Menangis Karena Allah
Menangis Karena Allah
Menangis karena Allah adalah ciri keimanan yang tidak bisa direkayasa. Tangisan tersebut merupakan pertanda bahwa seseorang mempunyai rasa takut yang besar terhadap Allah SWT selaku pemilik dunia dan isinya.
Bergetar hati orang tersebut saat mengingat betapa banyaknya dosa dan maksiat yang pernah dibuat semasa hidup di dunia. Kemudian menangis dan tangisan itu merupakan tanda keimanan atau tangisan hanifnya jiwa.
Melembutkan Hati
Jika tidak bisa menangis karena Allah mungkin benar jika hati seseorang tengah bermasalah. Bisa saja hati orang tersebut keras karena terkena dosa dan maksiat dunia yang begitu besar. Jika sudah begini maka perlu segera melembutkan hati dengan mengikuti beberapa kiat berikut.
1.Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an bisa melembutkan hati sekaligus menjadi jauh lebih dekat dengan Allah SWT. Ketika membaca Al-Qur’an, maka hati seorang hamba menjadi bergetar seakan-akan telah mendapatkan petunjuk dari-Nya.
2.Melafalkan Bacaan Dzikir
Berdzikir juga menjadi upaya mengingat Allah berikutnya yang perlu dilakukan. Semakin banyak seorang hamba berdzikit, tentunya semakin lembut tertuang kelembutan dihatinya. Cobalah melafalkan bacaan dzikir seperti tahmid, tahlil, tasbih maupun takbir. Itu adalah sesederhananya bacaan dzikir.
3.Mengingat Kematian
Ketika seseorang mengingat kematian, niscaya akan meningkat pula rasa keimanannya kepada Allah SWT. Kemudian, seseorang tersebut tentu akan semakin sering berbuat kebaikan dengan tujuan akhirat semata. Selain itu juga ia akan menjadi lebih sering untuk memohon ampunan kepada-Nya.
4.Memohon Ampunan Kepada Allah SWT
Senantiasa memohon ampunan kepada-Nya adalah salah satu cara agar bisa melembutkan kerasnya hati. Di samping meminta ampunan kepada Allah SWT, seseorang tersebut juga harus berjanji untuk tidak akan mengulang lagi perbuatan buruk tersebut di masa yang akan datang.
5.Senantiasa Rajin Mengikuti Kajian
Cara lainnya yang bisa digunakan untuk melembutkan hati yang keras adalah senantiasa rajin untuk mengikuti kajian. Dengan demikian, maka ilmunya akan semakin bertambah serta menjadi dekat dengan Allah SWT. Tidak heran jika seseorang tersebut juga bisa menangis karena Allah.
6.Selalu Banyak Berbuat Amal
Terakhir adalah selalu memperbanyak perbuatan amal shaleh. Misalnya, menyantuni anak yatim. Dengan melakukan kebaikan ini, tentu seorang hamba bisa kian rajin bersyukur dan merasakan kelembutan hati yang hakiki. Dunia pun terasa jauh lebih damai dan menenangkan.
Hadits Menangis Karena Allah
Agar bisa menangis karena Sang Maha Pencipta, maka seorang hamba perlu melakukan beberapa cara berikut. Hal tersebut sama sekali tidak sulit dilakukan. Bahkan juga terdapat hadits yang mendukung pernyataan tersebut.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (QS. Al Anfal [8] : 2)
1.Mengenal Allah SWT dengan Baik
Cara pertama agar bisa menangis karena-Nya adalah dengan mengenal Allah SWT secara baik. Mulai dari keagungan nama-Nya, sifat maupun ciptaan-Nya. Senantisa teruslah berharap bertemu dan takut kepada-Nya. Niscaya akan bisa menangis karena-Nya.
2.Memperbanyak Ketaatan
Teruslah memperbanyak ketaan kepada Allah SWT. Teruslah jujur kepada-Nya sehingga Allah akan selalu menjawab doa-doa yang dipanjatkan dengan baik. Ingat, Allah selalu memberikan segala yang terbaik bagi hamba-Nya.
3.Mengonsumsi Segala Sesuatu yang Halal
Ketika seseorang senantiasa mengonsumsi segala sesuatu yang halal, maka ia akan mendapatkan kenikmatan berupa kelembutan hati. Saat seseorang mempunyai hati yang lembut, maka ia akan lebih mudah menangis karena-Nya.
Untuk bisa menangis karena Allah, maka seseorang harus melembutkan hatinya terlebih dahulu. Ada banyak kiat yang dapat dilakukan untuk bisa menangis karena-Nya. Mulai dari membaca Al-Qur’an, senantiasa berdzikir, berbuat amal shaleh, mengingat kematian dan sebagainya.