Bocah Pengamen Menang Banyak – Kata Usbob

Bocah Pengamen Menang Banyak – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 18, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi bocah pengamen/facebook.com/UsbobOfficial

ASKAR KAUNY – Seorang bocah kecil menaiki bis yang sedang aku tumpang.

Tak ingat persis, sekitar tahun 2000-an.

Ia pengamen. Dengan kecrekan di tangan.

Tanpa kata pembuka dia langsung nyanyi dengan sangat ekspresif. Suaranya pun merdu.

Baca juga: Rumus 12 Huruf untuk Sholat Khusyuk – Kata Usbob

Oh! Carol, I am but a fool,
Darling I love you tho’ you treat me cruel,
You hurt me and you made me cry
But if you leave me I will surely die.

Suasana jadi hidup dibuntunya jalan saat kemacetan.

Saya teringat lagu itu sering diputar oleh kedua orang tua ketika masa kecil dulu. Neil Sedaka, penyanyi Amerika yang bawakannya. Rilis tahun 1961.

Usai bawakan lagu tersebut, bocah pengamen langsung mutar pungut saweran. Menang banyak dia!

Saya lihat banyak orang tua yang kasih dia uang dan jumlahnya lumayan. Mereka terhibur, demikian juga saya.

Baca juga: Ingat Allah Saat Sholat – Kata Usbob

Karena suka, banyak yang menuntut ia bawakan lagu lain. Ia menolak sebab hanya hafal lagu tadi.

Eh saat ditanya apakah ia mengerti lagu yang dibawakannya, ia pun menggeleng.

Kami pun tertawa kompak. Sambil celingukan. Ia lompat turun dari bis.

Eh, saya jadi terpikir nih…

Kalau kita sholat cuma hafalan doang kayak bocah pengamen tadi…

mungkin juga kita menang banyak dapat saweran pahala dari Allah Ta’ala.

Tapi kita bakal diketawain berjamaah gak ya sama para malaikat?!

Gimana menurut Anda, sobat?!

Kata Usbob Lainnya

Rumus 12 Huruf untuk Sholat Khusyuk – Kata Usbob

Rumus 12 Huruf untuk Sholat Khusyuk – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 18, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi Khusyuk/Pexels/Ahmed Aqtai

ASKAR KAUNY – Guru saya saat madrasah Aliyah dulu berkisah tentang seorang santri yang ingin bisa sholat khusyuk. Ia adukan galaunya kepada pak kyai.

Pak kyai berujar, “Besok jika datang belajar ke majlisku tolong bawakan segelas air. Jangan lupa pakai tutup gelas ya…!”

Esok pagi si santri bawakan pesanan kyai. Segelas air dengan tutupnya.

Baca juga: Ingat Allah Saat Sholat – Kata Usbob

Dia letakkan dekat pak kyai. Lalu kyai membuka tutup gelas. Menyeruput air di dalamnya dan langsung berujar,

“Kalau seperti ini, pantas saja sholatmu tidak khusyuk”.

Si santri kaget. Ia membatin. apa urusannya air di dalam gelas itu dengan sholat yang belum khusyuk.

Sayangnya ia tak berani menanyakan.

Baca juga: Seakan Menatap Allah – Kata Usbob

Esok pagi, ia bawa lagi segelas air. Ia letakkan dekat pak kyai. Dan sama, pak kyai mengatakan sholat mu pantas belum khusyuk jika seperti ini.

Hal itu terus berulang berhari-hari. Sedang si santri semakin bingung

Hingga saatnya si santri tak sanggup meledakkan tanya. “Mohon maaf beribu maaf kyai, apa sebenarnya hubungan sholat saya yang belum khusyuk dengan segelas air ini…?”

Tatapannya nanar menunggu jawab.

Sang kyai berdehem. Suaranya berat membuka jawab penuh wibawa.

“Kamu lihat tutup gelas ini…?” seraya menyorongkannya ke hadapan santri.

“Lihat berapa banyak buih air yang menempel di sana. Pasti sampeyan membawanya sembrono….

Besok jika bawa segelas air ini ke majlisku, upayakan jalan mu tenang… perlahan… dan seksama… fokus, jangan sampai ada air yang bergerak dan mencapai tutup gelas ini!”

“Ahaaaa….!” gumam santri. Ia sudah dapatkan poinnya.

Esok hari, ia bawa segelas air itu dengan amat perlahan. Ia tidak peduli dengan suasana sekitar dan suara-suara di sekeliling nya.

Fokusnya cuma satu, bagaimana bawa air itu ke majlis kyai dengan tenang…

Hingga tidak ada sebutir buih air pun loncat ke atas

Benar…., santri itu sukses.

Ia lama sekali baru tiba di majlis kyai berbeda dengan hari-hari sebelumnya.

Hingga majlis hampir usai.

Kyai tersenyum memandang santri tersebut saat berjalan lambat memasuki majlisnya.

Begitu perlahan ia letakkan air tersebut di hadapan kyai. Belum lagi diminum air tersebut…,

Saat membuka tutup gelas pak kyai mengangguk-anggukkan kepala seraya berkata…,

“Kini engkau sudah mengerti cara sholat yang khusyuk, anakku!”

Kisah itu epic banget untukku.

Saat pak H. Qomarudin, kepala sekolah ku di MA Nurul Hidayah menyampaikannya, saya langsung mengerti poin pentingnya.

