkan zakat jenis apapun termasuk zakat mal, maka harta yang dimiliki akan disucikan. Apabila mengeluarkan zakat fitrah maka dirinya yang akan disucikan. Itulah kenapa saat sebelum Idul Fitri semua muslim yang mampu harus mengeluarkan zakat fitrah.

Hukum zakat mal adalah wajib untuk mereka yang sudah memenuhi beberapa persyaratan. Pasalnya, tidak semua orang memiliki harta dalam jumlah banyak atau sudah mencapai nisab.

Normalnya, harta yang bisa dikeluarkan zakatnya akan memenuhi beberapa persyaratan di bawah ini:

1.Milik Sendiri Sepenuhnya

Seseorang bisa mengeluarkan zakat mal Apabila harta yang dimiliki adalah hak miliknya sendiri. Jika ada yang memiliki warisan yang belum menjadi haknya karena belum ada pembagian, berarti tidak perlu mengeluarkan zakat mal sesuai dengan jenis harta tersebut.

Apapun yang belum menjadi hak milik sepenuhnya, tidak perlu dikeluarkan zakat. Apabila milik bersama, seperti milik keluarga maka keluarga itulah yang harus mengeluarkan bukan salah satu individu yang ada di dalamnya.

2.Bisa Berkembang

Harga tersebut bisa berkembang atau bertambah karena memiliki nilai aset yang terus naik. Katakanlah harga ini berupa tanah atau bangunan yang nilainya terus naik. Selain itu, bisa juga dalam bentuk perhiasan seperti emas yang nilainya juga konstan naik setiap tahunnya.

Apabila harta tidak akan memiliki kenaikan harga maka tidak perlu dikeluarkan zakatnya. Meski demikian, harus mengetahui apakah harga tersebut benar-benar memiliki nilai yang konstan atau ada kenaikan harga jualnya.

3.Cukup Nisab

Memiliki emas 1 gram saja tidak akan membuat seseorang harus mengeluarkan zakat mal. Hal yang perlu diperhatikan adalah seseorang bisa mengeluarkan zakat apabila harta yang dimiliki sudah memiliki atau sudah cukup nisab.

Lalu, yang dimaksud dengan nisab adalah sudah memiliki batas untuk dikeluarkan zakatnya. Apabila belum sampai ke titik batas untuk mengeluarkan zakat, berarti tidak perlu mengeluarkan apapun.

4.Kebutuhan Pokok Terpenuhi

Seseorang yang belum memenuhi kebutuhan pokoknya dengan baik seperti masih berhutang atau terkadang sulit untuk makan, tidak perlu mengeluarkan zakat mal.

Alasannya, mereka dikategorikan sebagai seseorang yang belum mampu.Suatu zakat itu zakat fitrah maupun zakat mal bisa dikeluarkan apabila seseorang sudah tidak memiliki masalah dengan kebutuhan pokoknya.

Misalnya, belum memiliki uang untuk kebutuhan makan esok hari berarti seseorang tidak perlu mengeluarkan zakat.

5.Sudah Tidak Ada Utang

Selain masalah kebutuhan pokok yang menjadi perhatian utama, seseorang bisa mengeluarkan zakat mal apabila mereka sudah tidak memiliki utang sama sekali. Jika masih memiliki hutang maka mereka tidak perlu mengeluarkan apapun.

Terkadang seseorang sudah memiliki rumah atau kendaraan, tetapi keduanya merupakan cicilan. Jadi akan sulit apabila ingin mengeluarkan zakat mal karena apa yang dimiliki saat ini belum menjadi hak milik sepenuhnya.

6.Sudah Berusia Setahun

Seseorang bisa mengeluarkan zakat mal dari apa yang sudah mereka miliki apabila harta itu sudah berusia 1 tahun. Apabila siklus 1 tahun sudah selesai maka zakat mal bisa dikeluarkan.

Zakat mal bisa dikeluarkan kapanpun sesuai dengan usia dari harta. Biasanya, beberapa orang mengeluarkan zakat mal bersamaan juga dengan zakat fitrah sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik oleh mereka yang membutuhkan ketika Hari Raya.

