Aku Tahu Modal Kau

Aku Tahu Modal Kau

Dulu saya pernah nakal. Malu sendiri kalau mengingatnya. Setelah hijrah dan perbaiki diri, mulai saya belajar dakwah.

Gak ada manusia yang sempurna, memang!

Suatu kali, saya sedang isi kajian. Tetiba datang seseorang berbaju merah. Membuat lidah saya kelu, tak bisa lanjutkan ceramah.

Hendri, kawan saat sekolah menengah yang amat tahu betapa nakalnya saya.

Usai kajian, saya hampiri dia. Awalnya ia tak mengenaliku. Lalu akhirnya ia tertawa. “Aku tahu modal kau!” katanya terbahak.

sabda beliau :

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً ، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَة

“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Hal senada juga berlaku dengan Musa & Derry. Kawan serumah saat kuliah di Bogor. Dulu sempat begini-begitu, namun sekarang berubah 180 derajat seiring bertambah umur.

Keduanya saling berlomba dalam kebaikan. Derry banyak menebar amal, Musa pun tak mau tertinggal.

Lama tak jumpa mereka pun dipertemukan Allah dalam sebuah amal. Keduanya jadi sosok inspiratif. Motivasi buat orang sekitar.

Tapi di sela acara saya menikmati keakraban dua saudara seiman ini. Lalu mereka sampaikan kisahnya berdua dulu dan mereka sama berkata, “Aku tahu modal kau!”

Hidayah Mu, ya Allah…!

#AllahMencintaimu

Kata Usbob Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.