Sejak saat itu saya tidak pernah mengerjakan sholat dengan terburu-buru. Saya nikmati setiap gerakan dan bacaannya.

Dan Alhamdulillah saya temukan sebuah cara untuk sholat yang khusyuk.

Dan saya susun cara sholat khusyuk dalam rumus 12 huruf.
M
E
M
P
E
R
L
A
M
B
A
T

Semoga sahabat dapat mengamalkannya.***

Kata Usbob Lainnya

Ingat Allah Saat Sholat – Kata Usbob

Ingat Allah Saat Sholat – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 18, 2022, in Kata Usbob

Ilustrasi sholat/Pexels/Michael Burrows

ASKAR KAUNY – Pernahkah Anda sholat begitu banyak yang terlintas di benak dan berbagai hal diingat?

Padahal sebelumnya Anda tidak berniat mengingatnya sebelum sholat?!

Saya yakin Anda membatin sering merasakannya.

Ketahuilah itu upaya setan untuk merusak sholat.

Baca juga: Seakan Menatap Allah – Kata Usbob

Pada tahapan yang paling hebat, setan buat kita lupa jumlah bilangan rakaat sholat.

Pernah khan…?!

Sahabat bacalah firman Allah Ta’ala ini dengan iman,

إِنَّنِيٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعۡبُدۡنِي وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكۡرِيٓ

“Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Aku, maka sembahlah Aku dan LAKSANAKANLAH SHOLAT UNTUK MENGINGAT AKU.” QS. 20:14

Ayat ini mengilhami saya bahwa cara sholat yang benar dan khusyuk adalah banyak mengingat Allah Ta’ala dan lupakan segala bisikan setan.

Sejak mulai takbiratul ihram, sampai salam upayakan banyak mengingat Allah Ta’ala seiring bacaan dan gerakan sholat yang dikerjakan.

Baca juga: Jangan Goyah dengan Komentar Orang – Kata Usbob

Namun bersitan hati atau lintasan pikiran terkadang sering membuat kita lupa Allah dalam sholat dan mengingat segalanya.

Apa yang harus kita perbuat jika mengalaminya?

Nah ini jurusnya….,

وَٱذۡكُر رَّبَّكَ إِذَا نَسِيتَ

Dan ingatlah Tuhanmu apabila engkau lupa. QS. 18: 24

Jika Anda sadar saat sholat terlupa, maka ingatlah Allah. Jika apapun terlintas dan teringat akan dunia sebab bisikan setan, ingatlah Allah lagi. Dan begitu seterusnya.

Fokuskan diri untuk terus mengingat Allah Ta’ala saat sholat, maka upaya tersebut akan mengantarmu merasakan indahnya sholat.

Camkan ya… jika lupa, segera ingat Allah dalam sholat.
Bismillah, kita coba bersama!

Kata Usbob Lainnya

Seakan Menatap Allah – Kata Usbob

Seakan Menatap Allah – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 18, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi Shalat yang khusuk/Pexels/Monstera

ASKAR KAUNY – Bila ingin mencoba sholat yang khusyuk, cobalah tips ini; lakukan dengan IHSAN!
Apakah ihsan?

Anda menyembah Allah, seakan menatap-Nya. Jika tak sanggup, yakinlah Allah menatapmu.

Seorang santri sanggup khatam Al Quran setiap hari. Kyai kagum dan memanggilnya. Beliau ingin dengar dan ia minta santri tilawah Al Quran di hadapannya.

Baca juga: Jangan Goyah dengan Komentar Orang – Kata Usbob

Di hadapan kyai, bacaan santri berubah menjadi tartil. Lambat dan perlahan. Tak mampu ia cepat membaca Al Quran.

Khawatir salah, keliru dan membuat kyai menegurnya.

Lewat tatapan kyai tersebut, si santri menemukan kenikmatan tilawah Al Quran.

Baca juga: Visi yang Sama dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Bacaan yang terdengar telinga, mencipta resonansi jiwa.

Tenang dan damai. Kini tilawah berubah jadi cinta dan kekhusyukan.

“Nah…, anakku sayang nikmati tilawah mu dengan cinta. Bayangkan engkau tilawah di hadapan Allah… niscaya engkau rasakan manisnya ibadah” tutup sang kyai.

Hal serupa juga bisa Anda rasakan saat menjalani sholat. Lakukan sholat seakan Anda menatap Allah.

Jalani dengan cinta dan kekhusyukan, niscaya Anda akan merasakan manisnya ibadah.

Bisa dimengerti, sobat?!

Kata Usbob Lainnya

Jangan Goyah dengan Komentar Orang – Kata Usbob

Jangan Goyah dengan Komentar Orang – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 18, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi anak hafal Al Quran/Pexels/Alena Darmel

ASKAR KAUNY – Termasuk hal penting dalam mendidik anak hafal Al Quran adalah kuatkan niat, tinggikan mimpi dan jangan terlalu sering dengarkan komentar orang.

Sebab banyak komentar orang belum tentu positif untuk amal kita. Ada yang bikin down, gembosi atau demotivasi.

Saat kami memilih dulu untuk mendidik anak-anak di rumah menghafal Al Quran, banyak yang bilang apakah tidak terlalu dini usianya untuk dikasih beban hafalan?