Nisab Zakat Mal

Nisab zakat mal berbeda-beda di setiap jenisnya. Zakat mal hanya dibayarkan setelah harta sudah mencapai dari nisab dan haul. Berikut beberapa nisab dari barang atau benda yang harus dikeluarkan zakatnya:
•Emas 20 dinar atau setara Rp950 ribu
•Perak 200 dirham atau setara Rp750 ribu
•Penghasilan 2,5% asal sudah memenuhi nisab 522 kg harga beras yang dikonsumsi atau sekitar Rp5-6 jutaan
•Dewan ternak minimal 1 ekor
•Pertanian minimal punya 653 kg hasil panen bersih, 10% jika dengan air hujan dan 5% dengan pengairan biasa.

Perhitungan Zakat Mal

Sebagai contoh seseorang memiliki harta berupa penghasilan senilai Rp10 juta setiap bulannya. Nilai ini sudah melebihi nisab sehingga dia harus mengeluarkan zakat sekitar 2,5% dari 10 juta yaitu Rp250.000 setiap bulannya.

Apabila nilai gaji yang dimiliki lebih kecil, tidak perlu mengeluarkan zakat mal. Tetapi masih disarankan untuk mengeluarkan zakat sebagai bagian dari membersihkan harta yang sudah didapatkan.

Jenis-Jenis Zakat Mal

Contoh zakat mal yang perlu dikeluarkan sudah dijelaskan di bagian atas. Setelah mengetahui pengertian dan perhitungan zakat mal, tidak ada salahnya untuk paham dengan jenis zakat mal yang harus dikeluarkan.

1.Emas dan Perak

Emas dan perak harus dikeluarkan zakatnya karena termasuk barang-barang mewah. Emas dan perak yang dikeluarkan bisa dalam bentuk perhiasan ataupun dalam bentuk lapangan dan investasi lainnya.

Berbagai jenis harta kendaraan yang setara dengan emas dan perak seperti kendaraan, tabungan, ataupun rumah juga harus diberikan zakat. Intinya, sesuatu yang berharga harus dikeluarkan zakat malnya selama persyaratan yang sudah dituliskan di atas terpenuhi.

2.Hasil Pertanian

Hasil pertanian berupa bahan pokok seperti beras dan juga buah-buahan juga harus dikeluarkan zakatnya. Pengeluaran zakat biasanya ditentukan dengan jenis pengairan yang digunakan apakah menggunakan air hujan atau menggunakan pengairan standar.

3.Hewan Ternak

Hewan ternak dalam jumlah banyak juga harus dikeluarkan zakatnya dalam satu periode. Setiap hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, dan unta harus dikeluarkan zakat malnya dengan jumlah yang berbeda-beda. Biasanya, tergantung dengan jumlah ternak yang dimiliki saat itu.

4.Harga Niaga

Harta hasil niaga perdagangan juga harus dikeluarkan zakat mal sesuai dengan aturan yang berlaku. Lalu, yang perlu dikeluarkan adalah zakat berdasarkan untung yang dimiliki dalam periode tertentu.

5.Hasil Profesi

Zakat profesi juga harus dikeluarkan layaknya sedang membayar pajak. Biasanya, ada batas minimal yang harus dikeluarkan dan seharga dengan beras yang mereka konsumsi setiap harinya.

6.Rikaz

Rikaz adalah harta temuan atau harta yang ditemukan dengan mudah. Biasanya, seseorang yang memiliki harta temuan apa yang ditemukan karena masih milik dari keluarga. Zakat mal yang harus dikeluarkan sekitar 20%.

Memahami pengertian dan perhitungan zakat mal sangat penting. Itulah kenapa seseorang harus mengetahui apa saja dari jenis harta mereka yang harus dikeluarkan zakatnya. Dengan begitu, kewajiban akan terpenuhi dan tidak akan melanggar aturan yang sudah menjadi tuntunan muslim.

Terkadang, seseorang tidak mengeluarkan zakat mal karena mereka tidak tahu apa saja yang harus diberi zakat. Hal ini sesuai dengan apa yang sudah dituliskan di atas, ada beberapa jenis harta yang harus dikeluarkan zakatnya agar menjadi lebih bersih dan bermanfaat.

Oase Hati Lainnya

Hikmah Zakat

Hikmah Zakat

Zakat memang bagian dari salah satu rukun Islam. Dengan rutin mengeluarkan zakat setiap tahunnya, berbagai hikmah zakat akan didapatkan oleh seseorang secara khusus atau masyarakat secara umum. Intinya, mengeluarkan zakat bisa memberikan banyak sekali manfaat.

