Hadits Tentang Persaudaraan
Hadits Tentang Persaudaraan
Persaudaraan mempunyai arti yang begitu luas. Persaudaraan bukan hanya sekedar saudara sekandung dan sedarah saja, melainkan juga persaudaraan sesama muslim meskipun tidak sedarah sekalupun. Terdapat hadits tentang persaudaraan yang mendukung hal ini.
Sebagai kaum muslim tentu penting sekali mengetahui hadits ini dengan baik dan benar. Dengan demikian, maka bisa jauh lebih memaknai tentang apa itu persaudaraan yang sebenarnya. Hal ini juga diharapkan akan mampu menghilangkan perselisihan maupun perdebatan lainnya.
Persaudaraan adalah Ukhuwah
Saat menjalin sebuah hubungan persaudaraan, maka perlu memelihara dengan baik tentang segala hal yang berkaitan tentangnya. Kunci agar bisa melakukannya tentu saja adalah dengan senantiasa beriman kepada Allah SWT.
Dalam Mufradat Alfazhil Qur’an menurut Ar-Raghib, ukhuwah merupakan kata yang diambil dari istilah akhun. Maksudnya adalah berserikat dengan orang lain karena kelahiran dari kedua belah pihak maupun persusuan. Namun, ukhuwah juga didefinisikan sebagai persaudaraan seluruh mukmin di dunia.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ الحجرات
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat (QS. Al-Hujurat: 10).
Agar ukhuwah senantiasa dapat berdiri tegak dengan kokoh, maka dibutuhkan tiang penyangga persis seperti shalat sebagai tiang agama Islam. Ukhuwah bisa terus berdiri tegak karena memiliki 4 asas, diantaranya:
1.Ta’aruf
Ta’aruf mengandung makna sebagai saling kenal mengenal. Akan tetapi, perkenalan tersebut tidak hanya terbatas dengan satu hal saja, apalagi fisik semata. Ta’aruf menekankan kepada perkenalan lebih dalam tentang pendidikan, keagamaan, budaya, ide, cita-cita, pemikiran sampai masalah kehidupan.
2.Tafahum
Asas ukhuwah berikutnya adalah tafahum. Tafahum merupakan kegiatan saling memahami kelebihan maupun kekurangan, kekuatan maupun kelemahan dan sebagainya dari masing-masing orang. Ketika hal ini bisa tercapai, maka segala bentuk kesalahpahaman bisa lekas dihindari.
3.Ta’awun
Dalam hadits tentang persaudaraan juga memuat istilah ta’awun. Ta’awun adalah sikap saling tolong-menolong yang lemah maupun yang merasa terus kekurangan. Lewat asas ini, maka kerjasama akan bisa tercipta dengan baik serta saling menguntungkan satu sama lainnya.
4.Takaful
Kemudian, asas ukhuwah terakhir adalah tafakul. Asas ini dapat didefinisikan sebagai asas saling memberikan jaminan satu sama lainnya. Jadi, tiap-tiap umat muslim di dunia ini harus saling membantu yang sedang mengalami kesusahan sehingga timbul rasa aman dan tenteram.
Muslim Ibarat Satu Tubuh
Semenjak abad ke 14, Rasulullah SAW senantiasa menegaskan bahwa sesama muslim adalah bersaudara. Beliau mengumumkan hal tersebut tatkala mempersaudarakan Muhajirin dengan Anshar. Meskipun tidak saling kenal satu sama lainnya, namun mereka senantiasa senang bisa bersaudara.
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Artinya:
Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam. (HR. Muslim).
Karena beranggapan bahwa sesama muslim adalah saudara, maka diantara mereka saling tidak rela jika salah satu pihak terluka. Baik kesadaran, perasaan maupun jiwanya senantiasa terasa tersayat apabila melihat sesamanya merasa kesulitan. Itulah mengapa muslim ibarat satu tubuh.
Saat bagian tubuh lainnya terluka, maka semua bagian tubuh akan merasa sakit. Terlalu getir untuk bisa bersenang-senang ketika diantara mereka ada yang terluka maupun tengah tertimpa musibah. Terlalu menyedihkan untuk bisa berbahagia di atas penderitaan yang lain.
Kaum mukmin seharusnya secara otomatis bisa merasakan penderitaan maupun kesulitan yang dirasakan oleh saudaranya. Kemudian, terus berusaha sebaik mungkin agar kesulitan yang dialami saudaranya hilang dan lenyap seketika. Hal tersebut bisa berupa bantuan fisik maupun psikis yang diberikan ikhlas.
Ada banyak hadits tentang persaudaraan yang bisa dibaca agar lebih memahami tentang faedah ikatan tersebut dalam Islam. Tentunya hal tersebut bisa semakin membuat bangga menjadi Islam yang baik, murni dan bersaudara satu sama lainnya. Kiranya bisa dikumpulkan kembali ke surga-Nya bersama-sama.