Baca juga: Visi yang Sama dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Alhamdulillah saat anak-anak kami selesai hafalannya, anak mereka yang berkomentar dan lebih dewasa usianya belum juga mulai menghafal. Hehehe

Hal serupa dulu juga saat Metode Kauny, Menghafal Al Quran Semudah Tersenyum ditemukan.

Banyak yang pesimis dan bilang, “Metode begini mah gak bakal bikin anak bisa hafal 30 juz!”

Eh… saat mahad Askar Kauny berdiri puluhan di dalam dan luar negeri. Dan melahirkan banyak hafizh dan hafizhah 30 juz…,

Orang-orang yang under-estimate itu ngilang dan gak berani berkomentar.

Poin dari artikel ini adalah penguatan niat hafal Al Quran, sekaligus mantap dalam mengambil jalan hidup.

Jika sudah yakin dengan prinsip ini, maka jangan sering-sering dengar komentar orang.

Bismillah….

Jalankan!

Kata Usbob Lainnya

Visi yang Sama dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Visi yang Sama dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 18, 2022 – in Kata Usbob 

Ilustrasi ayah dan anak ketika membaca Al Quran/pixabay

ASKAR KAUNY – Ketahuilah ridho Allah adalah visi utama dalam menghafal Al Quran. Bukan karena trend, atau ikut-ikutan.

Banyak orang tua yang ingin anaknya hafal Al Quran karena terlihat mulia di depan orang.

Juga ada anak-anak yang menghafal Al Quran karena teman sebaya ikut tahfizh di pesantren, atau malah sebab ambisi orang tua yang tidak sejalan dengan keinginannya.

Baca juga: [Kajian Jum’at Subuh] Majelis Al-Kauny bersama Usbob “Where We Go After Die?

Sadarlah bahwa dengan visi yang sama, yaitu mengejar ridho Allah Ta’ala maka semua akan jauh lebih mudah dan menyenangkan.

Belum lama, saya diminta membujuk santri yang sudah 2 semester tidak masuk pesantren dan juga tidak pulang ke rumah.

Setelah para guru, pengasuh, pihak yayasan juga orang tuanya membujuk agar anak ini mau kembali.

Baca juga: Teladan Orang Tua dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Namun saya tersentak saat dialog dengannya, “Buat apa saya kembali ke pesantren?, khan itu bukannya keinginan saya… ” seru sang santri.

Hal yang lebih menambah pilu santri itu katakan bahwa di rumah pun ia tidak dapatkan cinta dan keteladanan.

Dirinya disuruh masuk pesantren untuk jadi orang baik, namun di rumah orang tua tidak mendirikan shalat dan sering berkata dan berperilaku kasar.

Nah…, sebab itu jika ingin mendidik anak hafal Al Quran satukanlah visi bersamanya untuk mengejar ridho Allah Ta’ala.

Jika itu sudah ia pahami dan lakukan, in sya Allah ia akan jalani dan cintai setulus hati, ikhlas hanya demi mencari ridho-Nya. ***

Kata Usbob Lainnya

Terlupa – Kata Usbob

Terlupa – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi seorang kakek yang terlupa/Pixabay

ASKAR KAUNY – Seorang sahabat bernama Davy bertutur kepada saya tentang pengalaman hidupnya.

Beliau yang berprofesi sebagai presenter, artis dan publik figur sering mendapat undangan untuk dihadiri.

Dalam sebuah perjalanan bersamanya, saya mendapatkan kisah ini.

Baca juga: Pesantren Pemuda Al Hikmah Subang Rangkul Generasi Muda Menjadi Santri Agropreneur

26 Desember 2004 adalah tanggal yang takkan terlupa bagi rakyat Indonesia, khususnya Aceh. Allah Swt telah memberikan sebuah peringatan hebat dengan datangnya musibah Tsunami.

Sebuah hikmah yang diambil oleh kita bersama adalah bahwa Tsunami telah mengingatkan kita semua yang tadinya terlupa serta-merta jadi menyebut dan mengagungkan nama Allah Swt saat menyaksikan kebesaran-Nya lewat musibah Tsunami.

Ya, kita semua terlupa untuk membesarkan nama-Nya. Hingga Dia Swt paksa kita untuk meneriakkan nama-Nya.

Baca juga: Pola Makan Sehat Buat Anak Cerdas – Kata Usbob

Meski dengan pekik tangis, erangan bahkan jeritan dari setiap mulut baik yang terkena musibah tersebut atau yang menyaksikan.

Dia Swt juga tumbuhkan rasa simpati dan empati mendalam pada diri kita terhadap saudara-saudara kita yang menjadi korban di sana.

Hingga entah berapa milyar atau trilyun rupiah dana digalang dari dalam maupun luar negeri untuk membantu saudara-saudara di sana.

Davy bercerita bahwa ia diundang ke sebuah desa di Aceh untuk menghadiri acara syukuran. Alhamdulillah sebuah desa sudah berhasil dibangun kembali dari hasil kerjasama semua pihak.

Dalam acara perayaan syukuran itu tidak hanya orang Aceh saja yang hadir…

Namun beberapa orang dari dalam dan luar negeri terlihat turut hadir dan bergembira atas desa yang berhasil dibangun kembali.

Saat acara formal sudah selesai dihelat, kini giliran acara hiburan yang ditunggu-tunggu. Salah satu performance andalan masyarakat desa tersebut adalah penampilan seorang gadis Aceh asli yg akan menyanyikan sebuah lagu berbahasa Inggris.