Untuk mengetahui apa saja hikmahnya, ada baiknya untuk menyimak beberapa ulasan yang akan dibahas di bawah ini. Dengan begitu, seseorang bisa memahami tentang manfaat dari mengeluarkan zakat entah itu zakat fitrah ataupun zakat mal yang merupakan zakat dari harta.

Hikmah Zakat Fitrah

Dalam satu tahun, seseorang pasti akan mengeluarkan banyak sekali kesalahan baik yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Berbagai hal buruk juga mungkin terjadi sehingga membuat depannya menjadi tidak pernah atau semakin terpuruk.

Dengan mengeluarkan zakat fitrah, maka mereka akan mensucikan diri khususnya terhadap apa saja yang sudah dilakukan. Mensucikan diri ini maka sesuatu yang bisa membuat mereka menjadi buruk bisa hilang dan diganti dengan sesuatu yang lebih bermanfaat.

Ini tentu menjadi bagian dari hikmah zakat adalah mensucikan. Itulah kenapa zakat fitrah harus dikeluarkan per individu. Artinya, setiap individu harus disucikan dirinya dari hal-hal yang mungkin bisa membuat keimanan mereka mengalami penurunan.

Hikmah Zakat Mal

Zakat mal sama halnya dengan mengeluarkan suatu pajak dari penghasilan atau harta yang dimiliki oleh seseorang. Mengeluarkan zakat mal atau zakat penghasilan sama juga dengan mengeluarkan hak yang sudah dimiliki oleh orang.

Harta yang kita miliki sebenarnya masih memiliki hak orang lain yang harus dikeluarkan agar harta itu disucikan. Dengan begitu, tidak akan ada masalah sama sekali dengan apa yang sudah dimiliki. Kata menjadi lebih suci dan bisa lebih bermanfaat untuk diri sendiri.

Hikmah Bagi Muzakki

Selanjutnya, 3 hikmah zakat bagi muzakki atau orang yang mengeluarkan zakat terdiri dari:
•Memberikan kesadaran diri jika harta yang dimiliki semata-mata adalah titipan dari Allah dan tidak bisa dikuasai begitu saja.
•Membersihkan diri, khususnya jiwa agar terhindar dari sifat-sifat yang sangat merugikan dan tidak bisa oleh Allah seperti tamak dan takabur.
•Membersihkan berbagai jenis dosa apapun kesalahan yang dilakukan ketika mendapatkan harta tersebut.

Mengeluarkan zakat akan menghilangkan berbagai jenis dosa yang disengaja ataupun tidak disengaja sehingga apa yang didapatkan semakin bermanfaat. Bahkan, bisa semakin berkembang dengan pesat karena sudah diberkahi oleh Allah.

Hikmah Bagi Mustahik

Untuk mereka yang menjadi penerima zakat, manfaat yang didapatkan akan semakin banyak sehingga kehidupan mereka bisa berjalan dengan lebih baik. Berikut beberapa hikmah bagi mustahik:

•Meringankan beban ekonomi mereka yang terkadang sulit untuk makan esok hari.
•Bisa menyadari jika muslim saling bahu-membahu untuk saudaranya. Jadi tidak perlu merasa khawatir ataupun merasa berkecil hati.
•Menggunakan zakat yang diberikan sebagai salah satu bentuk untuk mengubah diri. Misalnya, zakat yang diberikan dalam bentuk uang dan bisa dipakai untuk modal membuat usaha.
•Mempererat hubungan antara sesama muslim dan tidak ada lagi jurang pemisah antara kaya dan miskin karena semuanya sama di mata Allah. Hal yang membedakan semua orang adalah ketakwaan mereka.

Hikmah dari zakat ternyata sangat besar tidak hanya untuk mereka yang mengeluarkan tetapi juga mereka yang menerimanya. Rutin mengeluarkan zakat akan membersihkan diri dari berbagai jenis dosa dan juga membantu masyarakat yang memang membutuhkan secara finansial.

Mengeluarkan zakat tidak akan membuat seseorang kehilangan banyak harta yang mereka miliki. Justru dengan mengeluarkannya harta akan dibersihkan sehingga bisa memiliki harga baru yang lebih halal dan bisa bermanfaat untuk dirinya sendiri dan juga keluarga.

