Kisah Relawan Erupsi Semeru: Dugaanku Terhadap Para Penyintas Keliru
Kisah Relawan Erupsi Semeru: Dugaanku Terhadap Para Penyintas Keliru
By Lutfi Dananjaya – Januari 11, 2022 – in Oase Hati
Bayu Segara Putra Firdenik, alumni Ma’had Askar Kauny Cijulang relawan erupsi Semeru/Askar Kauny
ASKAR KAUNY – Bayu Segara Putra Firdenik, alumni Ma’had Askar Kauny Cijulang.
Berbagi kisah saat menjadi salah satu relawan psikososial/trauma healing untuk para penyintas erupsi Semeru, Lumajang.
Mengemban tugas sebagai guru ngaji, Bayu menuturkan, “Mengajar ngaji Insya Allah aku siap.
“Tapi, muridku kan para penyintas, yang besar kemungkinan masih berduka atas bencana yang menimpa mereka.”
Baca juga: Mahasantri Askar Kauny Rahma Dona Sarumpaet Raih Ijazah Sanad
Bayu mengisahkan banyak penyintas yang kehilangan rumah, sebagian bahkan kehilangan anggota keluarga.
“Sepertinya ini tak mudah, tapi bismillah akan kucoba.” ujar Bayu.
Dan Bayu menambahkan, anggapan yang ada di benaknya mengenai kondisi penyintas ternyata keliru.
Baca juga: Askar Kauny dan Qur’an Peduli Indonesia Bersinergi Bantu Saudara Terdampak Erupsi Semeru
“Sejak hari pertama aku mengajarkan Al-Qur’an di sana, nyaris tak nampak wajah penuh duka di wajah anak-anak Lumajang.
“Mereka bersemangat menghafal Al-Qur’an dengan Metode Kauny yang kuajarkan.” kata Bayu.
Kemudian Bayu menceritakan, anak-anak penyintas erupsi Semeru di Lumajang, mudah akrab dengannya.
“Ada yang menghampiriku sekadar untuk bertanya mengenai keterlambatan kehadiranku.
“Katanya sudah menungguku cukup lama.
“Ya Allah, rasa haru merayap di hatiku. Betapa berartinya aku bagi mereka, padahal aku bukan siapa-siapa. Maksudku bukan kerabat dekat.” tambah Bayu.
Para penyintas butuh ketersediaan Al-Qur’an
Bayu melanjutkan, beberapa dari mereka menyampaikan keluhan mengenai kurangnya ketersediaan Al-Qur’an.
“Kak Bayu, Al Qur’an yang ada udah pada sobek, nih. Ada yang baru enggak? Supaya kita lebih enak belajarnya?”, ujar salah satu anak seperti dituturkan Bayu.
“Masya Allah, begitu rindunya kalian pada Al-Qur’an, padahal kondisi sedang tak baik-baik saja.”
Kemudian Bayu menjelaskan, tidak sedikit yang harus dibenahi, baik secara fisik maupun psikis.
“Tidak mudah bukan kehilangan harta benda?
“Apalagi ditambah dengan wafatnya sanak-saudara.” jelas Bayu.
“Ah sungguh, pengalaman pertama menjadi relawan ini begitu berarti untukku.
“Aku jadi belajar melihat sudut pandang lain di tengah bencana.
“Bahwa kesulitan sebesar apapun, akan bisa diatasi jika kita yakin atas kebesaran Allah dan mau tetap ikhtiar berjalan berdampingan dengan Al Qur’an.” tutup Bayu.***
Askar Kauny,
Wariskan Kebaikan
More Information on IG @askarkauny | FB : Askar Kauny | web : www.askarkauny.org