Gadis itu tanpa rasa sungkan dan ragu tampil ke muka. Gaya dan mimiknya begitu ceria, seolah menggambarkan bahwa ia dan rakyat Aceh tidak lagi bersedih.

Ia menyanyikan sebuah lagu tahun 80-an berjudul My Bonny, dengan fasih gadis itu melantunkan.

My bonny is over the ocean….My bonny is over the sea…My bonny is over the ocean…O bring back my bonny to me.

Penampilan gadis itu sungguh memukau. Ratusan orang yang hadir memberikan applause, bahkan tidak jarang yang berdiri memberi penghormatan.

Hingga saatnya ada seorang ‘bule’ tampil ke muka dan datang menghampiri gadis tersebut di atas panggung.

Pria bule itu menyalami si gadis kecil sambil bertanya pertanyaan sederhana dalam bahas Inggris, “O my dear, what is your name?”

Mendapati pertanyaan itu sang gadis kecil terdiam membisu. Ia tak mampu menjawabnya, malah ia menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.

Dengan mulut tertutup ia hanya bisa menjawab, “Mmmmmm…….!”

Sang pria bule penasaran, ia melontarkan satu pertanyaan kembali, “O my sweetheart, do you live here?”

Lagi-lagi gadis tersebut tidak menjawab pertanyaan pria bule itu kecuali hanya dengan menggelengkan kepala sambil menjawab, “Mmmmm….”

Melihat kejadian itu kontan seluruh hadirin tertawa. Mereka kini semua tahu bahwa gadis kecil yang baru saja memukau dengan lagu bahasa Inggris yang dibawakannya rupanya hanya sekedar hapal.

Bahkan satu kata dan kalimat sederhana dalam bahasa Inggris pun rupanya ia tidak tahu.

Davy meneruskan kisahnya bahwa acara itu selesai diselenggarakan. Beberapa orang kaum muslimin yang turut hadir kemudian pergi ke masjid terdekat untuk shalat Zhuhur berjamaah.

Davy ikut serta dalam shalat Zhuhur tersebut. Saat shalat usai dan kaum muslimin berdoa kepada Allah Swt…,

Maka Davy mendengar ada seorang pria Aceh berusia tua yang duduk di belakang sambil berdoa dengan suara terisak-isak.

Kakek itu menengadahkan wajahnya ke langit. Tangannya terangkat sedemikian tinggi. Tubuh berguncang, air mata menetes deras dan dengan suara terisak yang menyayat hati setiap orang yang mendengarnya.

Lama sekali kakek itu berdoa dan menangis di hadapan Tuhannya. Hingga muncullah simpati Davy yang membuat ia tergerak untuk menghibur kakek yang terlihat sedih tadi.

Davy pun datang menghampiri.

“Pak…, kita orang beriman harus bersabar ya atas ujian yang Allah berikan. Hidup ini tak selalu bahagia, ada kalanya Dia Swt berikan ujian kepada kita agar kita selalu mawas diri!”

Demikian ujar Davy kepada kakek itu.

Masih dengan tubuh berguncang dan suara terisak kakek itu mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju.

Davy pun kini mengusap-usap punggung sang kakek untuk meredam tangis dan gejolak emosi.

Alhamdulillah, usaha Davy sedikit berbuah hasil. Kakek tersebut sudah mulai agak tenang.

Davy lalu bertanya kepada kakek itu, “Memangnya berapa orang anggota keluarga kakek yang menjadi korban Tsunami tempo hari?”

Dengan terbata-bata sang kakek menjawab,”Alhamdulillah, semua keluarga saya selamat. Tidak satupun Allah Swt ambil lewat peristiwa Tsunami.”

Masih ingin tahu lebih jauh, Davy bertanya lagi,”Mungkin harta atau usaha atau kendaraan bapak hanyut dan hilang disapu Tsunami?!” Sang kakek menjawab, “Alhamdulillah tidak satu pun yang Allah Swt ambil dari saya lewat Tsunami!”

Kini Davy menjadi bingung dan bertanya membatin mengapa kakek ini menangis tersedu. Hal itu pun ia utarakan dalam sebuah tanya, “Lalu apa yang membuat kakek menangis seperti ini andai tidak 1 pun Allah Swt ambil lewat Tsunami?!”

Kini sang kakek menatap wajah Davy dengan dalam. Mimik kesungguhan tergurat di wajahnya. Sang kakek bertanya kepada Davy, “Apakah Anda tidak melihat penampilan seorang gadis kecil Aceh yang menyanyikan lagu berbahasa Inggris?!””Ya, saya lihat!” jawab Davy.

”Apakah Anda melihat seorang pria bule yang bertanya kepada gadis itu dengan bahasa Inggris?!” tanya Kakek lagi. ”Ya, saya lihat!” jawab Davy.

”Apakah Anda menyimak jawaban gadis kecil tersebut?!” tanya kakek.

“Ya, gadis itu tidak bisa menjawab pertanyaan pria tadi, padahal sebelumnya ia bernyanyi lagu berbahasa Inggris dengan amat fasih!”jelas Davy.

“Ya… kejadian itu membuat kita semua tertawa terbahak-bahak saat kita menyadari bahwa gadis kecil itu tidak bisa sama sekali brbahasa Inggris.