Oase Hati Lainnya

Hadits Tentang Sabar

Hadits Tentang Sabar

Menjadi seseorang yang sabar bukanlah pekerjaan yang mudah dan selalu dilakukan oleh semua orang. Itulah kenapa banyak sekali anjuran agar seseorang bisa berlaku sabar. Bahkan, ada hadits tentang sabar yang harus diikuti oleh semua muslim di seluruh dunia.

Dengan mengetahui hadits tentang sabar, seseorang bisa memiliki pegangan untuk berlaku demikian. Apalagi sabar adalah salah satu sifat dari nabi yang harus diikuti juga oleh semua umatnya saat ini. Untuk mengetahui beberapa hadits tentang kesabaran bisa disimak di bawah ini.

Sabar dan Ikhlas

Ikhlas dalam menghadapi berbagai masalah hidup adalah salah satu kunci yang harus dimiliki oleh seseorang. Apabila bisa menjadi seorang yang ikhlas maka kesabaran akan muncul pada dirinya sehingga bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Sabar dan pemaaf adalah salah satu kesatuan yang harus dimiliki oleh semua orang. Kesabaran dan ikhlas akan membuat kehidupan menjadi lebih baik bahkan meski dicoba dengan sangat berat sekalipun masih tetap kuat dan berada di jalan yang benar.

Berikut hadis yang berisi tentang kesabaran dan ikhlas:
“Ujian akan selalu bersama dengan orang beriman lelaki maupun perempuan, baik pada dalam diri, anak, dan hartanya, sampai dia bertemu dengan Allah dalam keadaan tidak mempunyai satu dosa pun.” (HR.Tirmidzi)

Sabar dan Syukur

Seseorang harus bersabar dan bersyukur dari apa yang sudah didapatkan. Dengan terus bersabar dan mensyukuri nikmat apapun yang dimiliki atau diberikan oleh Allah, maka sesuatu yang besar akan diberikan.

Sayangnya, untuk bisa bersabar dan bersyukur ini terkadang sangat sulit untuk dilakukan. Itulah kenapa seseorang harus memikirkan Allah dengan lebih baik agar bisa diberikan ridho yang semakin besar. Dengan sabar dan syukur, maka seseorang bisa mendapatkan keutamaan sabar.

Hadits tentang hal ini bisa disimak berikut ini:
“Rasulullah SAW: ‘Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Musa AS: ‘Hai Musa, barang siapa tidak ridho dengan takdir-Ku, tidak bersabar atas cobaan-Ku, tidak bersyukur atas nikmat-Ku, maka keluarlah dari antara bumi dan langit-Ku dan carilah Tuhan selain-Ku.'”

Sabar Menghadapi Cobaan dan Musibah

Cobaan biasanya tidak akan diberikan apabila seseorang tidak mampu untuk menyelesaikannya. Hal paling penting, seseorang harus mampu untuk berusaha. Apabila hal itu bisa dilakukan, kesabaran yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang lebih besar.

Terkadang Allah memberikan sesuatu hal seperti cobaan untuk mereka yang dianggap mampu. Apabila kesabaran terus diterapkan, bukan tidak mungkin sesuatu yang besar akan diberikan dan terkadang bisa diluar ekspektasi yang dimiliki oleh diri sendiri.

Intinya berbagai cobaan dan musibah harus dihadapi dengan baik tanpa mengeluh. Selain itu, seseorang juga harus lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan tidak melupakan sholat lima waktu dan beberapa kegiatan sunnah lain yang bisa membuat hidupnya semakin sempurna.

Berikut hadits tentang kesabaran dalam menghadapi cobaan:
“Sesungguhnya besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya ujian, dan bahwa Allah, apabila menyayangi atau mencintai suatu kaum, maka Allah akan mengujinya, dan bagi siapa saja ridha, maka baginya keridhaan dari Allah, dan barangsiapa yang membencinya, maka baginya kebenciaan dari Allah Swt.” (HR. Tirmidzi)

Sabar dalam Penantian

Hadits tentang sabar yang terakhir berhubungan dengan penantian. Terkadang seseorang dicoba agar terlihat apakah mereka mampu untuk menyelesaikannya atau tidak. Misalnya, penantian untuk segera mendapatkan momongan atau penantian agar segera dihapuskan berbagai jenis masalah.

Penantian ini tentu tidak mudah, bahkan terkadang harus berjalan selama bertahun-tahun. Itulah kenapa seseorang harus memahami berbagai hal dalam kehidupannya. Dengan memahami hal itu, maka mereka bisa dengan sabar untuk menanti apa yang mereka inginkan.

