Sekepal Beras di Awal Pagi
Sekepal Beras di Awal Pagi
Ingin menambah keberkahan pagi, sobat?
Bukalah pintu dan jendela rumah mu. Hiruplah kesegaran udara. Dingin nya…, lembutnya…, membasuh raga.
Di Condet, timur Jakarta ada pria bernama Husin. Setiap pagi rumahnya ramai dengan kicau merdu burung. Bersautan riuh rendah suaranya. Menambah indah dan berkah pagi.
Burung-burung bersuara indah itu bukan miliknya. Juga bukan peliharaan nya. Terus punya siapa?!
Husin mengaku bahwa ia belajar dari abah. Bapak yang mendidiknya untuk selalu berbagi kepada siapapun. Termasuk kepada burung-burung.
Tutur Husin, “Setiap pagi saya keluar teras membawa sekepal beras. Saya tebarkan dan burung-burung datang berhamburan.
Mereka seolah bernyanyi, tertawa, bercanda di rumah menghiasi hari. Tanpa perlu dipelihara di kandang atau aviary.”
Awal pagi selalu indah di rumah Husin sebab berbagi.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِى يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنَ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا
“Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang panasnya begitu terik. Anjing itu menngelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut.” (HR. Muslim no. 2245).
Mari berbagi untuk dapatkan ampunan Ilahi.
#AllahMencintaimu