Rupanya ia hanya menghapal, dan apa yang ia nyanyikan bisa jadi tidak ia pahami…” sang kakek menambahkan.

“Kejadian itu sungguh adalah sebuah peringatan bagi saya. Sebuah peringatan bagi saya yang sudah Terlupa atas tugas yang Allah Swt titipkan kepada saya…” tambah Kakek.

“Maksud bapak…?!” tanya Davy mengejar.

“Teguran yg Allah berikan kepada saya hari ini jauh lebih hebat daripada tegurannya yang bernama Tsunami.

Dalam tempo hanya beberapa belas menit, Tsunami telah melenyapkan hampir seluruh harta dan jiwa yang dimiliki oleh rakyat Aceh.

Namun teguran Allah Swt yang diberikan kepada saya ini boleh jadi akan melenyapkan semua kebahagiaan saya…, tidak hanya di dunia bahkan mungkin hingga akhirat!” terang sang kakek.

Davy hanya terdiam, ia masih belum mengerti.

Ingin sekali ia menyimak dengan seksama apa yang akan dijelaskan oleh sang kakek.

Sang kakek pun menambahkan, “Peristiwa gadis itu menyadarkan saya bahwa sang gadis tidak memahami apa yang ia nyanyikan.

Kejadian itu membuat semua orang yang hadir tertawa terbahak saat menyadarinya. Kini usia saya sudah lebih dari 60 tahun, dan saya tahu mungkin waktu kematian saya sudah tak lama lagi.

SETIAP HARI SAYA SHALAT, BERDOA & MEMBACA AL QURAN. NAMUN APA YANG SAYA BACA DAN HAPALKAN HANYA SEDIKIT YANG BISA SAYA MENGERTI.

SAYA TAK UBAHNYA SEPERTI GADIS KECIL TADI….

MUNGKIN SAAT SAYA MATI DAN BERADA DI DALAM KUBUR….

MALAIKAT MUNKAR-NAKIR AKAN DATANG KEPADA SAYA DAN BERTANYA…,

MAN RABBUKA…, WA MAN NABIYYUKA…, WA MA QIBLATUKA… WA MAN IKHWANUKA…?

SAAT ITU SAYA AKAN TERDIAM, TERPAKU DAN TIDAK BISA MENJAWAB. MUNGKIN SAYA AKAN

MELAKUKAN HAL YANG SAMA DENGAN GADIS TADI. SAYA AKAN MENGGELENGKAN KEPALA DAN MENJAWAB DENGAN;

MMMMMM……

SAYA TIDAK MENGERTI.

Bila hari ini kita semua tertawa atas gadis yang tidak mengerti tadi…,

boleh jadi nanti di kubur malaikat, setan dan iblis akan menertawakan saya sambil berkata…,

Lihat ini anak manusia, 60 tahun lebih dia hidup di dunia menjadi hamba Allah, namun selama itu ia tidak mengerti apa yang Allah mau dari hidupnya!”

Kalimat terakhir itu membuat sang kakek kembali menangis tersedih. Ia tidak lagi menghiraukan Davy yang berada di sisinya.

Ia menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Berulangkali kata tobat ia ucapkan kepada Tuhannya. Davy hanya tercenung, bergetar relung batinnya.

Perlahan tangannya yang sedari tadi merangkul tubuh sang kakek ia lepaskan.

Kini tatapan Davy nanar. Tak terasa air mata sudah mulai mengembang di sudut matanya. Dalam batin ia berulang membaca istighfar.

Ia bersyukur kepada Allah Swt yang telah memberi peringatan kepadanya…,

Padahal sebelumnya ia termasuk manusia yang ‘terlupa’.

Jazakumullah Davy buat kisah yang sungguh menggetarkan ini!

Kata Usbob Lainnya

2,3 ATAU 3,2 MILYAR? – Kata Usbob

2,3 ATAU 3,2 MILYAR? – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Ilustrasi rumah/Pixabay

ASKAR KAUNY وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ وَكَانَ فَضْلُ اللهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

”Dan Allah telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu.” (An-Nisâ’ [4]:113)

Saya mengenal sosok Syafe’i di sebuah masjid perkantoran di sekitar Jendral Sudirman, Jakarta, tempat saya sering bersilaturahmi.

Ia adalah seorang yang rajin beribadah. Saya sering melihat Syafe’i selalu berada pada shaf pertama setiap kali shalat berjamaah.

Ia adalah seorang muslim yang taat, setidaknya itulah sosok yang saya kenal dari diri Syafe’i.

Syafe’i adalah seorang driver yang bekerja lebih dari 20 tahun, ia membawa mobil seorang direktur utama sebuah perusahaan sekuritas di Jakarta.

Hal yang membuat Syafe’i disukai dalam tugasnya, ia memiliki sifat yang jujur, tidak banyak bicara, dan loyal terhadap majikan.

Amat sulit rasanya di zaman sekarang ini mencari seorang pegawai seperti Syafe’i yang setia mengemban tugas yang sama lebih dari 20 tahun.

Hal yang menarik dari diri Syafe’i pun adalah sifat qanaah yang dimilikinya. “Gak ngoyo,” selalu merasa puas dengan anugerah yang Allah berikan untuk dirinya dan keluarga.