Penantian itu akan berbuah manis karena buntut dari kesabaran adalah hikmah yang sangat besar. Bahkan, Allah tidak segan-segan untuk memberikan sesuatu yang lebih besar dari apa sesuatu yang tidak terpikirkan oleh seseorang sebelumnya.

Berikut hadits tentang sabar dalam penantian:
Rasulullah SAW bersabda: “Jika Allah mencintai seorang hamba, maka dia akan mencobanya dengan cobaan yang tidak ada obatnya. Jika dia sabar, maka Allah memilihnya dan jika dia ridho, maka Allah menjadikannya pilihan.”

Hadits tentang sabar ternyata cukup banyak dan harus diikuti oleh semua orang. Itulah kenapa hal semacam ini harus benar-benar ditekankan karena bisa dimanfaatkan secara langsung untuk kehidupan sehari-hari. Dengan bersabar, seseorang bisa menjadi lebih baik dalam kehidupannya.

Bersabar akan membuat seseorang mendapatkan pertolongan dari Allah secara maksimal. Itulah Tidak ada salahnya untuk selalu bersabar dalam menghadapi setiap permasalahan yang terkadang cukup rumit, bahkan bisa menyebabkan seseorang mengalami kegagalan.

Oase Hati Lainnya

Macam-Macam Sedekah

Macam-Macam Sedekah

Sedekah adalah hal baik yang sangat disukai Allah. Dengan melakukan sedekah, maka seseorang akan membantu orang lain yang kebutuhan sedang membutuhkan. Itulah kenapa seseorang harus mengetahui macam-macam sedekah agar bisa melakukan hal itu dengan lebih baik.

Melakukan sedekah tidak harus dengan materi ataupun sesuatu yang nilainya fantastis. Terkadang, sedekah non materi pun juga bisa dilakukan untuk membantu orang lain sehingga kehidupan mereka bisa menjadi lebih baik. Informasi lebih lanjut tentang sedekah bisa disimak dalam artikel berikut ini.

Pengertian Sedekah

Sedekah adalah memberikan sesuatu kepada orang lain dalam bentuk materi ataupun non materi. Sedekah bisa dilakukan kapanpun apabila mengetahui ada seseorang yang membutuhkan. Sedekah diharapkan bisa membantu kehidupan orang lain meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Inti dari melakukan sedekah adalah memberikan sesuatu secara ikhlas kepada orang lain. Hal semacam ini sangat disukai oleh Allah dan menjadi salah satu kunci dari ajaran Islam. Kunci itu adalah membantu sesama khususnya muslim lain yang sedang membutuhkan.

Rasulullah juga menyukai sedekah, beliau juga bersabda:
“Barangsiapa yang mendapatkan harta dari sumber yang haram lantas dia manfaatkan untuk berbuat baik kepada kerabatnya, sedekah kepada orang miskin atau infaq di jalan Allah, maka semua amalnya tersebut dikumpulkan (tidak bernilai) dan karenanya dia dicampakkan ke dalam neraka.” (HR. Abu Daud dalam Marasil, Hasan li Ghairihi, Shahih Targhib nomor 1721)

Apabila ingin melakukan sedekah, harus mengetahui macam-macam sedekah di bawah ini:

1.Sedekah Materi

Sedekah materi adalah sedekah dalam bentuk barang maupun uang yang diberikan kepada orang lain secara langsung. Misalnya, di tengah jalan bertemu dengan seorang pengemis yang sedang meminta-minta.

Apabila ingin melakukan sedekah maka cukup berikan uang sesuai dengan kemampuan. Dengan melakukan itu, maka sedekah sudah bisa dilakukan.

Selain dalam bentuk uang secara langsung, apabila melihat seseorang yang sedang haus atau kelaparan juga bisa diberikan dalam bentuk makanan atau minuman.

Apapun yang diberikan, entah itu dalam bentuk uang atau yang dibeli dengan menggunakan uang sudah termasuk sebagai salah satu sedekah materi. Itulah kenapa biasakan hal ini dengan baik agar apapun yang dimiliki masih bisa melakukan sedekah secara rutin.

2.Sedekah Non Materi

Selanjutnya adalah sedekah dalam bentuk non materi. Artinya untuk melakukan sedekah ini tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali atau mengeluarkan barang dan diberikan kepada orang lain yang sedang membutuhkan.

Sedekah non materi bisa diberikan dalam bentuk pikiran ataupun tenaga. Misalnya sedang ada pembangunan masjid, ikut membantu ketika luang seperti dengan mengangkut beberapa bahan bangunan hingga ikut dalam pembangunannya secara langsung.

Apabila ingin sedekah dengan pikiran, bisa dengan memberikan suatu ide ataupun desain. Intinya sesuatu hal yang sangat bermanfaat kepada orang lain dalam bentuk usaha apapun pikiran sudah dianggap juga sebagai sedekah. Bahkan, memberikan ilmu pun juga bisa dianggap sebagai sedekah.

Sedekah Jariyah

Sedekah jariyah adalah sedekah yang pahalanya akan terus mengalir bahkan setelah seseorang sudah meninggal dunia. Jadi, tidak akan terputus hingga setelah memberikan sedekah.

Macam-macam sedekah jariyah yang bisa dilakukan:

1.Membangun Masjid

Membangun masjid menjadi amal yang sangat baik dan bernilai pahala yang besar. Saat ada masjid yang dibangun, nantinya masjid tersebut akan digunakan untuk beribadah oleh banyak orang.

2.Membuat Buku yang Bermanfaat

Buku yang bermanfaat tentu akan memberikan banyak kegunaan untuk orang-orang. Setiap buku yang bermanfaat untuk banyak orang dibuat, walaupun pembuatnya sudah meninggal maka pahalanya tetap akan mengalir.

3.Mewariskan Alquran

Saat seseorang memberikan Alquran dan ada orang lain yang membacanya, maka selama itu juga pahala akan terus mengalir kepada pemberi Alquran. Selain sedekah jariyah ini, tentu saja masih ada banyak contoh sedekah jariyah lainnya yang dapat dilakukan.

Sedekah Subuh

Sedekah subuh adalah salah satu jenis sedekah yang dilakukan pada pagi hari selesai sholat subuh. Sedekah ini dilakukan untuk membuka pintu rezeki bagi beberapa orang dan juga membuat orang yang membutuhkan bisa menjalankan aktivitasnya dengan lebih.

Biasanya, sedekah subuh ini dilakukan dengan memberikan makanan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Misalnya dengan memberikan makanan kepada tukang becak atau pengemis yang berada di pinggir jalan. Tentu saja, manfaat sedekah harta sangat banyak untuk pemberi dan penerima.

Macam-macam sedekah ternyata cukup banyak mulai dari sedekah dalam bentuk materi dan sedekah dalam bentuk non materi. Salah satu jenis sedekah yang sangat dianjurkan adalah sedekah dalam bentuk sedekah jariyah sehingga pahalanya akan terus mengalir hingga seseorang wafat.

Itulah kenapa seseorang harus melakukan sedekah kapanpun mereka mau, bahkan dengan jumlah yang tidak terlalu besar. Hal paling penting, mereka ikhlas dalam melakukan itu sehingga pahala yang didapatkan akan semakin besar dan keridhaan Allah akan mudah diberikan.

Oase Hati Lainnya

Adab Minum

Adab Minum

Adab minum harus diperhatikan dengan baik oleh semua umat Islam. Dengan mengetahui apa saja yang harus dilakukan ketika minum, maka jenis kesalahan bisa dihindari. Umat Islam juga jadi mengikuti yang dilakukan oleh Rasulullah ketika beliau masih hidup di masa lalu.

Tata cara minum mungkin terlihat sangat sepele, tetapi apabila diperhatikan dengan baik bisa bermanfaat cukup besar. Salah satunya adalah memahami apa saja yang sudah diajarkan oleh Islam sehingga kehidupan bisa berjalan dengan baik.

Pengertian Adab Minum

Adab minum Rasulullah dalam Islam bisa diikuti oleh semua orang. Dengan mengikuti adab atau tata cara tersebut, maka apa yang sudah dilakukan akan sama seperti apa yang sudah dilakukan oleh Rasulullah.

Secara umum, adab ketika minum sesuai sunnah adalah tata cara bagaimana mengkonsumsi atau minum air dengan baik. Minum air tidak perkara hanya memasukkan sesuatu ke dalam mulut saja lalu selesai. Lebih dari itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar sesuai dengan tuntunan.