Inilah hakikat manusia yang kaya. Ia senantiasa merasa cukup atas karunia Allah Swt., tidak berharap lebih dari apa yang diberikan.
***
Pagi itu, Syafe’i hendak berangkat menuju rumah majikannya. Sebelum meninggalkan rumah, Syafe’i dilepas dengan sebuah keluhan yang meluncur dari mulut istrinya perihal biaya pendaftaran kuliah anak mereka sebesar Rp8 juta.

Sang istri meminta Syafe’i untuk mencari dana sebesar itu, setidaknya dengan cara meminjam terlebih dahulu, kemudian dicicil dari penghasilan bulanan mereka yang pas-pasan.

“Pak, tolong pinjam dulu kepada majikanmu dana untuk anak kita kuliah!” pinta istri Syafe’i. Namun, Syafe’i tidak menanggapi usulan istrinya sepatah kata pun.

Ia sadar bahwa dana sebesar itu hanya akan membuat sulit hidupnya, karena harus mengangsur cicilan pinjaman.

Apalagi bila dana itu dipinjam dari bosnya, pasti akan membuat hubungan menjadi tidak enak.

Syafe’i lebih memilih mengadukan urusannya ini kepada Tuhan manusia, daripada harus diceritakan kepada sesama.
***
Sejak saat itu, Syafe’i senantiasa memanjatkan doa kepada Allah Swt karena hajat anaknya yang ingin kuliah.

Kepasrahan diri kepada Allah Swt. Merupakan jalan dalam menyelesaikan semua masalah.

“Tidak ada masalah yang besar, semuanya kecil di mata Allah!” Gumam Syafe’i membesarkan hati.
***
Adegan pagi itu sama seperti hari-hari sebelumnya dalam karir Syafe’i. Ia sedang memegang kemudi mobil, membawa majikannya ke kantor.

Sang majikan membuka pembicaraan, “Syafe’i, nanti kalau sudah sampai ke kantor, kamu segera pergi ke Divisi General Affair (bagian umum) ya! Tanyakan kepada mereka, vendor dekorasi mana yang terbaik! Saya mau merenovasi rumah yang di Kebayoran.

Bila bagian GA sudah memberi tahu nama vendornya, kamu segera kontak mereka dan ajak mereka untuk melihat rumahnya.

Saya minta vendor itu untuk mengajukan biaya renovasinya. Kalau sudah direnovasi, saya mau menjual rumah itu. Kamu paham gak?” Tanya sang majikan.

“Saya paham, Pak!” Sahut Syafe’i sigap.

Itulah awal terbukanya pintu ijabah dan keberkahan Allah Swt. bagi Syafei.

Syafe’i menuruti perintah atasannya. Ia mengontak vendor tersebut, kemudian mengajaknya untuk melihat rumah majikan yang ada di daerah Kebayoran.

Usai melihat, mereka mengukur dan meninjau rumah, vendor itu pun berjanji akan mengajukan penawaran biaya renovasi dalam beberapa hari.

Sesuai dengan yang dijanjikan, akhirnya pengajuan renovasi rumah itu mereka buat, dan dititipkan ke Syafe’i.
***
“Bos, ini pengajuan renovasi rumah Kebayoran dari vendor kemarin,” kata Syafe’i kepada majikannya sebelum masuk ke dalam mobil.

Majikannya membaca pengajuan anggaran renovasi di dalam mobil.

Baru beberapa menit membaca, sang majikan langsung berkomentar, “Kok mahal sekali ya, masa hanya renovasi rumah begitu saja sampai menghabiskan dana lebih dari Rp. 200 juta!”

Mendengar itu Syafe’i menimpal, “Wah, mahal betul ya Bos! Kalau Bos gak setuju dengan penawaran vendor itu, saya punya teman pemborong yang kerjanya bagus.

“Insya Allah, harga yang ditawarkan jauh lebih murah dari vendor tadi. Kalau masih ragu, Bos yang membeli semua materialnya, nanti hanya bayar jasa pengerjaan,” jelas Syafe’i.

Sang majikan sudah sangat mengenal sifat dan watak Syafe’i. Duapuluh tahun menjadi pekerjanya sebagai bukti kejujuran dan loyalitas yang sudah tidak lagi diragukan.

Tanpa banyak komentar sang majikan meminta Syafe’i mengajak temannya yang pemborong itu untuk merenovasi rumah.

Benar saja, renovasi rumah lewat pemborong teman akrab Syafe’i hanya memakan dana Rp. 60 juta!

Sang majikan senang karena supirnya telah membuat efisiensi pengeluaran tidak kurang dari 140 juta rupiah.

Kesenangan majikan itu terus berlanjut, yang kemudian mempercayakan Syafe’i untuk menjual langsung rumah yang baru direnovasi tadi.

Dalam perjalanan menuju kantor, sang majikan berkata kepada Syafe’i, “Usai mengantar saya, tolong kamu pergi ke biro iklan. Pasang iklan di media cetak mengenai penjualan rumah di Kebayoran.

“Kamu kan sudah tahu semua spesifikasi rumahnya, nanti contact person-nya atas nama kamu saja, Syafe’i! Terus jangan lupa untuk mencantumkan harga penjualan sebesar 2,3 milyar!!!” Jelas sang majikan kepada Syafe’i.

Syafe’i mengiyakan semua tutur majikannya. Seperti yang diminta sang majikan, usai mengantar ke kantor, Syafe’i pun pergi ke biro iklan.
***
Di biro iklan, Syafe’i mengisi formulir. Dalam lembar formulir itu, ia sebutkan semua spesifikasi rumah majikannya berikut seluruh fasilitasnya.

Tak lupa, ia cantumkan nama dan nomor kontaknya sebagai contact person. Usai mengisi formulir iklan, maka lembar itu ia serahkan kepada petugas biro iklan.

Petugas itu membacanya dan sejurus kemudian petugas itu bertanya kepada Syafe’i, “Pak, harga jualnya mau dicantumkan gak?”

“Oh iya, tolong cantumkan Mbak!” Sahut Syafe’i.

“Berapa harga yang diminta?” Kejar sang petugas.

Tiba-tiba saja Syafe’i memegang keningnya dengan telapak tangan, tidak hanya itu dia mengusap-usap rambut kepala bagian belakang seperti orang kepusingan.

“Celaka, aku lupa berapa harga yang diminta majikan! 2,3 M atau 3,2 M ya?” Gumamnya.

Terus terang Syafe’i malu untuk menanyakan hal itu kepada majikannya. Nanti disangka ia teledor dalam bekerja.

Lama Syafe’i mengambil keputusan. Bahkan, ia perlu keluar dari kantor biro iklan itu hanya untuk mondar-mandir memutuskan antara 2,3 atau 3,2 angka yang hendak dicantumkan.

Setelah beberapa lama menimbang dan berdoa, tiba-tiba Allah Swt. memberi ketenangan di hati Syafe’i untuk mengambil sebuah keputusan. “Aha, pasti 3,2 milyar!!! Lebih bagus 3,2 milyar dicantumkan daripada 2,3.

Sebab, kalau betul angka yang diminta majikan adalah 3,2 M, sedangkan yang saya cantumkan 2,3 M., pasti tekor 900 juta. Siapa yang mau nombokin?!” Gumam Syafe’i.

Syafe’i pun masuk kembali ke kantor biro iklan sambil berujar, “Mbak, tolong cantumin harga jualnya sebesar 3,2 milyar!”

Usai membayar dan menerima struk iklan, Syafei pun kembali ke tempat kerja majikannya.
***
Keesokannya, iklan rumah terbit. Tak diduga, ternyata ada empat perusahaan yang mengontak Syafe’i di hari itu, suatu tanda ketertarikan mereka akan iklan rumah tersebut.

Bahkan, PT. Djarum langsung menyatakan minatnya tanpa menawar sedikitpun.

Tentu saja ini adalah kabar gembira dari Syafe’i untuk majikannya.
***
“Hari ini Bos ada waktu gak ke notaris?! Alhamdulillah, rumah di Kebayoran ada yang berminat. PT. Djarum mau membeli rumah itu. Hebatnya, mereka gak pake nawar lagi,” kalimat Syafe’i membuka pembicaraan.

Sang majikan surprise mendengarnya, kemudian beliau bertanya kepada Syafe’i, “Memangnya berapa harga yang kamu tawarkan ke mereka?”

“Saya cuma kasih harga ke mereka seperti yang Bos minta!” Jelas Syafe’i.

“Iya, saya tahu, tapi berapa harga yang kamu lepas, Syafe’i?!” Tanya sang majikan sekali lagi.

“Mereka saya tawarin harga 3,2 milyar!” Imbuh Syafe’i.

Degg! Sang majikan kaget mendengar harga yang ditawarkan Syafe’i kepada pembeli. Padahal kemarin harga yang dia minta hanya 2,3 milyar, bukannya 3,2 milyar.

Seolah tidak percaya, sang majikan langsung menyediakan waktu untuk bertemu calon pembeli di notaris hari itu.
Betul saja, rumah itu laku terjual dengan nilai 3,2 milyar rupiah.
***
Subhanallah, Syafe’i sudah memberi keuntungan kepada majikannya sebanyak Rp. 900 juta!!! Belum lagi efisiensi biaya renovasi rumah yang tidak kurang dari 140 juta rupiah.

Sang majikan mengulum senyum tanda puas atas dedikasi Syafe’i. Usai dari kantor notaris, di dalam mobil sang majikan berkata, “Nanti, sampai di kantor bilang kepada sekretaris saya, bahwa kamu disuruh saya untuk membuat paspor ya! Gak usah pake nanya macam-macam, pokoknya kamu bikin paspor, Syafe’i!” Tegas majikannya.

Syafe’i hanya menuruti perintah majikannya. Belakangan ia tahu bahwa ia mau diajak umrah sama majikannya sebagai syukuran atas penjualan rumah. Syafe’i mensyukuri karunia Allah Swt. yang tak terduga ini.
***
Beberapa hari lagi menjelang umrah, sang majikan berkata kepada Syafe’i dalam perjalanan pulang menuju rumah majikannya. “Syafe’i, kita kan mau pergi ibadah umrah meninggalkan keluarga. Pantang bagi kita sebagai laki-laki, kalau pergi jauh ninggalin rumah tapi tidak menyisakan bekal yang cukup buat keluarga yang ditinggal. Ini kebetulan ada rezeki. Jangan dilihat besar-kecilnya. Salam saya buat istri dan anak-anakmu!”

Syafe’i menerima sebuah amplop putih cukup tebal dari majikannya. Ia berucap hamdalah dan berterima kasih atas pemberian itu. Usai mengantar majikan pulang, Syafe’i pun kembali pulang menuju rumahnya.