Misalnya dengan tidak berdiri ketika minum atau mengkonsumsi makanan apapun. Paling tidak harus duduk terlebih dahulu apabila ingin minum agar sesuai dengan apa yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah. Apa yang sudah ditemukan, biasanya sesuai dengan apa keinginan dari Allah.

Adab Minum Rasulullah

Adab ketika minum Rasulullah ada beberapa yang harus diperhatikan oleh semua orang. Di bawah ini ada beberapa tata cara beserta hadits tentang adab minum:

1.Didahului Bismillah

Sebelum minum, harus mengucapkan bismillah terlebih dahulu. Akan lebih baik lagi, apabila disertai dengan doa sebelum makan. Tetapi, dengan hanya mengucap bismillah saja sudah lebih dari cukup.

Dengan membiasakan ini, maka apapun yang masuk ke dalam mulut entah itu hanya berupa air putih akan menjadi berkah yang besar. Hadis yang berhubungan dengan adab ini adalah: “Ketika mulai minum pertama baca Bismillah,” (HR. Tirmidzi).

2.Memakai Tangan Kanan

Mengkonsumsi apapun harus menggunakan tangan kanan, entah itu akan minum atau pun akan makan. Menggunakan tangan kanan sama halnya melakukan sesuatu yang sopan karena tangan kiri biasanya akan digunakan untuk buang air.

Selain itu, tangan kanan juga biasanya lebih bersih. Itulah kenapa saat makan tangan kiri akan digunakan untuk memegang piring, sedangkan tangan kanan akan digunakan untuk memegang sendok.

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ , فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ
Artinya: “Jika salah seorang dari kalian akan makan, hendaknya ia makan dengan tangan kanannya, dan jika akan minum hendaknya juga minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim).

3.Harus Duduk

Mengkonsumsi minuman jenis apapun pastikan untuk duduk terlebih dahulu. Ternyata duduk akan memberikan posisi yang lebih nyaman sehingga apapun yang masuk ke dalam perut bisa berjalan dengan lebih baik.

Hadis yang berhubungan dengan minum harus duduk terlebih dahulu bisa disimak berikut ini: “Duduk dan minumlah.” (HR. Muslim).

4.Minum dalam Tiga Tarikan Nafas

Sekali minum harus habis dalam 3 tarikan nafas. Apabila tidak bisa melakukannya tidak perlu dipaksa yang paling penting semua adab yang ada sudah dilakukan. Hadits yang berhubungan dengan adab ini adalah:

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يتنفَّسُ في الشرابِ ثلاثًا
“Rasulullah SAW bernapas tiga kali ketika sedang minum,” (HR. Bukhari-Muslim).

5.Tidak Meniup Air

Pastikan untuk tidak meniup apa saja yang sedang diminum. Apabila meniup lebih dahulu ada kemungkinan masuk ke berapa virus ataupun penyakit ke dalam air lalu masuk lagi ke dalam tubuh. Hadits yang berhubungan dengan larangan untuk meniup air sebelum diminum adalah:
“Jangan pernah meniupkan dari mulutmu ke dalam makanan dan minuman,” (HR. Thabrani).

Adab Minum Air Zam-zam

Apabila ingin minum air zam-zam ternyata ada tata cara tersendiri yang harus dilakukan. Sebelum minum secara langsung, ikuti beberapa hal di bawah ini
• Baca Bismillah.
• Pakai tangan kanan.
• Diikuti dengan doa lain.
• Minum hingga merasa kenyang.

Memahami tata cara minum yang baik sesuai dengan anjuran dari Rasulullah adalah sesuatu yang sangat wajib. Bahkan dengan mengikutinya apapun yang diminum atau masuk ke dalam tubuh, bisa menjadi berkah yang sangat besar.
Ikuti beberapa jenis adab yang sudah dibahas di atas.

Dengan begitu, seseorang bisa memiliki kehidupan yang lebih baik sesuai dengan tuntunan yang sudah diajarkan oleh Islam dan juga Rasulullah. Ikuti hal-hal penting yang sesuai dengan syariat Islam.

Oase Hati Lainnya

Macam-Macam Dosa Besar

Macam-Macam Dosa Besar

Konsep dosa ada dalam Islam. Dalam Islam sendiri, ada beberapa jenis dosa mulai dari dosa kecil hingga dosa besar. Dosa kecil biasanya yang paling sering terjadi. Sementara itu, dosa besar adalah sesuatu yang sangat parah. Untuk menghindari hal itu, pahami macam-macam dosa besar.