Ia sampai di rumah. Amplop putih titipan majikan ia berikan kepada istrinya. Betapa terkejut sang istri begitu menghitung uang yang diberikan.

Jumlah yang cukup banyak untuk sebuah keluarga supir seperti Syafe’i. Uang yang berada di amplop tersebut ternyata berjumlah 8 juta rupiah!!!

Subhanallah, angka tersebut sama seperti kebutuhan keluarga Syafe’i untuk biaya daftar anaknya kuliah.

Namun yang lebih hebatnya lagi, Allah Swt. malah mengundang Syafe’i untuk berangkat umrah menuju rumah-Nya lewat cara yang tidak pernah ia duga.
***
Sungguh Allah maha tahu kebutuhan hamba-Nya, bahkan seringkali anugerah-Nya jauh lebih baik dari apa yang kita harapkan!

يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللهَ لاَ يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

“Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.” (Ali Imran [3]:171)
***

Kata Usbob Lainnya

Pola Makan Sehat Buat Anak Cerdas – Kata Usbob

Pola Makan Sehat Buat Anak Cerdas – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Kurma makanan sehat buat anak cerdas/Pixabay

ASKAR KAUNY – Dokter Zaidul Akbar menyampaikan bahwa penting membuka hari dengan sarapan yang bergizi.

Tidak hanya untuk orang dewasa, namun juga berlaku untuk anak.

Pola makan sehat akan meningkatkan kesehatan dan kecerdasan.

Baca juga: Dampak Lingkungan Buruk dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Bila merujuk sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, pagi hari dibuka dengan makan kurma ajwa 7 buah.

Efeknya akan terhindar dari racun dan sihir. Stamina kuat!

Buah dan sayur diperbanyak untuk dikonsumsi!

Sunnah makan Rasulullah yang lain yang membuat kita menjadi cerdas -termasuk juga anak- adalah makan buah sebelum makan besar. Bukan sebaliknya.

Agar mudah dicerna yang pertama. Lalu akan membuat lambung terasa kenyang, sebelum mengkonsumsi makanan utama.

Pola ini juga perlu kita terapkan dalam konsumsi anak.

Lalu sunnah makan Rasulullah yang akan membuat cerdas adalah kebiasaan ini, ‘makan saat lapar, berhenti sebelum kenyang’.

Ini yang membuat tubuh akan seimbang, stamina terjaga, dan otak cerdas.

Belakangan pola ini viral kembali dengan nama Autopaghi. Membiasakan lapar pada tubuh, sehingga makin sehat dan tercipta keseimbangan.

Pernah di Madinah ada seorang tabib (dokter) yang buka praktek.

Namun ia sepi pasien. Dan ia penasaran mengapa penduduk Madinah sehat wal afiat.

Saat ia riset kepada warga Madinah, kebanyakan mereka menjawab,

نحن قومٌ لا نأكل حتّى نجوعَ، و إذا أكلنا لا نشبع

“Kami adalah kaum yang tidak makan hingga terasa lapar. Jika kami makan tak sampai kenyang.”
Pantas saja, tradisi hebat ini yang buat warga Madinah sehat sepeninggal Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Maka inilah pola makan sehat yang membuat otak cerdas yang berlaku juga buat anak:
1. Sarapan dengan 7 buah kurma
2. Makan buah sebelum makan besar
3. Makan saat lapar dan tak sampai kenyang.

Bisa khan? Semoga Anda sekeluarga cerdas dan sehat.***

Kata Usbob Lainnya

Tips Batita Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Tips Batita Menghafal Al Quran – Kata Usbob

By Ust. Bobby Herwibowo, Lc – Januari 17, 2022 – in Kata Usbob

Aplikasi HATAM/instagram.com/hatamorg

ASKAR KAUNY – Ustadz Abdul Latif, Penemu metode Hatam, pernah menyampaikan bahwa telinga anakmu amat berharga.

Meski saat anakmu usia batita (bayi tiga tahun) -dalam kegiatan apapun yang ia lakukan seperti bermain, menggambar, mewarnai, bercerita atau apapun- telinganya mampu menangkap hafalan apapun!

Seringkali kita terkaget-kaget bila anak kita hafal satu kata yang belum pernah kita ajarkan.

Baca juga: Dampak Lingkungan Buruk dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Rupanya ia dengar dari televisi, atau tayangan YouTube.

Atau parahnya lagi dan ini sering terjadi, batita kesayangan Anda hafal lagu orang dewasa yang tidak sepantasnya ia ketahui.

Itulah kekuatan telinga batita… Sebab itu manfaatkanlah!

Saya sarankan anda mengunduh aplikasi HATAM di-gadget-mu. Dan perdengarkan kepada batitamu bacaan Al Quran dari surat mana pun yang Anda suka.

Aplikasi ini didesain untuk mudah didengar, juga mudah diikuti.

Perdengarkan dalam semua aktivitas batitamu. Saat ia bermain, saat ia tidur, saat ia makan, saat menggambar atau apapun.

Baca juga: Teladan Orang Tua dalam Menghafal Al Quran – Kata Usbob

Dan lihatlah hasilnya, in sya Allah meski dia lakukan segudang aktivitas, maka ia akan mudah hafalkan Al Quran.***

Kata Usbob Lainnya