Dengan memahami jenis dari dosa besar maka seseorang bisa lebih menghindari berbagai jenis dosa yang bisa menyebabkan masalah. Bahkan, bisa menyebabkan kesengsaraan saat berada di dunia. Belum lagi jika sudah berada di akhirat, maka siksaan besar yang bisa didapatkan.

Pengertian Dosa Besar

Dosa besar adalah dosa yang terkadang sulit untuk diampuni. Dosa besar biasanya berhubungan dengan sesuatu yang hubungan dengan Islam secara langsung. Selain itu, dosa juga berhubungan dengan pelanggaran sesuatu yang sudah ditetapkan.

Dosa besar memiliki jenis yang berbeda-beda. Biasanya, sebesar ini cukup mudah untuk diketahui sehingga seseorang harus menghindari untuk melakukannya. Meski demikian, terkadang mereka tetap melakukan dosa itu karena sengaja atau tidak tahu.

Untuk menghindari dosa besar yang terlalu banyak dan bisa membuat kehidupan manusia menjadi berantakan, sebaiknya menghindari dengan berusaha sekuat tenaga. Untuk menguranginya, mulai dengan melakukan beberapa amalan yang dianjurkan.

7 Dosa Besar dalam Islam

Macam-macam dosa besar harus dipahami oleh semua orang, khususnya muslim. Berikut beberapa jenis dosa besar yang harus dihindari oleh semua orang:

1.Syirik

Perlu dipahami bahwa syirik dosa besar yang tidak diampuni. Seseorang yang melakukan syirik berarti tidak percaya adanya Allah sebagai zat yang paling besar dan menguasai alam semesta. Tetapi, mereka lebih mempercayai makhluk lain yang memiliki sifat buruk.

Seseorang yang berlaku syirik biasanya lebih percaya pertolongan atau bantuan dari makhluk lain seperti iblis atau jin. Mereka lebih banyak meminta bantuan dari mereka dalam kehidupannya atau berbuat jahat kepada orang lain.

Karena sudah meminta bantuan kepada makhluk yang tidak tepat, maka seseorang bisa dikatakan sebagai syirik. Seorang yang melakukan ini memiliki dosa yang sangat besar dan mereka tidak akan diampuni dosa-dosanya.

2.Tidak Merasa Takut pada Allah

Tidak merasa takut kepada Allah juga bisa dikatakan sebagai salah satu dosa besar. Padahal, salah satu zat yang harus ditakuti adalah Allah yang merupakan memberi hidayah kepada seluruh umat.

3.Putus Asa dari Rahmat Allah

Seseorang tidak boleh putus asa dari apa yang sudah dilakukan di dunia ini. Salah satu contoh putus asa dari rahmat yang dimiliki oleh Allah adalah dengan mengakhiri hidupnya sendiri seperti bunuh diri.

4.Membunuh

Membunuh orang lain pada tidak dalam situasi perang seperti melawan musuh juga merupakan salah satu dosa yang sangat besar. Bahkan, dosanya tidak akan diampuni oleh Allah.

5.Durhaka pada Orang Tua

Seburuk apapun perlakuan orang tua, jangan sampai durhaka kepada mereka. Apabila durhaka kepada orang tua, balasan yang akan diterima adalah neraka.

6.Tidak Sholat

Tidak menjalankan kewajiban sesuai dengan tuntunan Islam seperti melupakan sholat juga merupakan salah satu dosa yang sangat besar. Itulah kenapa sholat wajib dilakukan dan tidak boleh dilupakan.

7.Memakan Riba

Memakan riba atau memberikan bunga kepada orang lain yang berhutang juga bagian dari dosa yang sangat besar.

Macam-macam dosa besar harus diperhatikan dengan baik oleh semua orang. Terkadang seseorang melakukan dosa besar karena mereka tidak mengetahui jika hal itu dilarang. Jadi tetap melakukannya padahal jenis dosa yang artinya didapatkan bisa berkali lipat.

Itulah kenapa dengan mengenal dosa besar, bisa membuat seseorang menghindari apapun yang dilarang. Dengan melakukan ini, kehidupan bisa berjalan dengan lebih baik tanpa mengalami banyak gangguan. Bahkan, meski hidup sederhana pun tetap merasa berkecukupan.

Oase Hati Lainnya